Surga Gangbang Selebriti
Cerita Dewasa Ā· 18+
Cerita Sex Surga Gangbang Selebriti – Sebelum membaca cerita ini tolong bedakan antaraĀ fiksi dan kenyataan, yang bedanya Jauhhhhhhhh⦠Bangetttt, tul nggak Ngocokers ^^
- Cerita ini hanyalah fiksi belaka
- Cerita ini cumaĀ hasil imajinasiĀ &Ā buat bermupeng ria aja loh.
- Kalo adaĀ yang suka silahkan dibaca ^^
- Tapiā¦., Kalo ada yang nggak suka/bosen atau setelah membaca nantinya bakal merasa tersinggung, ngambek karena nama idolanya, dll, dst, ada dicerita ini, sangat dianjurkan untuk tidak membaca cerita ini, karena cerita ini mungkin tidak cocok untuk Anda ^^.
- āSay Noā To Rape & DrugsĀ in The Real World

High Voltage Power Up ! Dzzzingggggggā¦!!
Seorang gadis cantik sedang curhat pada seorang temannya di sebuah cafƩ di kota Jakarta. Tubuhnya putih mulus, ramping dengan body bertipe slim, rambutnya berwarna kecoklatan-coklatan, senyumannya sangat menggoda dan dapat membuat terbang hati para laki-laki yang menatapnya.
āGue sebel banget dehā¦! pasti kerjaan salah seorang dari merekaā Nia menggerutu kesal
āLagian salah loe juga sih.. ngapain difoto berbikini segala, dikerubungi oleh para laki-laki dikolam renang..pula ! bener-bener gila loe!āteman Nia memberikan nasihat-nasihat dan beberapa petuah.
Nia cuman bisa tersenyum pahit, menyesali perbuatannya yang ceroboh dan cenderung bodoh.
āUdah.. Ahhā¦,Gue nggaku Emang gua yang salah.., Nah sekarang loe mau makan apa gue ntar yang traktirā¦ā Nia menyogok temannya agar berhenti memberikan kuliah.
āHe he heĀ Asekkk⦠Gitu donggg⦠wa udah lapar nehh⦠mana menunya..ā teman Nia membolak-balik daftar menu ditangannya, tidak begitu lama daftar pesanan mereka sudah siap tersaji diatas meja itu.
āNgomong-ngomong loe jadi jalan-jalan ke LAā teman Nia mengingatkan gadis itu.
āJadi lahhhā¦, besok gua berangkat⦠itung-itung ngehindarin para wartawan Ha Ha HAā Nia tertawa lepas.
āNyamm.. nyammm.. Emm Sssttt Nia, liat tuh cowo naksir loe kaliā¦, dari tadi ngeliatin meluluā¦ā teman Nia berbisik.
Nia menolehkan kepalanya,
āGila..loe!! tuh Cowo udah tuaā¦!! Nggak mau gua..!!ākaki gadis itu menendang tulang kering sahabatnya di bawah meja, kemudian sambil sesekali bercanda tawa kedua gadis itu meneruskan makan siang mereka.
*************************
Keesokan harinya di bandara
āUdah⦠nggak usah sedih gitu, gue cuma jalan-jalan bentar koqā¦ā Nia tersenyum sambil mendorong kopernya.
āBukan gitu..! tar selama sebulan ini siapa yang bayarin makan gue..! he he heā teman Nia bercanda.
āYeee⦠dikira loe sedih gua tinggal⦠nggak taunya..!!ā dengan kesal Nia mencubit pangkal lengan sahabatnya.
Setelah cipika-cipiki (cium pipi kanan, cium pipi kiri), Nia melangkahkan kakinya sambil menarik koper dorongnya, singkat cerita, Nia Ramadhani menginjakkan kakinya di negri Paman Sam. Seorang pemandu wisata bernama Ben menyambut gadis cantik itu, kemudian ben membantu membawakan koper Nia, hari itu Nia beristirahat disebuah hotel berbintang lima.
**********************
KeesokanĀ harinya
Setelah berjalan-jalan menikmati keglamoran kota itu, dengan sebuah mobil sewaan mereka berdua kembali ke hotel berbintang lima. Hari itu Nia mengenakan baju kaos berwarna merah dengan bawahan celana jeans berwarna biru.
āAre You Happyā¦ā Ben bertanya dengan ramah.
āYess.. Ammmhhhh , Thank a lot Benā¦ā Nia menjawab sambil menggeliatkan tubuhnya.
āItās my pleasureā¦ā Ben agak menelan ludah ketika Nia menggeliatkan tubuhnya.
āHave a good restā¦.ā Ben tersenyum ramah,
Nia membalas senyuman Ben dan menutup pintu kamarnya. Setelah meminum segelas susu hangat kemudian gadis itu merebahkan tubuhnya diatas ranjang yang empuk, entah kenapa Nia merasa gerah dan panas, tubuhnya menyentak-nyentak, ada sesuatu yang bergelora, mengamuk didalam dirinya.
āKlik..ā pintu kamar Nia terbuka, seorang laki-laki negro bertubuh besar masuk ke dalam kamar itu, entah dari mana si negro mendapatkan kunci duplikat kamar hotel Nia Rhamadani
Si negro segera melepaskan pakaiannya sendiri, tangannya mengusap-ngusap benda besar di selangkangannya yang semakin mengeras dan membesar.
āBennnā¦., ā Nia menatap laki-laki itu, ia mengenali laki-laki negro bertubuh besar itu, Ben tersenyum kemudian naik keatas ranjang dan membaringkan dirinya disamping Nia.
Tangan Ben membelai-belai rambut Nia, hidung ben mengendus-ngendus wangi rambut gadis itu, kemudian lidahnya terjulur menjilati dan mengecupi daun telinga Nia, sampai Nia Ramadhani berkali-kali merinding kegelian. Ben melepaskan pakaian Nia, kini dikamar itu Nia Ramadhani berbaring pasrah bersama seorang pria Negro yang tersenyum-senyum sambil sesekali mengecupi bibir mungil gadis itu.
āYouāre So Hot Nia, I see your picture when I surf the net, dammm, with four guys in the pool Ehhhhā¦.? You naughty little bitchā¦..ā Ben menggigit kecil leher Nia.
Ciuman Ben semakin liar menjelajahi leher gadis itu, jilatan-jilatan kasar menyelingi kecupan-kecupan dan gigitan-gigitan Ben dileher Nia yang putih dan lembut.
āAhhhh, Bennn⦠Ahhhhh enakkkkkā¦.ā Nia mengalungkan tangannya ke leher Ben.
āHemmm⦠Mmmmmmmmhhh⦠Mmmmmmmmā suara mulut gadis ituĀ ketika bibir Ben menyumpal mulutnya, āCkkkk⦠ckkkkk⦠Shhhh Ckkkkkā suara berdecak-decak mulai terdengar semakin lama semakin sering dan keras.
Lidah Ben terjulur, mengulas-ngulas sela bibir Nia kemudian terjulur lebih dalam mengait-ngait langit-langit mulut gadis itu, lidah Nia bereaksi ketika lidah Ben mengait-ngait lidahnya, saling kait, saling lumat dan saling menghisap lidah membuat birahi Nia dan Ben semakin tinggi. Gadis itu menjerit keras ketika mulut Ben menghisap puncak payudaranya., mulut si negro tampak lahap menghisap-hisap putingnya.
āAhhhhh⦠Bennn Sakittttā¦!! ā Nia kembali menjerit keras ketika merasakan sebuah gigitan keras dipuncak payudaranya, rupanya si negro merasa gemas dengan keindahan buah dada Nia.
Berkali-kali hisapan dan gigitan lembut datang silih berganti, tangan si negro berkali-kali meremas-remas induk buah dada gadis itu sampai-sampai dada gadis itu berwarna kemerahan dengan beberapa bekas hisapan-hisapan kuat. Mulut si negro mengecup-ngecup semakin kebawah, keperut dan kini wajah si negro berhadapan dengan permukaan vagina Nia.
āCuppp⦠Cupppppā¦., Nice Vagina⦠Ha Ha Haā si negro tertawa gembira sambil beberapa kali mengecupi permukaan vagina Nia. Hidung Ben mengendus-ngendus, lidahnya terjulur menjilati permukaan bibir vagina gadis itu, sesekali dilumatnya bibir vagina itu yang mengeluarkan wangi harum yang sangat khas.
āLetās seeā¦, āsetelah mengganjal pinggul Nia dengan sebuah bantal, Ben menekan pinggiran bibir vagina gadis itu, lidah ben menjilati sela-sela vagina Nia yang mulai merekah dengan indah..
āDammmmm !!, I love it !! ā Ben melahap vagina Nia dengan rakus, Nia semakin mengangkangkan kedua kakinya melebar, matanya terpejam-pejam rapat.
āAcccchhh⦠Ouhhhhā¦. Bennn⦠Akkkkkkhhhhhā¦āNia merengek-rengek keenakan ketika lidah si negro melingkari klitorisnya, sesekali tubuh Nia melenting keatas ketika mulut si negro mengemut lubang vaginanya.
Nia mengangkat pinggulnya keatas, kedua tangannya yang mungil semakin kuat menekan kepala si negro, Nia menjerit-jerit semakin liar
āAhhhhhā¦, Bennnnn, hisappppp Bennnnā¦. terussssssshhhhā butiran-butiran keringat mulai membasahi tubuh Nia Ramadhani yang halus dan mulus.
āAhhhhā¦, Ouhhhhhh, Auhhhhhhā¦. Crtttttā¦. Crrrrrrtttt⦠Crrrttttā nafas Nia Ramadhani tersendat-sendat, tangannya mengusap-ngusap kepala Ben yang botak mirip telur raksasa berwarna hitam legam.
Lidah si negro menjilati cairan-cairan gurih yang meleleh dari sela-sela bibir vagina Nia sampai kering. Tangannya mengangkangkan kaki Nia melebar kemudian ia menggeser posisi tubuhnya agar berada ditengah-tengah diantara kedua kaki Nia yang mulus.
Beberapa kali ia memukul-mukulkan batang kemaluannya pada permukaan vagina Nia, entahlah apa maksudnya dengan memukul-mukulkan batang penisnya. Ben kini menggenggam batang penisnya kemudian mulai menggesek-gesekan kepalanya pada bibir vagina Nia yang sudah merekah dengan pasrah siap untuk diperawani oleh Ben.
Batang kemaluan si negro mulai melakukan gerakan menekan. Gerakan pinggul Nia membuat kepala penis si negro terpeleset menggesek keatas dan membentur klitoris gadis itu.
āHennnhhh⦠Aaaaaā¦.ā Nia memejamkan matanya rapat-rapat ketika kepala penis Ben yang berukuran besar mulai mendongkrak sela-sela vaginanya.
āOuhhhhhhā¦ā¦. Ohhhhhhhhā Nia Ramadhani mengeluh panjang ketika merasakan sentakan-sentakan kepala penis si negro yang mulai kasar melakukan penerobosan memasuki lubang naginanya yang masih kesulitan menerima penis berukuran raksasa milik pria negro yang tengah menindih tubuh gadis itu.
āHaa Akkhhhhhhhā¦..ā mata Nia melotot ketika merasakan satu tusukan yang kuat dan kasar membuahkan rasa perih dan nyeri diselangkangannya. Jeritan Nia kembali terdengar ketika si negro dengan semakin kasar menjejal-jejalkan kemaluannya, tangan Nia berpegangan pada pinggang si negro yang tengah asik menindih tubuh mungil gadis itu, pinggul si negro tampak asik berkutat berkali-kaliĀ dalam gerakan menekan, tubuh Nia Ramadhani yang putih mulus tampak kontras dengan tubuh besarnya yang besar dan hitam.
āAhhh.. Ahhhh⦠Bennnā¦, sakittt⦠benn sakitttā Nia menjerit setinggi langit, rasa sakit dan perih semakin hebat mendera selangkangannya ketika Ben mulai menarik dan menusukkan kemaluannya dengan kuat dan kasar.
āDammm, I donāt believe itā¦!! You are a virgin.., ā Ben terkejut , ia pikir Nia sudah tidak perawan lagi.
āWhoaaaa, lucky me⦠Ehe heĀ he he heā Ben terkekeh-kekeh sambil terus memacu batang kemaluannya menggasak lubang vagina Nia Ramadhani yang peret dan sempit.
āEssshhhh⦠Ooooā¦. Benn.. Pelannnhhh⦠Awwwwā¦..ā Nia menggeliat-geliat kesakitan
āStop it !! Bennn Stoppp Ittt!!! Whaaaww!!ā tubuh Nia terguncang-guncang dengan hebat seirama dengan sodokan-sodokan ben ang semakin liar, gadis itu berusaha menggeliatkan dirinya keluar dari himpitan Ben.
āTake thiss you bitch!!! Yeahhhā tangan Ben mencengkram bahu Nia sehingga gerakan Nia terbatasi dan si negro semakin kuat dan kasar mengocok-ngocok lubang vaginanya, ada bercak-becak merah yang terpecik ketika kemaluan hitam itu menghantam lubang vaginanya dengan keras.
āAchh⦠Ahhhh Aaaa Crrrtttt⦠Crrrrtttttā¦.ā Nia mengejang , gadis itu menelan ludah merasakan kenikmatan yang menyembur dari lubang vaginanya yang baru diperawani oleh si negro.
