Sang Pewaris
Cerita Dewasa · 18+
Sang Pewaris – Seorang pemuda terlihat sedang duduk di salah satu bangku taman dengan ditemani oleh sang rembulan mengingat memori memori masa lalu nya yg manis.

Flashback 10 thn lalu
Seorang anak laki-laki kecil sedang bermain bersama keluarga kecilnya
“Ayah..ayah! liat Yaya jahat sama Idhan!”teriak bocah laki laki kepada sang ayah
“Gak yah! Kak Idhan boong oyang dia yg jahat sama Yaya!”teriak gadis kecil yg berusia sekitar 8 tahun
“Aduh aduh jagoan ayah sama princess ayah ngapa kelahi sih, ada apa sayang?”ucap pria paruh baya sambil menyamakan posisi nya dengan 2orang anak itu
“Yaya tuh yah ngambil bolanya Idhan!”ucap bocah laki laki yg di panggil Idhan itu
“Gak boong kak Idhan dulu yg ambil boneka Yaya!” ucap gadis kecil yg dipanggil Yaya itu
“Ya udah kalo gitu kak Idhan kembaliin boneka Yaya dan Yaya kembaliin bolanya bang Idhan gimana setuju?” kata pria paruh baya itu. Sedangkan 2 orang bocah yg sedang terlibat pertengkaran itu hanya mengangguk kan kepala
“Oke setelah ini ayah beliin ice cream mau gak?”tanya pria itu
“Yaya mau”
“Idhan mau”
Sahut 2 bocah itu bersamaan dengan antusias
“Ya udah ayok tapi pamit dulu sama bunda ya”
2 bocah itu hanya mengangguk kan kepala nya sekali lagi
“Bunda Idhan sama Yaya dan ayah pergi beli ice cream dulu ya!”teriak Idhan kepada sang bunda sedangkan sang bunda hanya mengacung kan jempol sambil mengangguk dan tersenyum.
Terpancar sebuah cahaya kebahagiaan dari keluarga kecil itu canda dan tawa terlihat dari keluarga kecil itu.
Flashback end
“Kak Idhan!”teriak seorang gadis
Fildan yg merasa ada yang memanggil nya pun langsung menoleh ke belakang,dan tampak seorang gadis disana
“Ada apa Ra!”jawab fildan dengan nada dingin
“Kak Idhan… ihh.. Rara panggilin juga dari tadi! Kak Idhan ngapalin di sini gak takut gitu ada setan kak?”tanya gadis yang dipanggil Rara itu
“Gak”jawab fildan acuh
“Dan berapa kali Kakak ingetin jangan panggil kakak dengan sebutan itu lagi!!”sambung fildan dengan nada sedikit tinggi
“Maaf Rara gak sengaja”sesal Rara
“Iya kakak maafin”jawab fildan dengan nada dingin
“Kak fildan belum jawab pertanyaan rara, ngapain kakak disini?”tanya Rara lebih sekali lagi
“Gak ngapa ngapain”jawabnya dingin
“Boong kak fildan pasti lagi nginget masa masa indah kita dulu kan?, waktu ayah masih sayang kita dan bunda belum ninggalin kita”ucap Rara sambil menghapus cairan bening yang keluar dari kelopak matanya jika mengingat masa lalu nya yang manis itu bahkan Rara tak menyangka jika masa lalu nya yg manis berubah menjadi sebuah torehan luka yg sangat dalam hati terutama di hati sang kakak
Hening tak ada lagi yang bicara mereka berdua asik dengan fikiran mereka masing masing
“Andaikan waktu bisa di putar pasti gue akan memutar waktu dimana kami masih tertawa bahagia,gue gak nyangka hal manis di masa lalu itu menyimpan masa depan yg sangat pahit”batin Rara
“Mengapa harus gue yg merasa kan pahit nya kehidupan?bunda apa bunda bahagia disana?fildan butuh bunda!”batin fildan tak terasa butiran air mata membasahi pipi fildan
“Kak fildan!”panggil Rara memecah keheningan
“Iya”jawab singkat fildan
“Kak fildan kangen gak sama ayah bunda?”tanya Rara
“Kamu tau jawabannya”ucap fildan
“Jawab kak! Kalo Rara tau ngapain Rara nanya sama kakak!”ucap Rara sedikit kesal
“Kalo bunda iya… Tapi…”fildan menggantung kan jawaban nya
“Rara tau kakak benci sama ayah Rara juga sama kak, tapi Rara juga rindu sama ayah”ucap Rara kini air mata kembali membasahi pipinya
“Huff (fildan menghembuskan nafas dengan kasar)udah jangan nangis (menghapus air mata Rara)kan masih ada kakak”ucap fildan lembut
“Rara gak nangis kok kak”menghapus kembali air mata yang keluar mendengar perkataan sang kakak
“Ya udah sekarang kita pulang udah malam kan besok hari pertama kamu masuk kampus”ucap fildan sambil membelai lembut rambut sang adik
Sedangkan Rara mengangguk tanda meng-iya kan ucapa sang kakak
Fildan dan Rara menyusuri jalan dengan Honda beat kesayangan kakak nya dan sampai lah mereka di sebuah rumah sederhana bewarna coklat yg notabenya rumah mereka.
Tanpa sepatah kata pun mereka masuk ke rumah dan pergi ke kamar masing-masing.
Skip pagi hari
Jam menunjukkan pukul 06.30 Tampak seorang gadis yang sedang berkutik di dapur ia menyiapkan berbagai keperluan memasak dan mulai memasak.
“Kak bangun!!”teriak Rara dari arah dapur
“Iya Ra ini kakak udah bangun”ucap fildan
Kamu masak apa Ra?”tanya fildan
“Rara masak nasi goreng spesial untuk kakak”ucap Rara sambil menyodorkan sebuah piring berisi nasi goreng
“Hmm..(menghirup aroma masakan Rara) kayak nya enak ni Ra!”ucap fildan
“Bukan enak lagi kak tapi enak bangeett”puji Rara pada diri sendiri
“Baru pertama kali Kakak liat orang puji diri sendiri”ucap fildan dengan nada mengejek
“Ada kok ni bukti nya Rara”ucap Rara kembali menyobong kan diri
“Itu makanya kamu itu memang lain dari yg lain”fildan kembali mengejek rara
Rara yg mendengar ucapan fildan langsung menghentak kan kaki nya kesal
“Au ah… terserah kakak aja Rara mau siap siap dulu”ucap Rara dengan nada kesal
Setelah kepergian Rara fildan kembali menyantap masakan Rara sambil tersenyum kecil melihat tingkah laku adik nya
Skip kampus
Kini Rara dan fildan telah sampai di depan pintu gerbang yg bertuliskan universitas pelita harapan, yg merupakan salah satu universitas elite di indonesia. Fildan dan Rara, memang memiliki IQ di atas rata-rata, sehingga dapat masuk ke universitas ini dengan gratis.
Fildan kini berada di semester 5 sedang kan Rara di semester 1. mereka merasa beruntung bisa masuk ke sekolah elite ini.
“Kamu siap?”ucap fildan karena melihat kecemasan di wajah sang adik
“hm..Siap kak”ucap Rara sedikit ragu
“Jangan takut, kakak kan ada, jadi klo ada apa apa kamu datang aja ke kelas kakak oke?”ucap fildan berusaha meyakinkan adik nya.
Rara mengangguk mendengar ucapan fildan dan mulai merasa tenang
Motor fildan pun memasuki parkir kampus, seperti biasa semua mahasiswa dan mahasiswi menandangi fildan
Ada yg memandang nya dengan rasa kagum dan ada juga yg memandangi nya dengan pandangan mengejek.
Hal itu sudah biasa di mata fildan namun tidak bagi Rara karena Rara adalah mahasiswi baru.
Hal itu tentu membuat Rara merasa sedikit takut bahkan bukan sedikit namun sangat takut. Fildan yg melihat perubah Rara memahaminya, perlahan fildan menggenggam tangan Rara dan menatap Rara seakan berkata’ jangan takut ada kakak’ itu lah yg terlihat dari tatapan fildan. Rara yg sebelumnya takut kini mulai berani.
Mereka melangkah kan kaki kedalam area kampus,fildan acuh dengan apa yg ia lihat dan dengar karena itu sudah biasa bagi fildan. Fildan terus berjalan menuju kantin kampus sambil menggandeng tangan sang adik.sampai dikantin fildan mengajak Rara untuk duduk di bangku paling pojok.
“Duduk Ra!”ucap fildan dengan dingin
“I..iya”ucap Rara
“Udah jangan takut mereka gak akan berani sama kamu!”ucap fildan berusaha meyakinkan Rara
“Hay bro”sapa seorang pemuda sambil memegang pundak fildan.
Hal itu membuat fildan refleks memukul wajah pemuda itu
Bugh
“Aw… Woi ini gue Irwan main gebuk gebuk aje lu”ucap Irwan sambil memegang wajah nya
“Yaelah Lo kayak gak tau fildan aja,lu sih pake acara kejutin fildan kena kan batunya,hahaha”ucap pemuda lain
“Ya gue lupa Reza kalau teman gue satu ini itu kayak es kutub”ucap Irwan
“Nah sekarang kena getahnya kali,hahaha”
“Wah…Parah lu cal teman lagi di Aniyaya lu mata ketawa”kesal Irwan
“Sorry”hanya itu kata yg keluar dari mulut fildan setelah memukul temannya
“Wah parah lu! Udah kenal pukul lu cuma bilang sorry!ini sakit woi gara gara lu berkurang wajah tampan gue”ucap Irwan
“Lebay lu”ucap ical
“Terus?”tanya fildan acuh
“Terus terus …ya Lo obati kek muka tampan gue ini”ucap Irwan
Sontak semua temannya membuat wajah jijik dan seakan mau muntah 🤢🤢
Sedangkan Irwan hanya bisa menahan rasa kesalnya
“Huaaa😭uwan liat aku dijulitin sama mereka”ucap Irwan dengan nada lebay
“Lu mau dapat ini👊”ucap Ridwan
Hahaha🤣🤣 semua temannya mentertawakan Irwan
“Emang enak😂”ucap ical
Sedangkan fildan hanya diam dengan wajah flat nya.
Kalo Rara jangan tanya dia bingung apa yg di bicarakan mereka.
Teman teman fildan yang baru menyadari bahwa ada seorang gadis di dekat mereka pun merasa heran kecuali Reza Karena reza teman fildan dari kecil jadi dia udah tau siapa gadis itu
“Dan ni siapa?”
Dan ni siapa?”(menunjuk Rara)tanya Ical
“Cewek” ucap fildan
“Gue tau dia cewek fildan tapi maksudnya Ical itu mamanya siapa?!”sahut Irwan dengan kesal
Pasalnya temannya satu ini selalu membuat orang kesal
“Rara”jawab fildan
“Ya Allah salah apakah kami sehingga bisa punya tema sedingin dan secuek ini?”ucap Ridwan dengan nada lebay
Sontak ucapan Ridwan membuat taman teman nya tertawa
Hahahaha🤣🤣
“Jijik gue uwan liat buka lu rasanya pingin gue tampol”ucap fildan yg membuat semua temannya menatap nya heran
“Fil Lo bilang apa tadi?” Tanya Irwan
“Ngapa?”tanya fildan
“Guys kalian dengar gak apa yg
fildan bilang tadi?” Tanya Irwan
“dengar” ucap mereka bersamaan
“Ada berapa kata sih guys?”tanya Irwan balik
“Hm…. (Berfikir sambil menghitung jarinya)banyak!”Jawab Ical
“Emang ngapa?”tanya Reza
“SEKARANG FILDAN KITA UDAH BISA BICARA PANJANG”heboh Irwan yg mendapatkan hadiah pukulan dari fildan
Bugh
Aws…. Sakit ogeb!!!”teriak Irwan karena terkena Bogeman dari fildan
“Hahaha😂rasain lu siapa suruh teriak teriak gak atau apa dan telinga bisa buta gara gara dengerin teriakan elu yg unfaeda!”ucap Ical kembali mendapat kan jitakan
Platak’
sebuah sendok mendarat sempurna di kening Ical tapi bukan dari fildan melainkan Irwan
“Woi!!mana ada telinga buta yg ada tu tuli Maimunah!!”ucap Irwan
“Maimunah siapa?”timpal Ridwan
Irwan yg mendengar pertanyaan Ridwan hanya bisa menepuk jidatnya
“Au ah gelap!”ucap Irwan
“Back to topic jadi ni cewek siapa dan?”tanya Ical sekali lagi
“Rara”ucap fildan
Mendengar Jawaban fildan temannya kembali menampakkan wajah kesalnya
“Dari pada darting (darah tinggi)mending kita tanya aja sama orangnya langsung kalo nanya sama nih bocah (menunjuk fildan) gak akan kelar Sampai kiamat!”ucap Ridwan
“Tumben tuh otak encer biasanya beku kayak es”ejek Irwan
“Udah kalian diam gue mau bicara”ucap Ical
“Hai cantik namanya siapa?”tanya Ical kepada Rara
“Hai kak nama gue Rara gue …”
“Adiknya fildan”potong Reza
Reza yg dari tadi diam pun bicara dan membuat semua temannya menatap kesal kearah nya
“Lu udah tau za?”tanya Ical
“Udah”jawab Reza
“Tau dari mana?”tanya Irwan
“Gini ya teman teman ku yg paling pintar kan kalian tau gue sama fildan itu udah temenan sejak orok, jadi… Gue udah khatam sama keluarga fildan”jawab Reza kembali
Mendengar Jawaban Reza membuat teman teman nya semakin penasaran
“Eh za coba lu ceritain Sisilah keluarga fildan penasaran gue”pinta Ridwan
“Ngapa gak tanya sama orangnya langsung”tanya Reza
“Lu gimana sih za kayak gak tau fildan aja,dari dulu gue udah tanya tapi lu kan tau sendiri jawaban nya apa”
“Nah bagus kalo lu tau, gue gak mau ikut campur sama urusan si fildan biar dia sendiri yg cerita”ucap Reza
“Oh ya fil Rara kan mahasiswi baru ngapa gak ikut OSPEK?”tanya Reza
“Kan belum dimulai”jawab fildan
sesingkat mungkin
“OSPEK dimulai 10 menit,(melihat jam tangannya)Ra yuk kak eja anter kebetulan a’eja jadi panitia OSPEK, yuk!”menarik tangan Rara
Tampa mereka sadari ada seorang yg sedang mengawasi mereka dari jauh
“Tuan kami sudah temukan orang yg tuan, cari mereka berada di universitas pelita harapan”ucap seorang
“Laksanakan tugas mu”sahut orang yang ada di sebrang
“Baik tuan”
Bersambung…
“Baik tuan”ucap pria itu
Skip di sebuah perusahaan
“Bagaimana apa ada kemajuan dari laporan mereka?”
“Ada tuan,tadi orang saya mengabarkan bahwa mereka berhasil mengetahui keberadaan tuan muda dan nona”
“Bagus! Sekarang dimana keberadaan mereka?”tanya orang itu to the poin
“Tuan muda dan nona sekarang bersekolah di universitas pelita harapan dan ini alamat mereka tuan”(menyodorkan sebuah kertas)
“Awasi mereka!!jika sampai mereka terluka sedikit saja nyawa kalian taruhannya!!!”
Orang yang mendengar perkataan itu hanya bisa meneguk salvina lalu mengangguk kan kepala nya
“Baik tuan”
Skip kampus
Kini para mahasiswa yg baru sedang melaksanakan OSPEK
namun ditengah acara terjadi sebuah keributan
“HEH!!!LO PUNYA MATA GAK SIH!!”
“m..m.. maaf gue gak sengaja”sahut gadis yg sedang di bentak
“LO TAU GAK BEBERAPA HARGA BAJU GUE HAH!!! UANG JAJAN LO 1 THN AJA GAK CUKUP UNTUK GANTI BAJU GUE!!!”
” Kan gue udah minta maaf ”
“WAH LU YA!!!!”gadis itu melayang kan tangan nya untuk menampar namun dihalangi oleh 2 orang berbadan besar
“Eh… Kalian siapa!!!”tanya gadis itu
“Kalo mbaknya masih mau sekolah di sini, jangan berani menganggu nona!!!”ucap salah seorang dari mereka Dengan nada sarkas
Setelah mendengar ucapan orang itu nyali gadis itu langsung ciut dan pergi dari tempat itu.
“Nona gak apa apa?”tanya orang itu
“k..kalian s..si.. siapa?”tanya balik dengan nada bergetar
Seolah tak mendengar perkataan gadis itu 2 orang itu langsung pergi
“Rara!!”panggil seorang
“Kamu gak apa apa kan?ada yg luka?”tanya orang itu pagi
“Gak a’eja Rara baik baik aja kok”jawab Rara sambil menyungging senyum
“Putri itu ya memang gak ada sopan sopan nya!!!”ucap Reza dengan nada marah
“Oh… jadi nama nya Putri ya kak” ucap Rara
“Iya dia itu anak salah satu pemilik yayasan di universitas ini,jadi sifat nya itu suka seenaknya sama orang!!”jawab Reza
“Eh… Ra muka kamu kenapa?pucet amat”sambung Reza
“E… engak papa kok kak cuman kecapean aja”jawab Rara
“Duh jangan sekarang dong kumat nya, entaran aja,ini lagi kepala aku pusing banget” batin Rara
Rara dan Reza pun pergi dari lapangan namun tiba-tiba…
Bruk
“Rara!!!”teriak Reza
Secara tiba-tiba tubuh Rara jatuh ketanah dan Rara tak sadar kan diri
“Ra bangun Ra!!(menepuk pipi Rara) aduh… Muka nya pucet lagi… gimana ni..?”cemas Reza
Lalu terlintas 1 nama di benak Reza.
“Fildan… Ya aku harus telpon fildan”batin Reza
Reza mengeluarkan sebuah benda pipih dan mencari nama fildan.
“Assalamualaikum dan Lo di mana?”
“……”
“Oke.. Lo bisa ku UKS sekarang ngak?”
“……”
“Si Rara tiba tiba pingsan dan , mending Lo kesini!”
“……”
“Oke”
Setelah menelfon fildan Reza segera membawa Rara ke UKS.
Fildan POV
Gue lagi ada di kelas sama Ridwan dan Irwan dan tiba tiba HP gue bunyi…
“…..”
“waalaikum salam za gue di kelas sama yg lain”
“…..”
“Ngapain gue ke UKS?”
“…..”
“Apa!!!!kok bisa sih za? gimana keadaan nya? gue kesana sekarang!”
“….”
Gue kaget mendengar ucapan Reza, tampa pikir panjang gue langsung pergi meninggalkan teman gue dikelas.
Sepanjang perjalanan gue terus berfikir…
‘ gimana bisa Rara pingsan dan apa penyebab Rara pingsan?’
Saat sampai di UKS gue langsung masuk dan gue kaget melihat adik gue terbaring muka nya pucet gue langsung menghampiri Reza….
“Za gimana keadaan Rara?gimana bisa Rara pingsan?apa kata penjaga UKS?”
Gue langsung menghujani Reza dengan banyak pertanyaan.
“Lo tentang dulu dan Rara tiba tiba aja pingsan , kata penjaga UKS kayak nya Rara punya penyakit dalam fil dan harus cek kerumah sakit” jawab Reza
“Apa!!!”aku sangat terkejut mendengar ucapan Reza.
Tampa fikir panjang gue langsung nyuruh Reza bawa Rara kerumah sakit.
Skip rumah sakit
saat ini Rara masih di ruang ICU
Setelah beberapa lama menunggu akhirnya seseorang berjas putih keluar dari balik pintu
Ceklek(anggap aja itu suara pintu terbuka ya)
“Keluarga pasien?”tanya dokter itu
“Saya dok… gimana keadaan adik saya dok”tanya fildan
“Mohon maaf sebelumnya, tapi kabar yg saya sampaikan ini adalah kabar buruk”ucap dokter itu dengan lesu
“Mohon maaf sebelumnya, tapi kabar yg saya sampaikan ini adalah kabar buruk”ucap dokter itu dengan lesu
“Ada apa dengan adik saya dok?”cemas fildan
“Pasien terkena penyakit gagal ginjal kronis stadium 3,dan seperti nya penyakit Ini sudah lama berada di dalam tubuh pasien mungkin sekitar 1 tahun” jelas dokter.
“Satu tahun !!, tapi bagaimana bisa kenapa gue gak nyadar kalo Rara sakit ? apa Rara tau soal penyakitnya?” Batin fildan
“Lalu apa yg harus saya lakukan dok?”tanya fildan
“Pasien harus segera melakukan cuci darah dan harus melakukan perawatan.” Jawab dokter
“Maaf dok kalau saya boleh tau berapa biaya nya dok?”tanya Reza
“2-3jt untuk cuci darah nya dan 4-5jt untuk perawatan nya!”jawab dokter
(Maaf ya kalo harganya terlalu mahal atau murah karena author gak tau 😀)
“Tapi akan lebih baik lagi jika kita lakukan transplantasi ginjal, dengan begitu penyakit ini bisa sembuh”
“Berapa biaya nya dok?”tanya fildan
“Kalo soal biaya saya kurang tau tapi setau saya sekitar 200-500jt!”
“Baik dok terima kasih”ucap Reza
Setelah kepergian dokter Reza dan fildan hanya diam…
“Fil!! gimana cara Lo buat ngobatin Rara?”tanya Reza
“Gue gak tau za gue bingung”jawab fildan dengan nada lirih
“Udah Lo tenang aja gue pasti bantu Lo kok”ucap Reza menyemangati fildan
Sedangkan fildan hanya tersenyum kecut mendengar perkataan Reza
“Udah fil, mending kita liat Rara dulu yuk!” Ucap Reza
Ceklek…
Reza dan fildan masuk ke ruang rawat Rara
“Mengapa takdir gue kayak gini? kenapa harus Rara yg sakit? kenapa gak gue aja? Ya Allah hamba mohon beri hamba jalan ya Allah” batin fildan tak terasa cairan bening lolos dari mata nya
“Ra! kakak janji kamu bakal sehat lagi!! kakak akan lakukan Apun asalkan kamu sehat kakak janji Ra…!!”menghapus air mata nya
Saat fildan melamun ada sebuah tangan yg menyentuh bahunya…
“Fil Lo harus kuat”ucap Irwan
“Bener tu fil kata Irwan”sambung Ical
“Lo pasti bisa lewatin semua ini fil!” Timpal Ridwan
“Thanks atas support nya”
“Gimana keadaan Rara sekarang?”tanya Irwan
“Rara masih betah dengan alam mimpi nya”jawab Reza sedih
Setelah perbincangan mereka tidak ada yg mulai berbicara, sampai ada sebuah suara yg mengagetkan mereka….
“ES SERUT KU YG PALING GANTENG!!!!!!!”teriak gadis itu
Suara itu membuat semua orang menatap ke arah suara…
“Kalian bawa lesty?”tanya fildan
Sedangkan orang yang ditanya hanya cengengesan.😀
“Maaf fil… Lo hak tau sifat si lesty..kalo gak dituruti pasti ancaman nya dikeluarkan!”jawab
Ical
Hufff…. Fildan menghembuskan nafas kasar kerena kehadiran lesty.
(Lesty Andira Daniar merupakan anak dari salah satu pemilik yayasan terbesar di universitas pelita harapan. Memiliki wajah cantik dan sifat cerewet. Dan merupakan orang yang mencintai fildan. catat mencintai fildan…)
“Ngapain disini?”tanya fildan dengan dingin
“Lagi jenguk adik ipar” jawab lesty dengan senyum merekah
“Siapa?”
” ck..ya Rara lah siapa lagi kan dia adik ipar aku”Jawab lesty dengan bangga
“Sejak kapan Rara jadi adik ipar Lo?” tanya fildan dengan nada ketus
“Sejak …..aku bilang aku cinta kamu”jawab lesty berbisik di telinga fildan
“Serah Lo”pergi meninggalkan lesty
“Is… Kok ditinggal sih… FILDAN SAYANG TUNGGU AKU!!!!”teriak lesty
“diem les.. ini bukan hutan”ucap Irwan
Sedangkan lesty menatap tajam ke arah Irwan
“Apa Lo liat liat!!”ketus Irwan membalas tatapan mata lesty dengan tajam juga…
“Au..ah.. gue mau nyusul yayang gue”ucap nya lalu pergi..
Disisi lain fildan merasa ada yg mengikuti nya… membalik kan badan nya untuk melihat, dan benar ada 2 orang berpakaian serba hitam membuntuti nya
“Siapa mereka? Apa mereka suruhan….. ah gak mungkin tapi kalau benar maka ini gawat… Gue gak mau lagi dia masuk ke hidup gue…” Batin fildan menatap 2 orang itu
Secara diam diam fildan melangkah agar tak diketahui oleh 2 orang itu dan bersembunyi dibalik dinding, dan fildan dapat mendengar perbincangan mereka dengan seseorang di telpon
“Mereka sedang di rumah sakit”
“……..”
“Baik tuan! saya akan lakukan”
Walaupun tak terlalu jelas fildan dapat mengetahui siapa yg dibicarakan oleh mereka…
“Perasaan gue bener, itu emang orang suruhan dia”gumam nya
“Es serut ku sayang ngapain disini?”tanya lesty membuat fildan terkejut
“Astaghfirullah!!”
