Dark Soul
Cerita Dewasa Ā· 18+
Kakek Kembar Pemangsa Gadis
- Cerita ini hanyalah fiksi belaka, jika terdapat kesamaan nama/ kejadian/ peristiwa maka itu hanyalah sebuah kebetulan semata.
- Warningā¦!! BACAAN KHUSUS DEWASA!!, (bukan untuk anak dibawah umur,) alias Adult Onlyā¦!! ^_^, Read for your own riskās & isi cerita yang berisi adengan kekerasan dan pemerkosaan samasekali bukan untuk dipraktekkan didunia nyata. (samasekali tidak patut & tidak terpuji untuk ditiruā¦!!)
- MkasihĀ buat Bos Shu yang sudah meluangkan waktu selama ini buat mengedit, menelaah, menimbang dan memutuskanĀ untuk memposting cerita-ceritaku.
- MkasihĀ banget Ā buat Big Brother Raito sebagaiĀ martial-art director, soĀ kalo ngakĀ ada Big Brother sebagaiĀ martialĀ artĀ director mungkin cerita ini nggak akan diposting sampe 2 tahun mendatang, atau malah mengendap sampai berdebu dan terlupakan ā¦^_^
- Nggak lupa, makasih juga buat Ngocokerās yang sudah meluangkan waktunya untuk membaca & memberi masukan-masukan yang membangun, selama ini, Thank;s uĀ All ^_^
- Say NO To RAPE ,DRUGāS & Crimeās & Terorism in The Real World.
- Satu lagi juga ^ _ ^, dilarang meng-Copy Paste, dan menampilkan cerita ini ditempat lain selain di situs Ngocoks.com n Arsip Gue.
Cerita Sex Dark Soul – Kesunyian di kawasan sebuah pegunungan tiba-tiba terusik ketika seorang gadis berwajah cantik berlari ketakutan di tengah kegelapan malam. Ia seperti sedang dikejar oleh sesuatu, sesekali ia menolehkan wajahnya ke belakang ketika mendengar suara jeritan keras saling menyusul yang mengerikan, nafasnya memburu kencang, keringat gadis cantik itu meleleh membasahi baju kaos ketat yang membalut tubuh mulusnya yang indah, tubuhnya terasa letih kelelahan namun semua itu tidak dipedulikan olehnya.
Ia terus berlari sekencang yang ia bisa walau nafasnya mulai sesak, pandangan matanya kabur serta berkunang-kunang, yang ada di benaknya hanya berlari dan berlari terus, hingga kedua kakinya gemetar dan tubuhnya semakin limbung, yang membuat gerakannya semakin melambat.
Kedua tangannya menggapai-gapai berusaha untuk mencari sesuatu untuk menyanggah tubuhnya, akhirnya gadis itu menemukan sebuah batang pohon besar kemudian ia bersandar dengan punggungnya lalu merosot turun ke bawah hingga buah pantatnya menyentuh tanah.

āOhh, mahluk apa itu ?? teman-temannn hiks-hiksā ia menangis terisak sambil memeluk kedua lututnya, suasana camping yang seharusnya riang gembira tiba-tiba saja berubah menjadi mengerikan ketika muncul seekor srigala hitam berbulu lebat. Sinar mata binatang itu berwarna merah menyala, perlawanan kelompok pendaki gunung itu sia-sia belaka, mahluk itu tahan pukulan walaupun kepalanya dihantam oleh sebatang kayu seukuran paha orang dewasa.
Ayumi terdiam melamun, masih terbayang dengan jelas suara jeritan mengerikan ketika srigala besar itu menerkam salah seorang temannya, mencabik dan mengoyak-ngoyak tubuh seorang temannya yang berkacamata.Ā (Red: Ati-ati yang pake kacamata he he he he..!!)
Ayumi berusaha menahan nafasnya yang terengah-engahĀ ketika ia mendengar suara geraman, suara itu terdengar sayup-sayup namun cukup jelas baginya. Binatang mengerikan itu pasti tengah menuju kearahnya, dengan susah payah Ayumi menyembunyikan tubuhnya yang terasa sangat berat karena tenaganya sudah terkuras habis di balik pohon besar itu, dari balik pohon Ayumi mengintip srigala hitam itu yang tengah mengendus-ngendus jejak kakinya di atas lumpur yang mulai menghilang disamarkan oleh hujan deras.
Srigala besar itu melolong panjang kemudian menjauh dan menghilang, setelah bayangan mahluk itu menghilang barulah Ayumi dapat menarik nafas panjang, wajahnya tampak lega namun sedetik kemudian keningnya mengernyit, tubuhnya terasa kaku ketika mendengar suara geraman di ujung kakinya.
āHa-ahhhh !! ā punggungnya bersandar lemas ke belakang pada batang pohon, tubuh mungil Ayumi menggigil ketakutan, seekor srigala besar menggeram menampakkan taring-taringnya, darah segar masih membasahi mulut binatang buas itu.
āSllcckk⦠sllccckkkk.. sllccckkkā¦.ā lidah hewan itu terayun menjilati betisnya, rasanya memang hangat ditengah guyuran hujan deras yang dinginnya serasa menusuk tulang namun ada kengerian di balik kehangatan lidah hewan buas itu, Ayumi berusaha merapatkan kedua kakinya ketika jilatan-jilatan hewan itu naik semakin keatas menjilati bagian dalam pahanya.
āGRRRHHHHHā¦..!! ā sebuah geraman keras membuat hati Ayumi ciut dan urung merapatkan kedua kaki mulusnya, moncong hewan itu menyelinap masuk kedalam rok mini-nya, terasa sekali hembusan nafas binatang itu yang hangat mengendusi selangkangannya, belum juga habis rasa shock Ayumi, gadis itu memekik kecil merasakan jilatan hangat menjilat lehernya dari arah samping. Dua ekor srigala menjilati sekujur tubuh Ayumi di tengah guyuran hujan deras.
āOuuuuuuuuuuā¦ā¦ā¦!!ā tiba-tiba hampir bersamaan dua ekor srigala hitam itu melolong, sebuah lolongan yang menghipnotis Ayumi untuk berdiri dan melangkah di tengah hujan lebat, Ayumi ingin berlari namun entah kenapa kedua kakinya terus melangkah mengikuti dua ekor srigala hitam itu, sorot mata dan lolongan panjang hewan itu seakan menghipnotisnya, sinar kehitaman membalut tubuh mulusnya
āJALAN TERUS AYUMIIā¦KEMARILAH SAYANG, AKU KEDINGINAN, TERUS, IKUTI-LAH KEDUA EKOR SRIGALA BERBULU HITAM ITUā¦.AYO MANISSS⦠LANGKAH-KAN KEDUA KAKIMUā
Mata Ayumi bergerak-gerak, ia dapat merasakan keadaan di sekelilingnya, ia dapat mendengar suara angin yang berbisik di telinganya namun tidak dapat mengendalikan tubuh-nya. Kedua kakinya terus melangkah mengikuti dua ekor srigala hitam besar itu yang berjalan menembus hujan yang deras, ia terus melangkah dan melangkah, hingga dirinya sampai di depan sebuah mulut goa yang gelap.
Dua ekor srigala hitam besar itu duduk di sisi kanan dan kiri tubuhnya yang berdiriĀ mematung di tengah guyuran hujan deras, bajunya dan rok mini-nya yang basah mencetak lekukan-lekukan indah tubuh Ayumi.
āHaaa Haaa Haaa Haaaaaā¦.ā terdengar suara tawa dari dalam mulut goa yang gelap, sesosok tubuh tinggi besar muncul dari balik kegelapan, hidungnya pesek, kulitnya agak gelap, seperti bule yang sering berjemur, rambutnya pirang kedua matanya berbinar-binar merayapi lekukan tubuh mulus Ayumi
āSudah lama aku tidak melihat seorang gadis seperti-mu Ayumi, cantik, muda dan masih perawan, sudah bertahun-tahun aku tidak menginjakkan kakiku di Jepang sampai hari ini, aku Jack sungguh beruntungā¦!!ā.
āTwins black wolf!! RETREAT!ā Jack berteriak keras sambil mengembangkan kelima jarinya ke arah dua ekor srigala hitam itu.
āAuuuuuuuuuuuuuā¦ā¦. ā
Kedua ekor srigala besarĀ di samping tubuh Ayumi melolong keras, kemudian berubah menjadi bayangan tipis dan terhisap ke dalam telapak tangan Jack. Tubuh renta itu melangkah mendekati Ayumi, lidahnya terjulur keluar menjilat dahi Ayumi, sinar berwarna kehitaman yang membalut tubuh mulus Ayumi pecah berantakan, ia kini dapat menggerakkan tubuhnya.
āHeiiiiā¦!! keparattttā¦.!! Plakkkkā sebuah tamparan mendarat di pipi Jack ketika tangan si bule mencomot susu gadis itu.
āHa ha ha ha, rupanya kau galak juga ya Ayumi, kemari-lah manisā Jack melangkah maju sedangkan Ayumi melangkah mundur ketakutan, gadis cantik memekik kaget sambil melompat ke samping kanan ketika merasakan seseorang meremas buah pantatnya dari belakang.
āSiapa kalian sebenarnya?? siapaā¦.??ā Ayumi bergidik ngeri, mata kedua orang bule itu sesekali berkilat bersinar merah redup, lidah mereka terjulur-julur keluar mirip lidah seperti seekor hewan.
āBrettttā¦..!! awww??ā Ayumi memekik ketika salah seorang dari kedua kakek tua itu berkelebat dan menjambret baju kaos ketat-nya, belum juga habis rasa terkejut-nya, sebuah bayangan ikut berkelebat membelah rok mininya, terdengar suara Brettt.. Bretttt⦠Brettttā¦..di tengah curah hujan yang semakin deras, gerakan kedua orang bule itu cepat luar biasa.
āAWWWWWWā¦..!! ā bukan main terkejutnya Ayumi ketika menyadari tubuhnya kini telanjang bulat di hadapan dua orang kakek bule yang misterius, siapakah mereka yang tengah mempermainkan Ayumi ditengah guyuran hujan lebat ??
Jack: Seorang kakek tua berambut pirang, tubuhnya tinggi besar dan kekar,ada sebuah tanda cakaran srigala dibahu kanannya.
Josh: Wajahnya bagaikan pinang dibelah dua dengan Jack, ia saudara kembar Jack, ada sebuah tanda cakaran srigala dibahu kirinya..
āWuuzzzhhhhhhā¦ā¦ā sebuah sinar berkepala srigala yang memancar dari ujung jari telunjuk Josh menyambar tubuh mulus Ayumi, seketika tubuh gadis itu berdiri kaku mematung, hanya kepalanya saja yang dapat bergerak dengan bebas.
āBAJINGANNN, jangan dekati aku ā Ayumi memaki ketika jack menghampiri dan memeluknya dari arah samping, Jack hanya tersenyum sambil merayap-kan tangannya ke bawah dan meraba selangkangan Ayumi, sementara Josh menundukkan wajahnya dan menggigit gemas pentil susu si gadis yang berteriak keras mengaduh kesakitan.
Jemari Jack mengelus-ngelus dan bermain diselangkangan Ayumi, mau tak mau sebagai seorang gadis yang normal, lama-kelamaan Ayumi mulai terangsang hingga belahan vagina gadis itu mulai becek oleh lelehan cairan kewanitaannya, hujan deras malam itu kini digantikan oleh rintik-rintik gerimis lembut.
āNaik-kan kedua tanganmu ke atas Ayumiā¦ā Josh berbisik di telinga Ayumi, kedua lengan gadis itu gemetar hebat berusaha melawan perintah Josh, Ayumi tidak ingin menaikkan kedua tangannya ke atas, namun entah kekuatan apa yang memaksa kedua tangannya untuk terangkat ke atas mengikuti keinginan Josh.
āApakah ia masih perawan Jack ?? ā
āSrigala-ku tidak pernah meleset, tidak akan pernah..!! kau masih harus banyak berlatih saudara-kuā¦, tingkatkan kekuatan rohmu, semakin besar kekuatan rohmu, maka srigala kembarmu akan semakin akurat dalam mencari mangsanyaā¦.!! He he he heāsambil mengendus-ngendus payudara Ayumi sebelah kiriĀ Jack memberikan tips dan trick untuk saudara kembarnya.
Josh tertawa pahit , kemudian menundukkan wajahnya dan ikut mengendus-ngendus payudara Ayumi sebelah kiri, Ayumi menekuk wajahnya ke bawah kemudian memaki Jack dan Josh yang tengah bersama-sama mengendusi dada kirinya.
āHentikan..! Hen⦠tiiiiii..KANNNNNNā¦.!!ohhh geliiā¦jangann..jangan lakukan itu, gell..iiii, ohhhhā¦. ā
āSllckkkk, Slckkkkā¦cupp, ckkk slckk..sllckkkā dua batang lidah yang hangat dan basah terjulur-julur menjilati ketiak Ayumi, perasaan marah bercampur dengan rasa geli menggelitik membuat desah nafas gadis cantik itu semakin memburu kencang, sesekali wajahnya yang cantik terangkat ke atas disertai desahan panjang-nya yang membuat Josh dan Jack semakin bernafsu menjilati dan mencumbi bongkahan payudaranya.
āHangat⦠hangat sekaliā¦.ā
Jack menempelkan pipinya bersandar di payudara Ayumi sementara lidahnya terjulur-julur keluar menyentil-nyentil puting yang lancip mengeras itu, Josh tersenyum kemudian ikut bersandar di payudara Ayumi yang satunya lagi, lidah Josh juga terjulur-julur keluar menjilati dan mengait-ngait putting susu Ayumi, sesekali Josh mengarahkan mulutnya menghadap puncak susu gadis itu kemudian mengenyot kuat-kuat puncak payudara Ayumi hingga gadis cantik itu merintih lirih.
āHAPPPP⦠NYOOOTTT⦠MUMMPH NYOOOTTT..HAPPP..!!ā Jack tidak mau kalah ia mencaplok-caplok dada Ayumi dan mengenyot-ngenyotnya dengan rakus.
āJjangannnā¦, tolong hentikannn⦠, jangannnn, aduh-duhā¦,aaaaā
āNYOOOTTTT⦠NYOOOOTTTt CPOKKKā¦!!ā
āCPOKKK⦠CPOKKKK⦠NYOOOTTTTā¦! CPOKKKKā
Ayumi menangis kesal, kesal dengan ketidak berdayaannya, kesal dengan keadaannya tubuhnya yang tengah digeluti oleh dua orang kakek bule yang misterius. Ayumi ketakutan, sangat ketakutan ketika merasakan sepasang payudaranya disantap dengan lahap dan digerayangi oleh dua orang kakek bule bertubuh tinggi besar.
Jack dan Josh mendekatkan wajah mereka mendekati wajah Ayumi sementara tangan mereka yang berbulu lebat menggerayangi dada dan selangkangan gadis itu, kedua kakek itu, Josh dan Jack, tampaknya sangat menikmati setiap perubahan ekspresi di wajah Ayumi, menikmati sinar matanya yang tidak berdaya dan ketakutan.
āDia harum sekali Jackkkā¦āJosh membenamkan wajahnya di selangkangan Ayumi.
āhe he he, snifh, snifhh, sllcckkkkkkā Jack mengendus-ngendus rambut kemaluan Ayumi kemudian lidahnya menjilat belahan vagina gadis itu.
āWuihhhhā¦! Gurihhh-nyaaaaaa⦠ā
āMana jack, biar aku mencicipinya⦠sll..kkkkcckkkhh..Woaaaaaā¦!!ā
āSllckkk.. ckkk.. sllcccckkkkk sllccckkkā
āCkk Ckk cuphh nyamm sllllschhhhā¦.ā
Ayumi menekuk wajahnya ke bawah ketika merasakan jilatan-jilatan penuh nafsu terasa menggelitiki selangkangannya, terdengar suara desahan-desahannya ketika Jack dan Josh menjilati cairan vagina Ayumi yang meleleh di antara belahan bibir vagina gadis itu secara bergantian.
Wajah Josh dan Jack tampak gembira bercampur mesum ketika menjilat-jilat belahan bibir vagina gadis Jepang itu sementara kedua tangan mereka menggerayangi dan merayapi kemulusan paha Ayumi. Baru pertama kali ini Ayumi merasakan jilatan-jilatan lidah di wilayahnya yang terintim.
ārasa-nya kurang asik kalau seperti ini, aku senang kalau gadis cantik ini meronta-rontaā¦..āJack menghentikan jilatannya kemudian mengutarakan isi hatinya kepada Josh
ākoq pikiranku sama dengan pikiran-mu ya??ehh gimana kalau kita āberburuā pasti lebih mengasikkan he he heā Josh berdiri kemudian melepaskan pakaian yang membalut tubuhnya, demikian pula halnya dengan Jack.
āIde bagus, ide bagusā¦ā Jack memuji ide Josh.
āAh-uhhhhhhhā¦ā¦!!ā Ayumi melengoskan wajah cantiknya ke arah lain ketika Jack dan Josh melepaskan kain terakhir yang menutupi sesuatu di selangkangan mereka.
Jack menghampiri Ayumi dan menjilat dahi gadis itu, AyumiĀ merasakan ada rasa hangat-hangat panas yang seolah-olah mencairkan kekuatan yang sebelumnya membelengu tubuhnya, sedikit demi sedikit Ayumi mulai dapat menggerakan jarinya, meliukkan pinggangnya dan yang terakhir mengerakkan kedua kakinya.
āAuhhhhhhā¦!! Huppppā Ayumi melompat ke belakang kemudian dengan secepat kilat membalikkan tubuhnya dan berlari sekencang yang ia dapat, tengkuknya merinding mendengar suara lolongan yang keluar dari mulut Jack dan Josh.
āAUUUUUUUUUUUUā¦ā¦ā¦..!!! ā
āAUUUUUUUā¦ā¦.!!ā
Sambil menyilangkan kedua tangan untuk menutupi auratnya Ayumi kabur ketakutan, sesekali ia menoleh ke belakang kemudian kembali berlari sekencang-kencangnya, menembus gulungan tirai kabut yang semakin tebal, tubuhnya menggigil karena kedinginan ditengah rintik hujan gerimis lembut,
HOSSHH, HOSSSHHHā¦, HOSSSSSSSSā¦, Ayumi dapat mendengar deru nafasnya sendiri yang memburu, tenggorokannya terasa panas dipanggang rasa haus, gadis Jepang itu memincingkan kedua matanya berusaha menembus kegelapan malam yang berkabut, tangan kirinya mendekap perutnya yang terasa perih karena rasa lapar yang melandanya sejak tadi.
āii-ihhhā¦ā Ayumi melayangkan tangannya ke arah belakang bawah untuk menepiskan sesuatu yang menjilat belahan pantatnya, nafasnya terputus-putus karena ketakutan.
āaneh ?? apakah hanya perasaan-ku saja ?? sepertinya tadi ada yang menjilat tubuhkuā¦??ā
āPlakkkkā¦.!!ā tiba-tiba pinggul Ayumi terdorong ke depan, seiring dengan itu terdengar pekikannya.
āAwwwwwwwwwā¦!! āgadis cantik itu menjerit kaget dengan reflek Ayumi membalikkan tubuhnya ketika buah pantatnya ditampar oleh seseorang, anehnya tidak ada seorang-pun disekelilingnya, ia hanya merasakan kelebatan angin yang kencang.
āCuppppā¦, owwwwā¦.!! ā tubuh Ayumi merunduk ketika merasakan kecupan hangat di bahunya, ia membalikkan tubuh ke arah datangnya kecupan itu,angin dingin berkelebat menyerempet tubuhnya, setelah memalingkan wajahnya ke sana kemari Ayumi lari terbirit-birit, ia berbelok ke arah lain ketika samar-samar ia melihat bayangan seseorang di depan sana, tampaknya ia tidak menyadari, Jack dan Josh tengah menggiring dirinya ke suatu tempat, menggiringnya ke sarang mereka yang berada di tengah hutan lebat itu, DUKK.. DUKKK.. DUKKK, HOSSHH.. HOSSSHH, jantung ayumi berdetakan dengan keras, Pleseeeettttā¦ā¦.!!