āDo yo like it ehhhh ? ā si negro bertanya dengan nada mengejek, Ben mengangkangi wajah Nia,
Tangannya sedikit menjambak rambut Nia sambil menggesek-gesekkan kepala penisnya ke bibir dan ke pipi gadis itu.
āNowwwā¦open your mouthā¦.ā Ben memerintahkan Nia Ramadhani agar membuka mulutnya.
āOpen it bitchā¦.!!and suck it!!ā Ben membentak kemudian dengan kasar dan menjejalkan kepala penisnya ke mulut gadis itu.
āHoommmmmhh, Ummmmmmmhhh⦠Mmmmmmmmā suara mulut Nia yang sedang mengulum penis si negro.
āHerrrmmmmmmhhhā¦ā¦ā mata Nia tiba-tiba mendelik ketika si negro dengan kasar menusukkan penisnya semakin dalam dalam mulut gadis itu.
Kepala penis itu menyumpal kerongkongan Nia sampai gadis itu kesulitan mengambil nafas. Nia Ramadhani meronta dengan kuat sampai akhirnya si negro merasa kasihan dan menarik penisnya dari mulut gadis itu.
āJangannnhh Bennnā¦..!!ātelapak tangan Nia menghalangi kepala Penis Ben dengan telapak tangannya ketika kemaluan hitam itu kembali tersodor untuk mulut gadis itu, Nia Ramadhani memohon-mohon agar Ben tidak melanjutkan keinginannya untuk mendeepthroat mulutnya.
āWell, It depend !! how good you.re..!?ā Ben berdiri kemudian duduk mengangkang di atas kursi sofa.
Nia Ramadhani merangkak di antara selangkangan si negro, mulut gadis itu terbuka lebar dan menciumi biji kemaluan si negro yang bergelayutan di selangkangannya.
Si negro menengokkan kepalanya kebawah, tangannya membelai-belai rambut Nia Ramadhani yang acak-acakkan, disibakkannya rabut gadis itu kebelakang, Bibirnya tersenyum memandangi Nia yang tengah melakukan jilatan dan ciuman-ciuman lembut pada biji kemaluannya. Ia menggenggam kemaluannya kemudian menyodorkan kepala penisnya kearah mulut Nia, gadis itu membuka mulutnya dan
āHmmmfffhā¦, mmmmmhhhhā¦, Hmmmmmmm, Mmmmmmmhhhā
Tangannya mendekap kepala gadis itu disisi kiri dan kanan, kemudian Ben memaju mundurkan kepala Nia.
āYesss, Thatās It.. Ouhhhh Yeahhhhā¦, suck it bitch, damm you!! Harder bitchhh!!! ā Ben kini bersandar ke belakang, kedua kakinya semakin lebar mengangkang.
Nia tampak semakin rakus menghisapi dan menjilati batang kemaluan Ben, negro berkepala botak itu. āSlllcckkkkkā¦, slllllcccckkkkk⦠Cupkkhh.. cupkkhhā¦.ā
āNowwwā¦, He he heā Ben meraih tubuh Nia dan menarik agar gadis itu mengangkangi kemaluannya dalam posisi saling berhadapan, kemudian tangan Ben menekan bokong gadis itu agar turun dan perlahan-lahan kemaluan Ben menggeliat-geliat sedikit demi sedikit memasuki sela-sela vagina Nia Ramadhani.
āUhhhhhhhhhhhhhhhhā¦.ā Nia Ramadhani melenguh panjang ketika kemaluan Si Negro perlahan-lahan menyesaki selangkangannya.
Kedua tangan Ben melingkar dan mendekap pinggang gadis itu, sementara mulutnya mengejar puting Nia Ramadhani kemudian sambil menyentakkan kemaluannya keatas. Ben menggigit puncak payudara Nia sampai gadis itu menjerit keras, jeritan gadis itu seolah-olah menjadi pemacu agar Ben segera menghujam-hujamkan kemaluannya keatas.
āAhhh.. Aaaaaā Nia menjerit-jerit ketika Ben menyodok-nyodokan penisnya dengan kasar, mulut si negro melahap bulatan buah dada Nia yang ranum. Biarpun buah dada gadis itu tidak besar namun tampak proporsional dan indah menggantung di dada gadis itu.
āOwwww⦠Crrrtttt⦠Crrrtttttā¦ā¦ā tangan Nia mencengkram bahu Ben kuat-kuat ketika merasakan semburan kenikmatan diselangkangannya, belum juga Nia sempat mengambil nafas, Ben mendekap bokong gadis itu dan berdiri
āAuuhcccchhhhhā¦..ā Nia memeluk erat-erat leher Ben karena takut terjatuh, posisi itu membuat rasa tidak nyaman , was-was dan kwatir,namun selain itu ada rasa nikmat yang semakin membuat jantung Nia berdetak dengan lebih kencang.
āAhhhhhh, Bennnn hati-hati, ohhhh Shhhhh Shhhhā tubuh Nia terayun-ayun mengikuti irama sodokan si negro.
Ben hanya tersenyum sinis ketika Nia menjerit semakin keras, tubuh gadis itu semakin basah, keringat bercucuran dengan deras dari tubuh mulus gadis itu dan menetes-netes keatas lantai. Si negro menunggingkan tubuh Nia diatas lantai di dekat jendela
āTidakkkā¦jangannnn Bennnn !!Ā Noooooā¦ā Nia menolak ketika si negro hendak menyodominya.
āShuuuutttt⦠Upppp!!! Sretā¦.!!ā tangan si negro menyobek kain gorden dan kemudian mengikat kuat-kuat tangan Nia kebelakang.
āArrrrhhhhhhhā¦.!! Sakitttt Bennnnnn!!! Sakitttt sekaliiiiiā¦.ā Nia menjerit-jerit ketika dengan kasar kepala penis si negro mulai memasuki lubang anusnya. Nia menangis merasakan rasa panas dan nyeri di lubang anusnya,
āAhhhhhhh..!!! ā NiaĀ menjerit keras ketika si negro menjebloskan penisnya sekaligus kedalam lubang anus gadis itu.
Ben mulai memacu penisnya keluar masuk menggasak lubang dubur Nia, sementara Nia menjerit-jerit sambil menangis memohon agar Ben menghentikan kompaan ke lubang anusnya yang semakin kasar dan kuat sehingga gadis itu tersentak-sentak maju kedepan.
āCrooooottttā¦Keccrrrottttttā¦ā¦.ā gerakan si negro tiba-tiba berhenti tangannya meremas ā remas pinggul Nia. Batang penisnya yang panjang masih tertancap di lubang anus gadis itu, untuk sesaat Nia merasa lega karena gerakan-gerakan si negro yang kasar berhenti, namun Nia mulai kembali resah ketika merasakan sesuatu mulai kembali membesar di dalam lubang anusnya.
āBennnnn, Please Bennnnnn!! Slowlyyyy⦠I Beg Youu⦠Hkkk Hkkkā Nia tampak cemas ketika Ben mulai kembali melakukan gerakan memompa, gadis itu mulai terisak-isak menangis ketakutan.
Tanpa melepaskan cengkramannya Ben menjatuhkan dirinya kebelakang , tubuh Nia ikut terbetot dan kini gadis itu menduduki penis si negro yang tampak melengkung ketika akan masuk semakin dalam.
āSlowlyā¦? Like thiss memmmm?ā si negro bertanya sambil meremas-remas buah dada Nia dengan lembut, Nia terdiam.
āHeeeyyyy!! Iām Asking !!ā Ben tampak tersinggung sambil meremas kuat-kuat buah dada Nia sebelah kiri.
āYesss Bennn, Yesssssā¦..ā Nia segera menjawab untuk menenangkan emosi Ben.
Si negro berbisik lembut menyuruh agar Nia segera melakukan tugasnya, Nia mengangguk kemudian Nia mulai belajar untuk menaik turunkan pinggulnya, sesekali gadis itu meringis merasakan rasa ngilu di lingkaran duburnya.
āGood Girl, Gooooddd Girlā¦ā tangan si negro mencengkram pinggul gadis itu dan membantunya agar Nia tidak terlalu capai ketika menaik turunkan pinggulnya.
Tubuh Nia menggeliat kekiri dan kekanan ketika perlahan-lahan penis si negro menyodominya, Nia Merintih-rintih dalam keadaan duduk mengangkang diatas tubuh besar dan hitam yang tersenyum-senyum keenakan. Tangan Ben menjambak rambut Nia ke belakang sambil memacu penisnya dengan lembut.
āYesss , Thatās it roll it, Up and Down, Perfect!!ā
Si negro mengajari Nia agar menaik turunkan pinggulnya dengan sebuah kombinasi menggerakkan pinggulnya dalam gerakan memutar, sesekali tangan si negro memukul pinggul Nia Ramadhani agar gadis itu lebih giat lagi mengerjakan tugasnya.
****************************
Keesokan paginya
āHahhhhhā¦.ā Nia tiba-tiba terbangun, gadis itu merasakan sakit disekujur tubuhnya, pegal, dan rasa pedih di selangkangan dan juga di lubang anusnya, seorang pria negro membelai rambutnya kemudian mengecup keningnya.
Di pagi hari itu si negro kembali melahap gadis itu kembali sampai Nia terengah-engah kehabisan nafas, Ben mengecupi bibir Nia, tubuh keduanya sudah basah kuyup bercucuran keringat. Sinar matahari bersinar dengan terik.
Seorang pria negro menuntun seorang gadis berkulit putih, mulus,Ā berwajah cantik, Nia tertunduk lesu, tubuh gadis itu kadang-kadang tertarik oleh tubuh besar yang menuntunnya entah kemana. Si negro berhentiĀ di depan sebuah rumah besar yang tidak terawatt penuh dengan coretan-coretan disana sini.
āklikkā¦ā Ben membuka pintu rumah itu dan menarik Nia masuk kedalam
āBlammmm..!!ā Pintu rumah itu terbanting dengan kasar.
Beberapa orang pria negro segera menghampiri Ben dan Nia
āI love you babyā¦āSeorang diantara mereka meremas buah pantat Nia, gadis itu menepiskan tangan si negro yang kurang ajar, Nia membalikkan tubuh hendak mendamprat orang itu namun dirinya tertarik dengan keras oleh Ben.
Ben hanya tersenyum kemudian kembali menarik Nia kelantai atas, sayup-sayup terdengar suara teriakan memaki.
ā Klikkkkā¦.ā Ben membuka pintu kamar itu, suara makian terdengar semakin keras.
āahhhhā¦ā Nia terkejut setengah mati, melihat didalam kamar itu ada beberapa orang Pria Negro dengan kemaluannya yang mengacung keras, bahkan beberapa kemaluan yang hitam legam itu jauh lebih besar dari milik Ben.
****************************
Sementara di atas ranjang, Ivan Gunawan tengah meronta-ronta, kedua tangannya terikat keatas, disebelah kanan dan kirinya tampakā¦ā¦ā¦!!!!
(Ā Red: Whaduhhhhh..!! Salahhhhhā¦.!! Pasti Para Mupengerās Pada Ngeri deh , kalo Ivan Gunawan yang terikat mahā¦ā¦ he he he ^^ )
Sementara di atas ranjang seorang gadis tengah meronta-ronta, kedua tangannya terikat keatas, disebelah kanan dan kirinya tampak Julie Estelle dan Marshanda tengah asik mengelus-ngelus buah dada Nikita Willy.
āKeparat⦠Lepaskanā¦!!! Julieā¦!! ChaCha !! brengsek kalianā¦ā Nikita Willy berteriak-teriak, memaki dan mendamprat Chacha dan Julie Estelle.
āEhhh⦠Julieā¦, susunya loe nggak apa- apa kan?ā tanya Chacha Pada Julie sambil mencubiti putting susu Nikita, sampai Nikita Willy meringis kesakitan.
āMaksud loe, nggak apa ā apa gimana ?ā Julie Estelle balik bertanya sambil membelai rambut Chacha.
āYaaaaa, waktu dicomot orangĀ itu dijalan,⦠ha ha ha⦠Cuphhā
Marshanda tertawa lepas sambil mencium bibir Julie Estelle.
āSialan Loe Chaā¦, Gue jadi inget lagi kejadian itu⦠sebel banget deh sama orang negro kemaren itu ā¦., yang rada-rada sangar itu loh.ā Julie Estelle mengumpat kemudian ikut tertawa cekikikan.
āYaā¦, maksud gua sihhh , kalo mau pegang jangan cuma sebelah dongg !! Kan Jadi berat sebelah, gimana gitu rasanyaā¦..,sekalian dua-duanya, coba kalo susu gue dua-duanya yang dipegang pasti deh gue nggak akan marah! Paling cuma gua gampar!!!! ā Kata Julie kemudian ia mengulum bibir Chacha tanpa mempedulikan Nikita Willy yang masih berteriak-teriak sambil meronta-ronta berusaha melepaskan dirinya.
āUdah.., lagian salah loe juga kan pake kaos bertulisan U CanāT Touch ā
āYeee, Salah dimananya, jelas-jelas nggak boleh dipegangā¦ā
āYaa, tapikan hurup T nya ketutupan lelehan ice cream⦠Ha Ha HA HAā Marshanda tertawa nggakak, Julie Estelle cuma tersenyum pahitā¦..