Suara dari fildan membuat 2 orang itu mengetahui keberadaan fildan… fildan yg melihat itu langsung menahan salah satu nya
“Kalian mau kemana?kalian suruhan dia kan? Bilang sama bos Lo kalau gue gakmau maafin dia!!!! “Ucapfildan dengan penuh penekanan kepada orang itu
Bersambung…
“Kalian mau kemana?kalian suruhan dia kan? Bilang sama bos Lo kalau gue gak mau maafin dia!!!! “Ucapfildan dengan penuh penekanan kepada orang itu
Mendengar perkataan fildan 2orang itu langsung pergi…
“Es serut sayang kenal mereka?”tanya lesty dengan nada manja
Namun fildan pergi tanpa menjawab pertanyaan lesty
“Is.. kebiasaan deh… Yang jangan tinggalin aku dong..!!!!!” Ucap lesty lalu mengejar fildan
Fildan terus berjalan menuju ruang rawat Rara dan tak menghiraukan panggilan lesty
Disisi lain Reza mencari keberadaan fildan sampai ia melihat fildan berjalan kearah nya
“Fil!! Lo kemana sih kok gue Carin gak ada noh Rara udah sadar dia cariin Lo terus!!” Ucap Reza
“Tau nih gak tau apa kita capek nyari Lo sampai kaki gue mau patah!!!” Sambung Ridwan
Yah malah di tinggal dasar es kutub”dumel Ridwan
Tampa menjawab, fildan meninggalkan teman teman nya yg sedang mengomel dan masuk keruang Rara….
Yah malah di tinggal dasar es kutub”dumel Ridwan
Lalu mengikuti fildan
Ceklek…
“Ra gimana keadaan kamu?”tanya fildan lembut
“Rara gak apa apa kak ”
“Kak kita pulang aja ya”pinta Rara
“Gak kamu akan disini sampai sembuh!! Dan Kakak janji bakal biayain semua nya kamu pasti sehat!!” Ucap fildan
” Tapi kak…”
“Gak ada tapi tapian” potong fildan
“Apa yang fildan bilang itu bener Ra Lo lebih baik disini dulu sampai sembuh oke….”ucap Ical
“Soal biaya gak usah kawatir gue sama yg lain pasti bantu kok… Bener gak guys?”tanya Irwan
“Bener tu”jawab mereka serentak
“Es serut sayang yuhuuuuu….~!!!!!”teriak lesty di depan pintu
“WOi!!!! bising gak apa ini di rumah sakit mohon di kondisi kan itu congor!!!!”sahut Ical ngegas
“Diam Lo!!!!gue manggil yayang gue bukan Lo gentong!!!!”ucap lesty
“Berisik!!!!!bisa diem gak sih?”sahut fildan kesal
“Hehe maaf yang…. Ni gentong air duluan”(menunjuk Ical)
‘Eh… Adik ipar gimana keadaan nya?”tanya lesty
“Adik ipar?”tanya Rara balik
“Iya…(tersenyum pada Rara) oh.. fildan Belum bilang ya?(Rara mengangguk) oke kita mulai dari awal kenalan nya….”lesty menjeda kalimat nya
Huff(menarik nafas dalam)”hallo perkenalkan nama gue lesty Andira Daniar anak dari pemilik salah satu yayasan terbesar di universitas pelita harapan,Lo bisa panggil 3 lesty gue orang yg paling cantik dan tercetar di kampus gue punya adik 1 namanya Putri Andira Daniar dan ayah gue namanya Gilang Daniar dan gue kakak ipar Lo”ucap lesty Tampa jeda
(Bayangin aja sendiri gimana caranya ngomong nya laju nya sama kayak pembalap Rossi pagi balapan… 😂😂)
Rara yg mendengar ucapan lesty hanya Bisa tersenyum antara ngerti atau bingung
Namun ocehan lesty tiba tiba berhenti karena pintu ruangan terbuka, menampakkan seorang pria paruh baya dengan setelan jas hitam dan bergaya angkuh berjalan ke arah Rara.
Semua yg ada di ruangan itu saling menatap dan berteriak…
“TUAN JOHAN VALENDRA!!!!”ucap mereka bersamaan kecuali fildan dan Rara yg memasang wajah benci
(Johan Valendra adalah pemilik dari Valendra Ezequiel group(VEG) yg merupakan perusahaan terbesar di Indonesia sekaligus 3 terbesar di Asia)
“bagaimana keadaan Rara?”tanya nya
“Apa peduli Anda!!”jawab fildan ketus
Mendadak suasana ruangan rawat itu berubah menjadi mencekam….
“Tentu saya peduli karena Rara anak saya”ucap nya santai
Seketika semua orang yg mendengar ucapan Johan Valendra terkejut kecuali Reza..
“HAH!!!”
Fildan tersenyum kecut mendengar perkataan ayahnya
“Anak? anak yg mana? ayah kami sudah meninggal!!” Bukan fildan yg menjawab tetapi Rara dengan dingin
Semua yg ada di ruangan bingung mendengar perkataan Rara dan fildan namun bukan saatnya untuk bertanya…
“Dimana anda saat ibu saya berjuang melawan penyakitnya?”Tanya fildan
“Di mana anda saat kakak saya berjuang menembus hujan demi membawa sebungkus nasi?”tanya Rara
“Kemana anda saat kakak saya harus mengamen demi menghidupi saya?” Sambung Rara sambil tersenyum pahit mengingat masa lalu nya yg pedih.
“KATAKAN DIMANA ANDA DISAAT AKHIR HIDUP IBU SAYA!!!”bentak Rara
“Maaf kan ayah Rara fildan”ucapnya sendu terlihat banyak penyesalan dai tatapan mata nya
“Hah… Maaf Anda bilang maaf !!! Sadar kah Anda apa yg anda ucap karena itu… !!!!!!”ucap fildan lalu pergi dari tempat itu
Reza yg melihat fildan pergi langsung mengejarnya, begitu pun lesty, namun tangan lesty ditahan Irwan.
“Jangan les biar Reza aja yg ngejar fildan”
“Tapi wan fildan…”
“Hanya Reza yg mengerti perasaan fildan saat ini” potong Irwan
“Bener les.. semua ini pasti gak mudah bagi fildan”sahut Ridwan
“Rara kamu mau kan maafin ayah?”ucap nya sendu
“Kalo Rara udah maafin ayah, tapi gak tau kalo kak fildan, secara kan dia yg paling terluka…”jawab Rara dingin dan cuek
“Sudah dengar jawaban saya kan jadi anda bisa pergi sekarang” sambung Rara
Meskipun ada rasa sedih mendengar perkataan Putri nya namun, ada sedikit perasaan lega karena Rara mau memaafkan nya, meskipun belum terlalu yakin karena dari nada Rara bicara seakan hanya ingin agar di pergi…
Tuan Johan tersenyum kecil lalu pergi dari ruangan itu…
Setelah beberapa menit kepergian ayah nya pintu kembali terbuka menampakkan seorang pemuda…
“Hai rara”
“Hai rara”sapa seorang pemuda
Rar memasang wajah flat melihat orang yg menyapa nya tanpa berniat membalasnya…
“Maaf… Kamu marah ya sama saya…?”
Cuek… Seakan tak mendengar apa yg pemuda itu ucapkan Rara masih sibuk dengan urusan nya sendiri…
“Kamu masih sama Ra”ucap pemuda itu lalu duduk di samping Rara
“Siapa Lo?”tanya Irwan
Pemuda itu tersenyum kecil sebelum menjawab…
“Masa lalu nya yg pernah melukai nya…”Jawab nya
“Ngapain kesini?”tanya Rara yg Ahir nya membuka suara
“Pertama gue mau minta maaf karena gue gak pernah nyakitin Lo,kedua gue kesini untuk jadi bodyguard Lo, terakhir gue ingin jadi temen lo” jawab nya
“Tapi kalo gue nolak gimana?”
“Please jangan tolak gue”
“Siapa yg nyuruh Lo?”
“Ayah Lo”
“Gue gak merasa punya ayah!jadi lebih baik Lo pergi!!!”ucap Rara tegas
“Tapi Ra gue but…”
“Gue bilang pergi!!!!!!kak Irwan yg tolong suruh dia pergi!!”potong Rara
“Lo denger kan apa kata dia!! Sekarang Lo pergi!!”bentak Irwan
Dengan terpaksa pemuda itu pergi dengan kecewa… Pemuda itu tak tahu apa yang harus ia katakan pada bosnya…
**************
Disini lain.. fildan sedang berada di rooftop dia berdiri di pinggir sambil merentangkan tangannya..
“AAAA… KENAPA DISAAT GUE MAU MELUPAKAN MASA LALU… JUSTRU MASA LALU ITU TIMBUL LAGI….!!!!”
“FILDAN LO GILA YA!!!” Teriak seorang
Fildan menoleh dan melihat Reza yg menatap nya dengan sendu bercampur marah…
“Apaan sih za!!!!”
“Sini (menarik tangan fildan)lu kalo mau mati pikir pikir dulu Jangan kayak gini!!!!!!!” Omel Reza
Fildan mengkerut kan keningnya karena binggung dengan perkataan Reza… setalah beberapa saat berfikir ia baru mengerti maksud perkataan Reza..
“bwahahaha….Lo pikir gue mau Bunuh diri? (Reza mengangguk)Lo pikir gue selemah itu ?”tanya fildan di tengah tawanya
Hening tak ada jawaban dari Reza…
Melihat itu tawa fildan seketika hilang dan kembali memasang wajah flat nya…
“Ternyata sahabat gue sendiri nganggap gue lemah (tersenyum kecut)apa selemah itu gue Dimata Lo?”
“Gue gak pernah anggap Lo lemah…(memegang pundak fildan)tapi gue takut kehilanga elo”
“Thanks atas semuanya”(tersenyum kecil)
“Elo segala Nya bagi gue fildan… Gue gak mau kehilangan elo…
Karena elo sekarang keluarga gue baik baik aja”sendu Reza
Setelah itu tak ada lagi yg memulai pembicaraan mereka sibuk dengan pikirannya masing-masing
“Fil??!”panggil Reza memecah keheningan yg ada
“Apa?”Tampa menoleh kearah Reza
“Apa yg akan elo lakuin ke dia?”
“Za! kalo gue gak mau maafin dia apa gue egois?”tanya fildan tampa menjawab pertanyaan Reza
Reza tersenyum mendengar ucapan fildan…
“Lo gak pernah egois fil…”jawab Reza
“Keadaan lah yg memaksa elo untuk egois”sambung Reza
Jawaban dari Reza membuat lekuk bulan sabit di bibir fildan
“Sekarang Lo udah tenang kan?kita Balik ke ruang rawat Rara ya?”ucap Reza lembut
“Hm… Ayok”(berjalan meninggalkan Reza)
“Huff… Kebiasaan”bisik Reza pada dirinya sendiri
***********
Fildan dan Reza berjalan terburu-buru menyusuri koridor rumah sakit, kerena mereka baru mendapatkan kabar dari teman teman nya jika Rara kembali drop…
Tampa mereka sadari ada seorang yg berjalan dari arah berlawanan sehingga terjadi tabrakan…
Bugh…
“Eh maaf maaf kak”
”Hm.. iya”(menetap orang yg menabrak nya)
“Lo!!!” Bentak fildan
“Hai kak kita jumpa lagi”ucap pemuda itu dengan ramah
“Ngapain Lo kesini hah!!!! belum puas buat adik gue menderita!!!!!” Ucap fildan berapi-api
“Bukan gitu kak, afisan kesini mau jenguk Rara kok gak ada niatan lain”
“Gak percaya gue”ketus fildan
“Udah fil jangan di ladeni sekarang lebih baik kita liat kondisi Rara kan dia drop lagi”cegah Reza saat melihat fildan ingin memukuli afisan
Mendengar itu fildan pergi meninggalkan afisan sendiri.
“Rara drop??gue harus bilang laporan”
**********
“Apa yg harus saya katakan pada tuan Johan… Dia pasti marah besar nih” ucap afisan pada diri nya sendiri
Flashback
Seorang pemuda dalam keadaan kacau tengah berjalan menyusuri jalanan malam yg ramai oleh kehidupan malam
Ia sesekali berhenti dan masuk ke toko toko untuk mendapatkan pekerjaan, namun hasilnya nihil…tak ada satu toko pun yg membutuhkan tenaga nya.
Pemuda itu bernama afisan Rajasa seorang mantan anak pengusaha kaya raya…ya sekarang hanya menjadi matan… setelah kepergian ayahnya perusahaan sang ayah mengalami banyak problem… Ditambah sang ibu tengah sakit keras…hal ini memaksa afisan untuk merubah karakter manja nya menjadi mandiri…
Kini afisan kembali menyusuri jalanan setelah tadi ia kembali di tolak untuk bekerja… namun sepertinya keberuntungan ada di pihak nya…tak sengaja afisan mendengar ucapan seseorang yg sedang membutuhkan seorang bodyguard untuk menjaga nona mereka yg sedang sakit.
Tampa pikir panjang ia langsung menghampiri orang itu…
“Maaf tuan, tadi saya dengar Anda sedang membutuhkan seorang bodyguard untuk menjaga nona anda,apa benar?”ucap afisan dengan sopan
“Iya benar,apa kamu mau?” Tanya orang itu
“Ya tuan saya sangat mau kapan saya Bisa Bekerja?”jawab Afisan antusias
“Mari ikut saya”
Dengan semangat afisan mengikuti orang itu masuk ke dalam mobil mewah bewarna putih.
dan sampai lah mereka di sebuah rumah bukan rumah tapi lebih tepatnya sebuah Mension yg sangat mewah yg di nominasi warna gold dan putih.
“Ayo turun dan ikuti saya”
Afisan menurut dan mengikuti orang itu , dan afisan telah sampai di sebuah ruangan megah yg berada di lantai 7.
“Masuk”perintah orang itu
Dan lagi lagi afisan menurut dan masuk
Didalam ruangan itu sudah ada seorang paruh baya dengan gaya angkuh menatap nya dengan tajam…
“Kamu mau menjaga Putri ku?”tanya pria itu
“Iya tuan”
“Bagus!!saya akan membayar kamu sangat mahal”ucap nya sombong
“Berapa yg kamu butuhkan?”sambung nya
“Saya hanya butuh uang sampai ibu saya sehat tuan”jujur afisan…
Karena memang itu tujuan nya menerima pekerjaan ini
“Oke, ini Putri saya (menyodorkan sebuah foto yg terdapat 2 orang didalam nya)yg laki laki itu putra saya namanya fildan Valendra dan yg disampingnya itu Putri saya namanya Rara Valendra…”orang itu menjeda kalimat
Afisan membulat kan mata nya Melihat foto itu foto orang yg dulu perjanjian ia sakiti
“Hah…jadi Rara itu anak orang kaya raya… mampus gue gimana ni… Tapi gue gak bisa mundur lagi sekarang..udah lah gue bakal cari cara biar dia maafin gue yg penting nyokap gue sehat” batin Afisan
“Dan kamu harus menjaga Putri saya dia sekarang sedang sakit…kamu dampingi dia sampai sembuh maka ibu kamu akan sembuh juga”
“Baik tuan”
“Kamu bisa pergi tapi sebelum itu kasih anak buah saya nomer dan alamat rumah kamu”
Afisan mengangguk dan pergi dari ruangan itu…
Flashback end
Dan kini afisan sedang menghadapi tuan Johan Valendra untuk memberikan info padanya sekaligus memberi tau kegagalan nya
“Tuan”panggil afisan
“Bagaimana Tugasmu?”
“Maaf bos saya gagal”
Mendengar kata gagal emosi tuan Johan memuncak
“APA!!! GAGAL!!! SAYA KASIH KAMU TUGAS SEMUDAH ITU TAPI GAGAL!!!!” Bentak tuan Johan
“Maaf kan saya tuan”lirih afisan
“Kalau kamu gak mampu kenapa kamu menerima pekerjaan ini hah!!!!!!!!”
“Pergi kamu!!!!”
“Tuan saya mohon beri saya kesempatan saya janji kali ini gak akan gagal tuan saya mohon” ucap afisan sambil sujud di kaki tuan Johan dan menangis
“Hm… Baiklah saya kasih kamu satu kesempatan lagi”
“Tapi kalo kali ini gagal tidak ada kesempatan lain lagi kamu paham!!!!!”
“Faham tuan terimakasih”
“Ttu..tuan?”panggil afisan sedikit ragu
“Apa!!”ucap tuan Johan
Namun melihat mata tuan Johan afisan menjadi sangat ragu untuk memberikan info itu
“Cepat kata!!!!”bentak tuan Johan
“Saya tadi dapat kabar bahwa Rara eh.. maksudnya nona Rara drop lagi tuan”
“APA!! kenapa gak kamu kasih tau saya dari tadi dasar!!!!!”
Dengan cepat tuan Johan pergi dari hadapan Afisan…
*********
“Tom!”panggil tuan Johan
“Iya tuan”
“Apa menurut mu ini saat nya saya menjalankan rencana saya?”
“Tuan menurut saya rencana tuan itu justru akan membuat jurang yang lebih dalam lagi antara tuan dengan anak tuan, saran saya sebaiknya tuan batalkan saja rencana tuan”Jawab tom hati hati Tom takut tuannya akan marah jika tom bicara sembarangan
“Jadi kamu memerintah saya!!”tanya tuan Johan sedikit sengit
“Hm… Ti… tidak begitu tuan maksud saya”
“Sudah lebih baik kau diam saja saranmu tidak berguna!!”
“Huff”tom menghembuskan nafas nya dengan kasar…
Bos nya ini memang sangat aneh,
Selain hoby marah bosnya ini juga sangat plin plan dalam urusan anak anak nya…
Terkadang tom sempat berfikir bagaimana mana ada spesies manusia seperti bosnya di dunia ini…
“Tom kenapa kau diam apa mulutmu di kunci?” Tanya tuan Johan
Bersambung…
Flashback 3 tahun lalu
*************
Seorang gadis berpakaian putih abu abu berjalan menyusuri koridor sekolah nya…. selama berjalan senyum terus tercetak di bibirnya….
Gadis itu bernama Rara, ia tak berhenti mengucap syukur atas apa yang dia dapat kan… masuk ke dalam sekolah elite dibandung…
Saat lulus SMP Rara memutuskan untuk berpisah sekolah dengan kakak nya…
Hari hari yg ia lalu awal nya berjalan lancar… Namun itu semua berubah setelah Rara berjumpa dengan dia seseorang yang berhasil mencuri hati nya…
Mulai saat itu semua warna dalam hidup Rara berubah menjadi 1 warna yaitu hitam…karena cuma warna itulah yg dapat mewakili seluruh perasaannya….
Setelah bertemu dengan seorang yg mencuri hati nya… kehidupan rara berubah 180°…ia selalu mendapat bully dari teman-teman bahkan dari orang yang ia suka…
Seperti saat ini… Saat ia hendak masuk kedalam kelas tiba tiba 1 buah ember yang diisi dengan air… berhasil mengenai tubuh Rara
Byurr
“Hahaha 🤣”terdengar suara tawa dari seorang pemuda…yg seperti nya sangat senang karena rencananya berjalan lancar…
“Mampus Lo”teriak pemuda yang lain
“Itu akibat nya suka sama gue… dasar gadis ‘murahan’ ”
Sedangkan Rara hanya bisa menaggis…ia tak berani melawan atau pun menyanggahnya… Meskipun hati nya terasa panas…
Lalu pemuda itu mendekati Rara…dan..ia melempar telur busuk ke Rara….
Hahaha
“Gila Lo ya Afisan”ucap salah seorang gadis
“Cewek murahan kayak dia memang layak mendapatkan ini haha” ucap afisan
“Fisan Lo jahat banget tau gak kasian Rara”
“Gue gak peduli”
Terdengar tawa dari semua orang yg ada di kelas itu…
Sedangkan Rara ia memutuskan untuk pergi dan membersihkan diri nya…
Bagi Rara hal ini sudah biasa…
Bahkan Rara pernah dikerjai oleh teman teman nya lebih dari ini…
Rara pernah di kunci di gudang yg sangat gelap dan dipenuhi oleh tikus…
Dan Juga pernah disiram dengan air lumpur…</p>
Bahkan pernah disuruh mengerjakan tugas fisika teman teman sekelasnya…
<p>Dari situ lah Rara mulai membenci afisan rasa cinta nya berubah menjadi sebuah torehan luka
Meski pun jika dikalangan 9uru Rara dikenal dengan anak yg berprestasi….
Hal itu lah yg menjadi penyemangat Rara untuk tetap bertahan di sekolah itu…
Lagi pula ini adalah keputusan nya…ia yg ingin sekolah di sini jadi dia harus menerima akibatnya….
Flashback end
Hal dari masa lalu nya yg pahit lah yg membuat Rara Tumbuh menjadi pribadi yang… pendiam dan penakut…
Oleh karena itu ia memutuskan untuk masuk ke universitas tempat kakak nya belajar saat telah lulus SMA agar ia tak mengalami hal yang sama…
Sejak SMA Rara dan fildan berpisah sekolah…apa lagi saat fildan telah lulus SMA dan memutuskan untuk pergi ke Jakarta…
Fildan dijakarta dan Rara di Bandung…
Rara memilih tetap di Bandung karena masih trumua dengan Jakarta…
Karena dikota itulah semuanya berakhir….
Dan lembaran yg penuh perjuangan dimulai….
Flashback
10 tahun lalu…
“MULAI SEKARANG KAMU PERGI DARI RUMAH INI!!!” Teriak seorang pria paruh baya kepada seorang wanita paruh baya
“MAS…APA SALAH AKU? KENAPA HARUS AKU YG PERGI KENAPA TIDAK WANITA MURAHAN INI SAJA YG PERGI… hiks hiks…”tanggis wanita itu
“KARENA KAU BERANI BERKHIANAT!!!”
“AKU YG BERKHIANAT??!KAMU BILANG MAS!!!!APA KAMU SADAR DENGAN UCAPAN MU!!!!KAMU YG BERKHIANAT TAPI AKU YG KAMU TUDUH!!!”
“Baiklah mas aku akan pergi tapi ingat jika kamu tau kebenaran nya jangan pernah mencari ku dan berharap kita kembali lagi seperti dulu…”sambung wanita itu
“Rara fildan ayo kita pergi!!”
Sebelum pergi wanita itu menatap pria itu dengan tajam kemudian pergi…
Flashback end
Setelah pengalaman yg sangat buruk itu baik fildan atau pun Rara sangat membenci ayahnya…
Dan kebencian itu bertambah setelah sang ibu meninggal karena sang ayah…
Flashback 7 tahun lalu
Setelah pergi dari rumah sang ayah fildan Rara dan sang ibunda harus berjuang untuk bertahan hidup…
Ibu fildan saat itu menjadi tukang jahit baju keliling.. sedang kan Rara dan fildan berkeliling untuk menjual kue buatan sang ibu jika sudah pulang sekolah…
Mereka bahkan pernah hanya memakan ubi untuk Bertahan hidup…
Sampai Sebuah ujian terberat datang dalam hidup fildan dan Rara…
Sang ibunda sakit keras….dan harus segera di operasi….
Tentu hal itu membuat fildan sebagai kakak harus berjuang 2x
Fildan yg putus asa akhirnya memutuskan untuk meminta bantuan sang ayah agar mau membiayai operasi sang ibunda…
Tok tok tok
Saat pintu dibuka Tampak seorang pria paruh baya berdiri di ambang pintu…
“Kenapa kamu kesini fildan?”tanya sang ayah
Anak berusia 13 THN itu menangis memandang ayahnya…
Kemudian ia sujud..
“Yah tolong bunda yah hiks hiks…
Bu..bunda sakit yah dan harus di operasi hiks… hiks..”
“Ayah tidak peduli toh bunda kamu yg salah”sahut tuan Johan enteng…
“Yah fil…fildan mo..mohon tolong hiks.. hiks.. ibu yah…(sujud di kaki sang ayah) fildan gak mau kehilangan ibu…hiks hiks hiks…”
Tanggis fildan pada sang ayah dan Terus bersujud..
“Sudah kamu pergi sana!!!dan urus wanita murahan itu!!!”
mendengar kata murahan emosi fildan tersulut… bagaimana pun ia bukanlah anak yg tak tau arti kata murahan
“BUNDA BUKAN MURAHAN!!! AYAH JAHAT!!!AKU BENCI AYAH!!!KALAU AYAH GAK MAU BANTU FILDAN GAK APA APA TAPI JANGAN BILANG BUNDA MURAHAN!!!!AKU BENCI AYAH!!!!hiks hiks…” bentak fildan
di sela sela tanggis nya
Mendengar ucapan fildan tuan Johan marah lalu menamparnya
Pakk
“Dasar anak gak tau di untung!!!!! pergi sana biarkan saja bunda mu itu mati!!!”bentak tuan Johan kemudian menutup pintu
Tamparan itu merupakan tamparan pertama bagi fildan…
Seorang ayah yang selama ini ia banggakan menamparnya dan berkata seperti itu…
Fildan yg putus asa Ahir nya kembali ke rumah sakit …
Sesampainya di rumah sakit fildan mengetahui bahwa sang ibu telah tiada…dan yg membuat fildan lebis sedih lagi… Fildan sama sekali tidak bisa membantu ibunya….