āWHUAAAOWā¦!! Ee-ehhā¦Waaaaaw.!!ā
Semula Ayumi menjerit karena kakinya terpeleset dan tubuhnya tersungkur ke depan, pekikan kedua karena ia terkejut setengah mati, ada sepasang tangan yang mencengkram pinggulnya dan mengangkatnya tinggi-tinggi hingga tubuhnya kini melayang di udara dalam cengkraman tangan orang itu, Ayumi menengok ke belakang, ia menjerit dan meronta..
ālepaskan akuuuā¦!! LEPASKANNNNā¦!!ā
Josh menatap buah pantat Ayumi yang bulat padat, santapan lezat itu menggantung tanpa daya tepat di hadapan wajahnya, sambil menengadahkan wajahnya ke atas Josh mengangkat pinggul Ayumi lebih tinggi lagi, matanya berbinar menatap belahan vagina gadis itu, wajahnya maju ke depan, mulutnya terbuka dan batang lidahnya terjulur panjang menggelitiki belahan bibir vagina Ayumi yang berteriak-teriak ketakutan.
Posisi Ayumi yang tergantung di udara kini mirip seperti sedang menduduki wajah Josh yang menengadah ke atas, sepasang kakinya yang halus mulus melejang-lejang dan mengejang hebat menahan rasa geli serta nikmat pada bagian selangkangannya.
ānnhhhhh.., ee-eh?? Nnnnnnhhh-aa-aahhhhh??!! Aa-ahhhhh..ā tubuh ayumi mengejang hebat, seumur hidup baru kali ini gadis cantik itu merasakan vaginanya diemut oleh mulut seorang laki-laki, kedua matanya terpejam rapat, wajahnya berkali-kali terangkat menengadah ke atas, terdengar suara desahan-desahan keras dari bibirnya yang mungil, ekspresi wajahnya yang tengah menengadah ke atas tampak begitu renyah, hingga suatu saat matanya membeliak menatap langit, mulutnya ternganga lebar, dengan nafasnya yang tertahan, terhenti beberapa detikā¦
ācrrrrā¦. Crrrrrrrrā¦ā tubuhnya menggigil-mengejang hebat, tiba-tiba saja rasa nikmat itu menyengat vaginanya yang berkedut-kedut menyemburkan cairan puncak klimaks, sesekali Ayumi meringis ketika Josh menggigit-gigit kecil bibir vaginanya., nafasnya terhembus dengan kencang, matanya terpejam-pejam seperti sedang mengantuk.
Sebuah sinar yang berasal dari emergency lamp merambas menerangi tempat itu. Seseorang dengan tanda cakaran srigala di bahu kanan, meletakkan emergency lamp yang dibawanya di atas sebuah batu.besar, kemudian Jack menghampiri tubuh Ayumi yang masih menggantung di udara dalam cengkraman tangan Josh, saudara kembarnya.
Wajah Jack terangkat ke atas menatap wajah Ayumi. Saat gadis itu menoleh kearah bawah, matanya yang sayu bertatapan dengan mata liar Jack, kedua tangan Jack terulur,Ā mencengkram dan meraih pinggul Ayumi.
āEmhā¦ā
Suara itu terdengar dari bibir Ayumi ketika vaginanya menaiki wajah Jack yang sedang menengadah ke atas. Paha Ayumi yang mulus menjepit kepala Jack dan terjuntai dengan pasrah di belakang punggung si kakek bule, rasa lelah yang diguyur oleh rasa nikmat membuat Ayumi menjadi sangat rapuh saat ini, pandangannya tampak kosong, entah apa yang sedang dilamunkannya.
āCuppp⦠Cupppā¦. Cupppphhh⦠ā Jack mengecupi vagina Ayumi yang harum, bibirrnya menciumi bibir vagina Ayumi dengan lembut, kecupan dan gerakan Jack yang lembut menghapus rasa resah gelisah yang berkecamuk di dalam hati kecil gadis cantik itu, lidah Jack menggeliat berusaha menyelinap masuk diantara cepitanĀ bibir vagina Ayumi.
āuttsssshhhh-aaaaaaaaaaa.ā tubuh Ayumi melenting ke belakang disertai geliatan yang sangat indah ketika batang lidah Jack mulai menyelinap, terselip di antara bibir vaginanya.
Sambil menjulurkan batang lidahnya panjang-panjang, Jack memaju mundurkan kepalanya, batang lidahnya tercelup-celup mengoral vagina seorang perawan cantik yang mengejang-menggelepar keenakan. Cukup lama Jack bekerja dengan giat mencelup-celupkan batang lidahnya mengoral vagina Ayumi, hingga sampai saat-saat yang sangat dinantikan oleh si kakek bule ituā¦..
ānnnnggeeehhhhhhh⦠Crruttttā¦! Kecruttttttā¦. Crrrrrrrrā¦!ā mulut Jack terbuka lebar kemudian mencaplok dan menghisap-hisap vagina Ayumi, jakun di lehernya bergerak turun naik ketika ia menelan cairan gurih-lezat milik seorang perawan, sesekali si bule mengecup-ngecup paha Ayumi bagian dalam.
Setelah Ā puas mengecupi paha dan selangkangan gadis cantik itu, dengan hati-hati Jack menurunkan tubuh mulus Ayumi, begitu kedua kakinya menginjak tanah, Ayumi berontak dan meronta dari pelukan Jack. Josh menarik kedua tangan Ayumi ke belakang dan memitingnya.
āLepaskan aku KEPARATTTTā¦.!!LEEE⦠PAAASSS.. KAAAANNā¦!!, Siapa kalian sebenarnya ??ā
āAku adalah Jack, dan dia adalah saudara kembarku Josh, kami berasal dari Floridaā¦., itu saja yang perlu kau ketahui Ayumi,, hanya itu saja ha ha ha haā
Jack tertawa-tawa kemudian menjulurkan lidahnya untuk menjilat kening Ayumi, tubuh Ayumi gemetar hebat ia seperti sedang berusaha untuk melawan pengaruh dari suatu kekuatan yang memaksanya untuk tunduk menuruti keinginan Jack dan Josh.
āPercuma saja kau melawan Ayumi.. MENURUT-LAHHHā¦. MENURUT-LAHHHā¦..ā bergantian Jack dan Josh berbisik di telinga Ayumi, bisikan-bisikan yang dipenuhi oleh kekuatan hawa magis.
āBERSUJUDā¦.!!ā Jack mendesis sambil tersenyum, ada sebuah kekuatan yang membuat Ayumi terjatuh di atas kedua lututnya, ia bersujud di hadapan Jack dan Josh, mata gadis itu membeliak menatap dua batang penis yang masih kulup kulitnya, matanya semakin membeliak ketika Jack dan Josh menekan kulit dibagian kepala pelir mereka masing-masing, sebuah benda besar berbentuk āhelmā menyembul keluar, masing-masing dari batang penis Jack dan Josh.
Kepala penis Jack mendekati bibir Ayumi yang dipaksa menganga oleh kekuatan magis, Ayumi mengepalkan tangannya ketika kepala penis Jack menyumpal rongga mulutnya yang sesak diisi oleh kepala penis si bule.
āHofhhh, Huufffhhmmmmh.., Mmmmmmummhā
Jack mulai memacu mulut Ayumi dengan batang penisnya, sesekali Jack menekankan batang penisnya sedalam mungkin hingga merojok kerongkongan Ayumi, mata gadis cantik itu membeliak-beliak ketika kepala penis Jack menusuki kerongkongannya.
āUfh-Uhhhh⦠Sudah, uhukk..Ufh-uffhhhh, huh..uh? Sudahhhh he-emmh-mmmhhh-mmmmmeemmmmmhhā¦ā
Ayumi terbatuk-batuk, nafasnya terengah-engah, ketika Jack mencabut batang penisnya setelah Ayumi berhenti terbatuk-batuk kemudian saat kemudian Josh langsung mendeepthroat Ayumi, bergantian mulut Ayumi menjadi mainan dua batang penis yang besar dan panjang, hingga kedua orang kakek bule itu merasa puas, mereka berdua tertawa-tawa ketika Ayumi terbatuk-batuk tanpa daya, uhukk.. uhukkk⦠uhukkkkk, suara-suara batuk Ayumi memecah keheningan malam di tengah hutan itu.
Jack memanggul tubuh Ayumi di bahu kanannya, sambil tertawa-tawa si bule menuju ke dalam sebuah gua yang cukup bersih, cahaya obor menerangi dan menghangatkan goa yang cukup besar itu. Dengan lembut Jack meletakkan tubuh Ayumi di atas tumpukan jerami tebal yang disusun rapi mirip sarang besar.
āTolong lepaskan akuu, tolonggggā¦. Ohhhhhhhhhā¦!!ā suara desahan panjang terdengar dari bibir Ayumi ketika hampir bersamaan tangan Jack dan Josh mencapit induk payudaranya. Sesekali mereka berdua bergantian menjilati puting Ayumi, terkadang bersamaan Jack dan Josh mengemut-ngemut puncak payudara gadis cantik itu sampai Ayumi melenguh dan merintih kecil menahan rasa geli-nikmat yang semakin menyiksa bulatan payudaranya, puting susunya meruncing dan mengeras, dua batang lidah menggeluti puttingnya, masing-masing sebelah kiri dan kanan.
Dengan bebas lidah Jack dan Josh menjilati bulatan susu Ayumi, kedua mahluk renta itu menggeram-geram gemas ketika menggeluti payudara Ayumi yang ranum, air liur Jack dan Josh membasuh bulatan susu Ayumi yang semakin membusung mengenyal.
āHe he heā¦ā
āTusuk dia Jackā¦, ha ha ha haā
āJ-jangannnā¦, tolong, jangan lakukan itu..aa-ah, aaaaaaā
Ayumi ketakutan, ia merasa ngeri ketika kepala penis Jack yang besar dan panjang menempel dipintu vaginanya yang sempit, ada rasa geli yang menggelitik ketika kepala penis Jack membelai-belai bibir vaginanya. Jack tersenyum ketika liang kenikmatan itu semakin becek dan licin.
āHa-affffhhhh , aaaaaa-OWWWā¦..!!! JREBā¦!! JREBB.!!! JREBBBB-BLOSSHHHHā sentakan demi sentakan mengguncangkan tubuh Ayumi ketika kepala kemaluan Jack berusaha untuk masuk ke dalam lubang sempit yang nikmat itu hingga suatu saat Ayumi membeliak menahan rasa sakit yang tidak terhingga, mulutnya ternganga lebar tanpa sempat untuk mengucapkan sepatah katapun.
āAaaaaaaaaaaa, Aduh-duhhā¦, Aaaaawwwwā¦..!!sakit-sakitttt.. aaww..!!! ā Ayumi membeliak-beliak ketika batang penis Jack mulai menggasak cepitan vaginanya yang serasa dirobek-robek, rasa perih dan pedih selaluĀ mengiringi gerakan penis Jack yang tengah bergerak mengocok-ngocok vagina Ayumi, sementara Josh sibuk mencumbui susu Ayumi, lidah Josh bergerak menyentil-nyentil puting gadis cantik itu kemudian HAPPPPPPā¦.!! NYOTTTT⦠NYOTTTTT⦠NYOTTTTā¦!!. mulut Josh terbuka lebar mencaplok dan mengenyot kuat-kuat payudara Ayumi
āUh-unhhhhhhā¦.crrrrrrā¦. Chruuutttt-crutt..ā rasa sakit yang diguyur oleh rasa nikmat membuat Ayumi berkedip-kedip,
Ia merasakan ledakan kenikmatan yang berdenyut-denyut di vaginanya, sebuah rasa nikmat yang membuatnya terlena. Tanpa disadarinya, batang penis Jack menghisap cairan vaginanya, menghisap cairan puncak klimaksnya hingga kering, seiring dengan tersedotnya cairan puncak klimaks Ayumi melalui batang penisnya, Jack merasakan dirinya bertambah kuat dan segar, sebuah senyumnya mengembang di bibir si bule. Jack merasakan kekuatan roh yang dimilikinya semakin menguat.
Isak tangis Ayumi mulai digantikan oleh desahan dan rintihan kenikmatan ketika batang penis Jack yang besar panjang mulai bergerak memacu vaginanya, merojok, menyodok dan mengaduki sela-sela vaginanya yang sempit dan mungil.
Jlepppp⦠Jlepppp⦠Jleppppphhhā¦.ā bibir vagina Ayumi terpelintir-pelintir ketika batang penis Jack bergerak keluar-masuk memompa belahan bibir vagina gadis cantik itu, gerakan-gerakan tubuh Ayumi yang terguncang tampak begitu indah, suara rintihan dan desahannya yang menggairahkan membuat Jack semakin cepat memacu batang penisnya.
āUts-uh, aaahh.., aaahhhhā¦,ehhhh ?? ātanpa sengaja Ayumi menggerakkan tangan kanannya, kemudian Ayumi menggerakkan tangan kirinya, kedua kakinya juga bergerak mencoba untuk melejang-lejang, kening Ayumi berkerut sambil menatap Jack yang sedang asik memompakan batang penisnya memompa vagina gadis itu.
āKau telah bebas Ayumi, sesaat setelah kau menikmati kenikmatan puncak klimaks pertama, HA HA HA HA HA, namun apakah kau mampu melepaskan diri-mu dari kenikmatan?? rasakan ini Ayumi..!! rasakannnnā¦.!!! Clep.. Clepppp⦠clepphhhhhā¦ā¦ha ha ha haā Jack tertawa senang sambil menusuki vagina Ayumi dengan lebih kasar dan liar, tubuh Ayumi menggelepar, entah kenapa saat ini Ayumi tidak mempedulikan lagi apakah tubuhnya dapat bergerak ataupun tidak, yang ada hanyalah kenikmatan semata, kenikmatan sodokan-sodokan batang penis Jack yang besar panjang.
Tubuh Ayumi menggelepar, mengejang dan tersentak-sentak menahan desakan nafsu birahi yang panas menggebu-gebu, bahkan kini ia mengangkat-angkat pinggulnya ke atas menyambut tusukan-tusukan batang penis Jack. Dhuckk..dhuccckk.. chooccckksshh, keclochhhhā¦., terdengar suara ā suara becek yang berdecakan keras ketika selangkangan Jack dan selangkangan Ayumi saling berbenturan.
āEnnnggggā¦Ennnnhhhā¦nnhhhhhh!ā suara Ayumi semakin menggairahkan ketika gadis cantik itu merengek-rengek sambil memejamkan kedua matanya, sebuah tusukan keras JackĀ membuat mata Ayumi kembali membeliak lebar dengan mulut ternganga-nganga seakan-akan gadis cantik itu tengah mengalami suatu moment yang luar biasa nikmatnya ketika belahan vagina-nya yang mungil disodok-sodok oleh sebatang penis milik si kakek bule yang besar panjang.
āUnnhhhhh⦠Crrettt⦠Chruuuuttttā¦. Crutttā¦.ā
āHA Ha HA HA..PLOPHHHHā¦!!ā Jack mencabut batang penisnya, wajahnya menatap selangkangan Ayumi yang memar kemerahan. Jack menerkam tubuh Ayumi dengan gemas, kedua-nya bergulingan dengan liar.
āHA HA HA HA HA HAā¦.., berikan dia kepadaku Jack, akupun ingin mencicipi belahan vaginanya yang peretā Josh menjilat dagu Ayumi kemudian merebut tubuh mulus Ayumi dari bawah tindihan tubuh Jack, Jack tertawa ketika Josh menarik tubuh Ayumi untuk berdiri, Jack berbisik di telinga Ayumi, gadis cantik itu mengangguk kecil, tangannya memeluk pilar batu di gua itu mengikuti keinginan Josh, sementara pinggulnya terangkat naik dan CLEBBBBBBBBā¦.. BLUSSSSSHā¦..!!
āUnnnggggghhhhā¦.!! āterdengar suara lenguhan panjang dari bibir Ayumi ketika sebatang penis Josh membelah vaginanya dari belakang, tubuhnya mengejang sambil memeluk kuat-kuat pilar batu di dalam gua, ketika batang penis Josh yang besar panjang itu semakin dalam menerobos membongkar paksa liang vaginanya yang mungil..
āAWWWWWWā¦ā¦!! ā Ayumi tak kuasa untuk menahan jeritannyanya ketika Josh dengan tidak sabaran menghentakkan batang penisnya hingga penis besar itu terbenam sekaligus membelah cepitan vagina Ayumi, nafas Ayumi berdengusan dengan keras, tangan Josh menarik tangan kiri Ayumi ke belakang kemudian Josh mulai memacu batang penisnya,
āuh-uh,uh, aaaahhhhhhā¦.! Aa-awwwwhhh,..ātubuh Ayumi terdorong seiring dengan desakan batang penis Josh yang sedang memacu, memompa belahan vaginanya dari belakang.
āC-plokkā¦Ceph-lokkkkā¦! Plokkkā¦Cep-plokkk!ā terdengar suara berkeceplokan yang keras ketika Josh menyodok-nyodokkan batang penisnya dengan kasar menumbuki cepitan belahan bibir vagina Ayumi. Dengan kasar Josh menjambak rambut Ayumi, si kakek bule menundukkan kepalanya sambil berbisik di telinga Ayumi.
āBagaimana ?? Kau suka kuperkosa Ayumi ?? HAHHH ?? JAWABBBā¦!!ā
āSss.ssukaaaā¦, suka sekaliā¦!!ā
āHA HA HA HAā¦!! BAGUSS.!!BAGUSSSSā Jack menepuk-nepuk kepala Ayumi, ia bagaikan sedang menepuk-nepuk kepala hewan peliharaanya, setelah memukul-mukul wajah Ayumi dengan menggunakan batang penisnya sibule menempelkan batang penisnya ke bibir gadis cantik itu yang segera mencapluk dan melahap batangĀ penis Jack.
āUn-chhhhh..! Sreeerrrrā¦, cruttt⦠cruuttttā¦.!!ā cairan vagina Ayumi meledak berdenyutan, seperti halnya dengan Jack, batang penis dan mulut penis Josh juga menghisap dan meresap cairan vagina Ayumi. Kini Josh tampak lebih segar dan lebih kuat, tusukan-tusukannya semakin kencang terayun, menusuki liang sempit milik gadis cantik itu yang terdorong maju-mundur ketika cepitan liang vaginanya dirojoki oleh batang penis Josh.
āLiang vaginamu sempit sekali Ayumi, aku suka, suka sekaliā¦!! HUA HA HA, enak sekaliā¦Grrrrrrrhhā Josh memuji kesempitan wilayah intim Ayumi, liang vagina gadis itu terasa sempit-nikmat. Josh mengeram hebat kemudian mempergencar irama tusukannya, disodok, dirojok dan diaduk-aduknya vagina gadis Jepang itu.
āOhh-Aaaaaaaawā¦!!Unnhhh!! Ennnggghh Nnngghh Henngggghhh!ā Ayumi menjerit kemudian melenguh dan merengekārengek keras tubuhnya menggeliat-geliat liar untuk melepaskan beban nafsu yang meledak-ledak di dadanya, sementara Josh dan Jack tertawa keras mendengarkan suara rengekan-rengekan Ayumi yang terdengar merdu, hingga akhirnya terdengar pekikan kecil dari bibir Ayumi, Crut.., crut, crruutt.
āHssssshhhhh, aaahhhhhhhhhhhhā¦.Plefffhā¦!!ā gadis cantik itu mendesis kemudian mendesah panjang ketika Josh menarik batang penisnya hingga terlepas dari cepitan vagina Ayumi, sambil menarik pinggang Ayumi, Josh menjatuhkan dirinya ke belakang. Kini Josh terlentang sambil menekuk kedua lututnya sementara Ayumi mulai menggeser vaginanya agar dapat menaiki batang kemaluan Josh.
āJangan yang itu manis, berikanlah aku kenikmatan melalui lubangmu yang satunya lagi he he he he heā¦.ā Josh mendorong pinggul Ayumi agar kepala penisnya berada di bawah liang anus Ayumi, Jack tertawa keras sambil mencubit kecil hidung Ayumi yang mancung.