āEhhhhhhmmā¦. Julieee Hemmmmh Cupphhhā Marshanda mengigit kecil bibir Julie kemudian bibirnya menciumi lembut bahunya.
āChachaā¦. Shhhhh Arrhhhhhhhhhhā Julie semakin liar menjerit-jerit ketika Marshanda menciumi lehernya.
āPlakkkkk..!! ā tiba ā tiba Julie Estelle menampar mulut Nikita.
āBerisik amat sih loee, ngeganggu gua ama Chacha tau !!ā Julie Estelle tampak berang.
āSabar Julieiiiiā¦, Nikita belon tau enaknya bercinta, ketimbang dihajar, lebih baik dia diajarin He he heā¦.ā Chacha membelai-belai pinggul Julie Estelle.
Kini Julie menggeser tubuhnya menindih tubuh Nikita, kemudian Julie menggesek-gesekkan buah dadanya pada buah dada Nikita, sesekali Julie menekan-nekan dadanya yang membuntal padat menekan buah dada Nikita Willy.
āBrengsekkkā¦, dasarrrr binal..!! Keparammmmmhhh Emmmmmhhā¦āUmpatan Nikita terputus ketika Marshanda menjambak rambut gadis itu sambil mengulum bibirnya.
āHeemmmm, Hemmm, Emmmmā Suara mulut Nikita yang sedang dilumat ā lumat oleh Marshanda.
Sementara Julie semakin bernafsu menggesek-gesekan buah dadanya pada buah dada Nikita. Julie menciumi bulatan dada Nikita, ciumannya semakin turun kebawah danā¦..
āEmmmmmhhhhhā Nikita mengejang ketika merasakan lidah Julie menjilati permukaan vaginanya, lidah Julie tampak begitu professional menyentil-nyentil klitoris Nikita Willy, sesekali lidahnya bergerak dalam gerakan memutar mengitari klitoris Nikita yang semakin mengkilap dengan indah, satu gigitan lembut kadang-kadang mampir di klitoris Nikita sampai gadis itu tersentak keenakan.
Sementara Chacha melepaskan kulumannya pada bibir Nikita, dengan lembut Chacha membelai rambut Nikita, sesekali dikecupnya kening gadis itu, suara makian tidak terdengar lagi dari bibir Nikita, mata Nikita tampak sayu menatap Chacha yang tersenyum memandanginya sambil mempermainkan dan meremasi buah dada gadis itu, tangan Marshanda mengelusi buah dada Nikita dengan lembut, kemudian ditarik-tariknya putting Susu Nikita dengan agak kuat sampai Nikita willy meringis ā ringis.
āAhhhhhhhā¦..,ā mulut Nikita terbuka lebar, tubuhnya tampak bergetar dengan hebat āCrrrtttttttttt⦠Crrrttttttttttttttā kemudian gadis itu terhempas tanpa daya, jempol Julie Estelle mengurut-ngurut klitoris Nikita dengan lembut, kadang-kadang dengan gerakan mengucek-ngucek kasar, sampai tubuh Nikita menggeliat-geliat sambil menjepitkan kedua pahanya rapat-rapat.
Julie Estelle tidak kehilangan akal ia menggigit paha Nikita sampai ia menjerit kesakitan sambil mengangkangkan kedua pahanya berusaha menghindari gigitan Julie Estelle, Nikita mencoba menahan kedua pahanya dalam posisi mengangkang ketika jari tengah Julie Estelle bergerak teratur dalam gerakan mengesek-gesek belahan di selangkangan gadis itu, Nikita mengigit bibirnya agar dapat menahan rintihan yang hampir keluar dari bibirnya.
āHemmmmā¦, he he heā¦, enakkkk ?ā Chacha terkekeh ia bertanya sambil mengecup bibir Nikita, Nikita mengangguk perlahan, tubuhnya tampak pasrah seolah-olah sedang menanti permainan selanjutnya.
āHa Ha Ha.. Ayolah Nikitaā¦, nggak usah tegang gito koq, rileks ajaa..āMarshanda membelai-belai sambil menyibakkan rambut Nikita yang acak-acakan menutupi wajah gadis itu, kemudianĀ ia merundukkan kepalanya menciumi ketiak Nikita dengan lembut, sesekali lidahnya bergerak seperti sedang mengulas-ngulas sambil dilanjutkan dengan mengigit ketiak gadis itu.
Jari tangan Marshanda menjepit putting Susu Nikita Willy kemudian memilin-milin puting Susu gadis itu.
āOhhhhhh⦠Chachaaaaaaā¦., Julieā¦.. Ennnnnhhhhhā Nikita Willy memejamkan matanya rapat-rapat, jantung Nikita Willy berdetak dengan irama yang tidak beraturan air keringat sudah sedari tadi mengucur membasahi tubuhnya yang mulus..
Julie Estelle menjentikkan jarinya kearah tiga orang pria negro yang sudah sedari tadi menunggu untuk segera memulai aksi mereka. Tiga pria negro naik ke atas ranjang, yang dua menarik pinggul Chacha dan Julie Estelle agar sedikit menungging sedangkan yang satu menggesek-gesekkan kepala penisnya pada bibir vagina Nikita.
āNggakkk⦠Nggakkkk mauuuu!! Ahhhhhā¦. Jangannnn Julie!!!!⦠Chacha !!! Gue nggak mauuu !!!ā Nikita tampak panik ketika tangan Chacha dan Julie menarik dan merentangkan kedua kaki Nikita keatas, keduanya hanya saling berpandangan dan tersenyum kecil.
Tubuh Nikita tampak kejang menahan tekanan kepala kemaluan si negro yang terus menekan berusaha memasuki lubang vaginanya, si negro terus berkutat untuk melakukan penetrasi pada belahan vagina Nikita Willy.
āEnnnnnhhhhhā¦ā¦ā¦!! Jangan, aaaahhh !!ā Nikita mengerang keras ketika penis si negro yang hitam dan besar menekan semakin dalam, kepala penis yang besar itu tampak kesulitan ketika ingin memasuki sela-sela vagina diselangkangan Nikita yang bentuknya seperti sebuah cincin yang elastis. Tubuh Nikita kejang ā kejang ketika merasakan vaginanya seperti melar dan sesak, disumpal oleh kepala penis si negro yang besar.
āAwwwwwā¦ā¦.!! ā Nikita menjerit keras ketika satu sodokan yang kuat merojok lubang vaginanya, ada sesuatu yang terobek-robek ketika kepala penis si negro menusuk semakin dalam.
Bersamaan dengan itu terdengar rintihan keras dari mulut Marshanda dan Julie ketika lubang vagina mereka juga disodok oleh dua orang pria negro, selanjutnya mereka tersentak-sentak oleh penis hitam yang besar dan panjang yang terbenam dalam kemaluan mereka yang sempit dan peret.
Tubuh Nikita Willy terguncang-guncang dengan hebat di atas ranjang, berkali-kali mulutnya mengerang kesakitan ketika si negro memompai lubang vaginanya. Nikita mengerang-ngerang ketika si negro melakukan penetrasi yang dalam dan kuat, batang penis itu bergerak keluar masuk. Penis yang panjang dan hitam itu menekan dan terbenam dalam-dalam. Nikita mendesah-desah setiap kali batang penis itu merojoki lubang vaginanya dengan kuat dan kasar.
āDeep and Hard Baby.., he he heā mulut si negro menceracau
Ia tidak mempedulikan Nikita yang kewalahan menerima genjotan penis besar itu di lubang vaginanya, nafas nikita tersendat-sendat setiap kali penis besar itu menekan kasar.
āAhhhhhhhhhhā¦.! ā Nikita menjerit keras-keras ketika batang penis si negro mengaduki lubang vaginanya, ia ingin mencabut penis si negro yang tertancap di lubang vaginanya kemudian melarikan diri dari atas ranjang itu namun tenaganya hilang entah kemana, jangankan untuk berlari untuk menggerakkan tangan saja rasanya berat sekali.
Marshanda dan Julie Estelle saling berpandangan sebelum sama-sama memperhatikan buah dada Nikita Willy yang terguncang-gucang. Buah dada yang ranum itu menjadi mainan bagi Marshanda dan Julie, sesekali Chacha dan Julie bergantian menggigit-gigit kecil puting susu Nikita Willy sampai pemiliknya menjerit antara sakit dan nikmat, mulut Marshanda dan Julie agak meruncing ketika menghisap kuat-kuat puncak payudara Nikita.
āAhhhhhhhhhhhā¦. Crrrrrrrrttttā¦. Crutā Nikita menahan nafas, tubuhnya mengejang merasakan nikmatnya rasa klimaks, Marshanda dan Julie mengelus-ngelus rambut Nikita, Chacha melepaskan ikatan di tangan Nikita, Julie tersenyum sambil terus disetubuhi oleh tiga orang negro bertubuh besar, ketiga artis muda itu berciuman satu sama lain
āAduh, Chaaaā¦, memek gueā¦. ā Julie meringis ketika merasakan sodokan kasar dilubang vaginanya, isi vaginanya terasa terbetot ketika penis itu ditarik dan dijejalkan kembali kedepan ketika si negro membetot dan menghujamkan penisnya kuat-kuat.
āAduh.., Aduhhhh, Julieee, mampus gue dahhhhhā¦., AWWWWWWW!!ā Marshanda mengerang kuat ketika si negro menggerakan penisnya semakin cepat.
Mata Marshanda medelik-delik, mulutnya ternganga-nganga tanpa dapat berkata-kata, hanya erangan dan ringisan yang dapat keluar dari mulutnya.
āArhhhhā¦, Jangan, Tolonggggg,,,!! Owwwwwwwwwā¦ā¦!!!ā Jeritan Nikita terdengar keras, lubang vaginanya terasa dirobek-robek dan ditumbuk hingga hancur oleh batang penis yang hitam, besar dan panjang, yang semakin keras menghantam lubang vaginanya.
āTheyāre good ehhhh?ā
āYeahhhhā¦, I like Asian girlā
āSmooth skin, cute face, hot &sexy, ā
āand donāt you dare to forget their tight little vagina He he heā
Ketiga pria negro itu berbincang-bincang sambil terus mengayunkan kemaluan mereka tanpa mempedulikan Nikita , Marshanda dan Julie Estelle yang kewalahan menghadapi penis mereka yang besar, hitam dan panjang.
āChachaā¦, My Girl !! Come hereā¦.!!ā Ben berteriak memanggil Marshanda yang masih sibuk melayani nafsu seorang pria negro berambut poni, Marshanda menggeliat tubuhnya berusaha melepaskan dirinya dari dekapan tangan si negro kemudian menghampiri Ben.
āDo You Know Her ? ā Ben bertanya pada Marshanda
Marshanda tersenyum nakal dan mengangguk
āOk, teach her how to playā¦.ā
āSini Nia, gue ajarinā¦., loe pasti ketagihanā Marshanda menelanjangi Nia Ramadhani dengan dibantu oleh Ben.
āNggak mau Chaā¦! gue wanita normalā¦!!ā Nia membentak sambil memalingkan wajahnya ketika Marshanda hendak mengulum bibirnya.
āGue tau loe normal Nia, tapi gue juga normal koqā¦ā Marshanda tersenyum nakal sambil memeluk pinggang Nia, Nia Ramadhani meronta-ronta, tanpa disengaja buah dada Nia Ramadhani yang terus bergesekan dengan buah dada Marshanda membuat percikan-percikan api birahi yang semakin lama semakin berkobar-kobar dengan dahsyat.
āOhhhhhhhhhhhhhā¦ā¦.ā Nia Ramadhani hanya dapat mendesah panjang ketika tangan Marshanda meremas buah pantatnya dengan lembut, Chacha terenyum ia tahu kalau Nia sudah mulai terrangsang..
āJulurin lidah loe Niaā¦.ā Marshanda mendesah sambil mengecup bibir Nia Ramadhani, Nia menelan ludahnya berkali-kali sebelum mulutnya terbuka dan menjulurkan lidahnya keluar.
Lidah Marshanda mengait lidah Nia kemudian menghisapi lidah Nia yang terjulur keluar. Si negro berambut poni menghampiri tempat pertarungan, ia mengambil posisi dibelakang tubuh Nia Ramadhani, sementara Ben mengambil posisi dibelakang tubuh Marshanda, tanpa disuruh Marshanda agak menunggingkan bokongnya kebelakang sambil merentangkan kedua kakinya melebar, Marshanda agak meringis ketika Ben menyodok lubang anusnya dengan kasar.
āUchhhā¦, Bennnnn, Itās hurt,ā¦., Please, Ben Pleaseeeeā tubuh Marshanda menggigil menahan rasa sakit dilubang Anusnya yang sedang dirojoki dengan kasar.
āSlowly Ben Slowlyyy, Pleaseee, Oahhh!! ā Marshanda memohon agar Ben menyodominya dengan perlahan-lahan. Marshanda melolong keras karena Ben malah semakin kasar dan kuat menyodomi lubang anus artis muda yang cantik itu. Ben memacu seluruh tenaganya dan dilampiaskannya nafsu bejatnya pada tubuh Marshanda yang terguncang dengan hebat, butir keringat bercucuran membasahi tubuh Marshanda.