Fildan mengganggap kepergian sang ibu adalah salah ayahnya…
Andaikan saat itu sang ayah mau memberikan uang maka kejadian ini tak ada terjadi…
Setelah kepergian sang ibu fildan memutuskan untuk pergi dari Jakarta…. dengan sisa uang yg ada fildan membawa Rara pergi ke Bandung dan memutus komunikasi nya dengan semua orang…
Di sana lah fildan memulai lembaran baru…
Meski usianya masih muda fildan sudah merasa keras nya kehidupan…
Sebagai seorang kakak fildan harus mampu menghidupi adiknya…
Setelah pulang sekolah fildan bekerja menjadi kuli bangunan demi mendapatkan sedikit uang…
Hari hari pun berlalu begitu cepat…
Kini fildan telah lulus SMA dan ia mendapat kan beasiswa di universitas elite dijakarta… Dengan berat hati fildan pergi meninggalkan Rara yg masih duduk di bangku 2 SMA
Sampai fildan mendapatkan kabar bahwasanya sang adik akan menyusul nya dengan Jakarta…
Dan disini lah kisah masa lalu kembali…
“mulutmu di kunci?” Tanya tuan Johan
“Huff”lagi dan lagi tom menghembus kan nafasnya dengan kasar mendengar ucapan dari bos nya ini… seperti nya memang tom harus banyak bersabar menghadapi bos satu ini….
“Tadi kan tuan bilang saya harus diam”ucap tom dengan senyum di paksa kan…
“Tom saya ingin kamu pergi kepengacara untuk mengambil sebuah dokumen…”
“Baik tuan…tapi kalau saya boleh tau itu dokumen apa tuan?”tanya tom sopan
“Kamu tidak perlu tau!!! lakukan saja apa yang saya suruh!!!”
Tak lama kemudian mobil milik tuan Johan sudah berhenti tepat di depan rumah sakit
“Tom lakukan apa yang saya suruh!!!”setelah mengucapkan itu tuan Johan turun dari mobil dan masuk ke rumah sakit…
**************
“Bagaimana keadaan Rara sekarang dok?”
“Saat ini kondisi ginjal pasien semakin buruk…kita harus cepat mengambil tindakan”
Ucapan dari dokter membuat fildan seperti tersambar petir… seluruh tubuhnya lemah bahkan saat ini jika fildan berdiri maka pasti akan jatuh…
“Kapan operasi nya dilakukan dok?”
“Operasi harus dilakukan dalam waktu 2×24 jam”
“Baik dok saya akan usaha kan”
Setelah itu fildan keluar dari ruangan dokter dan sudah di sambut oleh semua temannya
“Apa kata dokter fil?”tanya Irwan
“Yang gimana adik ipar?” tanya lesty
“Apa kata dokter nya fil?” tanya Reza
(Fildan duduk disamping lesty)”kata dokter Rara harus segera di operasi…gue cuma punya waktu 2×24 jam untuk mencari biaya operasi nya”jawab fildan dengan lemas sambil menghapus air mata nya
“Emang berapa biaya nya fil?”
“Gue gak tau za yg pasti mahal”
“Lebih baik kita tanya ke resepsionis saran Ical”
Mereka semua pergi ke resepsionis untuk bertanya kecuali lesty kata lesty dia gak ikut karena mau ber2an dengan fildan …
Setelah teman teman fildan pergi tak ada suara dari fildan dia hanya terus menghapus air mata nya yg mengalir dan tak perduli dengan ocehan lesty…
“Berapa yg kamu butuhkan?”tanya seseorang yg membuat fildan dan lesty terkejut…
Fildan mengangkat kepalanya…dan dia melihat seseorang yang sangat ia benci …
“Saya tidak butuh uang Anda”jawab fildan dingin
“Ayo les kita liat Rara” (menarik tangan lesty namun ditahan oleh tuan Johan)
“Kamu yakin?”tanya tuan Johan sedikit menekan
“Pergi dari sini!!!”usir fildan kemudian pergi
“Baik tapi jika kamu butuh uang saya datang saja ke rumah saya…
Saya harap kamu masih ingat alamat nya!!”
Fildan tersenyum sinis mendengar ucapan tuan Johan
“Bagaimana saya bisa lupa dengan rumah yg di sanalah saya mendapat kan ‘tamparan’ pertama saya…dan ditempat ibu saya ‘menderita’ ” ucap fildan dengan penuh penekanan….
Setelah mengucapkan itu fildan menarik tangan lesty pergi…
meninggalkan ayah nya yg berdiri kaku mendengar kata-kata nya…
Sedangkan tuan Johan merasakan hatinya disayat sayat mendengar ucap anak nya…. Ucapan fildan bagaikan sebuah tamparan keras baginya…
Betapa tidak seorang anak yg dulu sangat menyanjungnya kini mengatakan itu pada nya…
Tom yg tak sengaja mendengar pembicaraan mereka pun menghampiri bosnya
“Tuan Anda tidak apa-apa?”
“Dia benar….dia benar… tom saya sudah membuat sebuah luka yg tak ada obatnya…”lirih tuan Johan kemudian terduduk lemas
“Tuan …saya yakin luka itu pasti akan hilang tuan hanya perlu berusaha agar luka itu hilang!… percaya lah tuan…. Saya disini akan selalu membantu tuan….”
**************
Fildan terus menarik tangan lesty di koridor rumah sakit Tampa mendengar ocehan lesty…
“Es serut sayang kita mau kemana…aku seneng banget deh akhirnya es serut sayang mau megang tangan aku …..aku jadi makin yakin kalo es serut sayang sebenernya cinta sama aku….bla bla bla bla… “oceh lesty selama berjalan dengan fildan….
Sedangkan fildan terus saja berjalan dengan menarik tangan lesty terus….
Sampai Sebuah suara memanggil nya…
“Fil Lo mau kemana?!!!!!”teriak Ridwan
Fildan terus berjalan… Tak menghirau kan panggilan ridwan… Sampai lesty menghentikan langkahnya dan membuat fildan terpaksa Juga berhenti…
“Es serut sayang kamu di panggil sama songong tuh”
“Bodo amat”
“Fil Lo mau kemana sih…??
Sampai narik lesty segala?? biasa nya juga Lo alergi sama ni cempreng” tanya Ridwan
Fildan yg baru sadar langsung melepaskan tangannya…
“GAK sengaja!”
“Gak sengaja tapi di tarik terus… untuk kita liat Lo kalo enggak Lo pasti terus gandeng si cempreng” ucap Reza
“Heh onta Arab jadi jadian!! enak aja Lo panggil gue cempreng…nama gue itu lesty bukan cempreng masak orang cantik kayak gini di panggil cempreng sih gak punya mata Lo ya!!” sargah lesty tak terima
“seharusnya gue yg nanya kayak gitu… Lo punya mata gak… Gak liat apa ini (menunjuk matanya) kalo ini bukan mata terus apa?”
“oh itu mata, gue kira taik lalat kan”
“taik lalat pala lo peang” (menjitak kepala lesty)
“hustt… kalian bisa diem gak?gak tau apa keadaan tegang….”sargah Irwan
Reza dan lesty hanya memandang senyum tak berdosa…
“Apa yg kalian dapat dari resepsionis?”
“Merekalah bilang biaya nya 300jt fil…itu pun diluar biaya obat dan perawatan”
Fildan tersenyum kecut mendengar itu ia merasa sebagai orang yg sangat menyedihkan di dunia ini….
“Lo tenang aja fil gue bakal minta bokap gue bantuin Lo”ucap Irwan
“Kita Juga bakal iyuran untuk biaya perawatan nya Rara… Lo jangan sedih lagi…”sahut Ridwan…
Fildan menatap teman teman nya dengan mata berkaca-kaca…ia tak menyangka ternyata teman teman nya sangat menyayangi dia…
“Thanks ya kalian udah baik sama gue… Gue gak tau gimana jadinya gue Tampa kalian”(memeluk semua temannya)
“Es serut sayang akunya engak ikut dipeluk….kan pingin dipeluk juga…”rengek lesty
“Elo pengecualian…kita gak terima nenek lampir di sini…”ejek Ical
“Eh… gentong air bocor!!! siapa yang Lo sebut nenek lampir? perasaan disini yg ada bidadari surga deh…”Jawab lesty sedikit sensi
” kalian sehari aja gak ribut bisa gak?”tanya Reza
” gak bisa “jawab Ical dan lesty bersamaan
” alah kayak lo gak ribut aja za”ejek Ical
“kalo gue gak ribut”
“terus apa?”
Berantem…. Hahahaha ”
Melihat tingkah sahabat ny itu fildan tersenyum kecil. di antara semua ujian yg di beri tuhan, masih ada satu kebaikan di dalamnya…
Sungguh tuhan itu adil…
Bersambung…
“ARGGGG!!!!” teriak fildan frustrasi…
“APA YG SEBENAR ANDA FIKIR KAN TUAN JOHAN!!!!”
“hiks hiks… Gue gagal…. Gue gagal jaga rara bun…. Maafin fildan bun fildan gagal…. Ini semua gara-gara fildan….” ucap fildan yg tiba-tiba menangis
“Ini bukan salah kamu fil”ucap seseorang yg dari tadi mendengar teriakan fildan
“lesty!”
“hai… Kamu ngapain malam malam disini? Gak takut?” (duduk di samping fildan)
“gue gagal les… Hiks hiks… Gue gagal…” lirihnya memeluk lesty
“hey(. Melepas kan pelukan fildan lalu mengelus pipi fildan) kamu gak salah… Dan ini belum berakhir fil… Masih ada esok…. Jangan berhenti berharap…. Tuhan itu baik fil… Dia gak akan biarkan hamba ya sedih…” ucap lesty lembut…
Jujur ini pertama kalinya fildan merasa nyaman di dekat lesty…. Gadis yg selalu saja mengganggu nya kini sedang bicara begitu lembut….
Gadis yg selalu bersikap kekanak kanakkan kini menjelma menjadi gasis yg befikiran dewasa….
“duh ni jantung kenapa sih…. Jangan bilang gue punya sakit jantung…. Duh jangan sekarang dong sakitnya tunggu rara sehat dulu…” ucap fildan dalam hati
“ehem” lesty berdehem untuk menyadarkan fildan dari lamunan nya
“eh…i..ya kamu kenapa?”
“duh kok tiba tiba gugup sih… Biasanya b aja tuh kalo deket lesty kok sekarang kayak gini?” batin fildan
“kok kamu yg nanya kayak gitu aih kan harusnya aku? Kamu itu kenapa?”
“gak apa-apa kok…” elak fildan berusaha menetral kan jantung nya…
“kamu pasti ingat kejadian tadi siang ya? Jangan difikirin fil… Dan maaf aku gak bisa bantu kamu” sesal lesty
“iya gue pikirin yg tadi siang… Besok hari terakhir gue buat cari uang… sepeser pun aku gak ada…” lirih fildan
Flashback…
Siang ini fildan dan sahabat sahabat nya termasuk lesty berkumpul di sebuah cafe…
“gimana fil lo dapet uangnya?” tanya irwan
“enggak”
“kalian gimana?” tanya fildan
“maaf fil bokap gue nolak ngasih lo pekerjaan dan dia juga nolak bantu lo ngobatin rara…”
“iya fil ortu kita juga” ucap semua sahabat fildan…
“iya gue ngerti kok lagi pula siapa gue?” ucap fildan yg membuat semua sahabat fildan merasa tak enak hati…
“maaf ya es serut sayang bokap aku juga gak mau ngasih bantuan… Kata bokap aku tuan Johan yg ngelarang…” ucap lesty
“iya fil ortu kita juga bilang kayak gitu” sahut semua nya
“lo tau sendiri kan siapa tuan Johan itu… Gak mungkin ortu kita nolak dia yg ada perusahaan ortu kita hancur…” ucap ridwan
“iya gue tau” jawab fildan menahan amarah tangan nya sudah mengepal mendengar nama tuan Johan
“siapa sih sebenernya tuan Johan itu fil? Jika emng lo anak nya seharusnya dia gak lakuin ini kan?” tanya ical
“maaf ya guys gue belum bisa kasih tau sekarang…”
“za lo tau?” tanya ridwan menatap Reza penuh selidik
“maaf juga ni guys gue gak bisa ngasih tau kalian jika fildan nya aja nolak untuk cerita…” ucap Reza
Flashback end
“fil boleh gak aku Nanya sesuatu?”
“tanya apa?”
“sebenernya kamu sama tuan johan itu ada hubungan apa sih? Kok sampai segitunya dia halangi Kamu? Sampai sampai dia ngancam semua perusahaan untuk gak ngasih kamu pekerjaan…. Dan uang pinjaman!?” ucap lesty sedikit berhati hati
“kamu masih belum tau? Kamu gak denger apa yg selama ini dia bicarain?” tanya fildan balik
“is… Kok kamu tanya balik sih… Jawab dulu pertanyaan aku” rengek lesty
“hehe.. Maaf iya iya aku jawab… Gue itu anaknya… Tapi gue punya masa lalu yang perih dengan nya…” jawab fildan menerawang masa lalu nya yg memang penuh derita
“oh ya… Masa lalu apaan emang nya?”
“maaf tapi jawaban gue masih sama kayak tadi siang gue gak bisa cerita sekarang…”
“yaudah gak apa-apa”
“les gue boleh nanya gak?”
“tanya aja fil gak apa-apa…”
“sebenarnya aku…”
Kalo kamu mau bilang kamu cinta sama aku aku juga fil dari dulu malahan… “potong lesty
” ck. Bisa dengerin aku bicara sulu gak?”
” Hehe maaf lanjut fil!”
” sebenernya kamu itu kesambet apan sih kok bisa bicara kayak gitu? “tanya fildan membuat mood lesty langsung anjlok…
Lesty berfikir jika fildan akan menanyakan tentang dirinya atau perasaan nya… Karena suasana pas sekali jika romantis romantisan…
Eh… Ternyata… Malah nanya hal yg kayak gitu…
” kesambet mbak kunti di pohon toge!” jawab lesty asal kerena kesal
“aku baru tau les kalo mbak kunti sekarang mainnya di pohon toge biasanya kan di pohon beringin… Kapan pindah nya mbak kunti les?”
“tanggal 33 bulan 14 fil!!!!”
“emang ada tanggal 33 bulan 14 les?” tanya fildan dan sukses membuat lesty sangat kesal dengan pertanyaan nya
“ck. Mana aku tau fil…Lagian kamu kok jadi bahas yg gak penting sih…!”ucap lesty benar-benar kesal
” becanda les… Makasih ya… ”
” buat apa? ”
” untuk saran dan semangat nya” dengan nada lembut sambil tersenyum…
“aaa…. Tadi fildan bicara lembut sama gue…. Ih…. Pingin deh rasanya meluk fildan…. Senyum nya lagi… Bikin gue melting… ” batin lesty
“i… Iya fil”
“udah kita pilang yok!” memegang tangan lesty…
Lesty yg kaget dan Tersenyum kecil… Ia tak menyangka seorang fildan yg terkenal dingin dan cuek memperlakukan ia seperti ini…
Lesty seakan menemukan sisi lain dari fildan…
Hari ini ada hari terakhir bagi fildan untuk menyelamatkan nyawa sang adik…. Segala cara telah ia coba untuk mendapatkan uang… Namun hasilnya masih tetap sama tak ada seorang pun yg mau membantu nya…
Rasa cemas dapat terlihat dari wajah fildan… Sedari tadi ia tak berhenti mondar mandir di depan ruang rawat rara
“fil lo bisa diem gak sih !! Dari tadi jalan sana jalan sini udah kayak setrikaan aja tau gak!!” jengah ical yg dari tadi melihat fildan tak bisa diam
“gimana gue bisa tenang cal kalo adik gue sendiri sedang berjuang antara hidup dan mati”
“iya kita tau fil… Tapi dengan lo kayak gini apa semua bisa baik baik aja… Mending kita sekarang mikir gimana cara nya supaya rara bisa Oprasi…” timpal ridwan
Semua yg ada di sana berusaha berfikir mencari jalan keluar…
“fil gue punya cara supaya rara bisa Oprasi!” ucap reza yg menacing rasa penasaran dati semua orang..
“apa za!” jawab mereka bersamaan
“tapi gue gak yakin lo mau sih” sambung Reza
“udah bilang aja!” ucap fildan
“lo bisa minta tolong sama… (dengan ragu) sama…”
Semua menatap reza dengan serius, menunggu sambunggan dari perkataan nya…
“sama apa sih za… Cepetan ngomong kita kepo nih!” potong Irwan yg tak sabar mendengar perkataan Reza…
“sama… T.. Tuan Johan” sambung reza berhasil mengubah wajah fildan…
“sampai kapan pun gue gak bakalan minta bantuan dia!!!!”
“tapi itu satu satunya cara fil…”
“gue gak mau za!!!!”
“tapi kenapa fil?” tanya Ical
“kalian pernah gak sih ngerasain di buang oleh ayah kalian?, gimana perasaan kalian jika penyebab ibu kalian meninggal itu ayah kalian…..” jawab fildan dengan air mata yg terus menetes…
“enggak sih fil… Emang siapa yg ngerasain itu?” tanya Ical lagi…
Fildan tersenyum miris… Dengan air mata yg masih mengalir…
“gue…” lirih fildan
Deg…
Ucapan fildan berhasil membuat semua orang terdiam…
Cukup lama mereka semua terdiam… Termasuk lesty… Yg biasanya cerewet kini pun ikut terdiam…
“apa tak ada kesempatan lagi untuk memperbaiki semuanya!!!”
Suara dari orang itu membuat suasana hening berubah menjadi tegang…
Sedangkan fildan menatap kosong ke org itu…
Orng itu tak lain adalah tuan Johan…
Ia menatap wajah fildan lau berjalan menuju nya…
” apa kamu sangat membenci ayah mu ini sampai tak ingin menerima bantuan dari nya?” tanya tuan johan
“saya rasa anda mengetahui jawabannya…”
“apa tak ada sedikit saja kesempatan saya untuk masuk kembali ke hidup kamu?”
“jika anda kesini untuk hal yg tidak penting maka saya saran kan anda pergi!!”
Tangan tuan Johan mulai mengepal berusaha menahan amarah nya…
Ia menyerah kan sebuah kertas kepada fildan
“itu adalah cek 1m untuk pengobatan rara! Jika kamu masih sayang adikmu maka bayar operasi nya dengan uang ini!!”
Fildan ingin mengambil cek itu… Namun terhenti…
“tapi ini semua tidak gratis!!! Tom bawa surat itu kesini!!! (tom memberi sebuah map berwarna biru) kamu harus tanda tangan di surat ini jika ingin mengambil cek ini!”
Fildan yg awalnya senang melihat ayah nya perhatian pada rara namun perasaan senang itu berubah saat mendengar perkataan tuan Johan
” saya pikir anda sudah berubah tuan Johan!! Tapi ternyata saya salah!!! Saya lupa bagaimana bisa orang yg selalu mementingkan dirinya sendiri bisa berubah secepat ini…!!!!”
“tak ada yg gratis di dunia ini!”
Fildan membalikkan badannya untuk pergi namun di cegah oleh Reza..
“baca dulu isi surat nya fil baru lo ambil keputusan… Ingat ini soal nyawa rara fil!” bisik reza pada fildan
Dengan malas fildan mengikuti saran reza… bagaimana pun perkataan reza ada benar nya juga…
Mata fildan membulat sempurna saat mengetahui isi surat nya…
Prakk
Fildan membanting surat itu kelantai lalu pergi dari sana dengan air mata berurai…
Reza yg penasaran akan isi surat itu mengambil nya dari lantai
Setelah membaca isi nya ekspresi wajah yg di tunjukkan reza sama dengan fildan
Tak percaya dengan apa yg ia baca reza bertanya langsung pada sang pemilik…
“tuan apa ini!?” tanya reza dengan nada tinggi
“saya hanya ingin anak saya kembali ke pada saya” jawab enteng tuan Johan
“tapi cara ini salah tuan!” jawab reza
“apa yg salah dan benar hanya saya yg tau”
“tapi dengan memisahkan adik dari kakaknya itu justru membuat fildan semakin membenci anda!!!”
“kamu hanya orang luar reza dan bersikap lah seperti teman jangan coba ikut campur urusan saya!!!”
“saya yg anda anggap orang luar ini… adalah orang yg ada di samping fildan saat dia rapuh!!! Saya sendiri yg menyaksikan fildan berjuang!!!!” bentak Reza
“dan apa yg anda lakukan ini akan menjadi umpan balik bagi anda!!!” sambung Reza ber api api
Ditengah suasana tengang tiba-tiba fildan datang dan mengambil fokumen itu dari tangan reza
Dengan air mata yg jatuh fildan mengambil pena dan menandatangani surat itu…
Semua yg ada suana tercengang dengan apa yg di lakukan fildan… bahkan reza tak percaya dengan apa yg dia lihat…
Cerita Sex Surga Gangbang Selebriti
“saya sudah tanda tangan Di surat ini sekarang tepati janji anda bayar biaya pengobatan adik saya… jangan sampai dia pergi dari saya..” dengan nada dingin fildan mengucapkan kalimat yg membuat reza heran…
Setelah mengatakan itu fildan pergi
Reza yg merasa aneh dengan sifat fildan pun memilih menyusul nya…
************
” kenapa lo lakuin itu? ”
Fildan yg tengah melamun membalikkan badan nya…
“terus apa yg harus gue lakukan? Membiarkan adik gue mati?!!” menatap orang itu dengan sendu.
Bersambung…
Fildan menatap orang yg ada di depannya sendu… dari tatapannya dapat terlihat kesedihan dan butiran air mata terus mengalir seakan tak ingin berhenti….
“les apa keputusan aku tadi salah?” tanya fildan dengan air mata yang mengalir tampa henti
Ya… orang yg bersama fildan adalah lesty bukan reza…
Lesty berusaha untuk tetap tenang meski tak bisa di ungkiri hati lesty hancur melihat keadaan fildan seperti ini…
Kemana hilangnya sosok yg tegar? Kemana hilang nya sosok yg pantang menyerah? Lesty bertanya sendiri dalam hati nya….
Tak ada lagi sosok fildan yg tegar dan kuat…. kini lesty hanya melihat seorang pemuda yg rapuh di depannya seakan telah lelah dengan beban yg di hadapi nya sendiri…
Hari ini lesty baru mengetahui sisi lain dari seorang fildan yg dingin adalah sisi rapuh nya…
“aku gak tau apa isi surat itu fil… dan aku gak tau seberat dan sesulit apa beban hidup kamu… Tapi setiap keputusan yg diambil dengan hati… Itu berarti keputusan itu benar… mungkin akan ada jalan berliku yg nanti akan kamu hadapi tapi jalan itu akhirnya akan membawa ending yg bahagia untuk kamu… “jawab lesty yg tak berani menatap fildan
Lesty mengaitkan jari jari nya diantara jari tangan fildan berusaha untuk menenangkan orang yg tengah rapuh ini
Tampa mereka sadari ada seseorang yg memandang mereka dengan lekuk bulan sabit di bibir nya…
Dengan langkah pelan reza menghampiri fildan…
Fildan yg menyadari kehadiran reza segera melepas kaitan tangan nya dari lesty
“za sejak kapan di sana?”
“sejak lo sama lesty bicara” jawab reza tampa menghilangkan senyum nya
“les bisa tinggalin kita berdua gak?” pinta reza yg mendapat anggukan dari lesty
Lesty yg mengerti pun Pergi dari sana…
“gue seneng fil, akhirnya setelah bertahun tahun lo nanggung beban ini sendiri akhirnya lo tunjukin juga…
Gue baru sadar seberapa rapuh lo…”
” Thanks ya za selama ini lo selalu ada di samping gue”ucap fildan tulus
” kalo Lo emng anggap gue sahabat lo.. Lo harus cerita kenapa tiba-tiba lo berubah fikiran”
Fildan tersenyum mendengar perkataan reza…
Flashback
Dengan rasa kesal fildan pergi dari hadapan ayah nya…
Ia tak bisa sembunyi kan hati nya yg hancur akibat surat itu…
Tak pernah sedikit pun fildan berfikir bahwa ayah yg sangat menyayangi Rara kini berubah…
Entah apa alasan ayahnya membuat perjanjian bermatrai itu…
Fildan tak masalah dengan 4 syarat iyu namun 1 syarat terakhir itu sungguh membuat hati fildan hancur… Bagaikan kaca yg pecah itu lah hati fildan sekarang…
Dengan langkah kali yg yg tak jelas fildan terus menyusuri setiap jengkal koridor rumah sakit itu… Sampai sebuah suara menghentikan langkah nya…
“tuan fildan!!!!!”
Fildan membalikkan tubuhnya dan melihat seseorang berpakaian dokter berdiri gemetar… Drngan langkah ragu ia berjalan kearah dokter itu…
“ada apa dok?”
“t… Tuan… Ma.. Maaf saya harus mengatakan ini… Kondisi rara saat ini semakin buruk kita harus laksanakan operasi sekarang juga jika ingin rara bertahan hidup…”
Fildan memasang wajah bingung…
“bukan kah masih ada 3 jam lagi sebelum operasi dimulai?” (melirik jam tangan nya)
“iya itu benar… Tapi ada kesalahan dalam hasil lab nya.. Penyakit ginjal Rara bukan berada di tingkat 3 melainkan tingkat akhir…”
Mendengar penjelasan dokter fildan langsung jatuh kelantai… Kaki nya tak mampu lagi menopang tubuhnya..