āAyo, Ayumi, berikanlah Josh apa yang ia mauā¦.ā
Ayumi mengangguk kemudian mulai memberanikan diri menekan lubang duburnya ke bawah, sementara di bawah anusnya, batang penis Josh teracung, bagaikan tombak yang siap memanggang dubur Ayumi. Mulut Ayumi membentuk huruf O ketika ia menurunkan liang anusnya, sesekali terdengar suara erangannya yang memilukan ketika perlahan namun pasti liang anusnya dibelah paksa oleh kepala penis Josh.
āOwaaaaaaaaawwwwwwwwwhhhh!!SAKā¦IIITTTTTā¦!! SAKITTT..!!ā
teriakan keras Ayumi yang menjerit kesakitan malah membuat Josh semakin bernafsu menghujamkan penisnya. Jack yang tengah berlutut di sisi Ayumi tertawa keras menyaksikan ekspresi wajah Ayumi yang tengah menderita, tangan Jack semakin aktif mengelus dan meremasi bongkahan payudara Ayumi yang memar kemerahan karena terlalu sering diremas-remas dengan kasar.
āOWWWWWWā¦..!! NGEEHā¦!! ā nafas Ayumi tertahan di dadanya ketika penis Josh menghujam kuat hingga pinggulnya terdorong ke atas oleh tusukan penis Josh, kedua tangan Ayumi bertumpu kuat-kuat pada dengkul Josh yang tertekuk mengangkang.
āHa Ha Ha⦠akhirnya masuk juga⦠he he heā Josh tertawa senang karena keberhasilannya menyodomi anus Ayumi, seluruh batang penisnya kini tertancap di anus Ayumi yang merintih ā rintih kesakitan, ketika Josh mulai menggerakkan penis besarnya keluar-masuk menyodominya.
āHA HA HA HA HA HA HA , Grrrr!! Sempit sekali..!!āJosh menggeram gemas, pinggul Josh terangkat-angkat ke atas hingga batang penisnya melesat menyodoki liang dubur Ayumi. Cerita ini dipublish oleh situs
āAhhhhhhhhhhhhhhā¦..!!! Aaaa-aaaa, ahhhhhhhhhā tubuh molek Ayumi terlompat-lompat dalam gerakan menyentak yang erotis ketika penis Josh bergerak semakin cepat dan liar
Tubuh Ayumi bergerak seirama dengan gerakan tubuh Josh, gerakan-gerakan terlarang yang begitu hidup dan indah diiringi suara desahan panjang, punggung Ayumi terjatuh ke belakang menimpa tubuh Josh ketika Jack mencekal dan menarik pergelangan kakinya mengangkang melebar ke atas,
Ayumi menelan ludahnya berkali-kali ketika merasakan penis Jack menekan belahan bibir vaginanya, tubuh moleknya mengejang indah ketika penis Jack membelah vaginanya, butiran keringat mengucur dengan deras membasahi tubuh Ayumi, sebasah tubuh Jack dan Josh yang tengah asik menggarap tubuh mungilnya.
āa-aaa, aduh-aduh, aww⦠aaaaaaā dua batang penis mengocok vagina dan anusnya, mata Ayumi membeliak-beliak dengan mulut ternganga ketika gerakan penis Jack dan Josh semakin liar dan brutal, sesekali suara rintihan-rintihan Ayumi ditimpa oleh suara tawa mesum Jack dan Josh yang tengah asik memacu batang penis mereka masing-masing,Ā mengocok-ngocok vagina dan anusnya.
āAhhhh⦠creeetttt crettttt⦠crrrrtttttā¦ā¦ ā Jack menjilat dagu Ayumi yang terangkat ke atas ketika gadis itu mencapai puncak klimaksnya, batang penis mereka berhenti untuk sesaat, menancap dalam-dalam, berendam dalam liang anus dan liang vagina Ayumi, terdengar suara desah-desah nafas keras memenuhi goa keparat itu ketika Jack dan Josh kembali mengayunkan batang penis mereka.
āEmmmhh.. āenngghh, aa, ahhhhā¦-hee-ennnggghhh..hhhhhhāsuara rengekan demi rengekan terdengar menggairahkan, Ā memanaskan suasana dimalam yang dingin. Geraman-geraman gemas Jack dan Josh mengiringi desahan-desahan keras seorang gadis bertubuh mungil yang tengah terjepit di antara dua sosok tubuh tinggi besar berusia renta, yang tengah mengocok-ngocok anus dan vagina Ayumi dengan gerakan-gerakan persetubuhan yang liar dan kasar.
*****************************
Sementara itu diĀ kakiĀ gunung
Seorang gadis cantik berkelebat dan sesekali melompat dengan lincah menyelinap di antara pepohonanĀ besar, matanya memandang dengan tajam berkeliling dan kemudian kembali berkelebat menembus tebalnya kabut yang menggumpalĀ setelah hujan lebat Ā mengguyur hutan itu, langkah kakinya terhenti ketika ia tiba di suatu tempat.
āAh, sialanā¦.,!! aku terlambatā¦!!Hhhhhhhhā Eri Kamei menghela nafas panjang ketika ia menyaksikan beberapa sosok tubuh bergeletakan tak bernyawa. Tidak berapa jauh dari tempat itu, Eri mengeluarkan sebuah kompas kecil, sebuah jarum bersinar terang menunjuk kesuatu titik.
Eririn (begitulah biasanya teman-teman Eri memanggilnya) membalikkan tubuhnya kemudian kembali berlari berkelebat menyusuri hutan yang gelap dan berkabut tebal, menuju kesuatu titik yang ditunjukkan oleh kompas kecil di tangannya, semakin lama jarum itu bersinar semakin terang, sayup-sayup Eri Kamei mendengar suara rintihan seorang gadis diantara suara gelak tawa dua orang laki-laki, langkah-langkah kaki Eri begitu ringan tanpa suara sedikitpun.
āHENTIKANNNā¦ā¦!!ā
āEhhhh??ā
āHemmm, he he heā
Jack dan Josh terkejut bercampur senang, mata mereka menatap tubuh mulus Eri Kamei, seorang gadis cantik dengan tinggi tubuh 1,55 m, Ā menatap geram pada kedua orang kakek kembar berambut pirang yang tersenyum-senyum mesum menatap dirinya, sementara tubuh Ayumi merosot terkulai lemah ketika Jack melepaskan cengkramannya.
āBIADAB!!ā Eri menyadari apa yang tengah dilakukan oleh kedua kakek kembar itu terhadap seorang gadis berusia muda yang kini terkulai lemas, terengah-engah tanpa daya, di bawah kaki Jack.
āHa Ha Ha⦠dia bagian-ku Jack, bagian-kuā¦.!ādengan bersemangatĀ Josh langsung maju kedepan hingga dirinya berhadap-hadapan dengan Eri Kamei dalam jarak 7 langkah, sementara Jack yang kekuatan roh-nya lebih tinggi malah merasa gelisah, ada sesuatu yang aneh dengan gadis cantik yang tengah berhadap-hadapan dengan Josh saudara kembarnya.
āJoshhā¦hati-hatiā¦,aku rasa dia bukan gadis biasa!aku rasa dia adalah salah seorang dari The GUARDIANāS āJack berseru untuk memperingatkan Josh saudara kembarnya.
āā
The Guardian: seseorang / sekelompok gadis yang menggunakan kekuatan roh yang mereka miliki untuk membantu seseorang & membasmi kejahatan, The Guardianās dapat meningkatkan kekuatan roh mereka dengan melakukan ritual hubungan sejenis.
Dark Soul: Seseorang / sekelompok pria yang menggunakan kekuatan roh yang mereka miliki untuk melakukan berbagai jenis kejahatan termasuk di dalamnya pemerkosaan dan pelecehan. Dark Soulās dapat meningkatkan kekuatan roh mereka dengan menyerap cairanĀ klimaks seorang gadis melalui batang penis mereka (jika Dark Soul adalah seorang pria), dan menyedot cairan sperma dan cairan tubuh mangsanya melalui batang penis (jika Dark Soul adalah seorang wanita)
Kekuatan Roh :
(red :contohnya adalah sebagai berikutā¦ā¦ eng⦠ing..engg.. V ^_^ V)
- Kemampuan untuk men-summon avatar.
- Kemampuan menggunakan berbagai jenis elemen seperti api, air, tanah, angin, cahaya, dark sebagai senjata. mereka
- Kemampuan untuk merubah diri menjadi sesuatu yang lain, bahkan merubah diri mereka menjadi mahluk fantasi/ mitos, ataupun makhluk-makhluk dunia khayal.
- Kemampuan untuk menghipnotis dan masuk kedalam alam pikiran seseorang, bahkan pada tingkat yang sangat tinggi dapat membunuh seseorang di dalam alam mimpi & khayalan
- He he he he, dan juga euhhh..Ehmmmmā¦uhukkk..Ehmm (Maaf masih belum kepikiranā¦.)
āā
Eririn tersenyum dingin (Red: dan Yohana langsung maju ke depan, wajahnya yang jelita ikut membesi kemudian nyengir sambil menggaruk-garuk kepala-nya, ngak tau gimana caranya bikin adegan perkelahian yang seru seperti di Ko Pingho misalnya, ihikkkkkkk T_T, disinilah Mr Raito langsung bertindakā¦, dan mengeluarkan kemampuannyaā¦ā¦., mari kita sambut Ko Ping Raiā¦.!! )
Namun Josh seakan tidak mendengar peringatan Jack. Tubuhnya berkelebat sehingga bagi mata orang awam, ia seakan menghilang dari pandangan. Josh yang terlalu percaya diri, mengira bahwa si gadis pasti akan berada dalam genggamannya hanya dalam satu gebrakan, saja.
Dan sesuai dengan karakternya yang memang cabul, serangannya pun mengarah langsung ke arah dada Eririn yang memang membusung menggoda. Fokus mata Josh terpaku pada dada Eririn, sehingga ia tidak melihat sunggingan senyum dari bibir si gadis cantik.
Ketika tangan Josh hampir menyentuh dada si gadis, tiba-tiba saja tubuh gadis itu seakan-akan menghilang dari hadapannya. Nyata saja gerakan si gadis itu ternyata jauh lebih cepat dari gerakan Josh, sehingga serangan si kakek mesum itu hanya mengenai udara kosong belaka. Josh terperangah kaget, spontan ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, mencoba mencari jejak Eririn.
āJosh, diatasmu!ā Terdengar teriakan Jack yang melihat adiknya itu dalam bahaya.
Hanya dalam tempo sepersekian detik, Josh membuang badannya ke samping dengan susah payah, dan tepat pada saat itu, sesosok bayangan menukik tajam dari atas dan menghantam tanah tepat di tempat Josh tadi berdiri. Terdengar suara ledakan keras bagaikan ledakan dinamit.
Meski Josh sempat membuang badannya ke samping, namun tak urung tenaga ledakan tersebut mengirimnya āterbangā terpelanting hingga akhirnya bergulingan diatas tanah yang kotor dan berlumpur.
Tak lama kemudian ia langsung bangkit berdiri, dan melihat diatas tanah tempatnya berdiri tadi kini tercipta lubang besar yang dalam. Jika saja ia tadi masih berdiri di situ dan terkena serangan si gadis cantik, tubuhnya pasti sudah hancur berantakan diatas tanah. Tak terasa ia bergidik ngeri, apalagi ketika melihat ekspresi si gadis yang dingin bagaikan es.
āHanya segitu sajakah kemampuanmu?ā Ejek si gadis dengan suara yang tak kalah dinginnya.Mendengar ejekan ini, rasa geram Josh berubah menjadi amarah. Ia yang selama ini ditakuti banyak orang, kini dianggap remeh oleh seorang gadis muda seperti ini!
āDasar jalang! Tunggu saja, sampai aku selesai menikmati tubuhmu, akan kukirim kau ke neraka dengan tubuh berkeping-keping!!ā Tidak mau dipermalukan lebih jauh, Josh langsung mengeluarkan kekuatan Dark Soul yang ia miliki. Mulutnya segera berkomat-kamit.
āIt is I, unbound by any law, call forth the power of destruction, brought darkness to light, emerge!ā
Tubuh Josh kini diselimuti sinar ungu kehitaman. Ia pun tampak menggigil seakan merasa kedinginan yang amat sangat. Tiba-tiba saja wajahnya tampak berubah. Wajahnya dipenuhi rambut yang tebal dan kasar berwarna kelabu, diantara seringai wajahnya, tampak gigi taringnya tumbuh memanjang dan tampak runcing.
Terdengar suara geraman bagaikan hewan dari mulutnya, dan tiba-tiba saja tubuhnya tampak tumbuh membesar, hingga baju yang ia kenakan pun tercabik-cabik, karena tidak mampu menahan laju pertumbuhan yang abnormal itu. Seiring dengan teriakan binatang yang terluka, transformasi Josh pun selesai.
Dan kini di hadapan Eririn, berdiri sesosok manusia serigala dengan tubuh menjulang tinggi 2 meter lebih, dengan tubuh besar dan berotot yang diselimuti bulu-bulu meruncing tajam. Geraman mahluk buas itu saja pasti akan menciutkan nyali orang biasa yang mendengarnya, namun anehnya si gadis justru malah tersenyum sinis melihat serigala jadi-jadian itu.
Diringi geraman yang menakutkan, Josh melompat tinggi ke udara dan menukik tajam kearah Eririn. Cakarnya terbuka dengan kuku tajam yang mengkilap kehijauan. Cakar itu telah diselimuti kekuatan Dark Soul dan amat beracun. Satu goresan saja dari cakar itu, akan mengirim lawannya ke alam baka setelah menderita sakit yang amat sangat selama 3 hari tiga malam.
Anehnya Eririn tidak berusaha menghidarai serangan Josh, dan masih tetap berdiri di tempatnya semula. Hanya saja mulutnya tampak bergerak-gerak, kedua tangannya terulur ke arah bayangan Josh yang melaju cepat kearahnya dengan telapak tangan terbuka lebar seakan hendak menahan laju serangan Josh.
āAs nature bend, look unto thee, MAGNA BLAST!ā
Tiba-tiba kedua tangan Eririn diselimuti gumpalan api yang membara kebiruan. Bola api itu semakin membesar dan membesar semakin menyilaukan. Dan tepat pada saat cakar Josh hampir menyentuh tangan Eririn yang terjulur, gumpalan bola api itu tiba-tiba berubah menjadi semburan api yang terlontar deras, tak pelak lagi membakar seluruh tubuh Josh yang akhirnya terpental jauh kebelakang dan membentur salah satu pohon besar yang ada disana dengan deras, hingga pohon tersebut tumbang dengan mengeluarkan suara gemuruh.
āJosh!ā teriak Jack yang melihat tubuh adiknya terpental dengan tubuh hangus.
Jack hendak menghampiri tubuh adiknya tersebut, namun ia melihat serigala jadi-jadian jelmaan Josh perlahan bangkit berdiri, dan meski dengan tubuh goyah dan bulu-bulu yang hangus terbakar, Josh akhirnya bisa berdiri tegak.
āKaauu!ā Geramnya keras sambil dengan mata nyalang menatap Eririn.
Namun yang dipandang seakan acuh tak acuh berada di bawah tatapn mahluk buas itu.Sadar bahwa gadis ini bukanlah gadis sembarangan, Jack tahu bahwa jika satu lawan satu, baik ia maupun Josh tidak akan bisa mengalahkannya.
āIt is I, unboundĀ by any law, call forth the power of destruction, brought darkness to light, emerge!ā
Dengan mengucapkan mantra tersebut, seperti juga adiknya, JackĀ berubah menjadi mahluk buas yang mirip serigala. Hanya saja tubuhnya jauh lebih besar, dan jika adiknya berbulu keperakan. Serigala jelmaan Jack berbulu kehitaman.Jack memberi isyarat kecil pada Josh, yang hanya bisa terperangah.
Jack baru saja menyuruhnya untuk menggunakan serangan gabungan yang merupakan jurus pamungkas mereka. Jurus ini tidak boleh digunakan secara sembarangan, karena akan memangkas satu tahun dari sisa hidup mereka setiap kali dilancarkan, makanya hanya akan dikeluarkan pada saat-saat terdesak.
Dalam hatinya Josh masih menganggap remeh gadis ini, dan merasa belum saatnya mereka bertindak sejauh itu. Namun ia akhirnya mengangguk pelan tanda setujuKedua serigala jadi-jadian itu mengatupkan kedua cakarnya dan menggeram pelan.
āAs evil walk upon earth, consume all goodness, refuse, resist, destruct! Dark Judgement!ā
Sebuah bayangan pentagram besar tiba-tiba muncul diatas kepala Eririn, aura menekan muncul dari pentagram tersebut, mengurung seluruh tubuh mungilnya. Senyum dingin yang senantiasa munul di bibir sang gadis kini lenyap.Ia tahu bahwa serangan kali ini bukan main main, dan jika ia tidak serius, nyawalah taruhannya.
Tubuh mungilnya bergetar pelan, dan perlahan tapi pasti, pakaian yang ia kenakan mulai tercabik-cabik, seakan direnggut paksa oleh tangan-tangan yang tak terlihat. Kekuatan serangan Dark Judgement kini mulai menghantamnya dengan keras dan memaksa si gadis bertekuk lutut dengan rintihan pelan mendesak keluar dari mulutnya. Jika saja ia orang biasa, pastilah nyawanya sudah terbang ke alam baka.
Pentagram yang melayang berputar itu kini membuka lubang hitam yang menyedot segala sesuatu di sekelilingnya. Setelah tadi tertekan, kini tubuh si gadis tersedot oleh kekuatan lubang hitam misterius itu.
Pepohonan baik besar maupun kecil kini mulai tercerabut dari akarnya dan terbang melayang tertelan oleh lubang hitam yang menembus menuju dimesi kegelapan yang tak berujung.Sadar dirinya tak akan selamat jika sampai tertelan lubang hitam itu, si gadis terpaksa mengerahkan seluruh kemampuannya agar bisa selamat.
āNature bound, all things are mere mortal, darkness bow before the light, behold the power of virtue.ā
Dengan kesepuluh jari tangan yang bertautan, dahi si gadis tiba-tiba mengeluarkan sinar yang menyilaukan yang kemudian mencuat dan melesat menuju lubang hitam tersebut. Sinar tersebut langsung tertelan lubang hitam misterius yang kemudianĀ tiba-tiba saja berubah bersinar terang, retak-retak sebelum akhirnya musnah.
Josh dan Jack hanya bisa melongo melihat serangan pamungkas mereka begitu mudah dihancurkan. Dan yang membuat mereka lebih terkaget-kaget lagi adalah sosok tubuh yang mengeluarkan sinar menyilaukan yang melayang turun dari langit. Sosok tubuh itu merupai seorang ksatria berwajah tampan yang mengenakan baju zirah yang memancarkan sinar terang. Sosok itu menggenggam sebatang pedang yang juga mengeluarkan sinar menyilaukan.
āHelios?! Tidak mungkin!ā
Josh dan Jack berseru hampir bersamaan. Keduanya pantas terkejut karena Helios adalah avatar legendaris yang telah lama menghilang. Konon ia adalah salah satu dariĀ avatar terkuat yang pernah ada, dan hanya orang-orang terpilih saja yang mampu mensummon-nya.
Sadar keadaan kurang menguntungkan, Jack dan Josh spontan memutar tubuh dan bergerak hendak melarikan diri. Namun tepat pada saat itu Helios mengayunkan pedangnya dengan gerak melingkar, hingga menciptakan lingkaran api yang semakin membesar.
āPyrios, Aeos, Aethon, Phlegon.ā Seru Helios dengan suara yang meenggema aneh.
Dari tengah-tengah lingkaran api itu berderap keluar 4 kuda berselimutkan apiĀ yang berderap cepat kearah Josh dan Jack. Meski kedua kakek itu telah berkelabat secepat mungkin, tetap saja laju keempat kuda api itu lebih cepat dan akhirnya menabrak kedua kakek itu dari belakang.