āEsshhhhh, ā Marshanda mendesah kecil ketika irama penis Ben bergerak melambat dan bertambah lambat, penis yang hitam dan panjang itu tampak begitu mesra merojoki lubang anusnya.
Si negro berambut poni menepuk-nepuk pinggul Nia, Nia Hanya menoleh kebelakang, ia tidak mengerti apa maksud si negro berambut poni.
āNungging dikit Niaā¦, terus buka kaki loe lebar-lebarā¦ā Marshanda mendesah sambil berbisik ditelinga Nia Ramadhani, Nia mengikuti bisikan marshanda ditelinganya.
āAhhhhhā¦ā¦!! ā Nia menjerit keras ketika si negro berambut poni dengan kasar menjebloskan penisnya dengan kasar memasuki vaginanya yang seret dan peret, Marshanda dengan sigap memeluk erat-erat tubuh Nia Ramadhani ketika gadis itu hendak berontak
Bibir Marshanda berkali-kali mengecupi bibir Nia Ramadhani, lidah Marshanda terjulur keluar menjilati dagu dan bibir Nia.
Selanjutnya terdengar suara desahan dan pekikan kenikmatan dari bibir Nia Ramadhani dan Marshanda, tubuh mereka terdorong saling tekan dan saling himpit akibat tusukan-tusukan yang kuat di lubang vagina Nia Ramadhani dan Marshanda, dua buah gundukan payudara di dada mereka saling bergesekan dan saling menekan, sehingga membuahkanĀ rasa nikmat tersendiri. Chacha dan Nia memekik bersamaan ketika sebuah gelombang kenikmatan menderu-deru menghantam tubuh mereka yang mulus
āCruuutttt⦠Cruuutttttā¦. Ahhhh !! Chachaaaaā¦.ā
āEhhhsssshhhhh Niaaaaaaā
āHmmmm Hmmmmmmā Marshanda melumat bibir Nia Ramadhani, sementara tusukan-tusukan kasar masih menghantam lubang vagina mereka dari belakang.
āYouāre so cuteā¦, ā bisik si negro berambut poni sambil menjilati belakang telinga Nia Ramadhani, ciumannya semakin liar, lidahnya menjilati tengkuk Nia Ramadhani, kemudian turun menciumi bahu Nia, sesekali ia mengigit leher Nia sampai membekas kemerahan.
āCāmon Baby , Itās okay to screamā¦.ā si negro menekankan batang penisnya semakin dalam ke lubang vaginanya.
āArrhhhhhhhhhhhhā¦.., Oooooohhhhh, Yeahhhhhhhhhā¦ā Nia tidak mampu lagi untuk menjerit merasakan rasa nikmat akibat pompaan si negro di lubang vaginanya. Si negro semakin kuat menghentak-hentakkan batang penisnya sampai tubuh Nia tersungkur-sungkur dengan keras kedepan..
āPlokkk,, Plokkk.. Plokkkk.. Plokkkk.. Plokkkā suara itu terdengar semakin keras dan gencar, Nia pun semakin keras menjerit ā jerit dengan liar.
Penis Ben kini tertancap di lubang vagina Marshanda, sambil tersenyum Marshanda mengalungkan kedua tangannya keleher Ben, beberapa kali bibir Mereka berkecupan, dan saling mengulum dan melumat-lumat. Marshanda melompat dan Ben segera mendekap buah pantat Marshanda, kedua kaki Marshanda menjepit pinggang ben kuat-kuat ketika tangan Ben yang kekar mencengkram dan mengangkat pinggul Marshanda.
āPlepp.. Pleppp⦠Clepppp.. Klepppphhhhā Suara Batang Penis Ben yang terayun-ayun memacu lubang Vagina Marshanda.
āyeshhh, Thatās it, Fuck me Bennnn, fuck meeeeeee!!!ā Marshanda mendesah-desah dengan liar.
āAhhhhhhā¦.!! ā terdengar Jeritan Nikita yang sedang menungging, gadis itu menjerit keras ketika merasakan sebuah benda mengebor lubang anusnya, sementara itu seorang pria negro menekan punggung Nikita sehingga gadis itu tidak dapat berbuat banyak.
Tangisan Nikita berbaur dengan rintihan dan erangannya, dan akhirnya berhenti ketika rasa nikmat mulai menjalari tubuhnya. Si negro tidur terlentang sambil membetot pinggul Nikita, gadis itu duduk mengangkang dengan posisi membelakangi si negro yang terlentang dibawahnya.
Penis si negro menancap dengan kokoh di lubang anusnya, tangannya mengusap ā ngusap punggung Nikita yang sudah basah oleh keringat yang mengucur dengan deras. Sesekali tubuh Nikita tersentak kuat keatas ketika si negro dengan kasar menyentakkan penisnya semakin dalam merojok lubang anus Nikita.
āAhhhhh⦠Ahhhhhhhā¦.ā Nikita merintih dan mendesah-desah dengan keras, keringat bercucuran membasahi tubuhnya, payudara Nikita tampak basah oleh keringat yang terus meleleh mambasuh tubuhnya yang mulus.
āHahhhhhā¦.!? Nikita terkejut ketika kedua kakinya diangkat keatas dan tubuhnya ambruk kebelakang jatuh dalam pelukan si negro yang sedang tidur terlentang, tangan negro itu meremas dan mengelusi buah dada Nikita, sesekali tangannya mencubiti puting Nikita sambil berbisik di telinga gadis itu
āNice.. Boobā¦, Hemmm Cute little TitāsāTangan Sinegro menggerayangi buah dada Nikita dan mulaiĀ memilin-milin puttingnya
āAwwwwā¦ā¦.! Jangannnnnn!ā Nikita memekik ketika lubang vaginanya ditancap dengan kasar oleh sebatang penis, kemudian dua batang penis yang besar dan hitam itu menyerang lubang vagina dan lubang anusnya dengan bertubi-tubi, liar dan kasar.
āArrrhhhhhhh⦠Crrrrr Crrrrrrrrrrrrrā Nikita mengerang panjang ketika hantaman demi hantaman kasar akhirnya menjebol pertahanannya, tubuhnya mengejang dan merinding dengan hebat, Nikita mengerang dengan keras ketika tubuhnya terus terguncang-guncang semakin hebat, ada rasa ngilu yang menyelingi rasa nikmat
āI got you, little bitchhhā¦.ā
āYeahhhh⦠Yeahhhhhhā¦., Do you like it bitch?ā
Dua orang pria negro yang sedang memompai lubang anus dan vagina Nikita berteriak-teriak dengan liar.
āOhhhhh, Ahhhhhh, Jangannnn, Pleaseeee, Stopppp⦠Awwwwā Nikita menggeleng-gelengkan kepalanya sehingga rambutnya acak-acakan, gadis itu benar-benar tidak kuat menahan kompaan-kompaan kasar dua batang penis yang hitam dan besar di lubang vagina dan lubang kemaluannya, tubuh gadis itu terguncang-guncang diantara rasa nikmat dan rasa sakit.
āAaaaaa⦠Uwwwwwā¦.. Crrrrrttt Crrrrrrttttā Nikita mengepalkan kedua tangannya didada ketika dinding vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat.
āBluk⦠Blukkkkkkkkā kedua kaki Nikita terhempas dengan lemas keatas ranjang, sesekali wajah Nikita mengernyit menahan sodokan-sodokan kedua orang negro yang masih betah menyodokkan batang penis mereka menghujami lubang anus dan lubang vaginanya.
Mata Nikita terbuka sedikit untuk melihat pria negro yang begitu kuat sedang memompa lubang vaginanya kemudian Nikita menolehkan kepalanya kekiri belakang berusaha menatap yang seorang lagi yangĀ tengah ditindih oleh punggung gadis itu, terasa sekali sodokan-sodokan kuat yang menghantam lubang duburnya dari bawah.
āCrrrrttttā¦.., Crrrrrrrā¦., āNikita hanya sanggup memejamkan mata rapat-rapat sambilĀ membuka mulutnya lebar-lebar tanpa ada suara sedikitpun yang keluar ketika kenikmatan itu kembali berdenyut-denyut diselangkangannya.
Nikita menahan nafasnya merasakan semburan-semburan hangat dari penis kedua pria negro itu menyiram lubang anus dan lubang duburnya.
āSudahhhhā¦, jangannnā¦, No, Pleaseā¦ā Nikita berusaha menolak ketika seorang negro berambut tipis menarik tubuhnya, negro itu meletakkan tubuh Nikita dalam posisi menyamping diatas lantai beralaskan permadani, kemudian kaki kiri gadis itu diangkatnya keatas. Tampaknya tubuh Nikita yang sudah basah kuyup oleh keringat malah membuat si negro semakin bernafsu.
āCrebbbbb Ahhhhhhhā¦., Aaaaaaā¦.ā Nikita mendelikkan matanya ketika merasakan Batang penis Sinegro menusuk lubang anusnya kuat-kuat. Nikita Willy kembali mengerang sekuat tenaga merasakan Batang penis yang Panjang itu merojok-rojok lubang anusnya, Nikita Merasakan lubang anusnya semakin Panas, ada sedikit rasa perih dan gatal yang menyelingi.
āOhhhhhā¦.ā Nikita hanya dapat mendesah sambil membuka mulutnya ketika sebatang penis yang panjang memaksa masuk kedalam mulutnya.
āHeā¦ommhhhhh⦠Emmmmā mulut Nikita tampak sedikit menggembung, Ā penuh sesak oleh penis si negro.
Tubuh Nikita tersentak-sentak dengan kuat, sementara buah dadanya menjadi mainan bagi tangan-tangan hitam yang nakal, mengelus, merayap, terkadang meremas sambil sesekali mencubit dan menarik putingnya.
āHhhhhhhā¦ā¦ā¦Crrrrrr⦠Crrrrrrrā¦..ā hanya satu helaan nafas panjang yang tertahan saja yang dapat keluar dari mulut Nikita ketika merasakan denyutan-denyutan nikmat itu kembali menghempaskan tubuhnya yang sudah berpeluh.
Terdengar jeritan liar Julie, gerakan tubuhnya terlihat binal dan liar. Julie menaik turunkan pinggulnya di atas kemaluan si negro sambil menunggangi seorang negro yang terlentang dibawahnya, Julie berteriak āYouuuuā¦! Come Hereā¦ā¦ā
Tiga orang negro terkekeh-kekeh , melangkah mendekati Julie
āCāmon fuck me, fuck me deep and hardā Julie tersenyum nakal sambil meleletkan lidahnya, menatapi tiga batang kemaluan yang tampak kokoh dan kuat diselangkangan ketiga orang negro itu, jauh lebih kokoh daripada milik pacarnya, si pembalap karbitan, Moreno, yang cuma lima centi itu.
Batang kemaluan si negro menghujam keatas menyodok-nyodok lubang vagina Julie sehingga ia semakin liar menjerit-jerit.dan kembali bergoyang dengan liar. Julie menghentikan gerakan liarnya, ketika merasakan sebatang penis menggeliat, berusaha menyelinap di sela-sela pantatnya. Ia mengerang keras ketika penis si negro mulai berusaha menyodomi lubang anusnya,
āArrrrrrhhhhhhhhhhā¦ā tubuh Julie tersentak keras ketika lubang anusnya dijebol oleh si negro.
āUaaahhhhhhā¦.!! Yeahhhhh!! Fuck me !!Arrrrrhhhhhhhā tubuh Julie terguncang-gucang ketika lubang anus dan vaginanya dihantam berkali-kali oleh kemaluan negro yang besar dan panjang.
āHmmmm, Hssshhhh Yeahhh!! EMmmmmhhhhā¦Ckkkā mulut Julie sibuk mengenyot ā ngenyot sedotan hitam yang besar dan panjang, sesekali lidahnya menjilati lendir-lendir yang keluar dari ākepala sedotanā itu.
āYou naughty little bitch !! ā seorang pria negro meremas-remas buah dada Julie dari samping, sambil mengecup dan menjilati bahu dan lehernya sehingga tubuh wanita cantik itu semakin liar menggeliat-geliat dengan indah.
āArhhhhhhhā¦. Crrrrrrā¦. Crrrrrrrrrrrā Julie terengah-engah, tubuhnya melenting dengan indah sebelum ambruk tanpa daya kedada pria negro yang sedang ditunggangi olehnya yang semakin binal.
āUhhhhhhhhhhā¦..ā Julie mengeluh merasakan rambutnya dijambak ke belakang, Kemudian ia mengerang ketika merasakan kembali sodokan keras di lubang anus dan lubang vaginanya.
āCroootttttā¦.ā ā Kecrottttttttā sperma si negro menyemprot di dalam lubang anus dan lubang vagina Julie.
Marshanda terlentang di atas ranjang, sementara Nia dan Nikita Willy berbaring disampingnya, tampaknya Marshanda sedang mengajari mereka.
āNahhhh, gue udah ajarin semua yang gue tau, sekarang coba kalian praktekkanā¦ā Marshanda mengangkangkan kedua kakinya melebar.
Nikita dan Nia yang masih merasa canggung hanya saling berpandangan, Marshanda tertawa kecil kemudian menekan kepala Nia kearah payudaranya. Perlahan-lahan Nia Ramadhani membuka mulutnya kemudian mengecup puncak payudara Marshanda. Mulut Nia berusaha mengecupi bulatan payudara Marshanda. Semakin lama Nia semakin rakus mengecupi dan mengenyoti puting susu Marshanda yang tertawa kecil keenakan sambil membelai lembut rambut Nia.