Air mata fildan terus menerus mengalir tampa henti… Hati dan fikiran nya kini berkecamuk tidak sejalan…
Hatinya mengatakan untuk menerima penawaran ayahnya…
Namun fikiran nya menolak… Mengingat perlakuan ayah nya pada ia da ibunya…
“tak ada jalan keluar lagi… Hanya itu satu-satunya cara sekarang… Aku jatuh kan pilihan ku pada hati ku…ibu bilang apa yg hati kita pilih itu berarti bener…” ucap fildan dalam hati.
Dengan langkah cepat ia menyusuri koridor rimah sakit…
Namun langkah nya terhenti dengan apa yg ia liat sekarang… Reza dan ayah nya kini tengah bertengkar…
Namun fildan tak perduli mata nya hanya menangkap sebuah surat yg di pegang reza…
Dengan langkah besar ia mendekati Reza lalu merampas surat yg ada di tangan Reza…
Ia mengeluarkan pulpen nya lalu menandatangani surat itu
Flashback end
“apa yang gue lakuin itu salah za..?”
Reza tersenyum mendengar ucapan fildan
“gak ada yg salah dari keputusan lo itu fil… Gue cuma khawatir gimana lo bisa hidup tampa melihat Rara… Apalagi keadaan nya sekarang”
“jujur fil di antara yg lain cuma gue yg paling terkejut dengan kepuasan lo… Tapi gue bangga Sama lo demi Rara lo berkorban sangat besar…”
“za lo bisa bantu gue jaga Rara kan..?”
“tentu fil gue akan rara untuk lo”
************
Jam terasa bergulir dengan lambat…
Lampu pada ruang Oprasi masih sama… Warna merah menandakan Oprasi belum selesai…
Keringat dingin terus membanjiri kening fildan… ia sangat cemas dengan keadaan sang adik di dalam sana…
Sudah 3 jam sejak Oprasi di mulai namun tak seorang pun keluar dati ruangan itu
Setelah menunggu hampir 5 jam akhirnya seorang dokter keluar…
“bagaimana keadaan adik saya dok? Mengapa sangat lama operasi nya dok? Oprasi nya berhasil kan dok? Dia selamat kan dok? Dok jawab dok!”
“sepertinya anda sangat menyayangi adik anda… Anda tenang saja keadaan adik anda baik-baik saja… Dia akan segera dipindahkan ke ruang rawat…”
Mendengar ucapan dokter semua yg ada di sama merasa lega…
Saat fildan ingin melangkah kan kakinya masuk ruang rawat Rara ada sebuah tangan yg menghadang nya…
” mau kemana kamu? ”
” menemui adik saya! “jawab nya dingin
” kamu lupa perjanjian itu? Kamu tidak bisa menemui Rara! ”
Fildan berusaha untuk tidak marah pada ayah nya… jika saja fildan tak terikat perjanjian itu pasti sekarang fildan sudah melawan sang ayah…
“hanya sekali biarkan saya menemui nya.. dia pasti mencari keberadaan saya” jawab fildan berusaha setenang mungkin
“saya tidak peduli! Sudah saya bilang perjanjian itu akan di mulai saat operasi Rara selesai dan itu sekarang!!!”
“tom pastikan dia tak menemui Rara!!!” ucap tuan Johan sebelum meninggal kan fildan.
Dengan hati hancur fildan hanya bisa menatap Rara dari balik kaca pintu…
Melihat bagaimana wajah pucat sang adik sedang mencari keberadaan nya
Tiba tiba ada sebuah tangan yg menyentuh pundak nya…
“apa kamu yakin bisa fil?”
“bisa gak bisa aku harus bisa les ini udah jadi keputusan aku..”
“fil aku tau rasanya berpisah dari orang yg kita sayang aku juga pernah ngalamin apa yg kamu alami fildan… Dan rasa berat…”
“kamu pernah ngalamin apa?”
“berpisah dari adik aku… Waktu itu ayah dan ibu aku cerai dan aku ikut ibu sedangkan adik aku ikut ayah…”
Fildan perlahan tersenyum melihat lesty… Entah sejak kapan fildan mulai nyaman dengan lesty… Kehadiran lesty seperti membawa angin segar bagi fildan…
Tom yg berada tak Jauh dari fildan pu tersenyum…
” sepertinya tuan muda sudah menemukan orang yg layak untuk nya” gumam tom
Perlahan tom mendekati fildan dan lesty
“tuan muda… Anda baik-baik saja?”
“saya baik tom”jawab fildan dengan menyunging senyum palsu…
” fil dia siapa? “tanya lesty heran
” oh ya les dia Tom asisten ayah gue gue udah deket sama dia… Tom Ini lesty teman saya ”
” lesty kak”
Mendengar perkataan lesty tom Tersenyum
“jangan panggil kakak panggil tom aja kita gak beda jauh kok paling beda 1 atau 2 tahun”
“tuan muda anda tenang saja tuan besar sudah mengirimkan bodyguard untuk Rara”
“siapa?”
“dia (menunjuk kearah seorang pemuda yg usianya tak jauh berbeda dengan Rara)”
Melihat siapa orang itu tangan fildan mengepal sempurna ingin rasanya ia memukul orang itu…
“afisan!!!”
“tuan muda mengenal nya?”
“dia (menunjuk afisan yg kini berdiri di depan nya) adalah orang yg membuat adik saya berubah!!!! Karena Dia Rara jadi pendiam dan menutup diri!!!!! ngapain lo disini!!!! (memengang kerah baju afisan)”
“k… kak afisan ke… kesini mau jagain Rara kok gak mau yg lain”
“tuan muda!”
“Fil jangan!”teriak lesty yg melihat fildan ingin memukul afisan
” afisan kamu masuk! “titah tom
*************
Perlahan Rara mulai membuka mata nya… Ia melihat semua teman kakak nya yg baru ia kenal berdiri di dekat nya tapi tak melihat sang kakak disana
” a’eja d… dimana kak idhan? “tanya rara dengan suara serak
Reza menoleh ke rara kini reza dilanda bingung apa yg harus ia katakan? bilang kalo kakak nya kini gak akan bisa lagi di samping nya! Itu gak mungkin yg ada rara drop
” emm… Fildan.. fildan pergi ra dia lagi kerja untuk kamu… sementara kakak dulu yg jaga ya!”
“maaf ra kakak terpaksa boong sama kamu kakak gak mau kamu drop setelah tau apa yg sebenarnya terjadi…” batin reza
Rara mengangguk ia mengerti pasti karena kondisi nya sang kakak terpaksa kerja keras…
Sedangkan teman nya yg lain mengeti kenapa reza berbohong…
” lo tenang aja za kita sama lo kok!”Bisik ridwan
” ia za lo tenang aja gue bantu lo boong kok! “timpal ical yg tak jauh dari reza
Klekk
Suara pintu di buka menampilkan afisan yg berdiri di ambang pintu
” ra gimana keadaan lo? ”
Acuh rara tak memperdulikan afisan
” ra gue disini sebagai bodyguard lo… Gue mohon terima gue… ”
” enggak “sahut rara
” please ”
” gue bilang enggak ya enggak.!!!pergi lo!!! a’eja!! ”
Reza yg mengerti meminta afisan keluar
” san lo keluar dulu ya… kondisi rara sekarang gak lagi bisa buat berdebat… nanti kakak bakal coba jelasin ke rara supaya mau nerima kamu oke!?”
” iya kak”
***********
“tuan muda saya mendapat pesan dari tuan besar untuk membawa anda pulang kerumah”
“tapi tom saya masih mau disini!!”
“tuan saya mohon jangan keras kepala jangan mempersulit semua nya tuan!”
“huff… Baiklah tapi saya mohon izinkan saya menemui rara… Saya mohon tom…”
“tuan saya tau perasan tuan tapi maaf saya gak bisa izinkan kalo tuan besar tau dia pasti marah” lirih tom ada rasa menyesal dihati nya karena telah memisahkan adik dari kakak nya
“fil lo ikuti aja perintah ayah lo gue disini bakal jaga rara kok lo tenang aja ya….”
“emm.. tapi les rara pasti butuh gue…”
“tuan muda saya mohon ikut saya…”
“baik lah ayo” pasrah fildan
**************
Sebuah mobil mewah berwarna hitam mulai memasuki kawasan mewah…
Hingga mobil tersebut berhenti pada sebuah rumah berantai 3 dengan nuansa klasik…
Saat pintu di buka tampa tom dan fildan turun dari mobil itu…
“ayo tuan muda tuan Johan sudah menunggu anda”
Fildan menjawab nya hanya dengan anggukan saja lalu mulai melangkah kan kaki nya…
Saat kaki fildan sudah memasuki rumah itu bagai sebuah kaset potongan kisah masa lalu nya mulai berputar di pikiran nya…
“Rumah ini adalah tempat yg menjadi saksi kebahagiaan sekaligus saksi bisu hancur nya semua hubungan… “gumam fildan lirih…
” selamat datang putra ku! “ucap tuan Johan menyambut fildan
Acuh itu lah yg fildan lakukan terhadap Johan… Ia langsung melangkah pergi menuju lantai 3 tempat kamarnya berada…
Mungkin ia sudah 10 tahun tak ada dirumah ini namun ia tak pernah lupa dengan Setiap sudut nya…
Klikk..
Pintu kamar terbuka perlahan fildan melangkah masuk…
Kamar yg didominasi warna navy blue dan hitam itu mulai terlihat…
Dengan jendela yg langsung mengarah ke pada matahari terbenam…. Sangat indah dan elegant…
“masih sama” ucap fildan yg
Mata fildan melirik pada sebuah foto yg terdapat 2 anak dan seorang wanita paruh baya yg mengaku anak perempuan… Perlahan ia melangkah kan kaki nya menuju foto itu…
“bunda fildan rindu” tak terasa cairan bening lolos dari mata nya… Menandakan betapa ia sangat merindukan sosok bunda nya…
Tak ingin larut dalam kesedihan fildan keluar dari kamar nya menuju kamar yg terletak disamping kamar nya…
Klekk
Suara pintu terbuka menampilkan ruangan berwarna merah yg diselingi dengan warna gold…
Fildan langsung masuk kesana ruangan itu dipenuhi foto foto nya dengan rara… Karena itu adalah kamar rara…
Fildan kembali menetes kan air mata saat mata nya menangkap sebuah boneka tedy bear besar berwarna merah menyala…
Ia kemudian mengambil boneka itu lalu memeluk nya erat…
“rara gimana keadaan kamu ra.. Kakak rindu…”
Air mata terus menerus menetes… Saat ia mengingatkan masa lalu nya bersama rara dikamar ini…
Flashback
“Kak idhan yaya boleh nanya gak? ”
“nanya apa ya?”
“disekolah tadi ibuk guyu nanya apa warna kesukaan yaya tapi yaya gak tau mau jawab apa… Teman yaya yg perempuan semua nya jawab warna kesukaan mereka itu Pink tapi yaya gak suka warna pink jadi menurut kak idhan yaya harus suka warna apa?”
“kamu kenapa gak suka warna pink?”
“warna pink itu kan untuk perempuan lemah sedangkan yaya kan kak idhan bilang strong girl jadi gak cocok sama warna pink…” jawab nya polos
“hmm… Menurut kak idhan kamu harus suka warna…. hmmm… Warna merah…”
“kenapa warna merah kak?”
“karena warna merah itu kan melambangkan keberanian sama kayak yaya berani…”
Semenjak itu rata jafi suka dengan warna merah dan semua barang nya berwarna merah…
Flashback end
“tuan muda!” suara tom membawa fildan kembali ke alam nyata…
Dengan cepat fildan menghapus air matanya…
“eh.. I… Iya ada apa tom?”
“tuan besar ingin berjumpa dengan anda”
Bersambung…
“ada apa anda memanggil saya ke sini?” tanya fildan to the point
“ayah hanya akan menjelaskan aturan mainnya aja” jawab tuan Johan santai
” pertama mulai sekarang ayah akan memberikan kamu semua fasilitas yg kamu butuh kan… Kedua kamu tidak boleh menemui rara dan bicara padanya… Jangan kan bicara menyapa saja kamu tidak boleh…
Bersikap lah seperti orang asing dengan nya…
Ketiga kamu akan bekerja di kantor ayah sebagai CEO
Keempat dilarang membantah ayah..
Dan terakhir panggil saya ayah karena saya ayah kamu”
“saya tidak masalah dengan 4 syarat anda…”
“bukan anda tapi ayah…kamu harus panggil saya ayah ingat ‘ayah’…”
Potong tuan Johan
“terserah… Saya tidak masalah dengan 4 sarat ayah tapi sarat yg ke2 itu tidak mungkin… Anda.. Ups 🙊 ayah maksudnya ayah tau kalau saya satu sekolah dengan nya tidak mungkin kami tak berjumpa!!”
“ayah tidak peduli… Itu urusan kamu fildan… Tapi tenang ayah punya jalan keluarnya… Tom panggil orang itu!!!!!”
Tak lama tom masuk dengan seseorang bersama nya…
“dia randa dan mulai sekarang dia adalah bodyguard kamu… Dia akan melaporkan setiap kegiatan kamu termasuk jika kamu bertemu rara!!”
“ini tidak perlu yah!!”
“ini perlu fildan!!! Ayah tau kamu fildan kamu pasti diam diam akan menemui rara jadi anggap aja ini langkah pencegahan…”
“ayah keterlaluan!!! Fildan bukan bayi yah!!!”
“eitss dilarang membantah…”
Setelah itu tuan Johan melangkah pergi namun ia berhenti dan membalikkan badan nya…
“oh ya berusaha lah untuk tidak bersikap formal dengan ayah… Saya ayah kamu bukan bos kamu… Mengerti!”
Setelah itu tuan Johan langsung pergi…
Sedang kan fildan yg dari tadi menahan amarah akhirnya meluap kan nya setelah kepergian ayah nya
“ARGHH!!!” fildan memukul dinding dengan sangat kuat sampai darah segar mengalir…
Sedangkan randa yg melihat itu tak tau harus berbuat apa membantu fildan maka dia yg akan jadi sasaran fildan selanjutnya
*************
Fildan memasuki Cafe dengan penuh amarah selama perjalanan fildan tak berhenti mengomel…
Ya… Setelah kepergian ayah nya fildan merasa tak betah tinggal dirumah dan memutuskan untuk keluar bersama sahabat nya
Fildan melangkah masuk ke Cafe diikuti randa di belakang nya…
Saat berjalan mata semua pengunjung Cafe tak lepas dari nya…
Itu semua karena berita bahwa fildan anak tuan Johan tersebar sangat cepat
Mata fildan tertuju pada 4 orang cowok dan 3 (lesty putri dan Selfi) org cewek yg duduk di meja paling sudut…
Dengan langkah cepat fildan menuju meja itu ia merasa risih dengan tatapan semua orang…
“huff akhirnya”
“ngapa lo fil kayak dikejar setan aja”
“mending dikejar setan lah ini dikejar noh…” (memiring kan kepala nya kearah cewek cewek yg menatap nya dengan tatapan genit)
“ih… Kok banyak banget sih yg genit sama es serut sayang!!! Gak suka!!!” ucap lesty
“lebay banget sih lo les.. Fil mimpi apaan lo sampai ditempelin nenek lampir?” tanya Ical
“hmm…. Kayak nya mimpi di kejar onta arab deh!”
“pasti onta arab nya si ono noh” Irwan menatap Reza
“emang iya makanya bisa ketempelan nenek lampir” jawab fildan
“teros fil teros… Enakya fil.. Lo ledekin gue teros… Gue diem lo fil!!” jengkel Reza sambil memajukan mulut nya kayak bebek
“hahahaha ekspresi lo za jijik gue iuu..”timpal ridwan memasang wajah jijik
” es serut sayang kok kayak gitu sih sama aku “timpal lesty
” eh fil dia siapa? “(melirik randa)
” “ini namanya randa bodyguard gue” jawab fildan dengan kesal
“hahahaha udah kayak anak tk aja lo di jaga” sahut ridwan
“ya iya lah kan si fildan anak holang kuaya jadi harus dijaga… ya gak fil?”
“jangan bahas itu kesel gue!”
“iya iya maaf”
Saat sedang asyik bercanda tiba-tiba ada seseorang yg memeluk nya dari belakang…
“kak idhan!! Kakak kemana aja sih rara rindu tau kak!!” ucap rara dengan nada manja
Tawa fildan seketika hilang berubah menjadi ekspresi dingin dan seakan tak mendengar rara…
“ih… kak idhan kok gak jawab rara sih!!”
Diam itulah yg dilakukan fildan
Fildan mengeluarkan hpnya lalu mengetik sesuatu…
Fildan :
kok rara bisa disini za? ”
Tringg…
Suara notifikasi masuk ke hp reza..
Setelah membaca nya reza membalas
Reza:
iya tadi gue keceplosan bilang mau jumpa sama lo”
Tringg…
Suara notifikasi masuk ke hp fildan…
Setelah membaca jawaban reza fildan kembali mendatar kan wajahnya..
Fildan berdiri dan bersiap melangkah pergi namun ditahan rara…
“kak idhan kenapa? Kakak marah sama rara? kalo iya rara minta maaf kak… Tolong jangan diemin rara… Selama rara dirumah sakit kakak gak ada jenguk rara dan sekarang kakak diemin rara kakak kenapa sih?” cairan bening lolos dari mata rara
“Kak idhan jawab rara hiks hiks..”
“kak… hiks hiks”
Fildan tak menjawab fildan hanya mendengar kan perkataan rara kemudian pergi…
“Kak fildan!!!! ”
“hiks… Hiks.. Kak fildan jangan jauhin rara… Kak.. hiks…” lirih rara ditengah tangis nya
**************
Pragg…
Praggg…
Fildan membanting apa saja yg ada di dekat nya…pecahan beling bahkan melukai tangan nya… Namun rasa sakit itu tak seberapa dibanding kan harus melihat sang adik menangis…
Apalagi karena ulah nya…
Fildan tak pernah membiarkan orang yg membuat adiknya menangis selamat…
Hal itu terbukti saat fildan tau tentang afisan yg menghina adiknya… Fildan memukul afisan habis habisan… Sampai harus dilarikan kerumah sakit…
Tapi apa yg harus ia lakukan jika orang yg menyebabkan adiknya menangis adalah ia sendiri? Harus kah ia bunuh diri?
“ARGH…. BODOH LO FILDAN BODOH!!!”
BUGH…
BUGH…
Pukulan demi pukulan terus ia layang kan ke arah dingin…
“ini semua karena lo tuan Johan!!!!!!!”
*************
Fildan dan Johan kini tengah makan malam bersama…
“fildan ayah dengar tafi kamu jumpa rara?”
“hm..”
“tanda bilang kami acuh sama dia apa benar?”
“iya saya acuh sama dia bukan hanya itu tapi saya juga udah buat dia nangiss… Pasti sekarang anda puas kan?”
“tentu saya,senang karena kamu menepati janji mu!”
Prag..
Fildan membating sendok ditangan nya…
“fildan udah kenyang!” ketus fildan kemudian berlalu dari hadapan johan…
************
Lain fildan lain rara…
Rara kini duduk di sofa ruang tamu dengan terus menatap pintu berharap seseorang yg ia rindukan akan muncul dari balik pintu itu…
Jam terus bergulir namun tak sedikit pun tanda akan ada orang yg membuka pintu itu… Sampai….
Cittt…
Pintu terbuka menampilkan seorang pemuda yg menenteng kantong plastik di tangan nya…
“kak kak Reza!” dengan nada kecewa ia memanggil orang itu…
Bukan orang yg ia harapkan yg datang…
“ra kamu pasti belum makan kan nih kakak bawa makanan buat kamu makan ya…”
“rara gak laper kak”
“rara kamu gak boleh kayak gitu… Kakak tau kamu pasti rindu sama fildan tapi kamu juga harus perhatikan kesehatan kamu juga… Ingat kamu baru keluar rumah sakit loh… Nih… (menyerahkan kantong plastik berisi makanan) Ini ni makanan kesukaan kamu lo makan ya… ”
Perlahan rara membuka kantong plastik itu dan bener utu adalah makanan kesukaan nya…
Dengan lahap rara memakan gabis semua nya…
Setelah selesai reza merapikan semua nya…
” a’eja kak idhan kenapa sih? Kok jauhin rara? ”
” gak kenapa napa Kok ra kak si fildan lagi sibuk aja… ”
“Kakak boong rara tau kok Kak sekarang kak idhan udah tinggal lagi sama ayah… Tapi kenapa rara gak diajak?”
Pertanyaan rara berhasil membuat reza bungkam…
“a’eja tau gak kalo rara itu sayang banget sama kak idhan… Rara sedih kalo kak idhan jauhin rara kak… A’eja andai rara bisa milih rara lebih baik mati aja a’ kalo kak idhan terus jauhin rara… Rara udah pernah kehilangan bunda….
Rara gak mau jika rara sampe kehilangan kak idhan juga… Rara gak sanggup kak hiks hiks… ”
Ahirnya tangis rara pecah… Ahirnya ia meluap ka demi yg ada di benak nya
Cairan bening itu terus saja mengalir tampa henti… Membuat reza turut merasakan apa yang rara rasakan…
Perlahan reza memeluk rara…
” ra dengerin a’eja ya kak fildan itu gak jauhin rara dia cuma ingin yg terbaik untuk rara jangan nangiss ya… Cup cup cup…”
“dengan menjauhi rara!?” tanya rara
“gak gitu ra percaya deh sama a’eja kalo fildan sayang sama kamu… Jangan nangis lagi ya…”
Rara mengangguk…
“sekarang kamu tidur besok kamu ada kuliah pagi…”
“a’eja tau dari mana?”
“tau lah kan aa’ hebat…”
Setelah itu rara masuk ke kamar nya…
Matahari mulai menunjukkan dirinya… Membuat semua orang harus menjalani aktivitas nya…
Begitu pula fildan dan rara tapi bagi mereka ini akan menjadi awal sebuah penyiksaan hebat…
Mobil sport fildan mulai memasuki area kampus…. Membuat semua mata menatap nya… Begitu juga adiknya yg menatap nya dengan mata berkaca kaca…
“lo bisa fildan!” gumam fildan saat turun dari mobil
Sekilas mata fildan menatap rara mulai mengeluarkan air mata… Ingin rasanya fildan menghapus air matanya tapi ia tak mampu…
Fildan berusaha sekuat tenaga agar tak melirik rara ia takut jika ia melirik rara keterangan nya akan langsung runtuh…
Fildan terus berjalan Di lorong kampus dengan randa juga…
“nda lo pergi kekelas lo gih…”
“tuan muda saya kan satu kelas dengan anda…”
“pasti ulah ayah… (gumam fildan) nda lo gak usah panggil gue tuan muda panggil aja fildan biar enak”
Randa mengangguk…
Fildan masuk kekelasnya kemudian duduk dibangku paling pojok setelah itu ia mengambil hp dari jaket nya
3
notifikasi dari wa…
Onta arab
: dan gue udah kasih makanan nya sama rara
Lesty cerewet : es serut sayang kamu dimana?
Penghancur hubungan : datang ke kantor jam 11 siang
Fildan membaca semua notifikasi…fildan memutar matanya malas saat melihat pesan dari ayah nya…
************
Rara kini sedang duduk di taman kampus yg menghadap ke parkiran kampus bersama putri…
Rara dan putri sudah baikan waktu rara dirumah sakit… Putri bahkan menjadi teman rara mereka sangat dekat…
matanya mencari seseorang sampai ia melihat orang yg dia cari berjalan melewati nya tampa melirik atau menyapa sakit itu yg dirasakan rara saat ini…
Air mata mulai menetes… Apa salahnya hingga kakaknya menjauhi nya… Bahkan seakan tak mengenal nya…
“ra lo sabar ya… Gue bakal bantu lo biar kak fildan gak cuek lagi sama lo…”
rara sedikit tersenyum walau pun senyum itu adalah senyum untuk menyembunyikan rasa sakitnya…
Sebuah tangan menyentuh bahu rara membuat rara sedikit kaget dengan orang itu…
“kamu! Ngapain disni!!!!” ketus rara
“ra Lo kenal dia?” Bisik putri
” iya” singkat rara
“ra kan gue bodyguard lo jadi gue bakal dekat lo terus…”
“lo itu pekak atau gimana sih!!!? Kan udah gue bilang gue gak nerima lo!!!”