Begitu mencapaii sasaran, keempat kuda itu berubah menjadi segumpal bola api raksasa dengan sinar menjulang tinggi hingga beberapa belas meter keatas. Bola api itu membakar segala sesuatu disekitarnya hingga jarak beberapa meter, termasuk kedua kakek bejat itu yang hanya bisa menjerit keras merasakan panas yang mendera sekujur tubuh mereka.
āBllaarr!ā bola api itu pun musnah disertai ledakan keras yang menghembuskan angin panas ke segala penjuru. Tempat yang sejenak terang-benderang tersebut kini kembali gelap. Ledakan menyebabkan wilayah sekitarnya hancur berantakan, menyisakan dua sosok kakek cabul yang tergeletak tak berdaya, entah masih hidup atau mati.
Keduanya kini telah kembali ke sosoknya semula. Helios sang avatar legendaris, perlahan membalikkan badannya dan menatap tajam kearah Eririn yang masih berlutut di atas tanah karena kehabisan tenaga setelah men-summon Helios, butiran keringat mengucur dengan deras membasahi tubuhnya.
Setelah berhasil menguasai dirinya kembali, Eri Kamei melangkah mendekati tubuh Jack dan Josh, ia mengeluarkan sebuah kompas kecil yang kini mengeluarkan sinar yang semakin redup dari ujung jarumnya , pertanda semakin lemahnya Aura Dark Soul dari tubuh kedua orang kakek mesum itu, seiring dengan menghilangnya nyawa keduanya.
Bersambung…
Jaring Mesum Laba-laba Salju
āBakkā¦!! Bukkkā¦!!Bakkkkk,Bukkkā¦!!ā terdengar suara ā suara pukulan dan tendangan dari sebuah pemandian umum di kota itu. Berkaliākali suara lenguhan keras terdengar dari mulut seorang laki-laki yang tengah dikeroyok oleh beberapa orang laki-laki lainnya.
Tubuh kurus itu merosot tanpa daya, suara tawa mengejek memenuhi ruangan itu, sementara seorang di antara pengeroyok itu merampas dompet milik si kurus berhidung besar yang bernama Aming kemudian menguras isinya hingga ludes, suara keluhan keras kembali terdengar ketika seseorang menendang tulang rusuk Aming, para pengeroyok itu meninggalkan sikurus yang menggelepar Ā terkapar di atas lantai.
ā
MR Raito : aaa-AMINGG ??!! NGA-HAKKK..!! Gubrakkkā¦.!!!!!
Terdengar suara seseorang jatuh terjengkang.Ā Big Brother buru-buru membolak balik naskah diĀ tangannya, kemudian bangkit berdiri dan mengetuk-ngetuk jidat Yohana yang sedang melamun hingga mengeluarkan suara Tukkkā¦tukkkā¦tukkkā¦Yohana segera tersadar dan kembali berkonsentrasi.
ā
Genji menatap punggung para pengeroyoknya, ia mengerang menahan sakit sambil berusaha untuk bangkit berdiri, dengan tertatih-tatih Genji melangkah. Untuk sesaat ia mencoba berpegangan pada dinding untuk menjaga keseimbangan kemudian kembali berusaha untuk melangkah perlahan.
Mata Genji bersinar kemerahan seiring dengan itu kobaran api berwarna merah kehitaman membalut tubuhnya, menyembuhkan luka dan menghilangkan kesakitan di tubuhnya. Genji melangkah seolah tidak pernah terjadi apa-apa, entah sudah berapa lama Genji tinggal di kota Vegas sebelum akhirnya ia memutuskan untuk kembali ke Jepang.
********************
Sementara itu diĀ sebuah gang yang sepi.
Kamei Eri mengendap-ngendap membuntuti seorang gadis cantik, sebuah senyuman kecil menghiasi bibirnya, ia berkelebat dengan cepat kemudian bersembunyi ketika gadis itu menengok ke belakang karena merasa seperti ada seseorang yang membuntutinya. Gadis cantik itu mempercepat langkah kakinya sambil sesekali menoleh ke belakang.
āKali ini kau pasti kena Sayumi Ā hi hi hi, ā
Eririn tertawa dalam hati, tubuhnya kembali berkelebat dengan cepat, pada saat yang tepat Eririn menerkam tubuh Sayumi Michisige dari belakang, tangan kanan Eririn membelit pinggang Sayumi, tangan kirinya menangkup susu Sayumi.
āOwwwwwā¦!!ee-ehhhhā¦!!ā Sayumi menjerit, ia meronta berusaha melepaskan diri dari pelukan orang itu dan berhasil..!! SayuĀ menyandarkan punggungnya bersadar pada tiang listrik, nafasnya memburu karena terkejut.
āHi, Iām back he he heā
Kamei Eri terkekeh melihat ekspresi wajah Sayumi yang ketakutan
āahh rupanya kau Eri, aku kira seorang chikan yang nyasar, Oo iya, Bagaimana hasil pengejaranmu kemarinā¦? ā
āLumayan 2 orang sekaligus ^_^ā
āWHUAAHHā¦ERI ?? kamu digangbang dongg..!!ā
āHush,jangan sembarangan!ā
Eri menghampiri Sayumi ia melingkarkan kedua tangannya memeluk pinggang Sayumi. Sayumi membalas dengan melingkarkan kedua tangannya memeluk leher Eririn, bibir Eri dan Sayumi Ā saling mengecup dengan mesra. Sayumi menepiskan tangan Eri yang merayap masuk ke dalam rok mininya.
āJangan disini Eri, jangan disiniā¦.ā
āBagaimana kalau kita kerumahmu ??ā
Sayumi mengangguk kecil, mereka berdua bergandengan tangan menuju rumah Sayumi Michisige. Beberapa saatĀ kemudian, Eri melayangkan Ā pandangannya, Ā ia berada didalam kamar Sayumi. Dengan nafas memburu Eri mendesakkan tubuh Sayu pada dinding kamar, tangan Eririn menggerayangi tubuh Sayumi yang pasrah menerima perlakukan Ā mesum itu.
Sayumi Michisige
Birth Place: Yamaguchi
Birth Date: 13-07-1989
Blood Type: A
Height: 1.56 m.
Eri Kamei
Birth Place: Tokyo, Japan
Birth Date: 23-12-1988
Blood Type: AB
Height: 1.55 m.
Wajah Eri dan Sayumi merona merah seiring dengan naiknya gairah kewanitaan mereka, suara rintihan-rintihan kecil dan desahan yang menggairahkan mulai terdengar saat keduanya saling menggerayangi tubuh lawannya, satu demi satu pakaian Eri dan Sayumi terjatuh di bawah kaki mereka.
āHssshh, ahhh, Eriiā¦.,aaahhhhhā
Sayumi menggelinjang kegelian menghadapi cumbuan Eri yang liar, bagaikan musafir yang kehausan dipadang gurun Eri memanguti bibir Sayumi, Eri menjilati bibir Sayumi kemudian melumat bibir bawahnya dan mengigit lembut bibir atasnya setelah mengusap puncak payudara gadis itu. Eri bersujud di hadapan vagina Sayumi, matanya berbinar memperhatikan kemolekan vagina Sayumi Michisige.
āHee-ehemmh, Eriii, Ohhh Eriiiiā¦!!.aaaaaaaā
Tangan Eri mengelus-ngelus permukaan Vagina Sayumi dan dimainkannya bulu-bulu jembut Sayu yang tumbuh menghiasi permukaan vaginanya yang molek kemudian bibir Eri mengecup-ngecup Vagina Sayu dengan mesra.
Sayumi semakin Ā keenakan saat jari telunjuk Eri terayun turun naik mencolek nakal dan mengosok-gosok belahan vaginanya, selangkangan Sayu semakin becek oleh lelehan lendir vaginanya. Kamei Eri menatap ke atas, ia tersenyum memperhatikan ekspresi wajah Sayumi yang renyah menahan-nahan rasa nikmat.
Sayumi membalas tatapan mata Eri, ia menahan nafas saat batang lidah Eri terjulur menggapai belahan mungil di selangkangannya, rasa hangat, basah dan geli membuat sekujur tubuh Sayumi merinding nikmat.
āOo-utssshhh, akhhhhh.., ihhh Eriā¦ā¦.ā
āSlcckk.. sllccckkk.. ckkk ck..!!ā
Tubuh Sayu gemetaran disiksa oleh rasa nikmat, ia merintih hebat merasakan belaian-belaian batang lidah Kamei Eri yang begitu pandai memanjakan belahan vaginanya. Ia semakin resah saat bibir Eri mencucup bibir vaginanya, dengan mesra Eririn mencumbu dan melumati bibir vagina Sayumi. Sesekali ia menghisap kuat vagina Sayu hingga Sayumi merintih keras, tubuhnya menggeliat dan menggelinjang indah dalam tarian kenikmatan yang erotis.
āaaa-ah, ah-ah, aaa, Ouhā¦ā
Eri bangkit dan membalikkan tubuh Sayumi ke arah dinding, dengan bernafsu ia menggeluti tengkuk Sayumi hingga Sayumi mendesah-desah, pangutan-pangutan panas Kamei Eri merayap turun ke pundak, ke bahu, kemudian memanguti dan mengigit-gigit lembut leher kiri Sayumi. Tangan Eri menangkap dan meremas-remas buah dada Sayumi.
āAdu-duhhhhā¦ohhhhh, hmmmmhhh. Mmmhhhppphhhhh..ā
Sayumi mengeluh saat merasakan batang lidah Eri menari-nari menggelitik di belakang telinganya, dari kanan belakang bibir Eri meraih bibir Sayumi sementara jemarinya semakin aktif memilin-milin puting susu Sayu yang mengeras.
Selangkangan Eri mendesak-desak buah pantat Sayumi Michisige yang empuk padat, Sayu menggeliat berusaha melepaskan diri dari pelukan Eri, ia melangkah dan naik keatas ranjang. Kamei Eri mengekori tubuh Sayumi dari belakang, mata Eri merayapi tubuh Sayumi yang Ā merangkak kemudian membalikkan tubuh berbaring terlentang pasrah dengan kedua kakinya yang mengangkang.
Tanpa membuang waktu Eririn ikut merayap, ia menaiki tubuh Sayumi disertai suara desahan-desahan nafas yang menggairahkan Eri menggeluti tubuh Sayumi Michisige. Batang lidah Eri terjulur menjilati bulatan susu Sayumi, dengan menggunakan batang lidah dibasuhnya seluruh buntalan payudara Sayu hingga basah oleh air liurnya.
Dengan rakus Eri mengemuti puncak payudara Sayumi saat ia merentangkan kedua tangannya ke atas kepala. Wajah Eri bergeser ia mengendusi lekukan ketiak Sayumi, dijilatinya lekukan ketiak Sayu yang putih harum, sesekali Eririn menggigit nakal lekukan ketiak Sayu hingga Sayu terpekik kegelian.
āEriii, Hssshhhh, akhh Erriiihh nikmatttthhhhhssshā
Kenikmatan begitu ganas memecuti tubuh telanjang Eri dan Sayumi yang tengah bergelut dalam geliatan-geliatan tubuh yang menggairahkan, desah dan rintihan terdengar saling sambung menyambung dari bibir keduanya.
Bibir Eri dan Sayumi saling pangut dan membekap bibir lawannya, lidah-lidah mereka saling bergelut liar, saling membelit dengan gairah nafsu yang membara yang memanaskan tubuh mereka. Butiran keringat lembut membalut tubuh polos kedua gadis itu yang sedang asik bercumbu untuk memuaskan gairah liar mereka yang terpendam.
āEmmhhh.. Eriiiā¦ā
āSayuuuuu⦠ā
Sayumi membusungkan payudaranya ke atas pada buntalan payudara Eri, puting susu Sayumi yang runcing saling menusuk dengan puting susu Kamei Eri yang mengeras. Suara rintihan-rintihan lirih Sayumi dibalas oleh rintihan-rintihan lirih Eririn, saat puting susu mereka saling menusuk dan payudara mereka saling bergesekan.
āAuhh, ouhh-ohhh, hee-emmmhhhhā¦ā
Sayumi Michisige mendorong kepala Eri yang hendak hinggap pada puncak payudaranya sebelah kiri. Eri menekankan kedua tangan Sayumi ke atas kepala gadis itu sementara mulut Eri kembali menyerang payudara Sayumi dengan liar.
Batang lidah Eri menari-nari menggelitiki payudara Sayu, mulutnya mencucup puting susu Sayu kemudianĀ mengenyot kuat-kuat putingnya. Pipi Eri mengempot pertanda Eririn tengah melakukan hisapan-hisapan terbaiknya. Sayu mendesah-desah kecil sambil menggeser-geserkan buah dadanya berusaha menghindari kenyotan mulut Eri yang berpindah-pindah dari buah dada sebelah kiri ke buah dada sebelah kanan, kemudian kembali melompat ke dada kiri.
āSlllcckk sllcccckkkk sllcccccckkkkkkā¦..ā
Bermula dari leher, Batang Lidah eri terayun menjalar menjilati sekujur tubuh Sayu yang putih mulus. Setelah puas memanjakan tubuh mulus Sayumi dengan teknik mandi kucing, Eri memutar posisi tubuhnya. Kini wajahnya meneduhi vagina Sayumi sedangkan vaginanya tepat berada di atas wajah Sayu.
Sayumi mengelus vagina Eri yang memayungi wajahnya, bulu-bulu jembut tumbuh merintis dengan indah di selangkangan Eri. Lidah Sayumi terjulur berusaha menjilat belahan vagina Kamei Eri, Slecckkkkkkkā¦..!!
āOuhh, Sayu enak bangeetttā¦. awwww..!!ā
Pinggul Eri bergoyang dengan indah, matanya terpejam menikmati setiap jilatan-jilatan batang lidah Sayumi yang basah dan hangat. Tangan Sayu menangkap pinggul Eri dan mulut Sayumi menyergap belahan bibir vagina Eririn, dihisapinya vagina Eri yang becek oleh lendir-lendir vagina.
āUmmhh, Nyummmhh, Eumm, Hummm, Erii, gurih amat sih ckk ck ckkkĀ lezatnyaaaaaaā¦.^_^ slllleppphhh⦠sllllccckkkkkā
Mulut Sayumi menyeruput cairan vagina Eri, di sela-sela gerakan lidah Sayumi Ā yang terus terayun teratur menjilati belahan bibir vagina Kamei Eri, Rintihan ā rintihan kecil Eririn membuat Sayu bertambah rajin mencumbui wilayah terintim gadis itu, lumatan-lumatan Sayumi dan jilatan-jilatan lidahnya pada klitorisnya semakin kuat membelengu Eririn di atas pasungan kenikmatan birahi.
āahhhhhhā¦..ā kini giliran Sayumi yang mendesah tertahan saat Mulut Eri menungkik menerkam selangkangannya
Hidung Eri mengendusi permukaan vagina Sayumi yang harum, diendus-endusnya aroma bulu- jembut Sayu yang tumbuh merintis menghiasi permukaan vagina gadis itu. Jari Eri yang membentuk huruf V kemudian menekan pinggiran bibir vagina Sayumi.
Matanya menatap tajam pada belahan vagina Sayumi yang merekah indah. Aroma vagina Sayumi tercium semakin kuat, Eri membenamkan hidungnya pada rekahan bibir vagina Sayumi. Dihirupnya aromanya, rintihan-rintihan Sayumi yang pasrah membuat Eri bernafsu. Dengan lahap dikenyotinya vagina Sayumi yang kaya akan lelehan-lelahan lendir vagina yang lezat.
Sayumi tidak mau kalah mulutnya menghisapi vagina Eri, hampir berbarengan gerakan tubuh dan nafas kedua gadis itu tertahan seketika. Wajah Sayu dan Eri terlihat begitu renyah menikmati aliran gelombang kenikmatan yang begitu dashyat menghempaskan tubuh mereka berdua, lelehan peluh membanjiri tubuh Sayu dan Eri yang mengejang hebat saat vagina mereka berdenyutan kuat menyemburkan cairan-cairan puncak klimaks.
āAnnhhhh, crrrrr crrrrrrrrā¦.crrutttā
āOuhsssshh, Emmhh Srrr Crrrr Crretttā
āemmmh, nnnnhhā¦, emmmmā
āsrrrpphhhhh. Srrruppphhhhā¦ā
āSlluuurrppphhhhh.. Ckkk Heshhhhhh, Slllllllllrrruppphhhā
ānyyyoootttt.. nyoooootttt⦠emmm srrruuupphhhhā¦ā
suara desahan ā desahan kecil menyelingi suara seruputan-seruputan mulut Sayumi Michisige dan Kamei Eri yang asik menyeruputi cairan asin lengket di selangkangan lawannya masing-masing.
Eri merangkak dan membaringkan tubuhnya disamping tubuh Sayumi, Sayu mendesah manja saat Eri memeluk dirinya, sayu menyambut dengan melingkarkan kedua tangannya memeluk tubuh Eri, tidak terdengar lagi suara rintihan ā rintihan Sayu dan Eri, yang terdengar hanya suara desahan-desahan nafas yang semakin teratur.
Tiba-tiba saja hampir berbarengan tubuh Sayu dan Eri melompat dari atas ranjang, mereka berdua saling berpandangan satu sama lain.
āErii, Apakah kau merasakan sesuatu ??ā
āiyaā¦., aku merasakan ada sebuah kekuatan kegelapan yang sedang bekerja apakah kau juga merasakannya ?? ā
Eri mengangguk, tanpa membuang-buang waktu, Sayu membuka laci lemari pakaiannya, ia mengeluarkan sebuah kompas dengan ujung besi yang bersinar menunjuk kesuatu titik. Sayumi dan Eri segera mengenakan pakaian mereka yang terlepas, dengan tergesa Sayu dan Eri mengejar mengikuti arahan jarum kecil yang bercahaya di sebuah kompas Ā yang menunjuk ke suatu titik.
ā
Note:Ā Guardianās dapat merasakan kehadiran darkĀ soul, jikaĀ darkĀ soul menggunakan kekuatan mereka, dengan bantuan sebuah alat kecil berbentuk kompas, guardian dapat mengetahui diĀ mana letak arah pasti seorang/sekelompokĀ darkĀ soul berada.
ā
Sementara ituĀ diĀ sebuah stasiun kereta api bawah tanahā¦
Di tengah keramaian, seorang pria berusia separuh baya mengekori seorang gadis cantik. Sebuah senyuman menghiasi wajah pria Jepang itu, berkali-kali ia melirik ke bawah rok mini si gadis yang mempertontonkan sepasang kakinya yang mulus.
āMaaf Ā Nona, kira-kira dimana alamat ini ya ??.ā
āOhh, ituā¦ā¦..ā gadis cantik itu hendak menjawab namun
āPhufffhhhā¦.ā si pria meniup ke arah wajah si gadis ,
Seketika si gadis kesulitan menggerakkan tubuhnya, mulutnya pun terkunci rapat. Tubuhnya Ā dikendalikan oleh suatu kekuatan yang dashyat, dengan santai pria separuh baya itu melangkah, sesekali ia tersenyum sambil menolehkan wajah ke belakang ke arah seorang gadis cantik berada di bawah kendalinya. Gadis itu mengikuti setiap langkah kaki si pria, tubuh gadis itu gemetar berusaha melawan kekuatan yang menguasai dirinya.
āDugggg.. dugggggg.. dugggggā¦!!ā
Jantung Haruka berdetakan dengan kencang, ia merasakan ketakutan yang amat sangat. Rasa dingin menyelimuti tubuhnya, ia ingin berteriak, ingin menjerit TOLOOOONGGGā¦!! TOLONGG AKUUā¦!! namun tidak ada satu patah katapun yang mampu lolos dari bibirnya yang dikunci rapat. Kakinya terus melangkah mengikuti seorang laki-laki berwajah dingin tanpa ekspresi.
Haruka melangkah masuk ke dalam gerbong kereta api mengikuti Konzaki, laki-laki itu berdiri tepat di belakang tubuhnya, sementara kerumunan penumpang kereta seakan-akan tidak merasakan kehadiran mereka. Konzaki menjilati tengkuk Haruka, yangĀ hanya mampu menggelengkan kepala. Akhirnya setelah berusaha setengah mati Haruka berhasil membuka mulutnya yang terasa lengket.