āNikitaaaaā¦.ā Marshanda mendesah manja sambil menunjukkan jari telunjuknya kearah payudaranya sendiri.
āCāmon, try to Suck it,!!ā seorang negro menekan kepala Nikita dengan paksa ke arah payudara Marshanda. Hidung Nikita kembang kempis, mengendusi harumnya payudara Marshanda, lidah Nikita perlahan-lahan keluar memolesi bulatan payudara Marshanda sesekali ia menggigit kecil putting susu Marshanda.
Marshanda memejamkan kedua matanya, sesekali merintih kecil. Ada sinar kepuasan di ekspresi wajahnya.
āAhhhhhhhh, Ahhhhhā¦.ā Marshanda menggeliatkan tubuhnya dengan erotis.
Setelah menekuk lututnya Marshanda semakin mengangkangkan kedua pahanya melebar. Marshanda mendesah panjang merasakan sebatang lidah menjilat lembut belahan vaginanya yang disusul dengan kecupan-kecupan lembut yang menjelajari permukaan vaginanya. Ia membuka matanya sedikit ketika merasakan kecupan lembut di bibirnya, Marshanda tersenyum memandangi wajah Nia. Bibirnya pun menyongsong datangnya bibir Nia.
āCupppā¦, cuppphhhhhā¦.āBibir kedua gadis itu melekat erat dan saling mengulum, daerah bibir Marshanda dan Nia Ramadhani tampak basah oleh ceceran air liur mereka yang sudah tercampur. (Air liur Mix he he he ^^)
āNiaaaaā¦..ā
āOhhhhh.. Chachaā¦ā¦.ā
Kedua bintang muda itu saling memanggil, kemudian berpelukan erat dan melanjutkan dengan kuluman-kuluman dan belitan-belitan lidah mereka yang semakin lama semakin liar.
āOoccchhhhā¦., Ahhhhhh Crrrrrrā¦.ā kaki Marshanda menjepit kuat-kuat kepala Nikita Willy, cairan kenikmatan Marshanda muncrat dalam denyuta-denyutan kenikmatan. Kedua kaki Marshanda kemudian terkulai dengan lemas di atas ranjang.
Marshanda menatap sayu wajah Nikita, disuruhnya Nikita agar menungging. Sementara kedua tangan Marshanda menekan kepala Nia agar menunduk mendekati lubang anus Nikita, namun Nia menolak ketika Marshanda memerintahkan Nia untuk menjilati lubang anus Nikita.
āAyoooā¦..ā Marshanda tersenyum sambil menekan kepala Nia
āAyo sayang lakukanā¦Hssshhhhhā¦..ā bisik Marshanda ditelinga Nia, ia kembali membujuk Nia agar menjulurkan lidahnya, Marshanda tersenyum ketika melihat mulut Nia mulai terbuka dan lidah gadis itu terjulur keluar.
āEmm, Cuppphhh, Cuppphhhh⦠Slssckkk Slllcccckkā Mata Nia mendadak berubah sayu, bibirnya mencumi bulatan pantat Nikita, lidah Nia sesekali menjilati belahan pantat Nikita. Lidah Marshanda perlahan-lahan ikut memolesi sela-sela pantat Nikita.
āAhhhhhhhā¦., Niaaaaaaaā¦.., Chaaaaaaā¦..ā Nikita mendesah merasakan dua batang lidah yang terasa hangat dan basah itu seolah-olah seperti sedang bekerja sama mempermainkan sela-sela buah pantat dan lubang anusnya.
āEhhhhā¦.ā Nikita Willy sedikit menarik pinggulnya ketika merasakan ada sesuatu yang menusuk belahan vaginanya, Nikita mengangkat pinggulnya sedikit keatas sambil menengokkan kepalanya ke belakang, tampaknya Nia mempunyai inisiatif untuk mencolok belahan vagina Nikita, bahkan kini perlahan-lahan Nia mulai memasukkan sebuah jari lagi dan lagi, jari tengah , jari telunjuk dan jari manis Nia kini terjepit dibelahan vagina Nikita.
Marshanda menggeser posisi tubuhnya dan kemudian menindih punggung Nikita dengan buah dadanya, sementara kedua tangan Marshanda menggerayangi dan meremas-remas buah dada Nikita.
Nikita menolehkan kepalanya kearah kepala Marshanda yang mendekat, āCkkkk.. Cheeeccckkkā¦..ādecak-decakan itu semakin keras terdengar, akibat semakin bernafsunya ciuman dan kuluman Nikita dan Marshanda, tubuh Nikita bergerak maju mundur dengan lembut ketika Nia menusuk-nusukkan ketiga jarinya dengan perlahan.
āEnnnhhhā¦, Ennhhhhhhā¦..ā Entah kenapa Nikita merengek-rengek
āAhhhhhhā¦.! Crrrrrrrrrr Crrrrrrrrrrrrrrrrā mulut Nikita mirip huruf O, sedangkan kedua matanya semakin sayu dan nafasnya tersendat-sendat ketika mencapai puncak klimaks, beberapa saat lamanya Marshanda dan Nia Ramadhani menggeluti tubuh Nikita Willy sampai akhirnya Nikita kembali memekik kecil mencapai puncak kenikmatannya kembali.
Marshanda membalikkan tubuh Nikita Willy kemudian menyuruh Nia naik keatas tubuh Nikita dalam posisi 69. Kedua tangan Marshanda mendorong bahu Nia sambil mengambil posisi mengangkangi perut Nikita.
āGiliranmu Niaaaaaā¦.ā Marshanda mengalungkan kedua tangannya pada leher Nia Ramadhani semetara Nia membalas dengan mengalungkan kedua tangannya membelit pinggang Marshanda.
āSlllccc. Sclllkkkk.. Ckkk⦠SllccckāNikita menjilati dan mengemut Vagina nia Ramadhani, Nia tidak dapat menahan rintihannya, gadis itu semakin keras menjerit karena luapan nafsu birahi yang semakin hebat meledak-ledak didalam dirinya.
Mulut Nia dan Mulut Marshanda saling mengulum , lidah ā lidah mereka terjulur saling membelit dan mengait.
āOhhhhhā¦..,ā Marshanda mendesah kemudian tersenyum sambil menekankan vaginanya ke depan, tangan Nia merayap dan meremasi selangkangan Marshanda sementara kepala Nia bersandar di bahu Marshanda, bibir gadis itu tidak pernah berhenti mengucapkan kataā¦.
āChaaa⦠enakkkk, Chachaaaaā¦., enakkkkkkkā
Marshanda hanya tersenyum nakal , kedua tangannyaĀ memeluk erat-erat tubuh Nia Ramadhani sambil menggesek-gesekkan payudaranya menggeseki payudara Nia Ramadhani.
āHeemmmmā¦, emmmmhhhhhā¦..ā Bibir Nia dan Bibir Marshanda kembali saling mengulum dengan sangat bernafsu.
Tubuh Nia tiba-tiba bergetar Hebatā¦..
āEmmmmmmā¦ā¦ā¦ Hfffhhhhh Hfffffhhhhhā¦Crrrrrr Crrrrrrāsuara nafas Nia semakin meburu kencang menerpa kulit pipi Marshanda, setelah melumat-lumat bibir Nia dengan mesra barulah Marshanda melepaskan kulumannya, dibelainya wajah Nia
āYie, gimana sih koq gue nggak diajakin ? ā Julie berkacak pinggang di pinggiran ranjang, tubuhnya tampak basah berceceran keringat dan sperma.
āHa Ha ha, Mau sama sapa ? Ama Nikita atau Ama Nia ?ā Marshanda menawarkan dua pilihan kenikmatan diatas ranjang.
āEmmmmm, Gue ama Nia aja dehā¦.ā
Marshanda menarik tangan Nikita dan duduk dipinggiran ranjang. Sementara Julie langsung naik keatas ranjang dan menindih tubuh Nia. Dua tubuh mulus yang basah dan hangat itu saling serang, Nia dan Julie Estelle bergulingan, Jeritan-jeritan liar terdengar dari mulut kedua wanita itu yang tidak mau saling mengalah. Nia berusaha menaklukkan kebinalan Julie, demikian juga Julie berusaha menaklukkan Nia yang berubah nakal dan liar.
āWawwwā¦ā āIhhhhhā Hanya suara itu yang terdengar dari mulut Marshanda dan Nikita Willy ketika menyaksikan pergumulan yang sangat liar.
āEnnggghhhhā¦.āsekuat tenaga Nia membalikkan tubuhnya yang ada di bawah, Nia mengangkang menduduki perut Julie, kedua tangan Nia mencekal pergelangan tangan tangan Julie yang terus berontak dan melawan, perlawanan Julie Estelle semakin lemah dan akhirnya pasrah, pasrah pada kebuasan Nia yang tidak terduga.
Nia menatap tajam wajah Julie Estelle sebelum menundukkan wajahnya semakin dekat kewajah gadis itu. Nia melekatkan bibirnya ke bibir Julie Estelle, kemudian dengan lembut bibir Nia dan Julie Estelle saling memangut dengan mesra, saling mengulum dan saling melumat dengan lembut. Tangan Nia membelit punggung dan pinggang Julie kemudian dengan liar Nia melumati bibir Julie. Tubuh Julie merinding, nafasnya terasa sesak, ketika Nia memangut-mangut , begitu liar dan nakal.
āEhhhhh, Essshhhh, Ahhhhhhhhh!!ā Julie Estelle tidak sanggup lagi menahan jeritannya ketika Nia mengenyot-ngenyot kuat puncak payudaranya dan menggigit kuat-kuat puttingnya.
ā, aduhhhh.. !! Nia, jangan digigit gitu dong.. ā Julie protes karena Nia kembali menggigit putting susunyaāHA Ha Ha⦠Sorry, Sorry, Gua gemesā¦ā kemudian Nia menundukkan kepalanya , lidah Nia terjulur keluar, mengulasi buntalan payudara Julie yang terlihat membengkak mengeras kenyal. Mulut nia semakin rakus menghisap, mengemut dan mengecupi buah dada Julie.
Ciuman-ciuman Nia yang kasar dan liar menjalar semakin lama semakin turun kebawah āAaaaaaaaaaaaaaaā¦ā¦ā kedua kaki Julie Estelle menjepit kepala Nia Ramadhani, semakin lama kaki Julie semakin mengangkang, berkali-kali Julie Estelle mengangkat-angkat pinggulnya, menyajikan vaginanya untuk Nia. Desahan-desahan keras terdengar dari mulut Julie āAhhhhhā¦,, Ahhhhhhh,, Niaaaaaaaā¦, Ahhhhhhhhhhā
Punggung Julie Estelle sedikit terangkat dan Blukkkkk āEnnhhhhhhhhhā¦, Crrrrrrrā¦., Crrrrrrrrrrā¦ā¦ā, Nia tersenyum puas dirinya sudah memenangkan pertarungan, ditepuk-tepuknya klitoris Julie kemudian diusapinya bibir vagina Julie yang merekah untuk membangkitkan kembali nafsunya.
Nia menggeserkan tubuhnya keatas sambil menekankan payudaranya kuat-kuat, susu Nia yang lembut dan basah menggesek paha Julie terus naik bergesekan dengan permukaan vagina, perut dan akhirnya menekan kuat-kuat gundukan payudara Julie.
Julie lalu membalikkan tubuhnya menindih tubuh Nia, kedua tangan Julie mencekal pergelangan tangan Nia dan meletakkan kedua tangan Nia terentang keatas. Marshanda berbisik di telinga Nikita Willy, mereka berdua naik keatas ranjang dan membantu Julie memegangi tangan Nia yang sedikit meronta sambil tersenyum nakal.
Julie menundukkan kepalanya menciumi telapak tangan Nia dan terus turun mengecupi lengan Nia. Nia mendesah ketika merasakan hembusan nafas Julie di permukaan payudaranya.
āAhhhhā¦, Julieeeā¦.Shhhhhhhh ā Nia mendesis ketika jari Julie mempermainkan putting susunya, memilin-milin dan menarik-narik puttingnya, mulut Julie mengecupi puncak putingnya yang semakin keras.
Setelah puas memainkan buntalan susu Nia perlahan-lahan Julie terus menggeser posisi tubuhnya semakin turun kebawah, mulut dan lidah Julie terus mencumbu semakin turun. Nia mengangkangkan kedua kakinya melebar memberi jalan bagi kepala Julie.
āAhhhhhhhā¦..!! ā Nia menjerit keras ketika jari tengah Julie menusuk lubang vaginanya dan melakukan gerakan-gerakan liar seperti sedang mengucek-ngucek lubang itu.
Julie menambah jarinya, kini jari tengah, jari telunjuk dan jari manisnya terbenam ke dalam belahan vagina Nia,
āArrrrrhhhhā¦, Arhhhhhhhā¦.!!ā Nia Semakin keras menjerit ketika Julie menggerakkan ketiga jarinya dengan kasar, sambil terus menusuki belahan vagina Nia, lidah Julie mengait-ngait klitoris Nia yang semakin membengkak.