“ayo put…”
Rara pergi dari sana tampa sepatah kata pun…
*************
Fildan bersama 4 sahabat nya sedang duduk di kantin tepatnya di paling pojok…
“fil sampai kapan lo jauhin rara?” tanya reza memulai pembicaraan
“gue gak tau za mungkin selamanya..” fildan tersenyum kecut kala ia mengingat air mata sang adik…
“fil gue mau nunjukin sesuatu”
Reza mengeluarkan hp dari sakunya lalu mencari sesuatu…
“A’eja tau gak kalo rara itu sayang banget sama kak idhan… Rara sedih kalo kak idhan jauhin rara kak…a’eja andai aja rara bisa milih rara lebih baik mati aja a’ kalo kak idhan terus jauhin rara… Raraa udah pernah kehilangan bunda… Rara gak mau kalo sampe rara kehilangan kak idhan juga… Rara gak sanggup kak hiks hiks… ”
Sebuah rekaman suara rara diputar oleh reza…
” fil lo denger kan betapa rara sedih kalo lo jauhin dia… ”
” gue tau za tapi gimana pun gue harus tetep jalanin perjanjian itu… ”
” fil apa gak ada cara lain supaya lo hak jauhin rara terus… Minimal lo ada Di deket dia…” saran Irwan
“gak bisa jangan kan bicara senyum sama dia aja gak bisa… Kan si randa yg laporan sama bokap gue…”
Semua yg ada disana langsung menatap sengit randa…
“apa salah saya… Saya cuma ngejalanin apa yang di suruh tuan johan..” jawab randa
“nda lo gak bisa apa boong sama tuan Johan gitu…”
“gak bisa cal sebabnya tuan johan bukan hanya nyewa gue buat jaga fildan tapi juga ada yg lain… Namun di balik layar… Nah kalo informasi yg gue kasih itu beda otomatis gue yg kena…” jelas randa
Jawaban randa membuat mereka putus harapan…
“es serut sayang!!!!”
Lesty berlari menuju fildan dengan di ikuti selfi dan Aulia dibelakang lesty
“les lo lari cepet banget sih hah hah” ucap selfi
Hehehe maaf ya gue suka refleks kalo udah jumpa sama yayang embeb…
“yayang embeb pala lo terbang!!” timpal ical
“heh gentong minyak jelantah bisa diem gak lo gue gak bicara sama lo!!” balas lesty lalu duduk di samping fildan
“les lo bisa diem gak pala gue pusing nih”
“kepala kamu sakit? Mau aku pijat gak?” tawar lesty
“kalo yg pijat yg ada pala fildan lepas!!” sahut ridwan
“diem deh lo abu gosok!!”
“enak aja abu gosok dasar nini lampir!!”
“diam!!!! Bisa diam gak sih ni kepala gue lagi sakit!!!”
Brakk…
Saat lesty dan ridwan bertengkar tiba-tiba reza memukul meja membuat semua orang kaget
“apan sih lo za gebrak gebrak meja Bising tau gak!” kesal Irwan
“fil lo baca nih!” ucap reza sambil memberikan hp nya pada fildan…
Fildan mengambil hp itu lalu melihat sesuatu yg membuat emosi nya memuncak….
Brakk..
Sekarang giliran fildan yg memukul meja dengan keras…
“za lo cari rara sekarang gue mau pergi ngurus ini dulu!! Ayo nda!! ” ucap fildan lalu pergi
Bersambung…
Fildan melaju kan mobil nya diatas rata-rata membelah jalanan yg sedikit macet…
Ia meyalip setiap orang yang menghalangi jalan nya…
“fil pelan pelan dong jangan ngebut takut gue!!” pinta randa
Namun fildan tak memperduli kan nya ia hanya punya satu tujuan yaitu kantor sang ayah…
Citt..
Mobil fildan berhenti saat sudah berada di tujuan…
VALENDRA EZEQUEL GROUP
Tulisan besar yg berada tepat di atas
Fildan melangkah masuk dengan penuh amarah dengan langkah besar ia menuju sebuah ruangan
Ruang direktur utama
Itulah yg tertulis di sana dengan cepat ia masuk ruangan itu…
Blamm…
Fildan melempar kan hpnya di depan ayah nya…
“apa ini?”
“apa maksud dari berita ini!!!!”
“kenapa apakah ayah salah?”
“salah!!!! Anda bertanya apakah itu salah!!!! Anda orang atau binatang?!!! Binatang saja bahkan tidak akan membuang anak kandung nya!!!”
“lancang kamu bilang saya bintang!!!”
Saya tidak bilang seperti itu!!!! Tapi bagus jika anda sadar!!!!! Anda adalah ayah yg paling kejam di dunia!!!! ”
” Bagaimana bisa seorang ayah tidak mengakui anak nya!!!!apa anda lupa anda lah yg mengajarkan nya berjalan!!!! Anda yg mengazani nya saat dia lahir!!!! Apa anda lupa semua itu!!!!!” amarah fildan kini sudah meluap
” saya menyesal memiliki ayah seperti anda!!!! Saya pikir anda mempunyai sedikit saja rasa sayang pada rara tapi saya salah!!! Kemana semua rasa sayang anda pada rara dulu?!!!! ”
Setelah mengatakan semua itu fildan pergi dengan amarah yg sangat menggebu gebu…
Flashback
Fildan membaca apa yg reza tunjukkan….
Johan valendra mengatakan bahwa gadis bernama rara itu bukan lah darah daging nya…
Membaca berita itu membuat emosi fildan meluap bagaimana orang yg sangat menyayangi rara bisa berkata seperti itu….
Rara bukan adik kandung nya? Bagaimana bisa ayah nya bilang seperti itu? Apa ayah nya lupa dia lah yang paling menyayangi rara! Kemana pergi nya semua rasa sayang itu?
Fildan tak habis fikir apa yg ayahnya ingin kan?
Fildan sekarang berfikir bagaimana jika rara membaca berita itu pasti hatinya sangat hancur… Ayah nya sendiri gak mengakui nya…
Flashback end
**************
Fildan melaju kan mobil nya dengan kecepatan tinggi dia baru saja mendapatkan informasi dari Reza bahwa kini adik sedang berada di sebuah danau dengan keadaan kacau…
Reza sudah berusaha menenangkan rara namun gagal rara sangat keras kepala… Apalagi setelah membaca berita itu…
Begitu sampai fildan melihat rara yg sedang menangis di pelukan seorang tapi bukan reza…
“ra lo yg sabar ya gue yakin kok tuan Johan gak bermaksud kayak gitu…”
“gak bermaksud gimana fis jelas jelas ayah gue bilang gue bukan anak nya fis hiks… hiks…”
“apa salah gue fis sampe sampe ayah gue gak mau ngakuin gue… Dan sekarang kak fildan gak ada disamping gue hiks hiks… Gue sendiri fis hiks hiks…”
“Gak lo gak sendiri gue akan selalu ada buat lo…”
“Lo jangan nangis lagi ya… ”
“kalo Kayak gini gue mau mati aja fis hiks hiks…”
“hutss… Gak boleh ngomong gitu…”
Tampa rara sadari fildan memperhatikan nya dari jauh…
Fildan juga menangis sama seperti rara… Meski posisi nya cukup jauh namun samar samar fildan bisa mendengar perkataan adik nya…
“maafin kakak ra kakak udah gagal jaga kamu…” lirih fildan
Fildan pergi dari sana dengan keadaan kacau ia tak sanggup melihat rara dalam kondisi seperti itu…
Sebelumnya pergi fildan menyempatkan kan untuk mengirimkan pesan pada reza…
Fildan :
za tolong lo jaga rara dia masih di taman sama afisan sekalian bawa dia pulang udah malam
Tringg
Suara notifikasi masuk ke hp fildan
Reza
:
oke dan lo tenang aja gue otw kesana
Saat ia ingin pergi dari taman itu ada sebuah suara yg memanggil nama nya…
“kak fildan!
Fildan menoleh…
” Iya fis ada apa?”
“Kak fildan kok gak ke rara sih? Malah pulang gak mau liat rara dulu kak? ”
“Bukan gak mau fis tapi gak bisa… Lo tolong jaga rara ya gue udah maafin lo kok…” ucap fildan sebelum pergi dari sana
Afisan pun kembali menemui rara namun rara tak sendiri dia sudah bersama reza
“Kak Reza!”
“Afisan makasih ya udah jaga rara kata rara kamu yg nenangin dia…”
” Iya kak sama sama… ”
“Ra skarang kita pulang yuk…” Ajak Reza
“Gak a’ rara mau disini aja…”
“Ra kamu gak boleh kayak gitu kita pulang ya… kamu hak mau kan buat fildan sedih…”
“Kak fildan gak akan sedih kok a’ buktinya aja kak fildan gak datang buat nenangin aku… kak fildan udah berubah…”
“Ra percaya deh sama aku kak fildan itu sayang sama kamu…” ucap afisan
“Gue ingin percaya sama lo fis tapi masalahnya gak ada bukti kalo kak fildan sayang gue… ”
Rara pergi dari sana… Hati nya sakit ketika orang yang ia harapkan datang dan memenangkan nya justru tak ada datang… Malah orang yg tak ia harapkan itu yg ada disamping nya sekarang…
Rara masuk kerumah nya dengan perasaan campur aduk…
Saat ingin menuju kamarnya ia mencium aroma masakan… Dan aroma nya tidak asing bagi rara…
Saat ia berjalan menuju dapur ia melihat ada banyak makanan di atas meja dan semua itu kesukaan nya…
Awal nya ia berfikir bahwa sang kakak lah yg membuat nya… Karena saat rara mencicipi nya rasanya sama seperti buatan kakak nya… namun itu salah…
Ia justru melihat afisan yg sedang berkutik dengan peralatan dapur…
“fis… Ngapain kamu disini?”
“Eh elo Ra… Maaf ya gue asal masuk aja tadi tu gue disuruh kak eja kesini untuk liat keadaan lo.. Tapi pas gue masuk gak Liat lo… Terus pas liat meja makan kosong jadi gue inisiatif buat masak karena gue liat di dapur ada bahan masakan nya… “jawab afisan panjang x lebar
” Oo… gue kira tadi yg masak itu kak fildan… tapi kok lo tau makanan kesukaan gue terus kok rasanya kayak buatan kak fildan sih…? ”
” ee… masa sih rasanya sama kayak buatan kak fildan… Tapi ini resep dari ibu gue kok… Soal gue tau dari mana makanan kesukaan lo tadi gue nanya sama kak eja…” jawab afisan.
“hah a’eja? Emang a’eja tau makanan kesukaan gue? Eh tapi kemarin kan a’eja bawa makanan favorit gue… Tapi a’eja tau dari mana ya? Ah.. Pusing gue mikirin nya…” batin rara
Tampa pikir panjang rara langsung menyantap nya jujur rara sangat lapar karena dari pagi ia belum makan…
Rara memakan semua nya tampa sisa… Ia berharap dengan memakan makanan ini akan membuat rasa rindu nya kepada sang kakak akan berkurang…
Tampa rara sadari ada seseorang yg memperhatikan nya dari balik pintu kamar mandi…
Orang itu tersenyum saat melihat tingkah rara…
Setelah makan rara pergi kekamar untuk istirahat…
Tak lama orang yg bersembunyi itu keluar dari persembunyian nya…
“kak fildan!”
Hustt… Jangan keras keras fis ntar rara dengar… ”
” Hehe maaf kak… Kakak abis ini langsung pulang? ”
” Iya fis ini dah malem banget ntar ayah nyariin… Tapi kakak mau liat rara dulu…”
Fildan berjalan menuju kamar rara…
Krekk..
Fildan membuka pintu dengan sangat hati hati takut ketahuan rara…
Dengan langkah pelan ia masuk ke kamar rara dan ia melihat rara sudah pulas tertidur di atas ranjang nta sambil memeluk tedy bear kesayangan nya…
Fildan mulai tak bisa menahan air matanya agar tak mengalir ia ingat betul boneka yg di Peluk rara itu adalah boneka pengganti yg fildan belikan saat mereka meninggalkan rumah itu… Di saat itu rara tak bisa membawa tedy bear kesayangan nya dan ia terus menangis jadi dengan susah payah fildan mengumpulkan uang untuk membeli pengganti nya…
Perlahan fildan mendekat ke rara ia duduk di samping ranjang dan terus memperhatikan wajah rara… wajah yg sangat ia rindukan…
Tangan fildan bergerak membelai pelan pipi rara… Dan tatapannya tertuju pada mata rara yg membengkak karena menangis…
“ra maafin kakak ya… Karena kakak kamu kayak gini… Kakak janji bakal buat semuanya kayak dulu lagi…”
Setelah itu fildan pergi dari sana…
************
Pagi hari dikampus di isi dengan kehebohan karena berita yg menjadi trending topik…
Rara melangkah masuk kearea kampus dengan wajah tertunduk… Ia tak Mampu melihat semua tatapan sinis dari semua orang…
Berbeda dengan fildan yg melangkah masuk dengan gaya arogan dan tatapan dingin…
Fildan menghampiri sahabat nya yg tengah asik mengobrol… disana juga ada rara lesty dan putri…
Fildan duduk tepat di depan rara namun seakan tak melihat keberadaan rara…
Fildan asik mengobrol tampa perduli dengan rara…
“Kak! “rara memberani kan diri untuk memanggil sang kakak
Fildan hanya menatap rara dingin…
“kak rara minta maaf kalo ada salah ya…” lirih rara
Sikap fildan masih sama acuh…
“fil itu rara manggil…” sahut reza
(Fildan memandang reza) “gue gak bisa bicara dengan orang asing.. Sorry za dan dia juga bukan level gue!” (menatap jijik rara)
Ada rasa sakit di hati rara saat mendengar perkataan fildan namun ia mencoba tegar…
“Fil lo Bicara apa sih… Dia adik elo ” timpal lesty
” adik? Dia itu cuma anak pungut gak liat berita lo les?”
“Dan pliss jangan bilang lo percaya sama ucapan ayah lo?” tanya reza
“kalo gue percaya gimana? Toh apa yg dibilang ayah gue ada benernya juga…” jawab fildan enteng
Rara dengan cepat berdiri untuk pergi namun ia kehilangan keseimbangan dan jatuh pingsan…
Brukk..
“Rara!! ” Teriak semua orang kecuali fildan
Fildan masih duduk ditempat nya dengan santai seakan tak terjadi apa-apa
” fil angkat rara fil!!” pinta reza
Namun fildan acuh dan tak perduli ia justru pergi dari sana bersama randa
“FILDAN!!! “panggil reza namun tak di hirau kan fildan
Fildan terus melangkah pergi tampa membalikkan badannya untuk melihat rara
*************
Rara pov
Perlahan gue membuka mata dan berusaha menyesuaikan cahaya yang masuk ke mata gue… begitu kesadaran gue udah 100 %gue langsung melihat ke sekeliling ruang putih ini yg gue tau ini itu rumah sakit
Gue mencari sosok yg gue rindukan siapa lagi kalo bukan kakak gue gue melihat ada aa’eja dan sahabat nya juga ada afisan tapi tak ada kak fildan…
Gue menatap pintu yg mulai terbuka berharap itu ada kak fildan tapi begitu pintu terbuka semua bukan kak fildan yg gue liat melainkan pacar nya kak lesty dan sahabat gue sekaligus adiknya putri…
Mereka masuk dengan membawa plastik berisi makanan dan cemilan…
“ra elo udah sadar gimana ada yg sakit?” tanya putri
Gue hanya menggeleng kan kepala…
“nih gue bawain bubur buat elo makan ya… kata dokter elo makan nya gak teratur…” ucap putri lagi
Gue hanya membalas nya dengan senyuman manis gue lalu memakan bubur itu…
Rara pov end
“a’eja kak fildan gak ada kesini ya kak?” lirih rara
Reza tak mampu berkata kata lidah nya seakan keluh mendengar pertanyaan yg terlontar dari rara ia hanya menggeleng kan kepala nya
Sebenarnya sudah berkali-kali reza mencoba menghubungi fildan namun panggilan nya di tolak… Bahkan reza sudah mendatangi rumah fildan namun hasilnya tetap sama fildan menolak menghubungi rara…
Bersambung…
Tiga hari sudah rara terbaring di rumah sakit dan tiga hari juga ia tak melihat kehadiran fildan…
Rara hanya bisa menangis dalam diam ia tak ingin membebani siapa pun dengan kabar rara drop saja sudah membuat semua nya panik apa lagi jika mereka tau keadaan hati rara saat ini…
“kak, kakak dimana kakak gak rindu ya sama rara? Hiks hiks…” rara terus memandang foto yg ada di hp nya
*************
Di sisi lain terdapat seorang pemuda tengah termenung memandangi jejeran bangun…
Sudah 3 hari ia tak melihat rara kabar yg ia dapatkan dari reza hanya lah sekilas saja…
Entahlah kini fildan sudah Di Jauhi oleh sahabat nya… Antara ia yg menjauhkan diri atau di jauhi sahabat nya apa bedanya nya?
Fildan menatap bangunan itu dengan tatapan miris…
Mungkin semua orang berfikir jika fildan telah berubah… Fildan telah memutuskan komunikasi dari semua orang…
Entah apa yg Di fikir kan sahabat fildan tentang nya… Mungkin dia di anggap sombong… Bagai kacang lupa kulit nya…
Tapi takada yg tau alasan dibalik perubahan fildan yg mendadak…
“mungkin gue berubah di depan kalian tapi gue masih fildan yg sama yg sayang dengan kalian…” lirih nya sambil terus menatap bangunan yg berjejer tinggi menjulang…
“apa kamu masih sanggup fildan? ”
Sebuah suara membawa fildan ke dirinya semula…
Fildan tak perlu berbalik ia tau siapa itu karena ia sangat mengenal suara nya…
” saya masih sanggup selama ini bisa membuat semuanya baik baik aja saya gak apa-apa… ”
” kenapa tidak kamu biar kan saja saya yg berperang sendiri?”
“pada hal saya sudah menoreh banyak luka di hati kamu fildan…”
“ya itu dulu tapi sekarang berbeda… Harus saya akui anda aktor yg hebat… (fildan membalikkan badan nya) ayah…”
“anda lihai dalam memainkan peran anda… Sampai saya tertipu dengan anda…. Bagaimana bisa anda melakukan nya sendiri tampa melibatkan saya didalam nya? Apa sebegitu tidak berharga nya saya? Anda menanggung semua sendiri… Semua luka itu anda tanggung sendiri… Bagaimana bisa anda bisa tahan dengan tatapan kebencian saya dan rara bahkan bunda? ”
” itulah bisnis fildan ada yang berkorban dan ada yg di korban kan…”
“Lalu saya dan bunda serta rara itu di korban kan atau anda yg berkorban?”
“kamu tau jawabannya…”
Tuan Johan pergi dari ruangan fildan…
************
Rara terus menerus menangis tampa henti di pelukan reza… Rasanya ia tak sanggup lagi menahan ini sendiri…
“ra kamu tenang jangan kayak gini… Kamu harus kuat… Jangan sampai tumbuh penyakit baru ditubuh kamu ra…”
“gimana rara bisa kuat a’ kalo orang yg rara sayang sekarang benci dengan rara…. Hiks hiks… Udah 3 hari a’ tapi kak idhan belum juga jenguk rara hiks hiks… Apa kak idhan udah gak peduli sama rara ya a’?”
“hustt… Gak boleh bilang gitu… Kak idhan sayang kamu kok rara… Nanti biar aa’ yg bawa fildan kesini oke… Mungkin dia masih sibuk… Sekarang kamu istirahat ya biar aa’yg bilang ke fildan oke?”
Rara hanya menurut dan mulai memejam kan mata nya…
**************
Reza mengendarai mobil nya dengan cepat menuju suatu tempat…
Citt…
” huff… “dengan hembusan hafas kasar ia keluar mobil dan melenggang masuk…
Kini reza sudah berada di depan pintu kaca besar bertulis kan ‘CEO room’…
” fil lo harus kasih gue penjelasan! “gumam nya kemudian masuk…
Saat masuk mata reza langsung menatap nanar seseorang yg tengah berkutik dengan laptop nya dan tak menyadari kehadiran reza
Entah tak menyadari atau hanya pura-pura tak menyadari nya…
Tapp..
Dengan cepat reza menutup laptop fildan Sedang kan fildan menatap nya dengan dingin
“lo apa apaan sih fil!!! Lo udah lupa punya adek?!!! Tiga hari lo ngilang tampa kabar!!! Dan lo sedikit pun gak nanya ke gue tentang adek lo!!!” amuk reza
“kan kemaren udah gue tanya sama lo za” jawab fildan santai
“iua cuma 1kali kan?? Itu bukan fildan yg biasanya selalu neror gue kalo adek nya lagi sakit!!!! Gue kenal lo dari kecil fildan… Gue tau sifat lo!! Asal lo atu aja semua sahabat lo itu udah benci sama lo karena sikap Lo yg sekarang berubah total!!!! Tapi gue gak fildan karena gue tau lo… ”
” what happen fildan? You have a problem hah?! Tell me fildan gue Itu sahabat elo… ”
” udah ngomel nya? Dengar ya za gue gak punya masalah oke…. Kalo lo kesini cuma mau bahas itu doang lebih baik lo pulang jaga adek ‘kesayangan’ elo itu!” Sinis fildan
” lo ngusir gue? (fildan diam) oke gue pergi tapi tujuan gue kesini cima mau ngasih tau elo kalo dokter nilang ada kemungkinan rara bisa terkena penyakit kanker otak!!! “jawab reza tak kalah Sinis
Reza keluar dengan rasa marah… Ia tak percaya akan sikap yg di tunjuk kan fildan pada nya…
Disisi lain fildan memperhatikan reza keluar dengan amarah dia sedih harus berbicara seperti itu pada sahabat terbaik nya…
Seseorang kembali masuk da menatap fildan sendu…
“apa kamu masih sanggup fil?”
Fildan tersenyum simpul mendengar pertanyaan itu…
“aku masih bisa menahan nya kok…. Jika anda bisa kenapa saya tidak? Maaf selama ini saya salah pada anda…”
“bertahan lah ini akan segera berakhir fildan kita tunggu puncak nya aja setelah itu kamu gak perlu kayak gini lagi…”
Sang rembulan bersinar terang Di langit malam membawa kebahagiaan bagi yg melihat nya…
Namun tak berlaku bagi fildan ia justru menatap rembulan dengan sendu….
Ia teringat tentang apa yang ia dengar kan beberapa hari yang lalu tentang sang ayah dan adik….
Flashback
Setelah dari rumah rara fildan langsung pulang menuju rumah nya…
Dan benar firasat fildan sang ayah sudah menunggu nya bahkan ada randa juga dia tau randa yg memberi tau sang ayah… Sedangkan ayah nya menatap dengan tatapan membunuh….
“dari mana kamu? Rumah rara?”
“bukannya anda sudah tau jawabannya dari bodyguard saya!” sinis fildan
“berapa kali ayah ingat kan jangan pernah berhubungan dengan rara apa lagi berjumpa dengan nya!!! Apa kamu tidak mengerti juga fildan!!!! Jauhi rara!!!!” bentak tuan Johan
“kenapa saya harus Jauhi rara dia adik saya!!!!”
“jika kamu tidak menjauhi rara maka kamu yg akan menyesal….!” ucap tuan Johan setelah itu pergi..
Fildan tersenyum miris mendengar ucapan sang ayah apakah ayah nya akan mencelakai rara jika ia tak menurut? Pertanyaan itu lah yg terbesit di benak fildan
Fildan melangkah pergi tapi ia sempat menatap randa dengan sangat tajam seakan berkata ‘udah puas buat gue di marahi awas aja kalo terjadi sesuatu sama rara lo tanggung jawab’ fildan hendak pergi kearah kamar nya namun dia melewati ruang kerja sang ayah…
Melalui pintu yg sedikit terbuka fildan samar samar mendengar pembicaraan ayah nya dengan sekretaris nya tom
“Tom apa yg kamu dapatkan?”
“dari informasi mata mata kita saat ini dia sedang memburu rara bukan fildan… Karena sudah beberapa kali mata mata kita melihat orang suruhan nya mengamati rara bahkan pernah hampir di celakai….”
“tapi anda tenang saja tuan saat ini dia mulai ragu akan kebenaran rara sebagai anak anda setelah berita itu tersebar luas” sambung tom
“lalu keadaan rara gimana?”
“dia saat ini baik baik saja tuan”
Itu lah pembicaraan yg fildan dengar… Ia merasa sedikit ada yg mengganjal dihati nya perihal ‘dia’
Fildan segera pergi dari sana takut jika ayah nya mengetahui nya…
Blamm..
Fildan membanting dirinya ke kasur
“siapa dia yg ayah maksud? Dan apa ayah sayang ya sama rara terus kenapa dia seakan gak perduli? Dan apa berita yg tersebar itu memiliki maksud tertentu?” gumam fildan begitu banyak pertanyaan di hati fildan tentang ayah nya
“gue harus cari tau… Tapi gimana?hmmm(fildan berfikir sejenak) ahh… Ya tom… Pasti tom tau apa yg sebenarnya terjadi…”
Setelah mendapat pencerahan ia langsung pergi dari kamar nya menuju tom namun langkah nya terhenti di ambang pintu…
“ngapain gue repot repot cari si tom gue suruh aja dia kesini”
Fildan mengeluarkan benda pipih lalu mengutak atik nya…
“halo tom lo ke kamar gue sekarang!!!”
“……..”
“gak usah banyak tanya datang sekarang!!!”
“…..”
“iya gak pakai lama!!!”
Titt… Titt…
Sambungan terputus…
Tak lama terdengar suara pintu doli ketok
Tokk. .. Tokk…
Segera fildan membuka pintu dan benar itu adalah tom dengan cepat fildan menarik tom masuk lalu menguci pintu…
“glekk” Tom menelan slavina nya melihat tatapan mematikan milik fildan setajam elang yg siap menerkam mangsa
“a… ada…. apa fildan?” tanya nya gugup
“jelasin semuanya!!! ” ungkap fildan to the point
“a…apa?”