āSiapa kau ?? OHHā¦!!ToLONGG..!! TOLONG AKUUUā¦!!ā
Haruka menjerit sekeras yang ia bisa, gadis itu benar-benar ketakutan sekaligus kebingungan, para penumpang di kereta itu bersikap acuh tak acuh walaupun ia berteriak-teriak keras meminta pertolongan.
āHe he he he percuma saja gadis manis, mereka tidak akan dapat mendengar jeritanmu, mereka bahkan tidak dapat merasakan kehadiran kita disiniā¦kau adalah milikku manissss, kauuu milikku!!ā
Jemari Konzaki Ā mengelusi rambut Haruka yang indah , hitam tergerai sepunggung, konzaki semakin mesum menempelkan tubuhnya bagian bawah yang menggembung pada buah pantat Haruka yang bersembunyi ketakutan dibalik rok mini dan celana dalamnya.
āLepaskan Aku, Lepaskannnā¦,ohhhhā
āLepaskan ?? Ha Ha Haā¦.., Aku sangat menyukai seorang gadis cantik seperti dirimu manis ,putih, mulus, terawat, jadi sama sekali tidak ada alasan bagiku untuk melepaskanmu, Ā siapa namamu cantik ??ā
Haruka tidak ingin menjawab pertanyaan pria itu, namun sebuah kekuatan hawa magis kembali memaksanya untuk menjawab dengan sejujur-jujurnya.
āNamaku , Harukaā¦ā
āā
KonzakiĀ : SeorangĀ darksoul yang gemar sekali memangsa gadis-gadis cantik diĀ atas kereta, ada semacam rajah (tatoo) laba-laba diĀ keningnya.Ā Air liurĀ Konzaki mengandung sejenis cairan yang dapat merangsang nafsu birahi seorang wanita, ia juga dapat men-summon seekor laba-laba raksasa yang mengerikan, seekor laba-laba raksasa berwarna putih, Laba-laba Salju.
āā
āHaruka, nama yang indah.. ā
āOhhhhhhā¦..ā
Haruka mendesah saat jemari Konzaki merayap masuk ke dalam rok seragamnya, meremas buah pantatnya yang bulat padat. Dengan kurang ajar Konzaki menarik celana dalam haruka hingga robek, Brettttā¦., Bretttā¦!! suara robekan celana dalam Haruka, belum puas dengan itu Konzaki merobeki pakaian Haruka kemudian melolosi bra dan rok mini gadis itu.
Konzaki berbisik lirih di telinga Haruka. Haruka membalikkan tubuhnya kemudian berlutut di hadapan selangkangan Konzaki, jemari tangannya mulai membuka ikat pinggang Konzaki, menarik turun resleting celananya kemudian merogoh ke dalam kemudian bergerak seperti sedang mencari-cari sesuatu. Tangan Haruka yang tidak terkontrol membetot sesuatu keluar, sesuatu yang menegang dan mengeras milik laki-laki keparat itu.
āAhhhhhhā¦.?? !ā Haruka menjerit kaget, baru pertama kali ini ia melihat dengan mata kepalanya sendiri sebatang penis milik seorang laki-laki
Kepala penis Konzaki masih kulup terbungkus oleh kulit yang melindungi kepala penisnya.
āBingung ya ?? aku akan membantumu maniss he he he heā
Konzaki meletakkan telapak tangannya pada kepala Haruka. Mata Haruka mendelik, ada sesuatu kekuatan yang masuk ke dalam otaknya memenuhi sel-sel otaknya dengan kemesuman. Telapak tangan Haruka semakin kuat menggenggam batang penis Konzaki kemudian menekan ke bawah.
Kulit yang melindungi kepala zakar Konzaki ikut terbetot turun, aroma yang menyengat tercium tajam begitu kepala penis Konzaki menyeruak dari balutan kulit yang membungkus kepala kemaluannya. Mulut Haruka terbuka dan batang lidahnya terjulur keluar menari-nari melingkari kepala penis Konzaki.
ābagaimana rasanya ?? enak bukan ??ā
Haruka merasaĀ jijik bukan main ketika batang lidahnya bergerak tanpa dapat dikendalikan bermain-main memutari kepala penis Konzaki. Entah kenapa batang lidahnya seperti sudah diprogram mengikuti sel-sel otaknya yang berubah mesum dan Haruka sama sekali tidak dapat menghentikan gerakan batang lidahnya sendiri, tidak dapat mengendalikan gerakan tangannya mulai mengocok-ngocok batang penis Konzaki.
Tubuhnya melayang di udara dan menempel pada sebuah jaring mistis yang menopang tubuhnya, kedua kakinya seperti dipaksa mengangkang semakin labar, vaginanya tersaji tepat di hadapan wajah Konzaki.
Suatu kekuatan yang tidak terlihat membuka belahan bibir vaginanya. Mata Konzaki mendelik memperhatikan pemandangan indah di selangkangan Haruka, hidungnya mengejar sesuatu di selangkangan gadis itu.
āMemekmu benar-benar harum Haruka, begitu indah, harum sekali snifffh, snifffhhh,ahhhhhhh, wanggginyaaaaaaaaaā¦!!ā
Konzaki mengendus-ngendus vagina Haruka, ia tersenyum mendengar suara Haruka merintih kegelian. Kesepuluh jemari Konzaki merayap ke atas sambil mengusapi susu Haruka
Mulut Konzaki mengunyah rekahan bibir vagina Haruka, dengan sepenuh hati ia menikmati sajian lezat di selangkangan Haruka.
āJ-jangan.., nnnhh, oh-ohhh, uhhhā¦!! ahhh?? Emm-mhhhhā
āHe he he, enak ya?? apalagi jika kujilati klitorismu seperti ini, sllcck slllcckk slllcckkā¦!!ā
Ujung lidah Konzaki melindas tonjolan daging mungil yang bentuknya mirip seperti tonjolan kacang tanah. Tubuh Haruka yang melayang di udara menggigil menahan rasa nikmat luar biasa akibat batang lidah Konzaki yang begitu lihai menguruti tonjolan kelentitnya, ujung lidah Konzaki mengait dan mencokeli tonjolan klitoris Haruka.
āahhh, ahh-ah ahhhhhā¦.ā rintihan-rintihan kecil Haruka membuat Konzaki semakin bernafsu
Dengan rakus ia melumat-lumat clitoros gadis itu, mulut Konzaki mengenyot-ngenyot vagina Haruka, diseruputnya lelehan lendir kewanitaan Haruka yang meleleh melalui bibir vaginanya. Tubuh Haruka mengejang saat Konzaki mengenyoti liang vaginanya, ia seperti ingin kecing dan akhirnya ia tidak sanggup lagi menahan cairan yang berdenyutan dengan nikmat itu.
āaaaaaaaa ?? crretttt, cretttt, creeettt, srrrrrruthā¦ā¦ā¦ā
āNyyoootttt.., srrrupphhhā¦, Nyoooyyyy⦠Srrrpphhh srrupphhhhā
Mulut Konzaki menghisapi lendir vagina gadis itu. Setelah menyeruput cairan puncak klimaks Haruka hingga kering, sarapan pagiĀ empat sehat dan lima sempurna serasa kurang jika Konzaki tidak merasakan lelehan lendir seorang gadis cantik seperti Haruka.
Konzaki membaringkan tubuh Haruka di bawah, tubuhnya meneduhi tubuh Haruka, dengan liar Konzaki menggeluti tubuh mulus gadis itu yang menangis terisak di bawah tindihan tubuh seorang pria yang jika dilihat dari sudut usia, laki-laki itu lebih pantas untuk menjadi ayahnya..
āSlekk, Slekkkk, Shhekkkā¦ā
Konzaki mulai menjejal-jejalkan kepala penisnya pada belahan bibir vagina Haruka. Pria itu tampak tekun menekan-nekankan ujung Ā kepala penisnya pada belahan vagina gadis itu, ditekan dan terus ditekankannya dengan paksa.
āAuh, aa-a-aah , ough..uggghhhh.ā Haruka mengeluh menahan desakan-desakan kuat yang berusaha menodainya, berusaha merengut kegadisannya.
Ujung penis Konzaki mulai terselip pada belahan bibir vagina Haruka, sekujur tubuh gadis cantik itu gemetar hebat saat benda terkutuk itu mulai merayap masuk dengan gencar merenggut kegadisannya.
āHekkkk ?? !! ARHHHHH..!!, drrtttā¦!! drrttttā¦!! Krrttttā¦!! OAWWW..!!ā
Haruka mengernyit kesakitan saat penis Konzaki mendobrak kesuciannya, suara lolongan keras Haruka terdengar menggairahkan bagi Konzaki. Ia menatap dalam-dalam mata Haruka, lelaki separuh baya itu begitu menikmati ekspresi kesakitan di wajah Haruka saat batang penisnya mendesak memasuki vagina Haruka dengan kasar hingga akhirnya terbenam dengan sempurna tertancap di belahan bibir vagina gadis cantik itu.
āha ha ha ha.ā Konzaki tertawa sambil terus menekankan selangkangannya pada selangkangan Haruka, pinggulnya bergoyang hingga bulu jembutnya bergesekan dengan bulu jembut Haruka.
āAh-ah..!!, ough, aaaaakkhh..!!ā
Tubuh Haruka terdesak-desak dengan kuat saat Konzaki mulai melakukan gerakan memompa. Konzaki menyodoki belahan vagina Haruka hingga menimbulkan suara decakan-decakan yang khas.
Batang penis Konzaki bergerak keluar-masuk Clepp., clepp, cleppp, cleppphh, begitulah suara tumbukan batang penis Konzaki dengan vagina Haruka. Haruka mulai dapat menggerakkan tangannya,bahkan kini Haruka dapat kembali mengendalikan tubuhnya sendiri, namun semuanya sudah terlambat, sebatang penis mengait kuat selangkangannya, memacu belahan vaginanya dengan cepat dan kuat.
Konzaki mencengkram pergelangan kaki Haruka, ditekannya kaki mulus Haruka hingga lutut Haruka hampir menempel di puncak payudaranya dengan posisi double grip. Konzaki semakin liar menjeblos-jebloskan batang penisnya, mata gadis cantik itu membeliak, bibirnya mendesah-desah tak karuan saat liang vaginanya digenjot kuat oleh Konzaki.
āOhhhh, emmh-emmh, ah-ah-ahh,oWWWWā¦!!ā
āCleppphh Cleppp Clepppphhhhā¦ā
Batang penis Konzaki menerobos liar menyelami kenikmatan Ā goa sempit Haruka. Wajah cantik Haruka merona merah, bibirnya yang sedikit merekah merengek kecil menahan kenikmatan yang begitu hebat merayapi sekujur tubuhnya. Berkali-kali terdengar suara pekikan kenikmatan Haruka di sela suara isak tangisnya
āAwwwwwwwā¦!!, crettt.. cretttt.. crrrrrhhh., ahhhhhh.ā
Tubuh Haruka melenting mengejang hebat, cairan vaginanya meledak dalam denyutan-denyutan yang terasa nikmat bukan kepalang. Batang penis Konzaki menyerap kering cairan vagina yang bercampur dengan darah keperawanan gadis itu.
Suara lenguhan keras Haruka kembali terdengar saat Konzaki mempergencar melakukan serangannya, suara rintihan-rintihan lirih Haruka mengiringi suara tumbukan-tumbukan batang penis Konzaki yang menyodok kasar vagina gadis itu.
Sementara mata para penumpang kereta itu seakan-akan dibutakan oleh kekuatan Konzaki, suara Ā kereta seakan tidak sanggup meredam rintihan dan jerit kenikmatan Haruka saat liang vaginanya disodok-sodok dengan kuat oleh batang penis Konzaki.
āAyoo, duduklah di kursi kenikmatankuā¦Haruka he he heā
Sambil menarik lengan gadis itu Konzaki duduk mengangkang di atas kursi di dekat jendela, tangannya meraih pinggul Haruka, ia membantu menaikkan vagina Haruka ke atas batang penisnya. Wajah Haruka terangkat ke atas saat penis Konzaki membelah rekahan vaginanya.
Haruka mengalungkan kedua tangannya pada leher Konzaki, vaginanya bergerak menghempas-hempas dengan liar, suara pekikan-pekikan kecil terdengar dari bibir Haruka yang sedang lupa diri di tengah-tengah ayunan nafsu birahi yang begitu hebat mencecar tubuhnya yang putih mulus.
āHebatt..!! Ha Haaaa, kau hebat sekali Haruka chan!!ā
āClepphh Jreb-jrebbb, Clekkkhh, Plepphhh..,ahh ahhhh.ā
Konzaki menyodokkan batang penisnya ke atas menyambut setiap hempasan-hempasan vagina Haruka. Mulutnya mencaplok bibir mungil Haruka, memangut dengan liar dan kemudian mengulum dengan penuh nafsu.
Konzaki mendekap tubuh mulus Haruka yang basah bersimbah keringat, lalu ia mempergencar serangan-serangan mautnya, disodokinya belahan vagina Haruka dengan lebih cepat dan kuat hingga tubuh molek Haruka berkali-kali tersentak dengan kuat keatas saat Konzaki menyentak-nyentakkan batang penisnya.
Tiba-tiba Konzaki menghentikan kocokan batang penisnya, cuping hidungnya kembang kempis mengendus-ngendus leher Haruka, lidah Konzaki menjilati lelehan keringat yang melelehi leher Haruka yang jenjang, kali ini batang penis Konzaki bergerak lembut, gerakan ā gerakan yang erotis mengiringi suara-suara rintihan dan desahan gadis cantik itu.
āSekarang menungginglah manis he he he heā
Haruka menurut saat Konzaki menyuruh Haruka untuk menungging, dengan kasar Konzaki menyodok vagina Haruka dari arah belakang hingga tubuh Haruka terdorong ke depan dengan kuat. Suara lenguhan-lenguhan panjang terdengar dari bibir Haruka, kedua matanya terpejam rapat menikmati sebatang penis yang bergerak keluar masuk tertancap di dalam rekahan liang vaginanya.
āPlokkk.. Plokkkk.. Plokkkkkā¦.PLOKKā¦!! PLOKKKKKā¦!!ā
Terdengar suara benturan buah pantat Haruka yang beradu dengan selangkangan Konzaki. Semakin lama suara benturan itu terdengar semakin cepat dan keras, seiring dengan semakin cepatnya tubuh Haruka yang tersungkur-sungkur saat vaginanya digenjot-genjot oleh batang penis Konzaki. Buah pantat Haruka yang bulat padat terguncang hebat saat Konzaki menghantam-hantamkan batang penisnya..
āAhh, Ahhh Aduh Ahhhhhā¦ā
Tangan kiri Konzaki menjambak rambut Haruka, suara kekehan mesumnya terdengar menjijikkan. Matanya berbinar-binar mesum perlahan tangan kanannya merayap kedepan menggapai payudara Haruka dengan bernafsu Konzaki meremas-remas susu Haruka.
Konzaki menggeram-geram gemas sambil memacu batang penisnya. Slepp, Slepp, Slepp, Slepp, berkali ā kali batang penis Konzaki menghajar belahan vagina Haruka dari ditusuk dan terus ditusukinya celah sempit Haruka yang menyajikan sejuta kenikmatan.
Untuk sesaat Konzaki menghentikan tusukannya, ia memperbaiki posisi doggy style sambil mencengkram pinggang Haruka yang ramping.
āShepphhh,, Shepphhhh Shepppppā¦.Blesepphhhā
Konzaki kembali bergerak bagian bawah bergerak, pinggulnya bergerak seperti sedang membetot sesuatu kemudian bergerak seperti tengah membenamkan sesuatu ke dalam belahan bibir vagina Haruka. Berkali-kali ia meleletkan lidahnya sungguh luar biasa rasa nikmat yang dapat diraihnya dari himpitan liang vagina Haruka yang mungil peret.
Butiran-butiran keringat membalut tubuh molek Haruka yang terayun-ayun terdesak dalam sentakan-sentakan nafsu liar seorang laki ā laki yang jika dipandang dari sudut usia , Konzaki lebih pantas menjadi ayah gadis itu.
ānnhh!!, nhhhh.., nhhhhh!!, ah-ah enhhhh!!Uggghhh.. UNGGGHHHā¦!!ā
Haruka mengeluh keras, batang penis Konzaki begitu kasar menggaruk-garuk dinding vaginanya, menyodok, merojok dengan kekuatan yang hebat seakan ā akan hendak menghancurkan goa mungilnya.
Terkadang terasa derakan-derakan yang nikmat saat kelamin Haruka dan Konzaki saling bergelut dengan liar, pekikan dan rintihan-rintihan lirih gadis cantik itu mewarnai bunyi beradunya alat kelamin yang saling menggesek.
ācrrrttt.. Cretttt..Crettttttt.. Umhhhhh-hsssshhhā
Wajah Haruka terangkat ke atas sementara tubuhnya yang sedang dalam posisi doggy style mengejang selama beberapa detik. Cairan kewanitaannya yang meledak berdenyutan kembali dihisap habis oleh batang penis Konzaki.
Dengan kasar Konzaki menarik tubuh molek Haruka yang sudah kelelahan untuk berdiri. Tangan Haruka berpegangan pada handgrip di atas kepalanya. Konzaki mengelus-ngelus bokong Haruka, batang penisnya menggesek-gesek belahan buah pantat Haruka. Lumayan lama Konzaki berkutat berusaha menjebol liang dubur gadis itu.
āAuhh, Uhhh..!! EMMHH..!!OWWWWā¦!!AWWWW..!!!ā
Konzaki tersenyum, kepala penisnya menuai keberhasilan yang gemilang, liang anus Haruka tersumbat oleh kepala penis Konzaki, telapak tangan Konzaki mengelus-ngelus buah pinggul Haruka.
Untuk beberapa saat lamanya Konzaki hanya merendam kepala penisnya di dalam jepitan liang anus Haruka yang meringis merasakan rasa pedih dan panas yang menyengat di duburnya. Sambil menggigit tengkuk Haruka, Konzaki mulai mendesak-desakkan batang penisnya untuk menyodomi gadis itu dalam posisi berdiri.
āUnngghhh..!! Nnnngekhhhhh..?? !!! ā
Haruka berpegangan kuat-kuat pada handgrip di atas kepalanya, nafasnyaĀ tertahan saat Konzaki mengamblaskan batang penisnya. Haruka merintih menahan rasa pedih dan perih yang begitu hebat menyengat duburnya.
Kedua mata Haruka membeliak saat senti demi centi penis Konzaki terbenam semakin dalam, buah pantat Haruka menempel erat pada selangkangan Konzaki. Batang penis laki-laki itu mengait anus Haruka. dengan sempurna.
Konsaki keenakan menyodomi Haruka, tangannya mengusap selangkangan Haruka kemudian sambil menyodomi Haruka tangannya mengurut-ngurut klitoris gadis itu.
Tubuh Konzaki dan Haruka basah kuyup dengan rambut yang acak-acakan, Konzaki terus menyodomi Haruka hingga kereta itu perlahan-lahan berhenti. Beberapa orang melangkah keluar, dua sosok tubuh berkelebat masuk ke dalam kereta.
āLepaskan gadis ituā¦Keparat..!!.ā Sayumi menghardik Konzaki..
āHmmm?? lepaskan?? apakah kalian mau menggantikannya??ā Konzaki tersenyum mesum sambil mengocokkan batang penisnya.
āDasar makhluk bejatā¦!!ā Eri mulai merangsek maju.
āCurang..!! main keroyok!! Thatha Haruka, muachh⦠plakkk..ā
Konzaki mengecup pipi Haruka dari samping belakang.
Setelah menampar buah pantat Haruka, tubuh Konzaki berubah seperti bayangan dan menembus kaca jendela. Eri dan Sayumi hendak mengejar namun langkah mereka terhenti saat mendengar suara rintihan Haruka, tubuh Haruka kejang hebat, mereka saling berpandangan. Mata Haruka mendelik-delik menahan derita.