āAhhhhh, Shhhh Shhhh, Akhhhh Crrr Crrrrrrrrā Nia Ramadhani terkulai, Julie Estelle menusuk-nusukkan ketiga jarinya dengan perlahan-lahan, kemudian mencabut ketiga jarinya dari belahan vagina Nia, ketiga jari Julie tampak basah oleh cairan kewanitaan Nia.
Marshanda menatap nakal pada Julie Estelle kemudian berbisik
āSekarang waktunya kita dientot lagi ā
Julie Estelle membaringkan tubuhnya disamping Nikita Willy. Ia saling berpandangan dengan Nikita, kedua artis cantik itu saling melemparkan senyuman nakal mereka, hampir bersamaan kedua kaki mereka merekah mengangkang.
āCāmon, fuck us, all night long, (Hmm, kaya judul lagu ^^)ā,Ā setelah berbaring di sisi Julie, Marshanda mengangkangkan kedua pahanya melebar, ketika seorang negro masing mulai menggesek-gesekkan kepala penisnya ke belahan vagina Marshanda dan Julie.
Ben dan seorang negro lainnya menggesek-gesekkan penis mereka pada belahan vagina Nia Ramadhani dan Nikita Willy. Ketiga gadis itu berjajar di atas ranjang siap untuk menerima sodokan batang kemaluan tiga orang negro yang terkekeh-kekeh sambil mengambil ancang-ancang.
āAhhhhhhhhhhhā¦..! ā Jeritan panjang yang pertama terdengar dari mulut Nia Ramadhani, tubuhnya tergucang-guncang ketika sebatang penis yang besar dan hitam itu kembali mengocok-ngocok lubang vaginanya.
āPelannnnhhhhh, Arrrrhhhhhhh, jangannnnn, Nooooooo!! ā Nia memohon agar si pria negro memperlambat tempo sodokannya, namun sepertinya percuma saja memohon pada si hitam yang sedang keasikan memompakan penisnya pada belahan vagina Nia yang seret dan sempit.
āHeee heeeeā¦, youāre on the top of the world, baby!ā Sihitam mencengkram pinggul Nia Ramadhani kemudian merubah posisinya, kini si hitam duduk di atas ranjang sementara Nia menduduki batang penis si hitam yang menancap di selangkangannya.
āPlease, Pleeeaaaseeeeā¦, Arrrrhhhh Pleaseeeeeā¦, ā Nia terus merintih minta dikasihani oleh si negro yang terus menghujam-hujamkan penisnya dengan kasarĀ sampai tubuh Nia berkali-kali tersentak-sentak keatas diertai jeritan panjangnya yang melengking.
āOhhhhhā¦, Nooooo, Pleaseeeeā¦, Noooooooooā Nia menggeleng-gelengkan kepalanya ketika merasakan sebatang penis berusaha menjebol lubang anusnya.
āArrrhhhhhh⦠Haaaaahhhhā¦.ā tubuh Nia tampak kejang menahan sesuatu yang besar itu menyeruak masuk dengan kasar menerobos lubang duburnya.
āPlease, Arrrhhhh⦠Arhhhhhhhhhhhā¦ā Nia mengerang ketika dua batang penis itu bergerak keluar-masuk dengan cepat dan kasar.
āPlease no moreā¦, no moreeeee. Ennggggā Nia kewalahan.
āHahhhhā¦?? Want moreeeeeā¦, Oke Baby, take thisssssā¦.ā Si negro menghantamkan batang penisnya kuat-kuat menyodok-nyodok lubang anus Nia sampai ia menjerit panjang. āAaaaaaaaaaaaaaaaaaaā
āNo More !!!!, Budegggggg!!! ā Si negro yang tengah mengocok lubang vagina Nia berteriak keras dengan emosi. (Red : HAAAHHHHH ? LOHHHH ? ADA YANG DENGER NGGAK SIĀ NEGRO BILANG APA TADI ?Ā )
āEnnnnhhhhā¦. Ahhhhhhhā kepala Nia terangkat ke atas ketika tangan kanan si negro yang agak budek itu menarik rambutnya ke belakang sedangkan tangan kiri si negro merayap menggerayangi bulatan payudara gadis itu. āPlefffhhh⦠Ploooppp⦠Plakkkk⦠Clepppp⦠Cleppppphhhhhā suara lubang anus Nia dan lubang vaginanya semakin keras berdemo ketika batang-batang penis yang hitam dan panjang itu semakin kasar dan kuat merojoki lubang anus dan vaginanya.
Bersambung…
Nikita tampak cemas ketika Ben menarik tubuhnya turun dari atas ranjang, āEnnnnhhhhā¦. Ahhhhhhhhhhhhā Nikita menjerit ketika lubang vaginanya menggigit batang kemaluan Ben yang besar dan panjang, kedua lututnya terasa goyah ketika kemaluan Ben semakin dalam tenggelam dengan perlahan memasuki lubang vaginanya.
Gadis itu menekuk wajahnya sambil memperhatikan kemaluan Ben, baru masuk sampai sebatas leher penis, namun Nikita sudah merasa kewalahan, perlahan-lahan batang penis itu terus menekan
āAhhhhhhhhhā¦, Ahhhhhā¦..āNikita merintih ketika penis Ben semakin tenggelam, kemudian mendesah-desah dalam siksaan yang sangat nikmat ketika penis Ben mulai bergerak memompa lubang vaginanya.
Tangan Ben bergerak mendekap pinggul Nikita dan mengangkat tubuh mungilnya, Nikita mengalungkan kedua tangannya berpegangan pada leher Ben. Untuk sesaat tubuh Nikita Willy terayun-ayun dengan bebas, terkadang ia meringis ketika merasakan ada rasa ngilu yang menyelingi rasa nikmat. Ben menghentikan gerakannya, Nikita mendesah panjang, lega karena serangan Ben terhenti.
āOhhhh⦠!! ā Nikita menolehkan kepalanya kebelakang ketika merasakan benda besar dan hangat menggesek sela-sela pantatnya.
āHegkkkk⦠Ahhhhhhhhhhhhhhhhā¦.ā Nikita melotot merasakan lubang anusnya kembali merekah dijebol dengan kasar olehl penis si negro yang berdiri di belakang tubuhnya.
āAwwwwwwā¦ā¦!! Nggghh , Nghhhgg Aaaaaaaaaaaaaaaa !! ā Nikita menjerit keras kemudian merengek-rengek ketika merasakan dua batang penis itu mengocok-ngocok lubang vagina dan lubang anusnya dengan kasar dan brutal sampai-sampai Nikita melolong dalam kenikmatan api birahi yang membakar tubuhnya sampai kepanasan dan semakin bercucuran keringat.
āIhhhhhhā¦..! Crrrrr⦠Crrrrrrā¦.ā Kenikmatan itu mengangkat dan menghempaskan Nikita kuat-kuat.
Tubuh Nikita pasrah dalam tusukan-tusukan penis si negro di lubang anus dan vaginanya, matanya terpejam-pejam, merasakan kenikmatan yang begitu hebat meluluh lantakkan tubuhnya yang berpeluh, halus dan mulus.
āKecrotttttā¦.ā āCroooootttttā, dua batang penis itu menghentak sedalam mungkin, semburan-semburan sperma menyemprot kedua lubangnya. Seorang negro dengan hidung kelewat pesek merebut dan membopong tubuh Nikita yang sudah basah kuyup berceceran air keringat yang membanjir. Ia duduk di atas kursi kemudian menarik pinggul Nikita turun.
āHssssaaaaahhhhhhhhhā¦. āNikita mendesis ketika merasakan penis si negro mengganjal lubang vaginanya dan kemudian perlahan-lahan memaksa masuk lebih dalam dan semakin dalam.
Vagina Nikita yang sudah habis-habisan digempur tampak memar kemerahan, namun sepertinya si negro itu tidak peduli dengan kondisi vagina Nikita yang sudah āKnock Outā, tanpa daya lubang vagina Nikita kembali menerima sodokan-sodokan kasar penis si negro yang hitam dan panjang.
Kedua tangan Nikita berusaha meraih dua batang penis yang masih segar, kemudian mulutnya terbuka lebar sambil menarik batang penis ditangan kirinya. āHeppphhhhhā¦, Mmmmmm, Mmmmmmm ā, Nikita mengoral dua batang penis negro yang berada dalam genggaman tangannya
āAhhhhhhhā¦..!! Ohhhhhā¦, Enak sekali Sichh.. Crrrr Crrrrr ā jebollah sudah cairan kenikmatan itu dalam beberapa kali denyutan. Nikita hanya dapat mengerang lemah ketika tubuhnya tersodok-sodok keatas mengikuti sodokan penis si negro yang sedang asik mengocok-ngocok vaginanya.
āAhhhhhā¦! Jangan Disituā¦, No Pleaseā¦.ā Tiba-tiba si negro mendorong bokong Nikita, penisnya yang besar dan panjang dijejal-jejalkan dengan paksa pada lubang anus Nikita Willy
āAchhhhhhhā¦.! Heggghhhā¦, Ahhhhhhhhhhh!! ā Nikita tidak dapat lagi menahan jeritannya ketika merasakan lubang anusnya dipaksa melar ketika kepala penis itu menerobos masuk dengan kasar.
āAaaaaaā¦, Uuunnnhhhh,,, Aaaaaaaaaannnnhhhhhhā¦.ā Nikita meringis antara sakit dan nikmat ketika penis si negro tanpa ampun menyodomi lubang duburnya.
āAhhhhhā¦.!! ā Belum Juga Nikita sempat menyesuaikan diri tiba-tiba seorang negro lainnya mencekal pergelangan kakinya dan dengan kasar ia menancapkan penisnya, beberapakali penis yang besar itu menekan-nekan dengan kasar sebelum akhirnya amblas memasuki lubang vagina Nikita yang peret.
āOhhhhhh, Ahhhhhhhhh, Ohhhhhhhhhh, Awwwwwwwwā¦..ā Nikita menjerit-jerit ketika dua batang penis itu berlomba mengaduk-ngaduk lubang vagina dan lubang anusnya.
Wajah Nikita tampak memerah, seksi, sensual dan mengasikkan untuk dipandang ketika dirinya kembali mengalami puncak klimaks yang hebat āCrrrrrrā¦., Crrrrrrrrrrrrrā¦..ā, tubuh Nikita yang basah semakin indah ketika menggeliat-geliat dengan nikmat, bibirnya selalu mendesis dan mendesah merasakan persetubuhan yang terasa semakin nikmat.
āHe he heā¦, Yeahhhh, Oooo, Yeahhhhhā¦.ā Marshanda sedang mengangkangi wajah si negro sambilĀ menekan-nekankan vaginanya pada mulut si negro yang rakus memangut-mangut vagina gadis itu yang semakin basah oleh air liur yang bercampur dengan cairan vaginanya yang gurih dan lezat.
āUnnnhhh, Ohhhhhhhh, Esshhhhhssssshhh⦠Hahahaā¦āMarshanda menengokkan kepalanya kebelakang kemudian tertawa keenakan ketika merasakan buah pantatnya digigit-gigit dengan lembut, apalagi lidah itu mengeliat-geliat dengan lembut menggelitiki himpitan pantatnya, sesekali dengan nakal lidah yang hangat dan basah itu mengait lubang anusnya.
Mulut Marshanda sibuk mengoral tiga batang penis yang teracung di hadapan wajahnya , panjang dan hitam, dikecupinya ketiga batang penis itu bergantian kemudian dijilatinya secara bergiliran. Marshanda tampak sangat rakus mengoral batang-batang penis itu, mulutnya berdecakan dan tampak belepotan oleh air ludah bercampur dengan lendir-lendir yang semakin banyak meleleh dari lubang penis ketiga pria negro itu.
āAhhhhhā¦.! Crrrr Crrrrrā¦ā Marshanda menekankan vaginanya kuat-kuat pada mulut si negro yang mengemut vaginanya, jakun si negro terlihat bergerak turun naik ketika menelan cairan vaginanya yang gurih dan lezat.
Marshanda menggeser posisi tubuhnya kini ia hendak menduduki penis si negro, perlahan-lahan Marshanda menekankan kepala penis si negro namun terpeleset.
Tangan si negro memegangi batang penisnya sementara tangan yang satunya lagi menekan pinggul Marshanda untuk segera turun āAhhhhhhhhhhhā¦ā¦ā Wajah Marshanda terangkat keatas ketika penis Si negro tenggelam semakin dalam,
āNikmatttttā¦.ssshhā¦., Akhhhhhhhā¦, Owwwww,Hssshhhh ā Marshanda menopangkan kedua lengannya pada dada si negro dan dengan hebatnya Marshanda menaik turunkan pinggulnya, āClepp.., Clepppp⦠Cleppppp, Clepppā Suara-suara pertempuran itu semakin lama terdengar semakin nyaring diiringi oleh suara Marshanda yang menjerit-jerit liar.
āDamn, youāre so wild, Bitchā¦āSi negro yang tengah diperkosa oleh Marshanda tersenyum sambil meremasi buah dada Marshanda yang terguncang-guncang mengikuti gerakan tubuhnya yang liar.
Marshanda menghentikan gerakannya, ketika merasakan seorang negro mulai bergerak merapatkan selangkangannya pada buah pantatnya. Si negro menggesek-gesek belahan pantat Marshanda dengan batang penisnya sebelum bergerak menekan lubang dubur Marshanda dengan kepala penisnya.