“lo jelasin ke gue semua kebenaran yg enggak gue tau perihal ayah gue!!!! Siapa ‘dia’ yg di maksud ayah gue?!! Kenapa ayah pura pura gak sayang sama rara?!! Dan apa alasan dibalik berita yg tersebar itu?!!!” bentak fildan
“hmm…. i… itu… anu…. apa ya hmm… gak ada yg disembunyikan kok fil!”
“jangan boong lo tom gue denger semua nya!!!! Sekarang gue cuma minta penjelasan aja!!! Jika lo gak jujur maka… (fildan menunjukkan pisau yg ada di ngenggaman nya lalu mengarahkan pada leher tom) leher lo bakalan pisah dari tubuh lo!!!”
“glekk” lagi lagi tom menelan slavina nya
“i…. iya gue jelasin… Jadi… Dia yg dimaksud itu adalah tuan brata jaksara musuh lama ayah lo… Dan sebenarnya ayah lo sayang sama kalian rara juga… Bahkan ia sempat berfikir untuk memberi semua aset nya untuk kalian tapi keputusan itu berubah sejak tuan brata muncul kembali dan mengancam keselamatan kalian… Terutama rara… Dan berita itu di buat untuk membuat nyawa rara aman…. “jelas tom
” brata jaksara… Itu kan sahabat lama ayah… Bahkan dulu anaknya dekat dengan gue dan rara… Kok sekarang jadi musuh ayah? ”
” gue gak tau fil kalo lo mau tau semua lo tanya aja sama ayah gue frans dia yg tau semuanya “jawab tom
” oke lo bisa pergi “fildan membuka pintu kamarnya
” tapi jangan bilang ayah kalo gue nanya soal ini lo harus tetap silent ngerti?! ”
” i…iya fil “tom langsung berlari pergi
Jam menunjukkan pukul 00:30 tapi sebuah mobil masih tampak membelah jalan mobil itu berhenti tepat di sebuah rumah berwarna putih
” pak Frans kita perlu bicara!! Mohon keluar… “pinta orang itu
Klekk…
Pintu terbuka menampilkan seorang paruh baya tengah menatap nya bingung
” FILDAN! ”
Fildan tersenyum mendengar namanya di sebut
” anda belum lupa dengan wajah saya pak Frans? ”
” bagaimana saya bisa lupa dengan tuan muda… Ayo silahkan masuk” ucap nya mempersilahkan fildan masuk
Fildan tersenyum lalu duduk di salah satu sofa
“pak frans saya kesini untuk bertanya dan saya harap anda menjawab dengan jujur…”
“apa yg ingin kamu tanyakan saya akan coba menjawabnya”
“mengapa om Brata jaksara bisa jadi musuh ayah? Kenapa ayah berpura-pura membenci rara dan tidak mengakui nya? Kenapa hanya saya yg diminta untuk menjauhi rara? Apa yg tidak saya ketahui tapi anda tau? Ada rahasia apa sebenarnya?” tanya fildan panjang lebar
Frans melongo mendengar pertanyaan fildan
” bagaimana dia tau tentang semua itu? ” batin frans
” anda jangan heran saya tau semua… Sekarang saya mohon jelas kan sama saya apa yang sebenarnya terjadi… Fildan mohon… Jawaban anda akan menentukan masa depan hubungan ayah dan anak serta kakak dan adik ”
” huff… Oke saya jelaskan…”
“kamu pasti udah gak asing lagi sama gadis di foto ini” (menyerah sebuah foto seorang gadis kecil)
“jeslyn…” gumam fildan
“kamu benar dia jeslyn putri brata jaksara gadis yg 10 tahun lalu meninggal karena kecelakaan…”
“apa hubungannya dengan ayah?”
“kamu pasti tau fildan jika jeslyn meninggal karena menyelamatkan rara dari kecelakaan(fildan mengangguk) dan pak brata tidak terima semua ini ia menganggap ini semua karena rara dari saat itu ia berusaha membuat ayah kamu merasa kan apa yg ia rasakan dengan membuat rumah tangga ayah kamu hancur dengan kesalah pahaman….
Tapi tak ada satupun yg berhasil… Hingga akhirnya ia mengambil jalan pintas untuk membunuh ibu yang kamu karena ayah mu sangat mencintai ibu mu…
Dan itu berhasil pak brata berhasil menjalankan rencana nya dengan menyuntik kan racun berbahaya agar ibumu meninggal secara perlahan lahan….
Racun itu masuk ke dalam tubuh ibu mu setiap saat dari makanan yg dimakan nya… ”
” itu berarti ada yg berhianat dari ayah….”
” kamu benar… Namun sialnya ayah mu tak dapat mengetahui siapa penghiant itu… Karena hal Itu ayah mu mengambil langkah nekat dengan mengusir ibu dan kalian dari rumah itu tapi tujuan nya hanyalah agar kalian aman…
Tapi keputusan Sepihak ayah mu membuat nya kehilangan keluarga kecil nya yaitu kamu dan rara karena kalian tumbuh dengan rasa benci pada ayah kalian… Namun meski begitu ia tetap menjalankan rencananya menjauhkan kalian dari pertarungan nyawa ini…. ”
” namun semua yg di rencana kan ayah mu gagal karena kalian kembali ke kota ini lagi… Kamu mau tau siapa yg menukar hasil lab rara? ”
Fildan mengangguk
” dia adalah suruhan dari brata… Itu semua di sengaja dan sekarang rara juga kembali di amcam dengan penyakit kanker otak dan semua itu ulah brata… Namun semua itu mulai pudar saat berita tentang rara tersebar… ”
” kenapa pak brata hanya mengincar rara? ”
” Karena rara sama seperti jeslyn dan rara pula penyebab jeslyn meninggal ”
” tapi sepertinya sasaran nya akan berubah ke kamu fildan karena tuan Johan hanya mengakui mu sebagai anak nya… Jadi berhati hati lah… ”
” Dan ya Jauhi semua sahabat mu karena nyawa mereka juga akan terancam terutama sahabat kecil mu reza… ”
Flashback end
Fildan mengacak acak rambut nya frustrasi dengan ucapan Frans mengenai dia dan sahabatnya…
Baru tiga hari ia menghilang tapi semua orang sudah membenci nya…
Lalu bagaimana jika 1 bulan bisa bisa ia tak memiliki siapa pun disamping nya…
Bersambung…
Hari terus berganti kini sudah 2 minggu fildan lost kontac dengan semua sahabat nya termasuk lesty…
Selama 2 minggu itu banyak yg terjadi…
Seperti, Fildan pindah dari kampus itu, ia juga mengganti nomor hp nya… Ia kunci semua kemungkinan agar tak ada satupun sahabat nya yg bertanya padanya…
Bahkan ia tak pernah melihat rara meski dari jauh…. Ia hanya mengetahui kabar rara dari randa…
“sampai kapan gue bakalan kayak gini tom?!”
“sampai semua nya usai fil lo sabar aja bentar lagi kok…”
“dari kemaren lo bilang bentar lagi terus tapi gak selesai selesai….”
Saat tengah asik berbincang tiba-tiba hp tom berdering…
“halo ada apa?”
“……”
“apa!! bagaimana mana bisa!??”
“…….”
“bodoh kalian halangi orang itu gue segera kesana!!!”
Titt titt…
Telepon terputus…
“fil gawat kita harus ke kempus lama lo sekarang!!!!”
“kenapa”? “bingung fildan
” adek lo fil rara!!! Dia sekarang sedang diburu sama anak buah pak brata!!!! ”
” apa gimana bisa?!!! ”
” ada yg sengaja membocor kan Rencana ayah lo…!!!”
” siapa?? ”
” nanti gue jelasin sekarang kita kesana dulu!!! ”
” iya ayo…”
************
Di tempat lain terdapat seorang pria tengah berbicara dengan seseorang…
” bagus terus lakukan buat ini seakan terjadi secara alami!!! ”
***************
Dorr dorr dorr…
Suara dari tembak terus menggema di kampus itu membuat semua orang berlari dengan khawatir…
Begitu pun rara dan semua sahabat fildan mereka saling melindungi satu sama lainnya…
” yang cewek tetap gi belakang kita ya jangan ada yg sok jagoan!” titah Irwan
“iya” jawab mereka serentak
Kini mereka bersembunyi di balik dinding kantin…
“sial…” umpat ridwan
“gila mereka ngincar kita guys…” timpal ical
Tampak 2 orang berbadan kekar berjalan kearah mereka…
Di desak oleh keadaan akhirnya mereka keluar dati peesembunyian nya…
“gak ada pilihan lain kita harus keluar sebelum terkepung” ucap reza sambil melihat orang orang itu mengelilingi tempat peesembunyian mereka.
Dengan langkah pelan mereka keluar… Dengan posisi yg cowok di depan dan cewek di belakang
Di antara mereka hanya reza yg selalu membawa pistol… Hal itu karena pesan fildan seminggu yg lalu
Dorr…dorr…dorr….
Reza menembak kan peluru kearah orang orang itu namun tak satu peluru pun yg kena…
Hal itu karena reza tak pandai menggunakan pistol ia tak berbakat…
“oon lo za yg harus nya lo tembak itu mereka bukan dinding” sargah Irwan
“gue gak bisa nembak guys…” bela reza
“emang ya dasar onta arab bisanya cuma manen kurma doang..”ejek lesty
” apa lo bilang ”
” hustt kalian ini kita lagi dalam keadaan terdesak nih masih aja sempat berantem… “lerai ridwan
” hehe iya maaf 🙏 ”
Udah sini pistol lo” pinta Irwan
Buat paan? ”
Mau gue makan!! Ya enggak lah mau nembak mereka…”
Emang lo bisa? ”
Gini gini gue bisa dikit dikit… Mana sini…”
Dorr..
Tembak kan Irwan pas sasaran namun ia sial baru saja satu tembak kan peluru nya habis
“ini adalah berapa sih isi nya”
“hehe cuma ada 5 peluru tapi satu peluru lagi udah gue gunain untuk percobaan…”
“dasar onta arab!!”
“gimana sekarang?”
Kondisi semakin mendesak semua orang itu semakin dekat…
Saat kondisi mereka terdesak tiba-tiba datang 10 bodyguard yg membantu mereka…
Terjadi pertarungan sengit antara mereka…
Dorr..
Tiba-tiba salah seorang musuh menembak kearah rara dan…
Brukk..
“aws… Sakit” ucap rara saat tubuh nya terpental oleh dorongan seseorang
Sontak semua orang mengarah pada rara…
Sedang rara masih syok dengan kejadian tadi lalu ia menatap haru orang yg telah menyelamatkan kan nya…
“ayah… Hiks hiks…” lirih nya kala melihat ayah nya terbaring dengan darah segar terus mengalir
Tak lama orang orang fildan datang dengan membawa 10 bodyguard lagi…
” habisi mereka!!!” teriak fildan
Lalu ia melirik semua sahabat nya ia tau ada tatapan bingung dari mereka semua… Tak lama tatapan fildan terhenti pada seseorang yg tengah berumur darah…
“AYAH!!!” teriak fildan dan berlari kearah ayah nya
“yah bangun yah… RANDA BAWA AYAH GUE KERUMAH SAKIT CEPAT!!!!” teriak nya
randa menurut dan meminta bantuan kepada beberapa bodyguard lain..
” fil sebaiknya lo bawa juga semua sahabat lo biar si sini gue yg tanganin” ucap tom
Iya lo bener tapi lo bisa? ”
” Bisa lah gue kan hebat… lagian ada randa dan yg lainnya disini gue bisa kok… Bentar lagi semua bodyguard akan datang kesini…”
” Oke gue andalin lo sekarang… ”
” fil sebaiknya lo bawa beberapa bodyguard untuk jaga jaga “timpal randa
Fildan mengangguk lalu berjalan pergi dengan mata terus waspada sambil sesekali menembak kan peluru ke org yg menghalangi nya…
Tapp…
Pintu mobil di tutup dengan suara keras oleh reza tanda kesalnya pada fildan…
Selama perjalanan Reza menatap nanar pada fildan… Dari tatapannya seakan meminta penjelasan dari semua yg terjadi…
Namun fildan acuh dan justru fokus menembak kan peluru nya…
Ia juga tak peduli dengan ocehan dari semua sahabat nya yg terus bertanya…
Yang ada di fikiran fildan saat ini adalah nyawa dang ayah…
“pak bisa bawa mobil gak sih ngebut dong mau liat ayah saya matu hah!!!!” bentak fildan pada supir
“fil lo tenang dulu ngapa sih…”ucap Ical
” Gue gak bisa tenang kalo keadaan nya kayak gini Cal !”
Tiba tiba hp fildan berdering dan tertera nama randa
“halo nda…”
“…..”
“apa!!! Kok bisa terus gimana keadaan lo?”
“…..”
“lo yakin nda? Pantesan dari tadi ada yg ngejar kita terus…”
“……..”
“oke nda lo jaga diri gue bakal ngirim jorgie kesana sekarang lo tenang oke…”
“…….”
“oke daa..”
Setelah itu fildan kembali mengutak atik hpnya
“halo gie lo ke kampus pelita harapan sekarang!!!”
“……..”
“Bawa juga anak buah lo yg lain disana ada randa lo bantu dia dan lumpuh kan penghianat itu!!!! ”
“….. ”
Titt.. Titt…
” pak ngebut kita harus sampai rumah sakit dalam waktu 5 menit!! ”
Sesuai instruksi fildan supir pun menaikkan kecepatan mobil di atas rata-rata…
Begitu sampai di rumah sakit fildan langsung memanggil dokter agar ayah nya bisa langsung di obati…
“fil ada apa ni sebenarnya?” tanya ridwan yg membuat fildan berhenti menatap ruang Oprasi…
“maksud lo??”
“ya elahh malah balik nanya… Goblok lo…” balas Ical
“fil…Ikut gue !!!”ucap reza dengan tatapannya yg tajam lalu menarik fildan
Namun fildan melepaskan nya..
” gak!!! ” sahutnya cepet
” ikut!!! ”
” enggak!!!! ”
” ikut gue fildan!! “ucap reza penuh penekanan
” gue gak mau reza!! ”
” lo mau bilang apa sih disini aja gue mau mantau keadaan ayah!! “sambung nya
” oke tapi jangan marah kalo privasi lo gue bahas…. ”
” oke… gue gak peduli cepetan mau bilang apa!! ”
” lo kenapa? Kenapa lo jadi sombong sama kita? Kenapa lo beneran Jauhi rara? Dan ada apa ini? Siapa yg nyerang kita tadi? “reza menghujani fildan dengan banyak pertanyaan sampai ia tak sadar ada wajah seseorang yg berubah karena salah satu pertanyaan nya
” beneran Jauhi rara? maksudnya apa?selama ini kak fildan cuma pura-pura? “rara pun ikut menghujani fildan
” awal nya sih ia ra tapi sekarang gak tau deh jadi beneran… “jawab reza ketus
” yakin mau tau jawabannya? ”
” iya fildan “ucap mereka serentak
” oke… Jadi sebenarnya… ”
Titt… Titt..
Ucapan fildan terpotong dengan suara ponsel nya…
” iya halo gimana semua selesai? ”
“……. ”
” bagus lanjutkan ”
“…… ”
” bawa ke gudang biasa aja yg dulu”
“……”
“gue gak bisa dateng sekarang tapi ayah lagi di Oprasi…”
“……”
“iya seterah lo aja asal kan dia masih tetap hidup!!”
“…….”
“gue mau bermain main dulu sama dia…”
“…….”
“Oke ”
Setelah mengakhiri telpon nya
Perkataan fildan saat sedang menelepon didengar oleh semua orang…
Hal Itu membuat mereka menatap fildan penuh sidik…
“apa???” ucap fildan cuek
“sejak kapan kakak bisa kenal dengan hal berbau darah? Dan tadi kakak bisa pakai pistol… Sejak kapan kakak kayak gini??”
“sejak itu semua harus!!!” jawab fildan penuh teka teki
Fildan ber jalan kedepan saat melihat dokter keluar dari ruang operasi…
“gimana keadaan ayah dok?? Peluru nya gak terlalu dalam kan??” tanya fildan khawatir
(dokter tersenyum mendengar ucapan fildan) “kamu tau nak fildan dari dulu saat pak Johan cek up kesini ia selalu cerita tentang anda… Dan ternyata benar kamu sangat baik… Nak fildan tenang saja pak Johan baik-baik saja tapi untuk saat ini pak Johan harus istirahat jadi jika ingin menjenguk nati saja sekitar 2 jam lagi”ujar dokter
“tunggu dok tadi dokter bilang ayah sering kesini untuk cek up… Emang ayah kenapa dok?”
“emmm… Sebenarnya pak Johan ada riwayat sakit sakit jantung dan seharusnya si pasangkan ring tapi pak Johan tidak mau katanya untuk apa hidup jika ia dibenci oleh anak anak nya…”
Seketika fildan tertunduk lesu mendengar perkataan sang dokter… Ia merasa bersalah pada ayah nya… Karena ia lah yg paling membenci sang ayah…
Tampa disadari air mata mengalir keluar tampa izin saat fildan mengingat betapa ia membenci ayah nya…
“dok apa operasi pemasangan ring itu masih bisa??”
“tentu sangat bisa malahan..”
“jika begitu maka lakukan operasi nya dok…”
“mohon maaf tapi untuk hal itu saya tidak bisa…”
Kenapa?
Saya tidak bisa melakukan operasi sebelum pak Johan yg menginginkan nya… ”
” apa!! Tapi kenapa?? ”
” Karena itu perintah nya… Dan saya tidak bisa melawan… Saya permisi ”
Semeninggal nya dokter fildan menatap kosong ruang operasi yg mulai terbuka dan menampilkan ayahnya yg terbaring dengan berbagai alat di sisinya…
” fil pembicaraan kita belum selesai sekarang lo jelasin semuanya!!! “paksa reza
” lo mau tau kan? ”
” gue bakalan berita tau lo tapi jangan banyak tanya ngerti…. ”
” gue udah baikan sama ayah… Dan orang yg ngejar kalian tadi mengincar rara…. Jika kalian ingin tau lebih maka kalian cari tau sendiri…. ” ucap fildan lalu lintas pergi
Langkah nya terhenti saat melihat 3 bodyguard
Kalian jaga ayah dan jangan biarkan mereka keluar dari sini pastikan tidak ada penyusup….!!!” final fildan lalu berjalan
***************
Fildan melangkah kan kakinya menuju dalah satu ruangan yg ada di rumah sakit…
Tak perlu waktu lama ia sudah sampai si ruangan bernuansa biru langit…
Fildan sangat mengenal seluk beluk rumah sakit ini karena ini milik ayah nya
Ia masuk ke ruangan itu lalu mengunci nya…
Ia duduk si salah satu sifa lalu mulai termenung…
Hampir 1 jam fildan habiskan Di ruang itu dengan pikiran kosong sampai akhir sudut mata nya menatap tangan nya sendiri…
“kenapa harus tangan ini yg membunuh orang!!! Bagaimana bisa aku terjebak di dalam ini semua!!!!” teriak nya…
“ARGHH… GUE PEMBUNUH!!!”
Fildan teringat kembali pada kejadian di kampus tadi… Tangan nya lah yg menembak kan peluru dan membuat nyawa orang hilang…
Ia tau situasi yg memaksa tapi fildan merasa bersalah karena hal itu…
Ia kembali ingat perkataan sang ayah…
‘fil dunia bisnis berlaku hukum rimba yg kuat yg menang…’
Dari sejak ucapan sang ayah ia belajar berbagai tehnik senjata…
Mulai dari pedang hingga pistol…
Semuanya ia kuasai dalam waktu seminggu…
Hal itu bisa terjadi karena sewaktu kecil fildan pernah di ajarkan ayah nya… Bukan hanya ia tapi juga rara…
Bahkan rara lebih hebat dari nya… Fildan tertawa kecil kala ia mengingat bagaimana sang adik menyombong kan dirinya jika berhasil mengenai sasaran…
Tampa ia sadari ia sudah hampir 3jam diruang itu sendiri
“ayah!!!” gumamnya saat wajah ayah nya terlintas di pikiran nya…
Dengan cepat fildan keluar dari ruangan itu dan berjalan menuju ruang rawat ayah nya…
Bersambung…
Sesampainya di sana fildan membulat kan matanya menatap semua sahabat nya sudah ada di ruangan dan tengah berbincang dengan ayah nya
“ada apa ini???” tanya fildan di ambang pintu masuk
Semua orang yang semula fokus pada ayah nya kini beralih menatap fildan dari setiap mata yg menatap nya
Memiliki makna dalam… Terpancar aura bahagia sekaligus terharu dari tatapan mereka…
Namun satu tatapan yg membuat fildan bergidik ngeri… Tatapan tajam dengan aura kemarahan begitu jelas terlihat dari 2 bola mata hitam milik rara
Tap tap tap
Perlahan rara berjalan kearah fildan dari langkah nya nya yg pelan dengan kilat kemarahan yg terpancar dari mata rara, Fildan tau jika singa betina yg ada diri rara bangnkit setelah lama terpendam…
Bughh…
Satu pukulan keras mendarat mulus di perut fildan…
“aw…. Ra sakit… Ampun ampun….!!”
Teriak fildan
Namun rara seakan tuli dan tak mendengar ucapan fildan dan menghujani nya dengan banyak cubitan di pinggang…
“aw…. Ampun ra..!! Ampun….! Sakit….” fildan terus berteriak
“kak idhan jahat!!! Penipu!!! Pembohong!!!katanya kita gak boleh boong tapi kak idhan udah boongin rara!!! Jahat jahat!!” rara berteriak dengan terus memberikan cubitan ke fildan
“rara sudah cukup berhenti! Kasihan kakak kamu ” titah sanga ayah
Namun rara tak perduli ia justru semakin gencar mencubit kakaknya
“rara berhenti!!!” tuan Johan mengulang perkataan nya dengan nada yg lebih keras dan penuh intimidasi… Membuat rara akhirnya berhenti
“fildan sini!!”
Fildan menurut dan pergi ke tempat ayah nya
“ada apa ini yah? kenapa dengan rara?”
“apa ayah sudah….” fildan menggantungkan ucapan nya
“ayah sudah memberi tau semuanya fildan….”
“tapi kenapa??”
“Karena sudah waktunya… Toh juga pak brata sudah tau semua nya jadi untuk apa disembunyikan lagi… Ayah tidak ingin hubungan kamu dan rara rusak karena ayah… Sudah cukup selama 2 minggu ini kamu menghadapi nya jangan sampai lebih lama lagi….” jelas sang ayah dengan suara lirih
” tapi yah… “Baru saja fildan ingin protes tapi di potong oleh ayah nya
” tidak ada kata tapi fildan ”
” hmm oke… “pasrah fildan
Setelah pembicaraan itu tak ada lagi yg memulai pembicaraan lainnya… Mereka sibuk dengan urusan masing masing atau lebih tepatnya canggung pada ayah fildan…
Tit… Tit…
Dering dati ponsel fildan akhirnya memecahkan keheningan yg terjadi
“halo…”
“……..”
“hmm… Iya terus”
“…….”
” Kan tadi udah gue bilang gie gue gak bisa sekarang ntar aja deh tunggu ayah gue sehat ”
“……..”
” masih di rumah sakit lah dimana lagi emngnya… Aneh lo”
“……..”
“Apa cegah dia bunuh penghianat itu”
“……..”
“bilang atas perintah gue”
“……..”
“Gimana udah? ”
“………”
“Hmm oke lusa gue kesana… ”
Fildan lemutuskan sambungan telepon nya…
“siapa fildan?” tanya sang ayah
“jorgie…” jawab singkat fildan lau beralih duduk di sofa samping reza
Takkk…
Baru saja fildan menduduk kan bokong nya… Fildan malah mendapatkan jitakan dari reza
“paan sih za sakit tau…”
Pertanyaan fildan malah mendapat kan tatapan tajam dari reza
“ngapa masih kesel?? Baru juga di boonging 2 minggu udah di jitak lah kalo 2 tahun mungkin udah tanggal nih pala gue…”
“lo ya… Gak ada rasa bersalah nya sama sekali sama gue, malah ngejek gue lagi…”
“bodok…” balas fildan lalu beralih memainkan ponsel nya…
Fildan tak perduli jika perkataan nya membuat semua sahabat nya menatap tajam ke arah nya…
“sungguh es balok…” ledek Irwan
Tak lama pintu ruangan itu terbuka menampilkan lesty dan putri membawa sekantong makanan dan cemilan…
Ya saat ayah fildan sudah selesai operasi lesty permisi pergi membeli makanan…
“hai guys and es serut sayang… Nih makanan datang!!” heboh lesty
“lama banget lo les udah 3 jam lebih nih kita nungguin… Lo beli makanan atau manen makanan sih lama amat!” omel Ical
“eh gentong bocor lo bisa diem gak sih masih untung juga gue balik kesini kalo enggak bisa tewas kelaparan lo!!”