āEriā¦,dia terkena racun laba-laba salju, sebaiknya kau cepat membawanya ke markas Guardianā¦, aku yang akan meladeni Konzakiā¦ā
āAku akan membawanya ke markas.., tapiiā¦ā Kamei Eri mengkhawatirkan Sayumi.
āJangan khawatir, aku dapat menghadapinya sendirianā¦.ā Sayumi tersenyumĀ sambil menepuk bahu Eri.
āKau yakin ??ā
āHe-ehā¦ā Sayumi mengangguk dengan yakin.
āHati-hati Sayu, jangan gegabah jika ia sudah mensummon seekor laba-laba raksasa, laba-laba salju terkenal dengan jaring hawa mistis yang dapat membangkitkan nafsu birahi dan hati-hati dengan racunnya dan satu lagi Sayumiā¦,oo iya, ingat habisi dia.., jangan diberi ampun..!!ā
āAku tahu, aku tahu he he he, sudahlah Eri lebih baik kau segera membawa gadis itu agar segera mendapat perawatanā¦ā
Sayumi tersenyum manis ia mengerti Kamei Eri sangat mengkhawatirkannya. Eri menempelkan telapak tangannya di tubuh Haruka, sebuah kilatan cahaya memercik dari tubuh Haruka dan Eri.
Eri membawa Haruka untuk mendapat perawatan di markas Guardian, kilatan cahaya yang terpercik menyadarkan kembali para penumpang di atas kereta yang hampir berbarengan berseru tertahan mendapati celana dalam, bra, rok mini dan pakaian yang terobek bersebaran di sana-sini. Seorang kakek meraih sehelai celana dalam milik Haruka dan menyembunyikan ābarang antik ituā ke dalam tasnya.
āHupā¦.ā Sayumi segera berkelebat melompat keluar dari pintu kereta yang hampir tertutup. Ia berusaha mengejar Konzaki, di suatu tikungan jalan tubuh Sayumi bertabrakan dengan seseorang. Keduanya jatuh terduduk, orang itu ternganga sambil memperhatikan wajah Sayumi Michisige.
āEe-ehh, Maafā¦.ā Sayumi buru-buru bangkit sambil meminta maaf.
āKau ?? Tu ā Tungguā¦., tunggu duluā¦!!akuā¦., kauuu.. ehhh, maksudkuā¦ā
Belum juga orang itu selesai berkata-kata Sayumi sudah berkelebat dengan cepat, gerakannya sulit untuk dilihat oleh mata orang biasa. Tanpa terduga orang itu ikut berkelebat secepat Sayumi, ia berusaha mengejarnya.
Sayu merapalkan sebuah mantra, gerakannya secepat petir yang menyambar, orang yang bertabrakan dengannya kehilangan jejak. Sayumi terus mengejar Konzaki hingga akhirnya Sayu berhasil mencegat Konzaki di suatu tempat.
āhe he he, kau mengikutiku rupanya, apakah kau ingin bercinta denganku hemmmm ??? mendekatlah manis, aku pasti akan memuaskanmuā¦ā
āTentu saja, tapi ini yang akan bercinta denganmu Hiattt..!!.ā
Sayumi mengibaskan pedang katana di tangannya, secarik sinar tajam panas dilapisi kilatan listrik menyambar kearah Konzaki yang buru-buru menghindar sebelum sinar itu menyabit tubuhnya
āHa ha ha ha,⦠ā
Konzaki bergerak menghindar ke samping kiri, sambil menghindar tangan kanannya bergerak mengebut ke arah Sayumi, Whuttttā¦!! sebuah sinar berhawa dingin menyambar, dengan ringan tubuh Sayumi bersalto indah menghindari serangan Konzaki. Sinar dingin itu lewat dua jengkal di bawah kaki Sayumi kemudian melabrak sebuah dahan pohon yang membeku seketika akibat hawa dingin pukulan Konzaki.
āHi hi hiā¦., mainan anak kecilā¦, aduhh panasnyaaaa,,,,. ā
Sayumi menyarungkan katananya ia mengejek Konzaki sambil mengibas-ngibaskan telapak tangan ke arah wajah seperti orang yang sedang kepanasan. Diejek begitu rupa kontan saja wajah Konzaki memerah seperti kepiting rebus, baru kali ini ada yang berani mengejeknya. Konzaki mengumpulkan seluruh tenaganya, tinjunya diselimuti kristal-kristal es. Sambil berteriak keras ia menghantamkan tinju esnya ke depan.
āFrozenĀ Dustā¦.!!! ā sebuah sinar dengan hawa dingin luar biasa menyambar ke arah Sayumi.
āThunder Flameā¦.Blast !!ā sebuah sinar berhawa panas berlapis petir menyambut serangan Konzaki.
DuaĀ buah sinar bergelung dengan dahsyat saling mendorong di udara. Nafas Konzaki terengah begitu pula nafas Sayumi. Keduanya membentak keras, terdengar suara ledakan dahsyat.
Tubuh Sayumi terdorong ke belakang sejauh lima tombak demikian juga tubuh Konzaki, sebelum tubuh Sayumi merangsek maju menyerang, Konzaki buru-buru memukulkan telapak tangannya ke tanah sambil berteriak keras.
āIllusion Fogsā¦!!ā gumpalan kabut tebal mengaburkan pandangan Sayumi, Konzaki tersenyum senang, ia berkelebat
Sayumi terkejut saat merasakan ada yang memeluknya dari samping kiri, sebelum tangan Konzaki sempat mencomot sepasang payudaranya yang ranum dengan cepat Sayumi melindungi dirinya.
āThunder Shield..!! Hiahhhhā¦!! BZZZZZZZZZā¦ā¦.ā
āEEAAAAAKKKKKā¦!!ā
Tubuh Sayu berperisaikan listrik bertegangan tinggi, Konzaki menjerit keras ia merasa seperti sedang memeluk tiang listrik yang sedang konslet di kala hujan. Sebuah tinju Sayu mendarat di ulu hati konzaki sebagai hadiah susulan.
āBukkkKKKā¦!!, NGUhekkkkā¦!ā tubuh konzaki terlempar kebelakang, ia jatuh bergulingan, dengan cepat laki-laki itu berdiri sambil memaki habis-habisan. Ia tampak geram tangannya terentang ke samping kemudian mengebut berkali-kali kedepan sebanyak 5 kali. Lima sinar berhawa dingin menyambar dengan dahsyat, belum juga Sayumi menangkis lima serangan berbahaya itu , Konzaki berteriak keras.
āGIANT SNOW SPIDERRRRRR..!! Hearrrhhhhhhā¦.!!!ā
Gulungan kabut tebal menggumpal di belakang tubuh Konzaki. Sebuah bayangan raksasa menunjukkan wujud nyatanya, seekor laba-laba raksasa berwarna putih ikut meluruk ke arah Sayumi.
Sayumi melompat jauh ke belakang, kemudian ia berteriak keras sambil mencabut dan menyabetkan katananya keatas seperti sedang membelah langit.
āWHHHUTTTHHHā¦!!THUNDER FLAME⦠DRAGOOONNNNā¦!!ā
Sebuah raungan dahsyat mengiringi suara-suara kepakan sayap, seekor naga besar bersisik keemasan meluruk dari atas langit.
āAnjrittttā¦, BROOOO.!! Apaan tuchā¦!! ā Konzaki menjerit kaget.
āWHOSSSHHHHā¦.. ā naga besar itu membuka mulutnya, sebuah bola api besar berselimutkan listrik melabrak lima sinar dingin yang menyerang Sayumi. Laba-laba salju terhempas terkena serempetan bola api listrik yang mengeluarkan suara mengerikan saat menghantam batu cadas di kanan belakang tubuh Konzaki.
Laba-laba salju dan Thunder Flame Dragon bergelut dan saling menyerang, sementara Sayumi dan Konzaki juga tidak mau kalah, dengan senjata berbentuk cakram besar Konzaki menyerang Sayumi. Diiringi suara bentakan keras Sayumi memapaki serangan Konzaki.
Pada suatu kesempatan Sayumi membabat katananya ke arah lutut Konzaki, dengan cepat Konzaki melompat ke udara menghindari sabetan katana Sayumi. Tangannya hendak mengibaskan cakram di tangannya, namun gerakannya masih kalah cepat dengan gerakan Sayumi. Tubuh Konzaki yang melayang di udara menjadi santapan empuk katana di tangan Sayumi.
āE-EHHHHā¦!! HUAKKKKKKKKā¦..!!.ā Konzaki menjerit keras kedua matanya melotot kesakitan saat tubuhnya diterjang oleh secarik sinar tajam berwarna keemasan,
Tubuh Konzaki terlempar kemudian jatuh bergulingan, rambutnya agak hangus. Konzaki berusaha berdiri, ia meringis, kulitnya terasa pedih bukan main saat ia tersengat listrik bercampur hawa panas dari sabetan sinar katana Sayumi Michisige.
Laki-laki itu merinding saat Sayu menghampirinya, sebuah katana yang terhunus tepat di hadapan wajah konzaki, dengan cepat Konzaki berlutut kemudian membentur-benturkan keningnya ke tanah.
āAmpunnn, Amphunnnn, aku menyerah, menyerahhhā¦hu hu huā Konzaki menangis sesegukan
Sayumi yang berhati lembut merasa tidak tega saat Konzaki menangis meraung-raung, perlahan-lahan Sayu menurunkan katananya.
āHmmm, baiklah aku akan mengampunimu, tapi dengan satu syarat..ā
āHu hu hu, apapun itu aku menyanggupinya , asal jangan bunuh aku hu huā
āBaiklah aku ingin kau bersumpah, jangan pernah Ā sekali-kali lagi kau berani mengganggu seorang manusiapun..mengerti !!ā
āBaik-baiklah, B-baikkkā¦.., Aku bersumpah, SUMPAHHā¦hu hu huā Konzaki menjawab sambil membentur-benturkan kepalanya ke tanah
Sinar mata Konzaki berkilat licik saat Sayumi membalikkan tubuhnya. Sseekor laba-laba kecil turun dari sebuah benang tipis kemudian menggigit pundak gadis itu.
Sayumi mengeluh kecil, ikatan batin antara Sayumi dan naga besar itupun terpecah. Thunder Flame Dragon menghilang seperti pasir halus yang tertiup angin saat kekuatan roh Sayumi menurun dengan drastis.
āKauuuā¦!! ufffhhhhā¦..ā Sayumi limbung saat membalikkan tubuhnya ke arah Konzaki
Katana di tangannya terasa begitu berat dan terlepas dari tangannya, ia melompat menjauh saat Konzaki berkelebat. Sebuah jaring laba-laba besar menjerat tubuhnya yang melayang di udara.
Sayumi meronta sekuat tenaga, jaring besar itu begitu lengket, dirinya menempel dengan kuat di atas jaring laba-laba salju. Dengan santai Konzaki naik ke atas jaring besar itu, ia merangkak seperti seekor laba-laba yang sedang menghampiri mangsanya.
āHe he he heā¦., Aku yakin kau pasti belum pernah merasakan sentuhan seorang laki-laki, tapi jangan takut, hari ini kau akan segera merasakannya, aduhh cantiknyaaaā¦..ā menjilat pipi Sayumi
Satu persatu pakaian Sayumi terlepas dari tubuhnya. Mata Konzaki mendelik merayapi lekuk liku tubuh Sayumi. Tangannya mengelus pinggul Sayumi.
ātidakkk.., ohh lepaskan akuā¦., L-lepaskannnnnnā¦!!TIDAKKā¦!!ā
āsekarang kau bilang tidak, tapi tunggulah beberapa saat lagi sampai racun laba-laba salju bekerja dengan sempurna, kau akan menggigil kedinginan dan meminta untuk kusetubuhi, ditambah lagi dengan hawa mistis jaring laba-laba salju yang akan membuat gairahmu meledak-ledak Ā HA HA HA HA HAā¦..!ā
Sayumi memaling-malingkan wajahnya ke arah lain saat mulut Konzaki berusaha mengejar bibirnya, laki-laki itu terus mengejar bibir gadis itu danā¦emmmhhh mmmhhhhhā¦..auffhhh mmmhhhh. Mulut Konzaki mengunci bibir Sayumi, tangannya meremas-remas sepasang buah dada Sayu yang mengenyal.
Sayumi mendesah pasrah saat mulut Konzaki bergantian melumati sepasang payudaranya kemudian menggelitiki puting susunya yang berwarna pink. Tubuh mulus Sayumi menggelepar saat kecupan-kecupan liar Konzaki merambat turun ke perut, terus turun semakin jauh ke bawah.
āahhhhh??ā Sayumi terperanjat saat tangan Konzaki membuka bibir vaginanya dengan kasar
Mata Konzaki melotot seperti hampir melompat keluar, lidahnya terjulur kemudian terayun-ayun mencicipi isi vagina Sayumi. Laki-laki itu membenamkan hidungnya pada vagina Sayu, dihirupnya aroma vagina gadis itu dalam-dalam.
āHssshhhh.. ohhhhhhhhhhhhā¦..ā Sayu mendesah pelan saat ujung lidah Konzaki menggelitiki klitorisnya
Laki-laki itu begitu pandai mempermainkan tonjolan klitoris Sayumi, selain itu racun laba-laba salju mulai bekerja efektif merangsang dirinya, hawa mistis jaring laba-laba membuat gairah sayumi meledak-ledak dahsyat , detak jantung Sayumi berpacu dengan cepat.
Ia menjerit ā jerit memohon kepada Konzaki untuk menikmati dirinya, Sayu mengangkat-angkat vaginanya ke atas menyambut hisapan-hisapan liar Konzaki. Ia menjerit liar saat mulut Konzaki menghisap-hisap kuat belahan vaginanya.
āCrrrrācruuttt.. srrrrrrrutcrut⦠ohhhhhhā¦ā¦.ā
āsluruuupphhhhh.. srrrupphhhhā¦ā
Lama sekali Konzaki menghisapi belahan vagina Sayu, laki-laki itu seakan tidak pernah puas untuk menghisapi vagina gadis secantik Sayumi. Konzaki tersenyum sambil membaringkan tubuhnya di sisi tubuh Sayumi yang terus merengek, memohon agar Konzaki bersedia menyetubuhinya
Konzaki tertawa melecehkan sambil menggerayangi dan dan meremas payudara Sayumi. Sambil menghisapi payudara Sayumi, tangan Konzaki mengusap semakin ke bawah, jari tengahnya menekan dan mengucek-ngucek belahan vagina Sayu hingga tubuh gadis itu menggelepar-gelepar di atas jaring kenikmatan.
Kegadisan Sayumi terancam saat Konzaki mengambil posisi untuk melakukan penetrasi. Tubuh laki-laki itu naik dan meneduhi tubuh Sayumi.
āapakah kau ingin agar aku memperkosamu ??ā
āIyaā¦, PERKOSA aku.., Ohhhhh,, Tolong perkosa AKUU..!!ā
āNge he he he he, ohh, hangatnyaaaaā¦,ā
Konzaki semakin rajinĀ menggesek-gesekkan kepala penisnya pada belahan vagina Sayumi. Tiba-tiba terdengar suara geraman dahsyat, sesosok makhluk besar berkelebat dengan cepat, tubuhnya diselimuti kobaran api kehitaman, dengan reflek Konzaki melompat menghindar, saat sang makhluk menerjang ke arahnya.
āGRRRHHHH..!!, JANGAN SENTUH DIAā¦KEPARAT..!!ā Ā sang makhluk menggeram marah
Laba-laba salju menyerang ke arah makhluk itu. Tangan makhluk itu membentuk cakar kemudian meremas ke arah Laba-laba Salju, hasilnya sungguh luar biasa, laba-laba besar itu tertahan seketika di udara kemudian Blarrrrhhhhhā¦laba-laba salju hancur seketika
āArhhhā¦!! Gilaa, Siapa kau ??!!Hahh ??ASTAGAā¦!! Tidak mungkin..!! Genji.. Iblis Api !! Sebentar.., sebentarā¦, kita damai..,kita damaiii, kuberikan gadis ini untukmu , bagaimana ? ā
Konzaki terkejut setengah mati menyadari makhluk apa yang tengah dihadapinya, atau lebih tepatnya jelmaan seorang Dark Soul legendaris yang Ā menghilang selama beberapa abad lamanya.
Tinggi tubuh makhluk itu sekitar 2.5 m, mulutnya yang terbuka memperlihatkan barisan gigi-gigi runcing, tangan Genji mencakar ke arah tubuh Konzaki. Kalau saja Konzaki terlambat menghindar sudah pasti tubuhnya akan hancur lebur oleh sebuah kekuatan yang maha dahsyat.
āBerdamai?? bolehā¦saja, tapi sebagai ganti kedamaian aku meminta nyawamuā¦!! GRRHHā¦.!!ā
āDasar Keparatā¦!!Frozen death⦠HEARRHHHHā¦!!!.ā
Kemarahan membutakan Konzaki dengan siapa ia kini berhadapan, kedua Ā tinjunya melesat ke depan. Seluruh tenaganya dipusatkan untuk menyerang makhluk besar itu. Tubuh besar itu berkelebat cepat tanpa menghindari serangan Konzaki, tangan Genji menyambar batang leher Konzaki.
āHahh ?? NGHEKKSSs⦠OOARRRGHHā¦.!!! AGGGGHH!!ā
Di tengah keterkejutannya Konzaki terlambat menghindar ia mendelik saat tangan kekar itu mencekik batang lehernya. Kekuatan darksoul yang dimilikinya serasa dihisap habis, penderitaan Konzaki masih belum habis sampai disitu, penderitaannya tergambar jelas dari jerit kesakitannya yang melengking.
Seiring dengan terhisapnya cairan tubuh laki-laki itu, tubuh Konzaki membiru mengkerut mengerikan. Genji mendengus kemudian menghempaskan tubuh Konzaki ke tanah, dengan santai ia membalikkan tubuh ke arah Sayumi, beberapa saat lamanya mata genji terpaku merayapi kemolekan dan kemulusan tubuh Sayumi Michisige yang meronta lemah di atas sebuah jaring besar.
āMirip, mirip sekali, Hrrrhhhhā¦ā Genji seperti berguman kemudian menggeram lirih
Kini tubuh genji tidak lagi mengeluarkan kobaran api merah kehitaman. Sinar matanya memancarkan kesedihan yang amat mendalam, jarinya Ā menggurat beberapa kali di udara. Jaring laba-laba yang menjerat tubuh Sayumi Michisige putus dengan begitu mudah, tash..! Tashh..!! Tashhhh..!! Tubuh Sayumi melayang ke arah Genji.
Dengan hati-hati Genji membopong tubuh Sayumi. Gadis itu mengeluh pelan tidak sadarkan diri dalam bopongannya, entah mengapa Genji begitu lembut membaringkan tubuh Sayumi, ia bahkan memakaikan kembali pakaian Sayumi yang sempat terlepas akibat kejahilan tangan Konzuki.
Genji memincingkan kedua matanya saat mendengar suara keluhan lemah dari bibir Sayumi, telapak tangan iblis api terbuka ke arah Sayumi.
Sebuah cahaya energi memancar dengan dahsyat membalut tubuh Sayumi Michisige mendesak racun laba-laba salju keluar melalui butiran keringat yang membanjiri tubuh gadis itu. Hari menjelang sore, dengan sabar Genji menjaga Sayumi. Genji menarik nafas lega saat perlahan-lahan Sayumi mulai membuka kedua matanya.
āAhhhhhhhhhhhhhhhhhh..!!ā Sayumi berseru keras, ia kaget setengah mati melihat sesosok mahluk Ā besar mengerikan berada di dekatnya
Dengan reflek Sayumi melompat menjauhi makhluk mengerikan itu, secepat kilat tangan Sayumi menyambar katananya yang sempat terlepas.
āTunggu, jangan gunakan dulu kekuatanmuā¦!!ā
āBLARRRā¦!!ā terdengar suara ledakan keras ketika Sayumi mengibaskan katana di tangannya
Sayumi terpaku saat tubuh besar itu tegak tidak bergeming Ā padahal jelas-jelas serangan Sayumi mengenai mahkluk besar itu. Entah kenapa Sayumi merasakan tubuhnya menghangat, ada sesuatu yang menggelitiki gairahnya, Sayumi berusaha untuk berkonsentrasi, ia mencoba untuk menyerang sekali lagi, kali ini dengan kekuatan penuh.