āEnnggghhhhhā¦., ā kepala Marshanda terangkat keatas sambil mendesah panjang ketika merasakan sesuatu yang besar terasa mengait lubang duburnya yang mungil.
āArhhhhhhhhhhhhhhhhā¦.! ā nafas Marshanda terputus-putus ketika si negro menyodokkan batang penisnya yang hitam dan panjang hingga terbenam sekaligus dengan sekali sodokan yang kasar dan kuat.
āAhhhhh, Ahhhhhh, Ahhhhhhh, ā keliaran artis yang terkenal akan perannya sebagai Lala dalam āBidadariā itu terlibas oleh kegarangan dan kekasaran dua orang pria negro yang sedang menyodoki lubang anus dan vaginanya , begitu kasar, liar, dan brutal.
āUfffhhhhhhhhhhhhā¦., Croooottttttttttttttttttā¦..ā Marshanda pasrah pada denyutan-denyutan kenikmatan di vaginanya yang seakan-akan menyedot habis tenaganya, tubuhnya semakin basah, berpeluh dalam kenikmatan birahi yang mengombang-ambingkannya dalam lautan yang penuh dengan desahan-desahan kenikmatan.
āOuuhhhhhhā¦! Arrrhhhhhhā¦.! ā Marshanda meringis karena kedua negro itu semakin kasar dan brutal menyetubuhinya.
Dua batang penis itu semakin merajalela, seenaknya menjebol kedua lubang gadis itu, menghantam vagina dan lubang duburnya yang sempit, menusuk-nusuk dengan kejam dan mereguk kenikmatan tubuh Marshanda yang halus mulus dalam keliaran binatang buas yang lapar dan haus, tubuh Marshanda yang mungil tersentak keenakan ketika dua batang penis yang perkasa itu menghujami kedua lubangnya yang seret.
Buah dadanya yang bergerak ā gerak dengan indah menjadi mainan bagi dua negro yang asik menyusu di puncak payudaranya yang semakin kenyal membuntal dengan padat tanda gadis itu sedang diamuk kenikmatan yang dashyat.
āArrrrhhhhā¦..āsesekali Marshanda menjerit kecil ketika merasakan gigitan-gigitan gemas kedua negro yang sedang menggeluti buah susunya. Hisapan-hisap kuat mulut kedua orang negro itu meninggalkan bekas kemerahan, kecupan-kecupan dan jilatan-jilatan lidah yang basah dan hangat membuat Marshanda berulang kali mendesah dan merintih, sementara tubuhnya tersentak-sentak dalam irama yang liar dan brutal disetubuhi oleh dua batang kemaluan di lubang vagina dan anusnya yang terasa seperti melar tanpa daya menerima penis yang begitu besar dan panjang.
āHeghhhhā¦. Oooooohhhhhhhhhhā¦.Crrrrtttttā¦ā Marshanda terkulai dalam kenikmatan puncak klimaks, bersamaan dengan itu gadis itu memekik keras ketika merasakan sodokan keras di lubang anus dan lubang vaginanya āKecrotttttā¦ā āCroooooooottttā
āUhhhhh, āMarshanda mengeluh kecapaian, tubuhnya yang sudah lemah ditarik dengan kasar kemudian gadis itu dipaksa berdiri, kedua tangannya diikat kebelakang, sementara seseorang menarik pinggul gadis itu agar menungging dan
āJrebbbbbbbbbā¦. Arrrrhhhhhhā¦.ā Marshanda kembali mengerang merasakan sebatang penis kembali membobol lubang anusnya.
āOhhhh, Please stop it, Ohhh it hurtttttā¦, Arrrrggghhhhā
Erangan kesakitan Marshanda bercampur dengan desahan nikmat ketika si negro yang berada dibelakang tubuhnya menghujam-hujamkan penisnya sedalam mungkin ke dalam anusnya. Marshanda menatap nakal pada dua orang negro yang menarik-narik putting susunya, sesekali mulut Chacha diemut dan dikulum dengan mesra oleh- bibir si negro yang tebal.
Marshanda membalas setiap kuluman yang jatuh dibibirnya. Tangan Marshanda bergerak menyambar batang penis yang terhunus di selangkangan kedua orang negro itu, gadis itu melakukan remasan yang dikombinasikan dengan sesekali menarik-narik penis kedua orang negro ituĀ yang meringis-ringis keenakan, memasrahkan batang penis mereka dalam genggaman tangan Marshanda, kedua negro itu menatap Marshanda dengan tatapan gelisah, Marshanda tersenyumĀ sambil mendesah nakal
āI know U canāt wait to fuck me , BIG BOYYYā¦,Ā Assshhhhhhh, Hesssshhhhā
Setelah puas menyodomi Marshanda , si negro yang berada di belakang Marshanda mencabut penisnya dengan kasar kemudian menjejalkan penisnya kelubang vagina gadis itu
āAaaaa, Aaaaaaa, Arrhhhhhhhā¦.! ā Marshanda memekik-mekik kecil ketika tubuhnya terayun semakin kuat,
āPlokkkk⦠Plopppp, plopppp,,, plokkkk⦠Keplokkkkkkā¦.ā
Suara hantaman selangkangan si negro terdengar dengan keras beradu dengan buah pantat Marshanda.
āArrrrhhhhhhhhhhhhhhā¦.! Crrrr Crrrrrrrrrrrrā Marshanda menjerit dengan liar ketika merasakan lubang vaginanya berdenyut-denyut nikmat, tidak berapa lama Chacha merasakan semburan dashyat di dalamnya.
āUhhhhhā¦..ā Marshanda mengeluh merasakan dirinya ditarik oleh kedua orang negro yang sudah tidak sabaran ingin segera menggenjot tubuhnya.
Dengan kasar tubuh dirinya didorong hingga jatuh duduk di atas sofa,
āAuhhhhhā¦.., ā Marshanda memekik kaget ketika tubuhnya diterkam dan digeluti dengan kasar.
Bibirnya dikulum habis-habisan sampai gadis itu terengah-engah kehabisan nafas. Kedua negro itu menyusu di payudara Marshanda yang sudah basah berlapiskan peluh gadis itu, kedua kaki Marshanda mengangkang lebar-lebar ketika kedua negro itu mengelusi permukaan pahanya.
āUhhhhhā¦., Ahhhhhhhhhā Marshanda memegangi tangan yang kekar itu ketika si negro mengocok-ngocokkan jari telunjuknya dengan kasar, cairan vaginanya semakin banyak meleleh, suara ā suara berkecipak semakin keras terdengar.
āAwwwwwā¦.ā Marshanda menjerit ketika si negro menggigit permukaan vaginanya dengan gemas, lidah si negro yang kasar bergerak menjilati permukaan vaginanya sampai tampak semakin basah oleh air liur bercampur dengan cairan kewanitaanya.
Tubuh Marshanda mengejang ketika merasakan sedotan sedotan rakus di lubang vaginanya, begitu kasar dan liar.
āEcchhhhhhā¦ā¦, ā tubuh Marshanda menggigil ketika merasakan bibir vaginanya ditarik dengan kasar.
Si negro tersenyum memandangi bagian dalam vagina Marshanda, lubang itu tampak seperti sedang mengambil nafas, kadang merapat kadang merekah. Ia lalu menjulurkan lidahnya kemudian dengan lembut lidahnya mengulas-ngulas bagian dalam vagina Marshanda, sesekali bibirnya yang tebal melumat klitoris Marshanda yang mungil.
Marshanda menggeliat ā geliatan ketika merasakan cumbuan-cumbuan lembut di buah dadanya, mulut Si negro mengemut lembut puncak payudara Marshanda, tampaknya cumbuan-cumbuan lembut kedua pria negro itu membuat Marshanda semakin pasrah dalam pelukan nafsu birahi yang perlahan-lahan melahap kehangatan dan kemulusan tubuh artis muda itu.
āUnnnghhhhhā¦ā¦,Crrrrrroootttttā¦ā¦ā Marshanda merasakan pandangan matanya berkunang-kunang untuk sesaat, cumbuan-cumbuan lembut si negro membuahkan sebuah kenikmatan yang berdenyut-denyut di lubang vaginanya.
Si negro duduk di atas sofa dengan santai, batang penisnya terhunus ke atas seperti sebuah tumbak tumpul yang siap untuk memberikan kenikmatan bagi Marshanda.
āCāmonā¦..!! ā Si negro mengocok-ngocok penisnya sambil menoleh ke arah Marshanda.
Seolah-olah sudah mengerti, pantat Marshanda naik ke atas penis si negro, sebenarnya Marshanda ingin memasukkan penis si negro pada lubang vaginanya, namun apa daya keinginan si negro berbedaā¦..
āEmmmmhhhhhhhhhhā¦ā Marshanda menggigit bibir bawahnya ketika berusaha memasukkan batang penis si negro kedalam lubang anusnya.
āUhhhhhhhhhhhhh, ā Kepala Marshanda terangkat keatas, mulutnya membentuk huruf āOā disertai desahan panjangnya yang menggairahkan ketika perlahan-lahan batang penis yang besar dan panjang itu memasuki lubang anusnya. āArrrhhhhhhhhhhhhā¦.!! ā gadis itu menjerit ketika Si negro dengan tidak sabaran menarik pinggul Marshanda turun sambil menghentakkan tombak hitamnya keatas.
āEnnhh, Ennhhh, Akkkhhhhhhā¦.ā Tubuh Marshanda terloncat-loncat keatas ketika batang penis si negro mencecar lubang anusnya
āHemmmm, Emmmmmmmmmhhhhhā¦ā Mulut Marshanda yang sedang sibukĀ mendesah dan merintih itu mendadak disumpal oleh sebatang penis, Marshanda agak kebingungan ketika kedua tangannya ditarik ke belakang, namun tiba-tiba ia tersentak ketika merasakan batang penis si negro menekan semakin dalam ke dalam rongga mulutnya.
āEhekkk⦠Heeeekkkkkkkkssssā¦.ā Marshanda hanya dapat mendelikkan kepalanya ketika mulutnya di deepthroat oleh si negro. Marshanda tampak sangat menderita, wajahnya sering mengernyit.
āEmmmhhh, N.n.. Noo, Please Donāt ā Marshanda menolak ketika si negro menyodorkan kembali penisnya.
Si negro memukul mukulkan batang penisnya ke wajah Marshanda, seolah-olah sedang memberikan hukuman atas penolakan gadis itu. Marshanda menangkap penis si negro ketika si pria negro itu hendak menjejalkan penisnya dengan paksa kedalam mulutnya.
Mulut Marshanda terbuka lidahnya terjulur keluar memberikan jilatan-jilatan lidahnya yang hangat dan basah pada penis si negro, kemudian sambil mengulum kepala penis itu kedua tangan Marshanda bergerak meremas dan mengocok-ngocok batangnya. Marshanda menarik kepalanya ketika merasakan batang penis si negro terbenam semakin dalam kedalam rongga mulutnya dan menyodok kerongkongannya.
āPlakkkā¦!! Plakkkkkkkkk!!!! ā Si negro yang sedang asik menyodomi Marshanda semakin keras memukuli buah pantat Marshanda.
āOuhhhhhā¦.ā Marshanda semakin kesakitan, ia terpaksa membuka mulutnya lebar-lebar, penis di hadapan wajahnya mulai mendekati mulut artis muda itu yang sedang menganga.
Kening Marshanda berkerut merasakan batang penis yang hitam itu kembali mendeepthroat rongga mulutnya, bahkan kepala penis itu mulai menyodoki kerongkorangannya dengan kasar.
āUhukkk.., Uhukkkkā¦., ā Marshanda terbatuk-batuk ketika tersedak cairan sperma si negro yang meledak di kerongkongannya. Marshanda meludahkan cairan sperma si negro.
āNhhoooooā¦, Pleaseeeeeā¦. Nooooooā¦.ā Marshanda menangis ketika sebatang penis lain yang lebih besar kembali tersodor di hadapan wajahnya.
āDonāt cryā¦, ā Si negro mengusap air mata Marshanda, kemudian tangannya meremasi buah dadanya dengan lembut, untuk sesaat Marshanda menyangka kalau pria negro di hadapannya adalah seorang yang lembut, namun harapan tinggallah harapan ketika kemaluan si negro yang besar itu tanpa ampun merojoki lubang vaginanya yang sempit dan peret, begitu liar, kasar dan brutal.
āCleppp.. Cleeppppp⦠Cleppppā āPlokkkā¦Plokkkk.. Plokkkkkā
āAhh⦠Cruuuuutttttā¦..ā Marshanda menggelepar-gelepar, tubuhnya masih terus tersentak-sentak dipacu dalam kenikmatan yang semakin rakus melahap tubuh Marshanda, batang-batang kemaluan yang hitam dan panjang tidak pernah lengah sedikitpun untuk memberikan kenikmatan untuknya.
Sementara itu Julie Estelle tengah menggeliat-geliat, berkali-kali kepala dua negro itu menunduk bergantian untuk mencumbui payudaranya, tangan mereka yang hitam mengelusi tubuh Julie yang putih dan mulus. Walaupun susu Julie tidak begitu besar tapi kedua negro itu terlihat sangat menikmatinya. Julie menunggingkan bokongnya ketika kedua negro itu merubah posisi, yang satu berdiri dibelakangnya, yang satu berdiri dihadapannya.