Lesty berjalan menuju meja dan meletakkan semua bawaan nya di sana…
“lama banget les??” tanya fildan mengulangi pertanyaan Ical
“eh… Iya es serut sayang… Tadi tu aku nunggu putri dulu soalnya katanya dia mau ikut juga…” jawab lesty lembut
“giliran fildan aja jawabnya lembut lah gue di bentak… Dasar lo nini lampir” kesal Ical
“hustt… Bisa diem gak sih gak tau di sini ada orang sakit…”timpal ridwan
” maaf… Oh ya camer ini lesty beliin bubur buat camer biar cepat sembuh… Dan adik ipar nih pesenan kamu… Bakso ekstra pedas nya… ”
” siapa yg kamu panggil camer?
Saya? “tanya tuan Johan bingung
” hehe maaf om keceplosan… ” jawab lesty
” keceplosan atau sengaja kak
les?? “tanya putri
” menurut mput? “tanya balik lesty
” au ah gelap… “putri menyerah dan duduk di samping rara
Tiba tiba keheningan melanda karena tak ada yg lanjut perbincangan dan lebih memilih memakan makanan yang di bawa lesty
” Fildan kamu kok gak bilang sama ayah kalo kamu punya pacar? Cantik lagi pacar nya… “tanya tuan Johan memecah keheningan
” uhukk uhukk”mendengar ungkapan sang ayah membuat fildan tersedak
“fil kamu gak apa-apa? Nih minum dulu ” dengan cekatan lesty memberikan air pada fildan
“eh… I..iya les “dengan ragu fildan menerima air dari lesty
” aaciee… Grogi deketan ama
pacar… “ejek sang ayah
” ah.. E… enggak kok ya biasa aja kan lesty cuma teman” ngeles fildan
“ishhh… Mulut lo fil… Nyebelin banget sih… Kok gak seirama sih sama hati lo…” rutuk fildan pada mulutnya dalam hati
“bisa ae.. Lo ngeles nya fil…” timpal reza
Sedang kan lesty yg mendengar nya langsung pergi tampa sepatah kata pun
“tuh liat kak lesty nya jadi pergi kan… Ngapa gak jujur aja sih kak.. Ribet banget jadi cowok…” kesal rara
Dengan cepat fildan menyusul lesty…
“duh ni mulut gak bisa di ajak kompromi banget sih… Jadi pergikan lesty nya…” lagi lagi fildan merutuki mulut nya itu…
“duh ni mulut gak bisa di ajak kompromi banget sih… Jadi pergikan lesty nya…” lagi lagi fildan merutuki mulut nya itu…
****************
Fildan terus menyusuri lorong rumah sakit demi mencari lesty…
“duh les lo dimana sih? Perasaan udah satu rumah sakit deh gue obrak abrik tapi gak ada… Please deh les jangan buat gue cemas..” batin fildan
Setelah hampir 1 jam menyusuri rumah sakit langkah fildan terhenti pada tangga yg menuju ke arah Roof top…
” apa lesty ada di atas ya?hmm gue coba cek aja deh”
Dengan cepet ia menaiki satu persatu anak tangga yg menuntun nya ke arah roof top
Langkah nya terhenti kala melihat sosok yg ia cari tengah berdiri di pinggir roof top dengan kedua tangan membentang…
Dengan fikiran berkecamuk fildan berlari kearah lesty dan menarik tangan lesty… Hal itu membuat tubuh lesty menabrak dada bidang milik fildan…
Fildan mendekap lesty di pelukan nya…
“les lo kemana aja sih gak tau apa gue cemas mikirin elo… 1 jam gue capek nyari elo les elo nya malah disini mau bunuh diri…. Elo gak Mikir apa Gimana gue kalo elo pergi les… Please Jangan lakuin hal konyol itu lagi apalagi cuma karena hal sepele… Gue gak mau kehilangam elo… Lo itu berharga les dalam hidup gue… Gue sayang sama lo please Jangan tinggalin gue… “entah tak sadar atau tidaktapi ucapan fildan itu berhasil membuat lesty menyungging senyum
” ih… Fildan kok bilang lesty mau bunuh diri sih… Pingin lesty cepat mati ya!!? “kesal lesty
” eh.. Eng.. Enggak kok les.. Kan gue cuma berfikir doang… Siapa suruh berdiri si pinggir terus sambil rentangin tangan lagi mirip kayak orang mau terjun bebas… Jadi kan gue gak bisa berfikir positif lagi… Gue gak mau kehilangan elo… Gue sayang sama elo… ”
” apa fildan sayang lesty? “tanya lesty dengan mata berbinar sambil melepaskan diri dari dari dekapan fildan
Aduhh.. Ni mulut gak bisa di ajak kompromi…” batin fildan
“emm… Itu anu les…apa ya… hmm… Dikit les” jawab fildan terbata bata
Meski sedikit kesal tapi lesty tetap senang
“gak papa sedikit tapi tetap ada nanti juga jadi banyak… Iya kan es serut sayang?”
“emm… I.. Iya les…”
“yee…” lesty langsung menghambur ke pelukan fildan untuk kedua kalinya…
Deg…
Seketika jantung fildan berdetak kencang…
“oh… No! Kenapa sih lesty hobby banget buat gue jantungan… Kalo kayak gini terus bisa tidur ditanah nih gue sebelum tugas selesai…” kembali batin fildan berbicara
Tampa mereka sadari ada 2 pasang mata yg tengah menatap mereka…
“eh… Maaf nganggu…” ucap seseorang dari arah pintu roof top lalu berbalik pergi
“reza!!!” ucap fildan dan ingin mengejar reza namun sebuah tangan menghentikan nya…
“fildan mau Kemana? Gak mau bujukin lesty dulu gitu? Katanya sayang dikit kok mau pergi…”ucap dengan nada manja dan lesty cemberut dan memajukan bibir nya beberapa senti…
Pertanyaan lesty berhasil membuat fildan tersenyum kecil bahkan sangat kecil sampai harus diliat dengan kacamata infra merah…
Cup
Fildan mendarat kan sebuah kecupan di pipi kiri lesty lalu pergi…
Sedangkan lesty yg mendapatkan perlakuan manis dari fildan seketika tubuhnya jadi kaku…
1 detik
2 detik
3detik
Dan…
“AAAAA…FILDAN CIUM GUE….”teriak lesty sambil loncat loncat
” ye… yeye… ye… Fildan cium
gue…. “lesty teriak kegirangan sperti anak kecil mendapat permen sambil loncat loncat…
Dengan cepat lesty pergi dari tempat itu menyusul fildan dengan berlari…
Selama berlari wajah lesty tak pernah berhenti tersenyum membuat beberapa pengunjung rumah dakit berfikir ia gila
****************
Jika lesty tersenyum karena ulah fildan lain lagi fildan selama perjalanan menuju ruang rawat ayah nya fildan tak berhenti merutuki sikap nya tadi…
“bodoh lo fil bodoh!! Bisa bisa nya lo nyium si lesty… Apa kata dunia kalo orang tau perbuatan lo, bisa bisa hancur image lo sebagai pangeran kutub Utara!! Ish… Ni mulut ngapain sih tadi nyosor aja kan jadi malu 🙈…”
Karena sibuk merutuki perbuatan nya fildan tak sadar jika ia telah masuk ke ruangan sang ayah…
Sontak semua orang melihat fildan dengan tatapan eneh… Karena mulut fildan terus komat kamit kayak baca mantra…
Sebuah sentuhan lembut berhasil membuat fildan kembali dari alam fikiran nya…
“kak… Kak idhan kenapa?? Sakit ya…? Apa gara gara rara pukul tadi ya kak?? ” tanya rara lembut
“eh… (fildan membulat kan matanya menatap semua orang yang ada disana) kok gue udah disini??? Siapa yg bawa gue??? Kamu ya ra??” tanya fildan bertubi tubi
“hah…(rara tercengang mendengar pernyataan kakak nya) kk idhan sehat kan???” pertanyaan yang di lontar kan rara membuat seisi ruangan tertawa…
“hahahaha sekarang si es kutub udah gila….” tawa Ical
Tukk..
Sebuah pukulan mendarat di bibir ical dan pelakunya adalah ridwan…
“aww… Sakit uwan” ucap Ical tak terima
“tu mulut di jaga… Fildan itu gak gila…”
“terus apa dong?”
“tapi fildan itu stres….Haha”
“sama aja Bambank!!”
Sedangkan fildan hanya memasang wajah bingung mendengar ucapan sahabat nya…
“fil jangan bilang ini karena kejadian di roof top ya…?” tanya reza tiba-tiba
Pertanyaannya itu membuat semua mata beralih menatap reza
“apa a’ kejadian apaan a’?? kok rara gak tau??”
Jika semua orang menatap reza dengan tanda tanya lain fildan ia menatap tajam ke arah reza seakan berkata ‘awas kalo lo cerita za abis lo sama gue!!’
Tatapan fildan membuat reza diam seribu bahasa…
“Eh… Enggak ada apa-apa kok tadi di roof top gue Cuma lagi liat pemandangan aja iya kan za??”
“i… iya bener bener….” gugup reza
Tring…
Suara notif masuk ke hp fildan dan membuat mata nya membola sempurna saat membaca pesan itu….
Bersambung…
Tring…
Suara notif masuk ke hp fildan dan membuat mata nya membola sempurna saat membaca pesan itu….
******************
“oh… Shitt…!!!!” fildan mengumpat saat membaca isi notif itu
Matanya merah seakan amarah sudah berada di ubun ubun dan siap meledak…
Hampir saja ia membanting ponsel nya jika tidak mengingat harga dari ponsel nya itu…
“awas kau tuan brata jaksara!!!!!!” teriak fildan tiba-tiba
Tak lama pintu terbuka dan menampilkan 2orang pemuda yg satu Seumuran rara dan satu lagi Seumuran fildan
“afisan jorgie!!!! Gimana di bisa lepas dan mana randa hah!!!!” bentak fildan saat 2 orang itu tepat berada si hadapan nya…
“maaf kak ini salah fisan… Fisan yg lalai ninggalin kak dia sendiri… Dan kak randa lagi ngejar dia… Maaf…” lirih afisan yg tak mampu memandang mata fildan
“gak fil ini salah gue juga gue ceroboh…biarin benda tajam ada di dekat dia jadinya dia bisa kabur….” sambung jorgie menundukkan kepala nya
“kalian berdua sama aja sama sama bodoh!!!!!” bentak nya lagi
“jadi sekarang kita mesti gimana fil?” tanya jorgie
“fil ini ada apa??” tanya tuan Johan
“maaf tuan besar dia berhasil kabur dari kami….” jawab jorgie
“itu karena kalian bodoh!!!!!!” bentak fildan lagi
“FILDAN CUKUP!!! jangan salahkan dia lagi lebih baik sekarang kamu cari penghianat itu ayah bisa disini sendiri!!”
“tapi keadaan ayah…”
“ayah gak apa-apa sekarang kamu cari saja dia…”
“oke fildan nyerah debat sama ayah… Fildan bakal pergi…”
Tringg…
Lagi lagi suara notif masuk namun bukan di ponsel fildan melainkan si ponsel Jorgie
“fil gue baru dapat kabar kalo randa berhasil menemukan si penghianat itu dia cuma minta aba aba untuk menyerang…” jelas jorgie
“jangan! dulu tunggu gue…. Kita gak bisa main serang aja harus buat strategi dulu”
“untuk apa pake strategi segala fil orang siranda udah ngepung tu tempat terus udah masang bom juga lagi…” jelas nya lagi
“shitt!! Bodoh randa bodoh!!! Suruh dia cabut tu bom cepat!!!!” perintah fildan dengan tegas
“emm… Gimana ya fil… Masalah nya tu bom nya udah di setel pakek waktu dan akan meledak dalam waktu 30 menit jadi gak bisa di cabut atau di matiin…”
“emang kenapa kak?? Bukannya bagus ya kalo tu tempat meledak kan pak brata itu mati kak?” tanya afisan
“iya brata sialan itu mati tapi gak sendiri!!! Liat ni!!” (fildan menyerah kan ponsel nya pada jorgie)
‘Fildan bawa adik tersayang kamu ke saya atau dia akan mati!!!!’
(terdapat foto gadis yg dimaksud dengan sebuah video)
“Vidio fil?? Vidio paan nih??” tanya jorgie heran
“liat aja!!”
Jorgie menurut dan mulai membuka Vidio itu…
Bukan hanya jorgie yg melihat Vidio itu tapi juga semua orang yg ada di ruangan itu, karena Vidio di putar di tv…
Isi Video
” halo fildan apa kabar masih kenal dengan om kan? Kalo kamu lupa gak papa biar saya ingat kan saya adalah ayah dari anak yg meninggal karena kecelakaan maut akibat adik tersayang kamu itu!!! Udah ingat kan?? Oh iya saya gak sendiri loh… Nih liat ada siapa (kamera itu bergerak ke samping kiri dan memperlihatkan seorang gadis berhijab dengan keadaan terikat) ”
‘fildan tolong aku hiks hiks… Tolong… Fildan… Hiks hiks’ teriak gadis itu
(kemudian kamera kembali menampilkan wajar brata)
‘bagaimana fildan masih mau bunuh saya?? Ya kalo masih mau gak apa-apa paling gadis ini juga ikut mati!!! Hahahaha’
Kemudian video itu mati
“gila tuh cewek siapa fil cantik bener???” tanya jorgie yg membuat fildan menatap nya dengan tajam
“dia itu lesty pacar kak fildan” jawab rara
“bukan pacar ra teman!!” sargah fildan
“Masa sih cuma temen?? “melirik fildan dengan lirikan mengejek
” diam ra!!! Gie sekarang kamu siap kan anak buah mu kita pergi ke tempat itu… ”
” oke fil (jorgie mengangguk paham) tapi fil tolong jangan panggil gue gie aja kalo di depan orang… Gue gak mailu mereka kira nama gue itu gigi ngerti!!”
“terserah” (fildan memutar bola mata nya malas)
Setelah membuat rencana fildan dan ke 5 sahabat nya ditambah rara mulai pergi dari ruang sang ayah…
***************
Di tempat lain tampak seorang gadis tengah di ikat dengan kondisi yg memprihatinkan…
Di seluruh tubuh lesty terdapat memar dan beberapa luka sayatan dari pisau kecil yg mengeluarkan darah…
“arghhh…” lagi lagi lesty berteriak kala sebuah cutter berhasil menyayat bagian lengan kiri nya…
Plakk
“hiks hiks s… sakitt… tolong lepaskan saya… Hiks hiks argh…” di tengah tangis nya sebuah pukul mendarat di pipi nya…
“kamu akan bebas saat rara menyerah kan nyawa nya pada ku!!” ucap orang itu tersenyum smirk
*****************
Di tempat lain tampak fildan dan sahabatnya tengah mengintai pergerakan sang musuh…
Tangan fildan mengepal saat melihat gadis yg ia cintai tengah merintih kesakitan dengan darah yg terus mengalir….
“awas kau pak brata tunggu saja malaikat maut mu…!!” ucap fildan dengan mengertak kan rahang nya…
“fil apa yang harus kita lakukan??” tanya reza
“sama seperti rencana awal… Rara dan gue bakal masuk duluan nanti stelah gue kasih kode kalian serang… Oke…”
Semua mengangguk paham
“tapi ingat fil kita cuma punya waktu 15 menit lagi…”
“iya gue paham… Ayo ra”
Fildan dengan perlahan mulai melangkah maju… Semakin ia dekat dengan gudang itu semakin jelas suara rintihan kesakitan lesty…
Saat kaki nya tepat berada si depan pintu besar yg perlahan membuka tatapan nya hanya lurus melihat Gadis sudah mengisi hati nya… Yg entah sejak kapan….
Rara menggenggam erat tangan fildan berusaha menyalurkan rasa tenang pada sang kak agar tak lepas kendali…
Saat fildan dan rara tepat berada di depan pak brata fildan berusaha setengah mati untuk tidak membunuh pak brata…
(tuan brata tersenyum sinis) “Ahirnya kalian sampai juga…. Bagaimana apa kau ingin menyerah kan adik kesayangan mu ini atau tidak!!!?”
Fildan tampak ragu Melepas genggaman rara namun dengan cepat rara yg melepaskan nya lalu berjalan menuju brata…
Rara tepat berada di depan brata hanya tinggal 2 langkah…
” saya sudah ada disini… Sekarang Serahkan kak lesty!!! “ucap lantang rara
Brata menatap anak buahnya dan dengan sigap salah satu dari mereka menyerahkan lesty…
Brukk…
Tubuh lesty ambruk saat di dorong oleh anak buah brata tepat di depan fildan….
” Sekarang kalian bisa pergi!!!” ucap brata menatap filles
Fildan melihat jam yg bertengger di tangan nya “lima menit lagi” humam nya
Mara fildan beralih menatap rara lalu mengedip ka 2x mata nya… “kita mulai rara!” ucap fildan
Mendengar ucapan fildan rara dengan sigap mengeluarkan sebuah pistol dari belakang pistol berjenis M30H(mohon maaf ini cuma ngarang😂🔫)
Pistol lipat yg memiliki daya tembak kuat dan jauh serta mematikan…
Rara berjalan cepat dan sudah berada di belakang brata dengan pistol yg berada di kepala brata…
“jangan ada yang maju atau bos kalian mati!!!!” teriak rara
Namun tiba-tiba….
Brukk…
Ada yg memukul kepala rara…
“RARA!!!” teriak fildan kala rara terjatuh kelantai
Fildan menatap orang yg memukul rara dengan sangat tajam….
“kau akan mati tom!!!!” ucap fildan dengan seringai misterius
“SEKARANG!!!!” teriak fildan lalu masuk sekitar 50 orang berbaju hitam lengkap dengan sahabat fildan
Fildan tersenyum penuh kemenangan kala melihat wajah pucat tom…
“ada apa tom??? Kau takut!?? Bukan kah ini yg kau inginkan?? Dasar penghianat!!!!!” umpat fildan
Semua yg ada di sana terlibat perkelahian hebat termasuk fildan dan tom…
Bughhh…
Bughhh…
Bughhh…
Pukulan dari fildan berhasil membuat tom tersungkur ke tanah…
” apa yg membuat lo benci gue tom… Apa?!!! ”
Tom tersenyum sinis”lo tanya kenapa gue benci elo dan rara?? Oke gue jawab… Karena lo dan rara gue kehilangan kasih sayang seorang ayah!!!! ”
” setiap menit yg ayah gue pikirkan adalah elo dan rara… Sedangkan gue… (tom tersenyum getir) gue gak di anggap ada… ”
” bahkan saat elo dan rara pergi dari rumah itu, ayah gue tetap gak peduli sama gue… Ia justru memikirkan keadaan lo dan rara…. ”
” Apakah kalian udah makan… Dimana kalian tinggal…. bagaimana kalian bertahan hidup… Hanya itu yg ayah gue lakuin… Sedangkan gue… Bahkan dia gak pernah nanya apa gue udah makan atau belum…”
“kecintaan nya pada keluarga valendra melebihi sayangnya ke gue… Anak nya sendiri….” air mata lolos dari mata tom…
” Lo pasti tau gimana rasanya kehilangan kasih sayang dari orang tua… Dan gue juga ngerasain itu tapi lebih sakit… lo di tinggal mati bunda lo dan di usir ayah lo tapi gak pernah kehilangan kasih sayang… Disaat lo jauh dari ayah lo ayah lo tetap mikirin elo tapi gue… Gue selalu ada di samping dia tapi tak di anggap ada… Dia hanya sibuk mikirin gimana agar lo dan rara nanti bisa pulang dan mewarisi semua harta ayah kalian… Setiap hari dia gak pernah absen dari jagain lo walaupun dari jauh… Tapi gue ada di dekat nya gak pernah di perhatikan… ”
” selama lo pergi selama itu juga gue kehilangan ayah gue fil… Dia dekat tapi terasa jauh… “terus menerus butiran air bening itu mengalir…
Fildan yg mendengar pun menatap mata tom berharap ada kebohongan di sana tapi yg ia lihat justru hanya kebenaran…
Tampa di sadari fildan tom bangkit dan melempar pasir ke mata fildan dan bersiap menari pelatuk pistol nya… Yg di arah kan ke kepala fildan…
Dorrr…
“arghh!!!”
Satu teriak kan berhasil membuat suasana yg awalnya ricuh karena pertarungan kini menjadi hening…
Mata tom mengarah pada seseorang yg telah mengeluarkan peluru dari pistol…
Tom tersenyum miris “lo liat kan fil bahkan ayah gue rela menembak anak nya sendiri demi elo!!” rintih tom di tengah rasa sakitnya…
Ya… Suara tembakan itu berasal dari Frans ayah tom yg melihat semua nya…
Perlahan Frans melangkah menuju tom… Dan…
Plak
Plakk….
2 tamparan mendarat di pipi kanan dan kiri tom…
” dasar anak kurang ajar!!!apa yg membuat mu berhianat hah!!! Hanya karena kurang kasih sayang kamu berhianat!!!!”
Bugh…
Bughh..
Frans kembali memberi pukulan pada tom…
“CUKUP OM FRANS….!!” teriak fildan
Fildan melangkah maju dan membantu tom berdiri…
“tom maaf karena gue lo kehilangan kasih sayang ayah lo… Gue tau gue gak bisa memutar waktu untuk kembali ke masa lalu… Tapi gue janji mulai hari ini lo gak akan pernah ngerasain itu lagi… Tapi please Jangan hianatin gue… Lo itu sahabat gue… Dati kecil kita bersama walau pernah terpisah tapi lo tetap sahabat terbaik… ” ucap fildan dengan tulus
Dorr
Dorr
2 peluru berhasil mengenai bahu Fildan
” arghh… “fildan menatap nanar pada orang yg telah menembak nya… Siapa lagi kalo bukan brata
“FILDAN!!!” teriak lesty saat fildan ambruk di pelukan nya…
“KAK IDHAN!!!” rara berlari ke arah fildan
“Fildan!! “teriak semua sahabat fildan
Tit
Tit
Saat semua orang tengah panik dengan fildan yg pingsan suara bunyi dari sudut gudang itu berggema bertanda bom akan segera meledak…
” sial!! Kalian memasang bom hah!!”teriak brata panik
Saat brata ingin berlari keluar sebuah suara mengintruksi kan untuk mencegah nya…
” t… tangkap… D… Dia…. “lirih fildan
Semua yg menaggis seketika terkejut
” Kak Idhan!!” teriak rara
randa yg berada tak jauh dari brata menembak tepat di kaki nya…
Dorr
Brukk
Seketika brata kehilangan keseimbangan lalu terjatuh…
” bawa dia pergi!! “titah rara
Tit
tit
tit
Lagi lagi suara bom menggema…
” sepuluh detik lagi… “ucap reza
” semua nya keluar!!!! “pinta Frans
Sesuai instruksi frans semua keluar dengan memapah fildan yg setengah sadar…
Reza yg memapah fildan sedang kan rara berada di belakang untuk memastikan keamanan fildan…
Tepat saat berada di depan pintu suara dari bom semakin kuat menandakan bom akan meledak dalam hitungan detik.
Dengan posisi yg tidak aman bagi fildan kerena berada si paling belakang dengan reza sedang kan lesty sudah berada di dekat sahabat fildan…
“FILDAN!!! “teriak lesty saat melihat sambaran api di belakang fildan
Secepat kilat lesty berlari kearah fildan yg bersama reza dan mendorong nya…
Fildan berhasil selamat, Namun naas bagi lesty yg menyelamatkan fildan…
DUARR!!
Tepat disaat lesty menolak fildan gudang itu meledek membuat lesty yg berada dekat dengan gudang terkena ledakan dan terpental sangat jauh …
Perlahan darah segar mulai keluar dari tubuh lesty sedang kan fildan yg setengah sadar melihat kejadian itu…
Dengan perlahan ia berjalan ke arah lesty yg terbaring lemah…
“l… lesty… ba.. banggun les… Banggun…” lirih nya
“fil… Fildan I Love you…” lirih lesty sebelum kesadaran nya hilang
****************
Semua terasa cemas saat lesty dilarikan ke ruang operasi ditambah dengan semua alat yg menempel di tubuh lesty…
Fildan dan lesty sama-sama di larikan ke ruang operasi namun keadaan lesty yg lebih lemah dari fildan membuat semua orang lebih khawatir kepada lesty…
2 lampu merah menyala tanda operasi di mulai…
3 jam tak terasa telah berlalu tepat di saat Satu lampu operasi berganti hijau, tanda Oprasi berhasil.
Klekk..
Satu pintu operasi terbuka menampilkan seorang dokter…
“operasi pasien atas nama fildan berhasil dilakukan… Dia akan di pindah ke ruang rawat dan kalian bisa melihat nya…” ucap dokter sebelum pergi
“kalian tetap disini untuk pantau keadaan lesty dan kami akan liat keadaan fildan…” ucap reza
Namun rara tak setuju..
“gak rara mau ikut a’ eja liat kak fildan titik…” ucap rara
“gak bisa ra kan keadaan fildan juga belum stabil jadi gak bisa banyak banyak yg liat… Kamu disini aja ya sama afisan dan yg lain…”ucap reza berusaha memberikan pengertian
” gak rara pokoknya mau liat kan fildan!! ” kekeh rara
” ya terserah kamu aja deh capek aa’ debat sama kamu… “ucap reza pasrah
Ahirnya reza me bawa rara ikut bersama nya…
****************
Klekk…
Pintu ruangan terbuka menampilkan fildan yg terbaring lemah dengan alat menempel di tubuhnya yg ditemani oleh seseorang yg duduk di kursi roda
“ayah…!!!!” panggil rara dengan berlari ke arah tuan Johan
Bruk..