Sayumi mengangkat katananya keatas kepala dengan ujung katana yang menghadap langit , bunyi halilintar terdengar saling sambar-menyambar bersahutan. Katana di tangan Sayumi bersinar terang menyilaukan mata, bergemerlapan keemasan, hawa panas menyelimuti tempat itu. Kilatan-kilatan petir memercik dari katana di tangan Sayumi.
āHIAAAATTTTTā¦.!!! BLARRRRR..!!!ā
ā-
āHUAAAADUHHH,ā¦!! trangggggā¦.!!āĀ Yohana berseru keras,Ā ia jatuh nyungsep, keĀ kolong meja komputernya.
Sayumi : Weksss, salah sasaran ? maaf..maaf, Ā kepeleset nih !!
Yohana : Ā @_@., uhhhhhh
Yohana mengeluh pelan kemudian Kelepek Pingsan deh T_T
kalau sudah begini keadaannya, dengan sangat terpaksa
Bersambung…
āāā-
Ishikawa Rika melompat dan berlari berusaha menghindari sesuatu yang mengejarnyaā¦beberapa bayangan berkelebatan dengan cepat mengejar gadis cantik itu.
****************
Tidur Bersama Musuh
āTunggu Sayumi, jangan gunakan dulu tenagamu!!ā Genji mencoba untuk mengingatkan Sayumi akan bahaya yang masih mengincar gadis itu jika ia menggunakan tenaganya saat ini,
Sebelumnya Genji memang berhasil meredam pengaruh racun itu dan seharusnya Sayumi beristirahat selama beberapa pekan untuk menghilangkan pengaruh racun itu secara total dari tubuhnya, teriakan Genji malah membuat Sayumi semakin beringas.
Ia mengangkat pedang katananya ke atas kepala kemudian ujung pedang membuat lingkaran yang bersinar menyilaukan, dengan sekuat tenaga Sayumi menebaskan katana di tangannya ke arah Genji.
āHiatttttā¦ā¦ā¦..!! ā sebuah teriakan keras membarengi serangan Sayumi,
Pedang katana Sayumi menebas ke arah Genji, sebuah sinar berkelebat menerjang tubuh mahkluk itu. Blaaarrrhhh..!!! terdengarlah suara ledakan dahsyat yang memekakkan telinga,lautan pasir dan debu manghalangi pemandangan sebelum akhirnya sirna ditiup oleh sang bayu.

Sayumi tersentak, ia seakan tidak percaya dengan penglihatannya. Sosok besar Genji tak bergeming sedikitpun, mau tak mau Sayumi ngeper juga menghadapi kenyataan pahit dihadapannya dan nyalinya mulai menciut, serangannya ternyata tidak berarti apa-apa bagi mahkluk itu.
āHAH..!! mustahil !!, s-siapa kau sebenarnya??ā
āNama-ku Genjiā¦..Iblis Apiā¦Hrrrhhhh..ā
Tiba-tiba Sayu merasakan tubuhnya gemetar hebat seperti kedinginan dan sulit untuk mengendalikan diri, pedang katananya terasa berat dan semakin berat saja yang akhirnya ia tidak sanggup untuk memegangnya lagi. Tubuh Sayumi terkulai lemas, untuk sesaat ia seperti berusaha melawan perasaan yang tiba-tiba menggila sebelum akhirnya menggeliat-geliat tak karuan.
āCelakaā¦!! ā
Mahkluk besar itu berkelebat sambil mengerahkan tenaganya, telapak tangannya membuka. Sebuah energi dahsyat membalut tubuh Sayumi yang Ā melenting-lenting, mati-matian Genji berusaha menyalurkan tenaga untuk kembali meredam pengaruh racun laba-laba salju.
10 menit kemudian mahkluk besar itu menurunkan tangannya. Genji sadar usahanya akan sia-sia belaka, racun laba-laba semakin menghebat karena Sayu mengerahkan seluruh tenaga ,dalam serangan terakhirnya, semakin kuat tenaga yang dikeluarkan maka semakin hebat pula pengaruh racun itu mengobarkan gairah liar Sayumi. Sayu menjerit keras dan melompat menerkam mahkluk besar itu.
āahh,ahh ahhh, nnhhhhā¦ennnhhhhā¦, hssshhhh, ahhhhhā
Sayu menggeliat erotis sambil mendesah-desah dan merengek-rengek kecil untuk melampiaskan gejolak di hatinya, mata Genji tak pernah lepas dari liukan tubuh Sayu. Setiap gerakan Sayumi membuat nafas Genji terasa sesak, harumnya tubuh Sayumi membuatnya gelisah. Mata Genji terbelak ketika satu demi satu pakaian yang membalut tubuh indah Sayumi terlepas dari tempatnya
āhoshhh, hosshhh, hosshh..!!ā Genji kesulitan untuk mengendalikan nafasnya sendiri.
Perlahan telapak tangan Genji mengusap kepala Sayumi sementara tangan kanan Sayumi merayap mengelusi rimbunnya bulu-bulu di selangkangan Genji. Sesuatu yang besar dan panjang meronta berkedutan dari rimbunnya bulu-bulu berwarna hitam kecoklatan yang tumbuh lebat di sana.
āOwhhhhā¦!!astagaaaā¦. ?? ā Sayumi berseru terkejut saat sebuah tombak besar panjang menyeruak keluar dari rimbunnya bulu-bulu lebat itu, urat-urat besar melingkari sebuah batang yang mengeras berwarna coklat kehitaman, sayu bersujud disamping batang besar yang menjulang dengan ujungnya yang menunjuk ke langit.
Hidung Sayu mengendus aroma batang yang membuatnya semakin bergairah, ia membenamkan wajahnya pada rimbunnya bulu-bulu di selangkangan Genji dan menghirup dalam-dalam aroma menyengat yang memabukkan dirinya, jari Sayumi yang lentik mengusap buah zakar yang menggantung.
āHrrrrhhhhhhā¦Grrrhh..hhhh, nnnnrrrrhhhhā Genji menggeram lirih saat merasakan belaian telapak tangan Sayumi yang mulai bergerak teratur mengelus-ngelus batang penisnya
Hembusan-hembusan nafas gadis itu Ā yang hangat menerpa permukaan batang penisnya dan kecupan-kecupan kecil Sayumi memanjakan batang penis Genji yang semakin mengeras,mata sayuĀ memperhatikan ujung senjata yang masih terbalut oleh lapisan kulit berwarna coklat tua, lidahnya mulai terjulur mendekati kulit yang menyembunyikan āsebuah helmā
āssslccckk ckk slllccckkk..cuph cuphhhh. cuphhh.ā
Ujung Lidah sayu memoles dengan lembut membersihkan ujung kulit kemaluan Genji kemudian bibirnya mulai mengecup-ngecup dengan liar seiring dengan itu tangan sayu menekan kulit penis Genji ke bawah.
Aroma kemaluan semakin kuat tercium oleh cuping hidung Sayumi saat sebuah helm raksasa menyembul berwarna merah tua yang dihiasi oleh lendir-lendir beningĀ lengket, dengan rakusnya lidah Sayumi terayun mencolek-colek lendir itu ,terdengar ramainya suara mulut sayu berdecakan mencicipi gurihnya cairan nafsu Genji.
āGrrrrhhh, hhhrrrrhhhhā¦ā GenjiĀ memperhatikan lidah sayu yang berkelebatan menyapu kepala penisnya, rasa nikmat akibat sapuan batang lidah Sayumi Michisige membuat batang penis Genji semakin mengeras.
Sayumi terlihat gemas mencumbui batang penis yang ukurannya abnormal, besar dan panjang, anehnya otot besar itu dapat bergerak mengangguk-angguk seolah sedang menggoda Sayumi.
Dengan cekatanĀ tangan Sayumi menangkap benda nakal yang mengangguk-angguk kemudian kedua tangannya mengocok-ngocoks dan meremas batang penis Genji.
Sayumi menengadahkan wajahnya ke atas memperhatikan Genji, tangannya bergerak semakin lincah mengocoki batang besar Genji yang menahan nafas saat Sayu membuka mulutnya. Ia mencaplok, mengulum dan mengenyot lelehan ice cream terlezat di ujung batang milik Sang Makhluk.
āHouuffgghh Mmmmhh Mm-huummmm..ā
Sayumi membuka mulutnya selebar yang ia sanggup untuk memasukkan kepala penis yang berukuran sebesar buah apel itu kedalam rongga mulutnya. Kontan saja aksi Sayumi membuat Genji menggeram dahsyat, apalagi Sayu begitu bernafsu menelan apel daging yang lezat milik-nya.
āUfffhhhhhhā¦, Nyummm , Nyummm.. Emmmā¦ā
Sayu menghentikan aksinya, tampaknya benda sebesar itu bukanlah untuk dioral karena mulut Sayumi tidak cukup untuk menampung apel daging yang kaya akan nutrisi. Akhirnya Sayu hanya mengocok dan menjilati batang milik Ā Genji yang segera merengkuh tubuh mulusnya ke dalam pelukannya.
Dengan liar mulut Genji mengecupi perut Sayumi dan lidahnya membasuh perut gadis itu. Jilatan-jilatan permukaan batang lidah Genji yang kasar merayap dengan perlahan membasuh kemulusan dan kemolekan tubuh Sayumi
Setelah puas mencumbui Sayumi, kecupan Genji dan jilatan ā jilatannya merayap mengejar buah dada Sayumi yang ranum.
āNYOTTT.. NYOTTT NYOOTTTTā¦!!ā
āah ahh ahhhh..,hhhnnn-nnnhhh.., uhhhā
Desahan-desahan Sayumi semakin keras saat Genji memanguti induk payudaranya bagian bawah. Genji begitu rakus mengenyot puncak payudara Sayumi, pekik kecil Sayu semakin mengobarkan nafsu liar Genji, jeritan liar Sayumi dan juga liuk-liuk liar tubuhnya yang molek mewarnai persetubuhan yang semakin memanas.
āAhh Genjiiiiiā¦~!! Awwwwwā¦.ā
Sayumi kewalahan saat Genji membuka mulut lebar-lebar seperti seekor ular besar dan Happp, buntalan buah dada Sayumi masuk ke dalam mulut Genji, sungguh luar biasa kenikmatan yang diperoleh oleh Sayumi saatĀ bergantian buah susunya sebelah kiri dan kanan diemut-emut oleh Genji. Dalam cengkraman Genji, tubuh molek Sayu yang berpeluh menggelinjang hebat menahan rasa nikmat.
āOuggghhhh, enakkk Genjiiii, enakkkkk, hisapppp, terus , terushhhhhā¦ā
Rengekan dan rintihan Sayumi tertimpa oleh suara geraman-geraman Genji. Tubuh keduanya menyatu dalam kehangatan, bibir Genji melumati bibir Sayumi, mengulum bibir mungil gadis itu, mengecup-ngencup bibir Sayumi yang berdesahan. Sayumi membalas setiap kecup dan pangutan-pangutan Genji
āahhhh⦠hssshhh⦠ahhhhā
Tangan Genji mengelus bulatan dada Sayumi sebelum akhirnya ia meremas-remas buah kenyal di dadanya. Sesekali Sayu mengeluh saat Genji meremas kasar buah susunya , tangan sayu menarik kepala Genji dan menekankan ke dadanya diiringi desisan panjang.
Wajah Sayumi terangkat ke atas menatap indah langit biru saat lidah Genji mulai beraksi menjilati puting susunya yang mengeras. Sayu menarik buah susunya karena rasa geli yang menggelitik, rasa haus akan kenikmatan membuat Sayumi kembali menyodorkan buah ranum di dadanya.
āauhh,hssshh, ahhh, Ā Genjiii, enakkk..ā Sayu mengeluh saat Genji mencubit puting susunya, ia mendesah tertahan saat putingnya dipilin dan ditarik-tarik dengan lembut
Kasarnya permukaan telapak tangan Genji merayapi kehalusan tubuh Sayumi, mulai dari paha, pinggul, pinggang , buah dada dan kini tangan Genji mengobel-ngobel selangkangan Sayu yang mengangkang pasrah. Kecupan panas Genji merambat turun, batang lidahnya membasuhi bulu jembut Sayumi, memandikan permukaan vaginanya hingga basah kuyup.
āemmhh, Genji akkhhh, enakkkk, ohh terus, ahhh pelan, geli, terusssshh.ā
Sayu menekuk kedua kakinya mengangkang, Genji mengecupi kewanitaan Sayumi yang harum, lidahnya menggesek belahan bibir vagina Sayumi.
Tubuh Sayu menggelepar saat ujung lidah Genji mengorek-ngorek bibir vaginanya yang masih rapat, tangan Genji membuka bibir vagina itu, lidahnya terjulur memainkan tonjolan kelentit sayu yang mungil, daging kecil sebesar kacang tanah yang terselip di antara jepitan bibir vaginanya bagian atas menghantarkan sengatan-sengatan rasa nikmat saat Genji menjilat dengan teratur.
Sepasang kaki Sayumi yang mulus mengangkang lebar menerima tarian lidah Genji yang semakin aktif menggelitiki tonjolan klitorisnya..
āEnnnnhhhh. Crrrr. Crruttt.. cruuuuttttā¦ā
Genji semakin senang saat Sayumi mengangkat vaginanya ke atas, dihisapnya lelehan cairan vagina gadis itu, secuil rasa nikmat membuat sayu ketagihan dan menggila, ia merengek, merintih dan menjerit layaknya seorang gadis hipersex, Genji memaklumi Sayumi yang tengah dibawah pengaruh racun mesum itu.
Antara ingin dan tak tega saat melihat Sayumi menungging dengan gerakan yang gemulai,gadis itu menggoyang-goyangkan buah pantatnya dengan nakal, menggoda dengan segala kemolekan dan Ā keindahan yang dimilikinya hingga membuat Genji gelap mata dan ikut terperosok dalam kenikmatan yang disajikan oleh Sayumi.
āAuhh GENJIā¦.!!ā
āSAYUMIā¦!!ā
Dengan liar Genji menerkam tubuh Sayumi, keduanya bergulingan sambil bercumbu diatas hijaunya padang rumput, tawa kecil Sayumi membuat Genji semakin bergairah, Sayu mendorong Genji terlentang, mata Genji berbinar saat Sayu naik ke atas tubuhnya. Pengaruh racun laba-laba salju seakan membuat Sayumi lupa diri.
āGenji mau yang mana ? ini atau yang ini ?? he he heā
Sayu mencolekkan ujung penis Genji pada lubang anus dan kemudian menggesekkan helm besar itu pada belahan vaginanya yang becek. Sambil menggeram lirih Genji mengarahkan ujung penisnya pada anus Sayumi.
āoww, rupanya Genji suka yang ini ya ?? ahh kasar amat, sabarĀ dong sayang ^_^, Uttssshhhhā¦, ufffhhh⦠uffffhhhhh..!ā
Tanpa diminta Sayumi menekankan pinggulnya ke bawah. Batang Genji menggeliat-geliat liar bagaikan seekor ular besar yang hendak masuk ke dalam anus Sayumi Michishige.
Semakin kuat batang besar itu menekan semakin kuat pula Sayu menekankan pinggulnya ke bawah. Ia mendesah keras-keras saat kerutan otot anusnya melar dan terus melar hingga akhirnya mampu menelan sedikit dari ujung helm besar di selangkangan Genji.
āaaaaaā¦hhhh.. nnnhhh enn-nhhhhh,ā
āJREBB-BROSSSHHH..!!!ā
āaduhhh..!! arrrhhhhā¦!!sa-sakittt..hhh, aduh Genji, awww..ā
Butiran peluh yang mengucur deras membalut tubuh molek Sayumi hingga basah kuyup, tiba-tiba Sayumi menjerit setinggi langit, tangannya memegangi bokongnya
Sayu mengerang saat batang Genji menggeliat dan merayap masuk ke dalam, batang besar itu meliuk-liuk danĀ menusuk seperti hidup. Dengan lembut Genji mengusap bahu Sayumi, ia membiarkan Sayu membiasakan diri dengan anus yang ditancap oleh sesuatu miliknya yang besar dan panjang.
Perlahan-lahan Sayu mulai belajar untuk berkuda di atas batang Genji, gerakannya semakin liar. Genji menyambut keliaran Sayumi dengan menghentak-hentakkan batang penisnya ke atas. Tubuh Sayumi seperti sedang melompat-lompat di atas batang kenikmatan yang besar dan panjang sementara kedua tangan Genji tak pernah bosan untuk meremas-remas buah dadanya yang membusung.
āOhh, ahh, ampun Genjiiii, auhhhh.ā Sayumi mengeluh saat Genji merubah posisi persetubuhan itu
Mereka berdua kini duduk saling berhadapan, batang di selangkangan Genji bergerak cepat menusuki liang anus Sayumi yang memekik keras saat liang vaginanya tiba-tiba saja berkedutan diiringi rasa nikmat yang meledak.
ācrruttt.. crrr crutttā¦!!srrrrrhhhh crettttttā
Cairan klimaks Sayumi meluap hingga meleleh membasahi anusnya yang sedang disodok-sodok oleh Genji, cairan licin berwarna putih keruh seolah menjadi bahan pelumas bagi batang besar di selangkangan Genji. Desah kenikmatan Sayumi saling berganti.
Genji begitu bernafsu menyentakkan batang besarnya keatas, sementara Sayumi terlihat asik mendesakkan anusnya ke bawah menyongsong sodokan keras Genji, lidah Genji menari menjilat lelehan peluh yang mengucur deras di leher Sayumi Michishige.
āPofffhh Pofffhhhh Pofffhhh Pofffhhh.. Pefffhhhā
āGenjiii, emmmh mmmhhh.. mmmm, enn-nnhhhā
Sayu menggeliat saat Genji meneduhi tubuhnya yang molek, tangannya berkalung keleher Genji sementara kedua kakinya yang mulus tertekuk kemudian mengangkang lebar menerima kehadiran Genji. Kecupan-kecupan lembut yang saling berbalas berkembang menjadi pangutan-pangutan panas yang bergelora.
āhssshhh..!!. Aaaa..!! Ahhhh..!! aaaaaaā¦.!!ā
āHrrrhhh.. Grrrrhhhhhh..!!ā
Sayumi mengejang, gadis cantik itu tampak seperti sedang menahan sesuatu, ia merintih keras, nafasnya pun memburu dengan kencang. Sebuah batang menggeliat liar menggali belahan vagina Sayumi, tubuhnya terdesak-desak dengan kuat di bawah tindihan tubuh Genji yang menggeram-geram dengan keras sambil berjuang mati-matian menjejalkan batang penisnya berusaha memasuki jepitan liang kenikmatannya yang mungil.
āArhhhhhhā¦!! Drrrtt drrttt rrtttttttttā¦., Awww, aduhhh, OUCH!!ā Genji menggeram lirih, sementara Sayumi memekik dan mengaduh keras saat keperawanannya dijebol oleh batang penis makhluk besar itu
Dengan bernafsu Genji mengamblaskan batangnya ke dalam belahan vagina Sayumi yang mengeluh kewalahan, liang vaginanya sesak kesulitan saat batang besar itu mengoyak masuk semakin dalam. Darah keperawanan meleleh di selangkangan Sayumi dan sebagian lagi membasuh batang penis Genji.
āCleppp..!! Cleppp.. Peefffhhh..!! CleppppHH..!!ā gerakan batangĀ besar di selangkangan Genji membuat suara ā suara becek yang ribut dan keras saat mulai digenjotkan oleh pemiliknya untukĀ menggarap liang vagina Sayumi yang peret dan seret.
āPelan Genjiii, pelannn Auhhh..!!ahhh hhsshh enakkkā
āHa ha ha ha, enak ??ā
āhe-eh, ahh Genjiiiā¦, ahhhh..!!aduhhh nikmatttā¦ā
Sayu menggangguk, ia tertawa sambil merangkul leher Genji. Kepasrahan Sayumi menjadi lampu hijau bagi Genji untuk menggenjotkan batang miliknya dengan lebih liar lagi menusuki belahan vagina gadis itu.