Rara ambruk di pelukan sang ayah…
“yah kak idhan yah hiks… hiks… Kata dokter kak idhan selamat terus kenapa kak idhan masih tidur yah? …. Hiks… hiks…” tangisan rara pecah di pelukan sang ayah…
“hustt… Rara tenang ya kak idhan cuma lagi tidur kok bentar lagi pasti bangun ya… Oke..” tuan Johan berusaha menenangkan sang putri…
“ayah gak boong kan? … Hiks hiks…”
” enggak ra ayah gak boong… Rara hanya harus berdoa aja supaya kak idhan bangun…”
“katanya pasti bangun terus kenapa harus berdoa?? Hiks hiks…”
“ya karena nyawa seorang hamba ada di tangan tuhan nya… Jadi kita harus berdoa agar allah memberikan kesempatan lagi untuk kak idhan…”
“oke kalo gitu rara mau sholat mau minta kak idhan supaya bangun lagi…”
“nah gitu dong…”
Tit… Tit…
Suara dering ponsel membuat rara dan tuan Johan melirik reza…
Reza yg mengerti arti lirikkan itu pun menjawab “ah.. Ini tuan ada telpon dari afisan”
“halo fis…”
“……..”
“iya ada apa?”
“……..”
“masih di ruangan fildan kenapa emang nya?”
“……”
“hah!!! Apa!!! Kok bisa???”
“……”
“oke oke gue kesana sekarang!!”
Tut… Tut…
“ada apa za kok kamu panik gitu??” tanya tuan Johan
“ini om reza barusan dapat kabar dari afisan kalo jantung lesty berhenti berdetak….”
Tit tit tit
Saat mengucap itu tiba-tiba saja monitor yg menampilkan detak jantung fildan berbunyi dan menampilkan garis lurus….
Bersambung…
Semua yg ada diruanggan itu langsung panik saat melihat monitor fildan yg nemampilkan garis lurus…
“kan idhan!!!”teriak rara histeris
” hiks hiks.. kak idhan bangun kak… Hiks hiks… Bangun…. Jangan tinggalin rara… Hiks hiks ”
Dengan kencang rara menggoyang kan tubuh sang kakak yg kaku…
Namun hasilnya nihil… Tak ada sedikit pun pergerakan dari tubuh kakaknya…
Rara bukan gadis bodoh yg tak tau arti tanda garis lurus Di monitor itu…
” KAK IDHAN.. BANGUN!!!! hiks hiks… BANGGUN KAK.. BANGGUN…” Rara merasa frustrasi kerena tak melihat perubahan sang kakak…
******************
Disisi lain afisan dan putri juga sedih kala melihat monitor yg menampilkan garis lurus…
” hiks hiks.. Fis… Kak leles… Hiks hiks.. Dia gak ninggalin aku kan??hiks aku sayang kak leles fis… Ya meskipun kami sering berantem tapi aku sayang hiks hiks…” racau Putri di sela tangis nya…
****************
Di lain tempat terdapat seorang gadis dengan pakaian serba putih tengah kebingungan….
Pasalnya ia kini tengah berada di sebuah padang rumput tak berujung…
Sudah lama ia mengitari tempat itu namun tak melihat tanda tanda adanya jalan keluar…
Ia dapat mendengar samar samar ada orang tengah menangis menyebut namanya…
“Putri” gumam nya..
Ya gadis itu adalah lesty entah bagaimana ia bisa berada di tempat aneh ini…
“PUTRI!!! MPUT!!! KAMU DI MANA!!?” teriak lesty berusaha mencari keberadaan sang adik…
Ia terus berlari mengitari padang rumput itu…
Namun hasilnya nihil..
tak ada seorang pun yg menyaut teriakan nya…
Sampai sudut mata menatap cahaya warna putih… Dengan seorang wanita sedang ngulurkan tangan nya…
“ibu…” Gumam lesty dengan air mata berlinang…
“lesty… Sini sayang…. Kamu mau ikut ibu tidak… Kita akan pergi ke tempat yg Indah… Disana banyak bunga… Lesty suka bunga kan?? Jadi ikut ibu ya…” ucap wanita dengan wajar bercahaya itu…
Perlahan lesty mulai mengulurkan tangan nya… Ia ingin mencapai sang ibu…
” LESTY!!! ”
tiba-tiba dari arah berlawanan terdapat seorang pemuda dengan pakaian putih sedang menatap nya dengan sendu dan air mata berlinang…
Lesty perlahan menarik kembali tangan nya…
“fildan…” lirih nya
“lesty jangan tinggalin aku les… Aku sayang kamu… Ayo kita kembali….” racau pemuda itu yg tak lain adalah fildan
Lesty tampak memegang kepalanya frustrasi siapa yg akan ia pilih?? Seseorang yang dari kecil ia rindukan?? Atau seseorang yang dari dulu ia berharap membalas cinta nya??
Pertanyaan itu terus berputar di fikiran lesty…
Perlahan lesty menatap 2 orang itu secara bergantian..
Perlahan lesty mulai menggapai salah satu dari tangan itu dan mengikuti langkah nya…
Dengan langkah pelan ia mulai melangkah sehingga hampir seluruh badan nya tertutup kabut putih…
“lesty ibu akan menunggumu di sana… Datang lah bila sudah saatnya…” ucap wanita itu sambil tersenyum tulus…
Lesty membalas tersenyum sang ibu dan mengenggam erat jari tangan orang yang ia cintai…
“aku pergi ibu….” gumam lesty saat perlahan tubuhnya sudah tertutup kabut tebal itu…
*****************
Di ruangan serba putih tampak 2 orang gadis tengah menangis histeris…
“kak fildan bangun!!! Bangun kk!!!! Hiks hiks bangun….rara gak mau sendiri disini….” racau rara menggoyangkan tubuh fildan
“kk leles… Kak leles udah janji gak bakal pergi ninggalin mput…. Hiks hiks hiks bangun kak bangun…” gumam Putri…
“Put ra udah ya jangan nangis terus nanti fildan dan lesty nya gak mau bangun lagi loh… “ucap reza memeluk 2 gadis itu…
” a’ kenapa kak idhan pergi hiks hiks… Rara sayang kak idhan hiks hiks… Rara mau ikut kak idhan aja…. “ucap rara melepaskan pelukan reza dan berjalan menuju meja yg terdapat buah lengkap dengan pisau nya…
Rara mengambil pisau itu…
” rara mau ikut kak idhan!!!! “teriak nya
Semua yg ada Di ruangan itu kaget akan perbuatan rara yg ingin mengiris pergelangan tangan nya…
Trangg…
Pisau yg di pegang rara jatuh dibuat afisan…
” rara jangan bodoh deh !!! Kamu boleh sedih tapi jangan sampai melukai mu sendiri!!! Ingat kamu itu masih punya ayah kamu…. Masih punya a’eja… Putri sahabat kamu dan… Dan aku…” ungkap afisan sedikit ragu mengucap kata kata terakhir…
“aku sayang kak idhan fis.. Aku gak mau kehilangan dia…. Dia yg ada saat aku sedih… Dia yg jadi pelindung aku saat aku dalam bahya… Hiks hiks dia yg menjadi penyangga di saat aku ingin jatuh… Hiks hiks… Di2 malaikat pelindung aku hiks hiks… Kak idhan… Kak idhan… Kak… ”
Brukk…
Belum selesai rara mengucapkan nya tiba-tiba dia pingsan
” RARA!!! “teriak mereka serentak
” Rara….”
“rara” lirih seseorang….
Semua yg ada di ruangan itu kaget pasalnya tak satupun dari mereka yg bersuara…
Lalu semua orang mengalihkan pandangan mereka ke arah brangkar di sana terdapat seorang pemuda yg terbaring lemah yg telah membuka matanya….
“FILDAN!!!” teriak mereka serentak
Semua orang berjalan menuju fildan sedangkan rara di bawa afisan menuju ruang rawat lain….
“nak kamu sadar….” ucap tuan Johan bahagia…. Dan langsung memeluk sang anak tersayang…
“lesty…. Rara….” lirih fildan lagi…
“elo baru aja sadar udah nanyain orang lain aja… Gedeg gue denger nya… Pulih dulu baru nanyain yg lain…” fildan yg baru sadar sudah mendapatkan ceramah oleh sahabat nya reza…
“iya… Lesty gimana??” tanya nya lagi
“astagfirullah fildan baru aja disuruh diem udah nanya lagi emang ya lo itu keras kepala banget…. Ih.. Gemes gue pingin nampol tuh mukak… Coba aja gak sakit abis dah tu muka gue buat…” sahut ical gemas
“lesty mana??” lagi dan lagi fildan mengulang pertanyaan yg sama
“hah… Sumpah beneran Gedeg gue di nasehatin bukanya dengar…” pasrah ical
“udah dia kalo gak dijawab gak akan diem… Lesty ada di sebelah lo tuh…” timpal Irwan
Fildan memutar kepala nya perlahan dan melihat gadis dengan wajah pucat tengah setia dengan tidur nya…
Perlahan fildan menggerakkan tangan nya menyentuh wajah pucat lesty…
” les… Ba… Banggun les… Please Jangan tinggalin aku….” lirih fildan dengan cairan bening yang mengalir di antara kelopak mata nya.
“les… Maaf aku bodoh…. Biarin kamu terluka karena aku…. Aku bodoh udah sia sia kan cinta kamu…. (perlahan fildan mendudukkan badan nya yg lemah di samping lesty) k… Kamu tau les… Sebenarnya aku udah cinta sama kamu dari pertama jumpa saat kamu gak sengaja nabrak aku pake mobil mewah kamu…. (fildan mengukir senyum di bibir nya)
Flashback
Fildan tengah terburu buru… Kerena ini hari pertama nya masuk kampus…
“dasar… Huh… Ini semua karena rara sih… Coba aja rara gak ajak teleponan sampe subuh pasti gak telat nih gue!! Awas aja tuh anak!!” gerutu fildan…
“eh..eh.. eh..ni motor kenapa lagi!!? (tiba-tiba motor fildan berhenti di jalan) ah pasti mogok lagi… Dasar motor nyebelin gak tau apa gue lagi kesel tambah ni motor magok tambah kesel dah gue!!! Gue jalan aja lah dan hampir sampe juga…”
Dengan berat hati Ahirnya fildan berjalan kaki menuju kampus nya…
Saat tiba-tiba di gerbang kampus tiba-tiba dari belakang fildan ada sebuah mobil yg melaju kencang…
Tin tin tin…
” woi!!! Cari mati lo ya!!! “teriak seorang Gadis berhijab dari dalam mobil
” nih ya lo kalo mau bunuh diri jangan disini noh do sono noh di jembatan kalo disini yg ada gue masuk kantor polisi!!!”
” siapa yg bunuh diri?? “tanya fildan dingin +datar
” kalo Lo gak bunuh diri terus ngapain disini?? Ngemis?? Baju lo kebangusan buat ngemis “ungkap gadis itu sambil menilai cara berpakaian fildan
” serah… “acuh fildan yg sibuk membersihkan bajunya yg kotor
” wah ni bocah di ajak bicara malah cuek… Emang gue patung apa!!! Lo tau gak harga mobil gue ini berapa hah!!! Gaji lo seumur hidup juga gak bisa bayar lecet nih mobil… Harga mobil gue itu
se. la. ngit
!!!! ” ungkap nya
“gak peduli!!!” acuh fildan lagi
“Nih kartu nama gue… Lo bisa cari tau seberapa kaya gue!!!” sambung nya lalu menyerahkan kertas berwarna biru kemudian menjalankan mobil nya ke kampus
Fildan membaca kertas yg diberi gadis itu…
“lesty
andira
daniar
… Anak dari pengusaha daniar company”ucap fildan membaca tulisan yg tertulis di kertas itu
” anak orang kaya pantes sombong… Tapi cantik… “lirih fildan dengan menarik sedih seyum
Flashback and
” tapi aku sadar siapa aku dan siapa kamu… Kita kayak langit dan bumi… Bulan dan bintang yg selalu ada tapi tak akan pernah bisa bersama…. Bahkan setelah semua kebenaran terbongkar tetep kita gak bisa bersatu… Kamu baru tau separuh kebenarannya lesty masih ada 1 kebenaran yg ku tutup rapat dari dunia…. Tentang kita…”lirih fildan lagi dengan menghapus air matanya sendiri… Lalu memejamkan matanya…
” kalo gitu kasih tau apa 1 kebenarannya…. ”
Fildan yg semula menutup mata nya kini kembali membuka ia melihat sekeliling mamastikan suara yg ia dengar…
Namun nihil semua yg ada di ruangan itu hanya menonton dan tak ada yg bersuara…
Bahkan teman fildan ical dan ridwan kini tengah asik memakan cemilan sambil melihat adegan Romantis ungkapan cinta fildan…
Ical yg merasa di tatap pun melihat fildan dengan tanda tanya besar…
“apa??” tanya Ical
“tadi suara siapa???” tanya fildan
“gak ada yg bicara fildan kita cuma nonton aja kok… Tadi kalo gak salah tuh suara dari samping lo deh itu si lesty…” jawab ridwan santai tapi…
“LESTY UDAH SADAR!!!!” jawab mereka serentak… Kemudian menoleh ke arah lesty…
“les kamu udah sadar??”
“u… Udah… Fil”
Dari kapan kakak sadar nya? “tanya Putri
” dari tadi mput waktu si fildan lagi bermonolog sendiri… “jawab lesty sambil terkekeh geli
” kamu denger apa yang aku
bilang?? “tanya fildan memastikan
” denger ” jujur lesty
” semuanya?? “tanya fildan lagi
Dan mendapatkan anggukan dari lesty
” aku denger semua ucapan kamu dari kamu nyesel nolak cinta tulus bin suci aku sampe ungkapan cinta dadakan kamu… Sebenernya sih aku udah sadar dari kamu pegang tangan aku tapi pas aku denger kamu bicara aku jadi kepo… Jadi yaudah aku pura pura gak sadar aja dan hasilnya aku denger semuanya deh ” jawab serta jelas lesty panjang x lebar dan disertai senyum manis di bibir pucat nya…
Bersambung…
Penjelasan panjang x lebar lesty berhasil membuat fildan mati kutu…
Sekarang apa yg ia coba sembunyi kan sudah terbongkar…
“bodoh lo fil kok bisa nya lo kemakan perasaan lo ke lesty sekarang lo mau bilang apa fil..!!! Nih muka mau gue letak dimana???” ungkap fildan dalam hati…
“fil… Fildan!!” Panggil lesty untuk membuat fildan kembali ke dunia nyata
“eh.. I.. Iya les ngapa??” tanya fildan gelagapan
“fil aku mau nanya kamu jawab jujur ya… (fildan mengangguk) apa rahasia yg kamu bilang tadi??” tanya lesty penasaran
Deg…
Mendengar pertanyaan lesty seketika jantung fildan berdetak cepat…
“les gimana keadaan kamu?? Ada yang sakit gak???” ucap fildan mengalihkan pembicaraan
Lesty tersenyum “tubuh aku udah enakan kok fil… Dan gak ada yg sakit juga… Kamu tenang aja”
“Sekarang jawab pertanyaan
aku…. “sambung lesty
Saat mendengar perkataan lesty membuat badan fildan kaku seketika…
Ia bingung harus jujur atau bohong…
Sebuah rahasia yg ia sembunyi kan bertahun tahun apakah harus si ungkap sekarang…?
Rasa takut terus menghantui fildan… Jujur ia tak Ingin membuat gadis yg ia cintai ini sedih dengan kebenarannya…
“les kamu tau aku cinta kamu tapi bagaimana jika kita tak bisa bersama…” jawab fildan penuh teka teki
“gak aku mau sama kamu gak mau yg lain… Pokoknya kamu harus sama aku…” lirih lesty
“tapi kita itu kayak bulan sama bintang… Dekat tapi tak bisa bersama… Aku gak Mau buat kamu terluka dengan kebenaran les… Aku gak ingin kamu membenci dia… Bagaimana pun dia adalah pahlawan kamu…”
Pahlawan… ” gumam lesty
Apa ini ada sangkut paut nya dengan papah? “tanya lesty
Tapi fildan diam…
” fil jawab apa ini ada sangkut paut nya dengan papa?! ”
” Iya itu itu ada sangkut paut nya dengan papah!!” bukan fildan yg menjawab melainkan seorang paruh baya dengan setelan jas hitam…
Lesty melirik ke sumber suara dan mendapatkan ayah nya berdiri dengan ayah fildan di belakang nya…
” papah! “teriak lesty kaget…
“Papa kok bisa kesini sih? Bukannya harusnya papa masih di Amerika ya? Kapan pulang? Kok lesty gak tau sih…!” tanya lesty beruntun ke arah ayah nya…
Sedang kan yg di tanya hanya mampu diam membisu…
Entah itu karena pertanyaan dari lesty atau sebuah kenyataan pahit yg akan di derita sang anak karena ulah nya…
” lesty… “panggil daren ayah lesty
” iya… “jawab lesty dengan pandangan bingung
” bisa bicara berdua dengan papah sebentar ya? “tanya daren berhati hati
” emm.. Oke”
Dengan sebuah lirikan fildan dan Johan pergi meninggalkan lesty dan sang ayah…
1 menit
2 menit
10 menit
Hening…
Tak ada yg memulai pembicaraan…
Hal ini membuat lesty memberani kan diri untuk bertanya…
“pah sebenarnya adalah apaan sih? Kok dari tadi papah diem aja… Ada yg salah sama lesty ya?”
“hahh..” daren menghembus kan nafas nya dengan kasar
“Lesty papah kesini karena dengar dari adik kamu Putri katanya kamu terluka jadi papah langsung pulang paph ingin buat kejutan untuk kami… Tapi saat sampai di sini justru kamu yang membuat papah terkejut… Lesty papah cuma ingin bilang 1 hal ke kamu Jauhi fildan dan keluarga nya… Kamu dan dia itu bagai minyak dan air tak mungkin bersama… ” jelas daren
” maksud papah apa? ”
” papah udah jelasin Jauhi fildan!!! ”
” tap… ”
” papah tidak ingin di bantah!!! Besok kamu dan putri ikut papah ke Amerika kita tinggal di sana da papah saranin ke kamu lupakan apa yg terjadi di sini!!!! ”
” tapi kenapa pah?”
” jangan banyak tanya besok kita berangkat!! ”
*******************
Sesuai dengan rencana ayah lesty kini lesty Putri dan ayah nya pergi berangkat ke amrik…
” di tempat ini terdapat banyak kenangan indah ku bersamamu… Perjuangan cinta bertahun tahun yg kini seharusnya mendapat kan hasil yg manis justru berubah menjadi pahit…
Ku ucapkan terima kasih atas semuanya selamat tinggal cinta dan selamat tinggal fildan nya lesty “
” disini aku mengerti arti sahabat…. Melalui tempat ini aku yg selalu sendiri mulai memiliki teman… Namun semua harus kutinggalkan…
Sampai jumpa… Sahabat ku rara…”
******************
Jika lesty pergi ke amrik berbeda dengan fildan…
Saat mendapatkan kabar dari adiknya rara bahwa cinta nya lesty pergi. fildan pun memutuskan untuk melupakan dan pergi untuk menghapus semua kenangan….
****************
Fildan mulai melangkah masuk kedalam bandara… Meski ada rasa perih dihati nya… Meski ada rasa takut di benak nya… Namun itu tak membuat nya goyah…
Keputusannya sudah bulat ia ingin melupakan segalanya…
Ia tak ingin menoleh ke belakang karena disana berdiri 2 kelemahan fildan… Ya ayah nya dan rara…
Sedang kan disisi lain rara sudah menangis sejadi jadi nya… Ia tak terima atas keputusan sang kakak yg memilih melanjutkan kuliah di negri orang…
“hiks hiks… Kak idhan!!! Rara mau ikut…. Hiks hiks… Kak idhan!!! Hiks hiks kakak!!!…” racau rara di tengah tangis nya…
Meski mendengar tangisan rara itu tak membuat fildan menoleh ke belakang…
Ini sudah ia putus kan sejak awal…
Tepat nya saat terjadinya penyerangan terhadap adik dan sahabatnya…
Flashback on
“sampai kapan gue bakalan kayak gini tom?!”
“sampai semua nya usai fil lo sabar aja bentar lagi kok…”
“dari kemaren lo bilang bentar lagi terus tapi gak selesai selesai….”
Saat tengah asik berbincang tiba-tiba hp tom berdering…
halo ada apa?”
“……”
“apa!! bagaimana mana bisa!??”
“…….”
“bodoh kalian halangi orang itu gue segera kesana!!!”
Titt titt…
Telepon terputus…
“fil gawat kita harus ke kempus lama lo sekarang!!!!”
“kenapa”? “bingung fildan
” adek lo fil rara!!! Dia sekarang sedang diburu sama anak buah pak brata!!!! ”
” apa gimana bisa?!!! ”
” ada yg sengaja membocor kan Rencana ayah lo…!!!”
” siapa?? ”
” nanti gue jelasin sekarang kita kesana dulu!!! ”
” iya ayo…”
Saat kaki fildan hendak meninggalkan rumah sebuah suara tiba-tiba muncul…
” FILDAN!!! Mau kemana kamu? “tanya ayah nya
” pergi nyelamatin nyawa rara dan sahabat fildan yah”
“fildan ayah gak bakal cegah kamu tapi sebelum kamu pergi ayah cuma ingin kamu lihat surat dan Vidio ini….(memberikan surat dan sebuah kaset kepada fildan) itu semua adalah barang milik daren ayah lesty dan disitu ada sebuah permintaan dari nya… Ayah harap kamu pikir baik-baik sebelum mengambil keputusan…. “ucap Johan lalu pergi…
Perlahan fildan membuka surat dari ayah lesty
Teruntuk orang yg berhasil mencuri hati anak saya lesty
Fildan
Fildan,, Saya sering mendengar banyak hal tentang kamu dari lesty anak saya…
Perlu kamu tau disetiap dia merasakan sesuatu dia selalu bercerita kepada saya… Karena saya adalah ayah sekaligus ibu bagi lesty…
Saya yg membesarkan lesty saya melihat ia belajar berjalan hingga berbicara…
Namun waktu tak terasa begitu cepat
berlalu gadis kecil saya kini telah dewasa dan menemukan cinta nya…
Saya pernah berjanji kepadanya bahwa saya akan membiarkan nya memilih jodoh masa depan nya… Namun saya tidak mengira jika janji saya membawa banyak perubahan di dalam kehidupan nya…
Fildan surat ini saya kirim untuk kamu karena saya tau kamu tulus kepada lesty… Namun jika diperoleh kan saya ingin meminta 1 hal dari kamu…
Pergi tinggalkan lesty…
Lesty adalah Harta saya yg berharga namun kamu juga tau bahwa ibu lesty juga berharga sama seperti lesty…
Saya ingin bercerita suatu hal kepada mu…
Dulu saya ayah kamu ibu mu dan ibu lesty adalah sahabat karib namun sebuah
tragedi menjadi awal perpecahan persahabatan kami…
Dan Saat itu ibu lesty meminta saya berjanji untuk menjauh kan lesty dari kamu… Bahkan itu bukan saja sebuah janji namun sebuah sumpah…
Terjebak diantara 2 janji saya tak berani mengambil kepuasan untuk melanggar 1 janji dan memenuhi janji yg lain…
Dari dulu saya selalu menepati janji saya…
Namun kali ini saya terjebak… Dan hanya kamu yg bisa membantu saya… Agar saya dapat menepati 2 janji itu…
Semua ada di tangan kamu…
Daren
Setelah Membaca surat tersebut fildan pun mengambil keputusannya…
Dia akan pergi jauh dari lesty…
************
“Sepertinya takdir berpihak kepada gue… Bahkan takdir pun tak mengizinkan kamu menjadi bidadari surga ku karena tuhan tau aku tak mungkin di samping mu selamanya…” ungkap fildan sebelum masuk ke dalam pesawat…
“selamat tinggal cinta ku…” ucap fildan dengan air mata berlinang…
Setelah mengucapkan itu tak lama pesawat pun lepas landas..
“Tenpat dimana aku menjalani banyak hal….”
“Tempat dimana aku mempelajari banyak hal…”
“Tempat dimana aku belajar memaafkan kesalahan nya…”
“Justru menjadi tempat dimana aku kehilangan banyak hal….”
****************
Cinta sejati tak harus memiliki…
Cinta tulus tak harus bersama…
Terkadang berkorban juga merupakan lambang cinta…
Jika bersama hanya membawa air mata,, maka berpisah adalah jawaban nya…
END
Kalo ada yg bingung kok end nya gantung sih? Itu emang udah di atur sejak awal ya…
Alasan kenapa end nya gantung karena cerita nya kan berjudul Sang Pewaris… Jadi cuma menceritakan tentang itu aja…
Tenang saja ada season 2 nya kok tapi gak tau kapan bakalan di publish…
Jadi tunggu aja ya sobat Ngocokers…