āeemmmhhh, crrreettt⦠cretttt⦠crettttā¦.ā
āhhh, kau cantik dan imut Sayu..ā
Genji terpesona oleh kerenyahan wajah Sayumi, gadis itu tampak semakin cantik saat tengah menggelinjang meraih puncak klimaks, tubuhnya yang mungil menggeliut lemah dibawah tindihan tubuh Genji. Pinggul Sayumi bergoyang seperti mengayak batang besar yang sedang bergerak keluar masuk menusuki liang vaginanya.
āJrebbb..!! Jrebbbb..!! Blllllluuessshhhā¦!!Oughhh..!! Akhhhh. Shhhhh..!!ā
Jerit dan pekik kenikmatan luar biasa terdengar dari bibir Sayumi, ia berteriak keras menikmati hentakan batang penis Genji yang membuat tubuhnya terguncang-guncang dengan hebat.
Sayu mengerang keras, ia tidak sanggup lagi menahan luapan kenikmatan yang diberikan oleh batang penis Genji yang bergerak keluar masuk dengan cepat mengocok-ngocok liang mungilnya. Kepala Sayumi tergolek ke kiri dan kanan menahan serangan serangan Genji yang akurat, sekujur tubuhnya mengkilap indah dimandikan oleh butir-butir keringat yang mengucur deras.
Entah berapakali Genji memeras cairan kenikmatan Sayumi.āPofffhhhhā¦!!ā sebelum terdengar suara letupan alat kelamin saat Genji menarik batangnya dari dalam vagina gadis itu, ia membalikkan tubuh Sayumi dengan posisi doggy style. Kini Genji kembali menyodoki liang anus Sayumi.
Tubuh mulus gadis itu terayun terdesak-desak maju mundur dengan teratur, perlahan kesadaran Sayumi mulai kembali. Tangan Genji mencengkram kuat-kuat pinggul Sayumi saat ia mulai berontak dengan lemas karena tenaganya yang sudah habis terkuras.
āt-tidakk.., lepaskan akuu akhhhh akhhhhā¦ā
āSayumiii.. Grrrrhhhh.ā
Tangan kanan Genji menekan punggung Sayumi, batang besarnya terus bergerak dengan lembut menusuki liang anus yang memar kemerahan. Terdengar suara erangan Sayumi saat batang itu dijejalkan dengan kuat hingga tubuhnya tersungkur-sungkur keras ke depan. Setelah puas mempecundangi liang anus Sayumi, ujung batang besar itu melesak memasuki belahan bibir vagina gadis itu.
āooooooooohhhhhhhā¦, j-jangannnnnnnnhhhhhhā¦.., ugggghhhhh..!!ā
Sayu melenguh keras saat kepala penis Genji menerobos belahan bibir vaginanya yang terlipat ke dalam pertanda mengalami desakan yang luar biasa dari sebuah batang besar yang panjang dan kemudian tertarik hingga monyong keluar saat batang itu ditarik keluar oleh pemiliknya hingga sebatas leber penis.
Belum begitu lama Genji menusuki liang kenikmatan Sayumi, tubuh Sayu gemetar hebat, helaan nafasnya berhembus tanpa dapat diatur dan ditahan. Terdengar suara rintihan lirih yang menggairahkan saat Sayu kembali terkulai keenakan.
āCruttt.. cruuttttt⦠!!nnn Crrutttttā¦ā
āGRRRHHHHHH.Grrrrhhhhh Rgggggggggā¦.hhhh..!!ā
ās-sudahh, sudahh, hentikann, ahhhhhh⦠ahhhhā
Dengan bernafsu Genji membalikkan tubuh Sayumi terlentang, terdengar suara pekik kecil saat Genji menerkam Sayumi. Kelembutan digantikan oleh keliaran saat nafsu birahi Genji memuncak, tubuh mungil Sayumi menggelinjang saat digeluti dengan liar oleh sosok yang jauh lebih besar darinya, batang di selangkangan Genji bergerak keluar masuk dengan cepat dan kuat merojok-rojok liang vagina Sayumi. Setiap sodokan keras membuat Sayu melenguh nikmat.
āuttssss Crruttt crutttttā¦.ā
āClepp cpleppp.. blllsssshhh CROOTTTTTā¦.ā
Suara raungan Genji yangĀ menggelegar mengakhiri segalanya, mata Sayumi mendelik merasakan batang Genji amblas sedalam-dalamnya sebelum akhirnya sayu memejamkan kedua matanya saat tubuh Genji ambruk menindih tubuhnya.
Deru nafas Genji membaur menjadi satu dengan suara rintihan lirih Sayumi. Sayu mengelus pipi Genji, ia dapat menangkap kesedihan yang mendalam disinar mataānya, entah ada rahasia apa di balik tatapan sendu Genji.
Tubuh Genji yang menaungi tubuh Sayumi memberikan kehangatan yang menenangkan hati Sayumi. Sebuah kecupan Genji di kening mengiringi Sayumi yang tertidur kelelahan.
āemmmhhhā¦ā
Dengan pulas Sayumi tertidur hingga sayup-sayup ia mendengar suara pesawat udara yang melintas, perlahan Sayu membuka mata. Tubuhnya masih terasa pegal dan rasa ngilu menyerang daerah intimnya saat ia berusaha menggerakkan tubuh bagian bawah. Dengan menahan rasa ngilu Sayumi berusaha untuk duduk.
āAhhhh!! ā
Sayumi menatap tajam pada sosok yang baru saja masuk, dengan panik Sayu melintangkan tangan di dada. Dengan cepat ia menyambar sebuah bantal dan menggunakan untuk menutupi bagian tubuhnya yang amat sensitif. Genji berdiri di pinggiran ranjang, tubuhnya kurus dan tinggi, sebuah benda besar masih terkulai di selangkangannya.
āsiapa kau.. ??dimana ini ??ā
āaku Genji dan sekarang kau berada di rumahkuā¦ā
Genji hanya tertawa saat Sayumi menatapnya dengan tatapan mata menyelidik. Sayumi bertanya-tanya dalam hati, apa mungkin sosok kurus tinggi ini adalah Genji?? seorang Dark Soul ?? tidak ada tanda-tanda kejahatan di setiap gerak dan tatapan matanya yang begitu lembut. Genji mengarahkan ujung jari telunjuknya ketubuh Sayumi, sebuah sinar kehitaman menyelimuti tubuh Sayu yang telanjang.
āohhhhā¦ā Sayumi mendesah saat Ā merasakan tubuhnya terangkat melayang di udara, kedua kakinya mengangkang indah mirip seperti huruf V yang menunjuk langit
ekspresi panik menghiasi wajah cantik Sayumi saat vaginanya mendekati mulut Genji. Kecupan bibir Genji yang mengecup bibir vaginanya membuat Sayu menggelinjang kegelian.
ācuppphh cuphhh cupphhh mmhhh ckk sslccckk ckk sllllppphhhā
āahhhh, ge..liii, achhhh,emmhh Genjiiiiiiiā
Kecupan dan jilatan silih berganti menerpa bibir vagina Sayumi, sungguh indah geliatan nikmat Sayumi yang merintih lirih menikmati kecup dan jilatan jilatan Genji.
Ujung lidah Genji menyentuh kemudian mengait tonjolan klitoris Sayumi hingga Sayu melenguh keras. Semakin keras Sayumi mengeluh dan merintih semakin menggila pula lidah Genji mencokel-cokel tonjolan kelentit mungil yang semakin mengkilap indah terbasuh oleh lendir vagina dan liur Genji.
āauhhhh ccrrrr crrr crettthhhhā¦hssshhh hsshshhhhhhā bibir Sayu mendesis desis seperti orang yang kepedasan, rasa nikmat yang meledak-ledak membuatnya kewalahan, apalagi saat mulut Genji mengunyah vaginanya dengan rakus. Tubuh Sayumi tersentak Ā menahan nikmat merasakan emutan-emutan kuat yang mengenyot vaginanya.
ānyummm, gurih ,srrrupphhh sruppphhhh, nyottt nyotttt nyotttt..ā
Beberapakali Genji mengenyot vagina Sayumi sebelum akhirnya ia membaringkan gadis itu di atas ranjang. Ia menekan belahan vagina Sayumi dengan batang besar nya yang mengacung perkasa.
āuh.. UHHH..!! akhh ampunnn, b-besarnya, pelannn Auhhh..!!ā
Sayu nyengir menahan desakan kepala penis Genji yang sebesar bulatan buah apel itu. Bibirnya meruncing merasakan desakan kuat kepala penis Genji yang berusaha menguakkan celah sempit di selangkangannya.
āaaa, aaaa AHHHHHā¦!!AUHHH..!!ā
Suara keluh kesah Sayumi semakin keras saat belahan bibir vaginanya dipaksa melebar menerima kepala penis Genji. Satu sentakan kuat Genji dan satu jeritan keras Sayumi mengiringi amblasnya benda besar itu.
ācleppphh cleppphhh cleppphhhh,ā¦ā
Tidak begitu lama terdengarlah suara-suara becek mengisi ruangan di sebuah rumah. Suara rintihan menggairahkan menambah seru persetubuhan yang tidak seimbang.
Kecantikan dan juga kemolekan tubuh Sayumi terbalut oleh butir butir keringat saat batang penis Genji bergerak keluar masuk mengocoki belahan vaginanya. Sayumi berkali-kali nyengir keenakan saat batang penis Genji merojok sedalam-dalamnya.
āJrebbbb Jrebbb Jrebbbb JREBBBBā¦ā tusukan-tusukan lembut yang nikmat membuat Genji dan Sayumi mencair menjadi satu. Sayu menyambut tusukan penis Genji dengan mengangkatāangkat pinggulnya hingga batang besar Genji terbenam lebih dalam lagi, kecupan dan ciuman lembut dihiasi permainan lidah menambah panas hubungan terlarang yang tengah berlangsung di atas ranjang yang bergoyang dengan lembut.
āOhhhhā¦, Gennnjiiiiiā¦., Genjiiiiiiā
āSayumiiiiiā¦.ā
Sayu mengangkat wajahnya keatas memberikan ruang lebih saat Genji menghisapi batang lehernya membuat bekas cupangan kemerahan. Genji menatap wajah cantik Sayumi sebelum ia merubah posisi, ia mendorong bahu Sayumi agar gadis cantik itu tidur dalam posisi menyamping. Batang Genji merapat menggesek belahan pantat Sayu.
āGenjiii, jangan di situā¦ā
Genji tak menggubris penolakan Sayumi, bujuk dan rayuan Genji membuat Sayumi menyerah, ia menggigit bibir bawah saat batang Genji mendesak kerutan otot anusnya yang mengkerut.berusaha menahan keinginan liar Genji.
āUNNGGGHHHH, ahhh AD-DUHā¦!!ā
Sayu mengaduh saat liang anusnya dibongkar paksa oleh batang di selangkangan Genji. Rasa panas dan pedih terasa menyiksa saat batang besar itu melaju dengan kecepatan medium. Di sebuah cermin terlihat dengan jelas bayangan penis Genji yang sedang menyodomi Sayumi, tangan Genji meraih buah dada Sayumi sambil menusuki liang anus gadis itu, tangannya meremas-remas buntalan dada Sayu yang membuntal indah.
Lidah Genji pun turut bermain mengulas-ngulas daun telinga dan pundak Sayumi. Geliatan lidah Genji mengundang Sayumi untuk menoleh hingga mereka berdua saling bertatapan, dengan gemas Genji melumat bibir Sayumi. French kiss panas ala film spider Lilies-pun dipraktekkan oleh keduanya, tarian lidah mulai memanas saat Sayumi menjulurkan lidahnya membalas belitan lidah Genji.
āAhh ohhhhh auhhh..!!ā
āCkk ckk ckk mmmmhh ckkk sssllccckkā
āHemmm Mmmmmhh Mmm-mmmhhhhā kuluman Genji meredam keluhan Sayumi saat batang besar itu bergerak dengan tempo yang lebih cepat, tanpa melepaskan batangnya Genji menarik pinggul Sayumi yang menungging pasrah dengan anus dikait oleh batangnya.
āPlakkk Plakkkk Plakkk PLAKKKKā¦ā
āaaahh ahhh unnnhhh akhhhhhā¦, aduh-aduhh UNNGGH NNNGGGH..!!ā
Tangan Genji mencengkram kuat-kuat pinggul Sayumi yang terdorong maju mundur, tusukan ā tusukan keras membuat mata Sayumi berkali membeliak disertai lenguhan keras yang membuat batang besar itu bergerak lebih liar lagi menyodomi anusnya.
āAhh AHHH, Sudahh-su-sudahhh Hentiā¦iiikann..!! UNNHHHH..!!ā
āPofffhhhā¦!!ā
Begitu batang penis Genji lepas dari anus dan pinggulnya lepas dari cengkraman tangan laki-laki itu, Sayumi berguling menjauhi keganasan Genji Kontan saja mata Genji menatap tajam tubuh Sayumi yang berguling, diterkamnya tubuh mulus Sayumi yang menjerit panik.
āsudah Genji, aku lelahh auhhhā¦ā
āAku belum puas Sayumi.., muachhhā¦, he heā
Genji terkekeh sambil menggeluti Sayumi yang termegap kewalahan. Kali ini Batang Genji mendesak liang mungil di selangkangan Sayumi. Dengan bernafsu Genji menjejal-jejalkan batang besarnya. Sekujur tubuh Sayumi mengejang saat liang mungilnya dirojok paksa menerima kehadiran penis Genji.
ānnhh enn-nnggghh nnnhhhā¦ā
Bibir Genji tak hentinya mengecupi bibir Sayumi yang mengeluh saat batang panjang Genji menyodoki semakin dalam, terdengar suara pekikan kecil saat dengan paksa Genji mengamblaskan batangnya sekaligus kedalam liang mungil Sayumi.
āSlepphhh Pefffhh Pleppssshhā¦ā
āaaa.. aaa-ahhh Awww.. hsssshh Aaaaaaā¦ā
Terdengar suara tumbukan keras batang yang tengah menggali sebuah liang peret, suara tumbukan alat kelamin yang khasĀ bercampur dengan suara rintihan dan pekik Sayumi. Ia hanya dapat merintih lirih menghadapi genjotan-genjotan penis Genji yang prima. Tidak membutuhkan waktu terlalu lama bagi Genji untuk menaklukkan Sayumi.
āNnnnnnhhh Hnnn Crrrruttt Crutttt⦠cruttttttā¦.., ohhhhhhhhā
Genji mengganjal pinggul Sayumi dengan sebuah bantal, lalu tangan Genji mengangkap pergelangan kaki Sayu, dikangkangkannya kedua kaki Sayumi melebar di udara kemudian ditembakkannya batang besar itu berkali-kali hingga buah dada Sayumi terguncang dalam gerakan-gerakan yang indah.
Lautan peluh membasuh tubuh Genji dan Sayumi, jerit kenikmatan dan rintihan klimaks semakin sering terdengar hingga akhirnya bersamaan mereka mencapai puncak kenikmatan.
ācrrrutttt crrr crrreett Geennnjiiiiihhhā¦ā
āCROTTTT⦠Sayumiiiiiā¦.OUGGHH..!!.ā
Sang Surya mulai berjalan dengan malas keperaduannya saat Genji membukaĀ mata, masih tercium harum tubuh Sayumi, seakan masih terasa kehangatan tubuh molek itu yang berulang kali diterkam olehnya. Genji menghela nafas panjang saat menyadari kesendiriannya.
Sebuah bayangan berkelebat cepat, sesekali Sayumi menoleh ke belakang, ada sedikit keraguan dihatinya saat meninggalkan Genji, sebuah senyum pahit menghiasi bibir Sayumi. Ia menyadari kalau jalannya dan Genji adalah berbeda, berlainan dengan Sayumi. Genji bergegas mengejar Sayumi michishige, mengejar seorang gadis yang sangat mirip dengan cintanya yang pernah hilang.
Sayu berhenti disebuah cafe, ia memesan segelas minuman ringan dan kentang goreng untuk cemilan, hpnya berbunyi dengan lemas sayu menerima panggilan Eri.
āHalo..!! HALOO , Sayumi, kau berada dimana ?? sudah beberapa kali aku berusaha menghubungimu,koq ngak diangkat sich ? apakah kau baik-baik saja??ā
āhe he he,sepertinya kau mengkhawatirkanku ya Eri ??ā
Sayu berusaha ceria, ia tidak ingin Eri mengetahui apa yang telah terjadi terhadap dirinya. Agar tidak terlalu banyak bertanya, Sayu mengalihkan topik pembicaraan.
āEri, Aku membutuhkan sedikit informasiā¦ā
ātentang apa ??ā
āTentang Iblis Apiā¦ā
āHahh ?? Iblis Api ?? setahuku ia seorang darksoul legendaris, Ā juga masih belum bisa dipastikan , siapa dia, berapa besar kekuatannya dll dsbā¦, baiklah akan kukirimkan via e-mail sedikit infonya yang berhasil terkumpulā
āterimakasih Erii, habis makan aku baru pulang, en Bobo, capek niy he heā
āyawdah.., jangan lupa tuch yang lagi ngetik juga disuruh boboā¦ā
āsiapa ??ā
āya yang lagi ngarang cerita inilah.., sapa lagiā¦??ā
āemmmm, kayanya udah ngejengkang duluan dehā¦ā
YohanaĀ : Zzzzz Zzzzzz Zzzzzzzz
Yohana tertidur pulas sambil memeluk guling hello kittynya. Dalam tidur ia bermimpi, tersesat didalam sebuah labyrinth, Tiba-tiba seseorang berlari kencang melewatinya.
āLari Sis..Yoo!! Lariiiiiiā¦.ā
āHahhh ?? emang napa ??ādengan keheranan Yohana menengok ke belakang, Cuma ada seekor kelinci lucu, ihhhh, lucunyaaa, kejar ahhh.., lha ngilang, ehhhhh, itu diaā¦., Weittttā¦, diambil kakek-kakekā¦., dari ras kausian, alias bule (kalo nggak salah istilah hue he he he he)
āTingggggā¦.ā Si kakek mengeluarkan sebuah pendulum, dengan tatapan mata meyakinkan Si kakek berusaha menghipnotis Yohana, namun sayang mata Yohana malah menatap selembar kertas merah dengan angka nol sebanyak lima buah $_$, mayan buat tambahan jajan ama beli Vitacharm hi hi hi, dengan gesit dibetotnya ujung 100.000 ā an yang terinjak oleh si kakek hingga kakek tua itu terjatuh ke belakang,
āWADUHHā¦. sialan!ā Si kakek memaki.
āHuarrrr.. Hrrrr.. Hrrrrrā¦..ā
Mission 100.000 selesai ^_^ !!, duh suara ribut apa tuch? Nafas yohana berhenti saat melihat segerombolan zombie haus darah perawan yang mendekati dengan langkah tertatih tatih. Suara datar serak yang mengerikan terdengar dari mulut mahkluk-mahkluk yang bangkit dari alam kubur.
Cerita Sex Mimpi Buruk di Kampus
āBloooooddddā¦!! VIRGIN Blooooddddddhhhhhhh.., hrrrrrrā¦ā
āHuhhhh !! WHUAAAAAā¦..,!!is a Ghost, is a bird(whowww, burungnya superman ?? @_@), Noo,is Zombie grup, Ā Weeekkkss..!ā
ācatch herrrrr.. virginnnn blooooodddā¦., virgiiiinnnnnnā
ākaaa, Rikaaaaa, TUNGGGUUUā¦, Ā waduh, jalannya kemana nihh, siapa juga yang bikin labyrinth kaya gini ?? bikin pusing ajaā¦Kyaaaaa..!! Gimana asal muasal-nya sampe bisa ada zombie segala.?? Kitttyyyyy Tornado Danceeeeee Hiaaaaaaaattttā¦.,ā Yohana mengeluarkan jurus saktinya, ratusan zombie terpelanting ke sana kemari, kemudian, Whuzzzhhhh, ia berlari secepat kilat mengejar Rika Ishikawa yang sudah ngacir duluan.