āEssshhhhhā¦., ā tubuh Julie mengejang ketika merasakan sebuah kepala penis berusaha kembali membobol lubang anusnya, ia merasakan lubang anusnya merekah dan terasa sesak.
āAwwwwā¦.ā Julie mengernyit kesakitan ketika penis itu menyentak-nyentak
Batang penis yang hitam dan panjang itu tenggelam Semakin dalam dan dalam. āAwwww.. Aduhhh Duhhhhhhhā¦.!!ā
āEmmmhhhā¦ā Si negro dihadapannya menjambak rambut Julie dan menekan kepalanya ke bawah, sedangkan tangan kiri si negro menjejalkan kepala penisnya ke mulut Julie.
āEmmmrrrrhhhhhā¦ā¦ā mata Julie mendelik ketika penis si negro menekan dalam merojok kerongkongannya, tubuhnya sampai bergetar hebat ketika dideepthroat oleh penis si negro.
Pinggul Julie didekap erat oleh sepasang tangan yang kekar kemudian penis yang besar itu semakin kasar dan kuat menggenjoti lubang anusnya. Kedua tangan Julie ditarik ke belakang dan kemudian kedua negro itu semakin kasar mendeeptroat dan menyodominya. Air mata menetes dari sudut mata Julie, agak lama barulah si negro mencabut penisnya dari dalam mulut Julie. Begitu penis itu dicabut, Julie langsung mengambil nafas panjang,
āWhaaaaaw!! Noo Nooo Pleaseā¦..ā Julie langsung menjerit sambil menggeleng-gelangkan kepalanya, si negro terkekeh-kekeh sambil menjilat pipinya.
Si negro merendahkan tubuhnya, tangan kanannya membimbing penisnya ke belahan vagina Julie. Benar-benar tragis, lubang anus Julie ditancap oleh sebatang penis, dan kini sebatang penis lain menghunus dan menghujam belahan vaginanya.
Si negro yang berdiri dihadapannya mengangkat dan meletakkan kaki Julie melingkari pinggangnya. Mau tidak mau Julie terpaksa mengalungkan kedua lengannya pada leher si negro di hadapannya.
Julie mendesah-desah ketika merasakan dua penis itu mulai menyetubuhinya dengan lembut, tampaknya kedua negro itu sedang keasikan menikmati kehangatan Julie, begitu lembut dan lembut, pergesekan penis yang besar dan panjang itu terasa semakin nikmat membuat Julie menengadahkan kepalanya keatas dan mendesah panjang.
āDasar kunyuk lu Moreno, emangnya gua ga bisa apa main ama negro juga apa!ā umpat Julie dalam hati mengingat perselingkuhan ex-pacarnya, Moreno, si pembalap karbitan itu, dengan seorang gadis Nigeria beberapa waktu sebelumnya, ingin rasanya ia mempertontonkan dirinya sedang dalam keadaan sekarang ini di depan Moreno untuk memanas-manasinya, tapi sayangnya pembalap karbitan itu sedang jauh di tanah air dan entah sedang ngapain.
āEnnnhhhhhā¦, Crrrr Crrrrrrā tidak begitu lama, Julie merasakan lubang vaginanya berdenyut dalam sebuah ritme yang terasa nikmat.
Yang paling pertama si negro di hadapannya tiba-tiba menyentakkan penisnya kuat-kuat sampai ia berteriak keras, kemudian digantikan si negro yang dibelakang tubuhnya menyentakkan penisnya dengan kasar āAhhhh..! ā Julie kembali menjerit keras.
āAhhhhā¦! Ahhhhhhh!! ARRRHHHH !!!! ā Julie semakin keras menjerit liar, ketika dua penis itu kini memacu lubang anus dan vaginanya, tubuh Julie yang putih dihimpit oleh tubuh dua orang negro yang hitam legam.
Tubuh Julie tampak indah ketika terangkat-angkat keatas kemudian menghempas-hempas ke bawah dalam sebuah irama yang teratur, sesekali ia mengerang keras
āAhhhhh⦠Crrrr Crrrrrrā¦..ā Satu pekikan keras Julie menggakhiri pertempuran yang sengit itu, tapi hanya untuk Julie, sedangkan bagi dua orang negro yang masih menghimpit tubuhnya pertarungan masih dianggap sebagai tester.
āShhhhā¦. ā Julie mendesis ketika dua batang penis itu terlepas dari lubang anus dan lubang vaginanya, Tubuhnya melorot turun, Julie menggeliatkan tubuhnya yang terasa pegal.
Si negro membaringkan tubuhnya diatas lantai berselimutkan kain permadani, sedangkan si negro yang satunya lagi membimbingnya agar segera menaiki tubuh rekannya yang sedang berbaring sambil mengacung-ngacungkan penisnya. Julie menurunkan vaginanya.
Artis cantik itu merasa ada sesuatu yang mengganjal selangkangannya dan menusuk dengan perlahan-lahan terbenam ke dalam vaginanya sehingga ia kini dapat semakin merapatkan vaginanya ke selangkangan si negro.
Tubuh Julie bergerak erotis ketika penis itu bergerak semakin dalam tertancap di lubang vaginanya. Tangan si negro mengelusi pinggul Julie ketika ia menaik turunkan pinggulnya dalam sebuah gerakan yang berirama, penis yang besar dan hitam itu terkadang tertekuk ketika memasuki belahan lubang vagina Julie.
Tangan si negro menampar-nampar pinggul Julie sehingga artis muda itu mempercepat gerakan pinggulnya yang naik turun.
āAhhh, Ahhhh. Ahhh.. Ahhhhhhā suara dari mulut kembali terdengar semakin keras, gerakannya tertahan ketika sepasang tangan menekan buah pantatnya āArrrrhhhhhhā Julie mengerang sambil merayapkan tangannya memegangi buah pantatnya. Sebatang penis sudah asik menancap di lubang anusnya dan kini si negro semakin kuat menekankan penisnya ke dalam anus Julie.
āEnnhhh⦠Enhhhhā¦!! Awwwwā Julie merintih-rintih ketika kedua penis itu berlomba memacu kedua lubangnya, ia merengek ā rengek dengan manja dalam himpitan tubuh dua orang negro yang terus menyetubuhinya dengan kasar dan brutal.
******************************
Sementara itu ditaman belakang
Ratu Felisha & Shandy Aulia
Ā āBrakkkkā¦ā terdengar suara pintu yang terbanting dengan keras
āGila loe, emangnya gua apaanā¦, nggak mau gua!!ā Shandy menolak dengan keras.
āYa udahā¦, kalo cuma maen sama gua kan nggak apa ā apa ā Ratu Felisha menarik tangan Shandy Aulia kemudianĀ berusaha melepaskan baju gadis itu.
āloe sinting kali ya !!.., merekaā¦ā Shandy protes, sambil menepiskan tangan Feli.
āMereka di dalamā¦ā¦, kita bedua di luarā¦ā Ratu Felisha memotong ucapan Shandy
āKamu, liarā¦Banget sihā¦.āShandy Aulia mendesis lirih
āKamuĀ JugaĀ nakalā¦ā Ratu Felisha mencium bibir Shandy Aulia dengan lembut, sudah lama Shandy tidak merasakan kenikmatan bercumbu dengan Ratu Felisha yang liar dan seksi. Sedikit demi sedikit Shandy mulai pasrah dalam dekapan Feli.
Tangan Shandy membelai payudara Feli yang membusung padat dan kencang, tangannya Shandy meremasi payudara Feli, semakin lama Shandy semakin bernafsu meremasi payudara itu. Dengan gemulai Feli merentangkan kedua tangannya keatas ketika Shandy menarik lepas baju kaos ketat yang dikenakannya agar Shandy dengan leluasa menelanjanginya.
āNggak Ahhā¦ā Shandy Aulia mendadak marah sambil menepiskan tangan Feli.
Ratu Felisha hanya tersenyum sambil memeluk erat-erat tubuh Shandy, nafasnya berdesahan, mengundang Shandy untuk segera pasrah dalam arena kenikmatan. Setelah meredakan kemarahan Shandy, Feli menutup mata Shandy dengan sehelai sapu tangan dan berbisik di telinga Shandy.
āBody loe bohay amat sichhā kemudian Feli kembali meneruskan niatnya menelanjangi gadis itu, tangan Feli menarik tubuh Shandy agar berbaring di atas rumput,
Ratu Felisha mengikat tangan Shandy dengan tali Bh gadis itu. āAhhhhh, kenapa tangan gue diiket segala sihhā Shandy berusaha melepaskan tangannya, akhirnya karena kesakitan ia pasrah, gadis itu semakin sering mendesah-desah karena tangan Feli semakin aktif mengelus dan menggerayangi payudaranya.
āGue jamin loe pasti puasā¦ā Ratu Felisha mendesah dalam hati, gadis itu tersenyum karena berhasil mengelabui Shandy, beberapa pria negro melangkah mendekati Shandy yang sedang berbaring di atas rumput dalam keadaan mata tertutup dan tangannya terikat kuat oleh tali bra.
Ratu Felisha memberi tanda agar mereka mendekat dan segera melakukan lumatan-lumatannya pada bibir Shandy,
āCuphhh.. Ckkkk⦠Ckkkk⦠Cpppphhhhā¦ā bibir si negro semakin rakus mengecupi bibir Shandy yang berdesahan kemudian ciuman dan lumatan si negro terus turun ke arah dada Shandy.
āAhhhhhhā¦., Ohhhhhh Felā¦..ā Shandy mendesah sambil memanggil nama temannya
Ia tidak tahu kalau yang menggeluti buah dadanya dengan kasar adalah seorang pria negro dengan bibir sumbingnya yang tampak kehausan mengenyot-ngenyot puting susunya yang mungil.
āHemmmmppp..Felā¦, Ohhhhhhhā Shandy merintih, ketika merasakan gesekan-gesekan jari seseorang di selangkangannya.
āBuka kaki loe yang lebar, gua mau ngejilatin vagina loe ā Feli kembali mengelabui Shandy. Shandy Aulia tertawa kecil sambil berkataā¦
āIngetttā¦, jangan keras-keras ya..ā..
āIyaā¦.ā Ratu Felisha menjawab dengan pasti, Shandy pun mengangkangkan kedua kakinya melebar, ia mendesah-desah merasakan elusan-elusan tangan di permukaan pahanya sebelah dalam.
āHahhhā¦!! Heiiii apaan nihhhhā¦ā Shandy kaget merasakan sebuah benda memaksa memasuki vaginanya, ia hendak merapatkan kedua kakinya namun tiba-tiba pergelangan kakinya ditangkap dan direntangkan melebar dengan kasar.
āAduhhh⦠duhhh, Arhhhhh ,Abis dahhhā¦.ā Shandy menggigit bibir bawahnya ketika merasakan rasa pedih di selangkangannya.
āHa Ha Haā¦.Sippp!!, He he he heā Ratu Felisha tertawa terkekeh-kekeh sambil membuka sehelai saputangan yang menutup mata Shandy
Feli mengecup kening Shandy dan bibirnya yang meringis ringis kesakitan diperawani oleh si negro, kedua tangan Feli meremas-remas buah dada Shandy.
āSialan loeā¦, kegadisan gue!! Aww Aduhhh Awwww pelan dong massssā¦Ahssssshh sakittt!!ā tangan Shandy berusaha menahan gerakan pinggul si negro,sambil memohon-mohon.
āNorak loe , dia nggak ngertiiiā¦,he he he ā Feli memeluk punggung si pria negro yang sedang mengangkangi tubuh Shandy sambil berbisik
āSlow down honey, ā¦ā
Si negro mengangguk kemudian dengan hati-hati menarik dan mendorong penisnya perlahan-lahan. Ditariknya pinggang Shandy yang ramping kemudian ia menjatuhkan dirinya ke belakang, tubuh Shandy pun tertarik dan menduduki penis si negro.
āAhhhhhhhā¦.ā Ratu Felisha terkejut ketika sepasang tangan yang kekar meraih pinggangnya dengan kasar dan tak lama kemudian pakaiannya sudah terlempar kesana kemari.
āAuhhhhhhhā¦. , ā Feli meringis ketika sebuah penis yang besar menyodok lubang vaginanya. Ia menolehkan kepalanya ke belakang hendak protes karena diperlakukan dengan kasar namunā¦
āHemmmmm⦠Hemmmmmmā bibir Feli disumpal dan dilumat oleh seorang pria negro bermata picak, ia mengernyit kesakitan ketika tangan si negro meremas-remas buah dadanya dengan kasar.
Genjotan-genjotan si negro tiba-tiba membuat Feli menjerit keras
āAwwwwwwā¦. Kecrooottttttā¦. Crooootttttttā tubuh gadis itu masih terayun-ayun dengan keras walaupun dirinya sudah mencapai klimaks, nampaknya pria negro yang sedang menyetubuhi Feli tidak sudi membiarkan gadis itu untuk berisitirahat walaupun untuk sejenak.
Payudara Feli yang membuntal padat mejadi mainan favourite bagi mulut para negro yang berebutan mengecupi dan menjilatinya. Tubuh Feli meronta-ronta dan mengejang ketika empat orang negro sekaligus merejang tubuhnya yang menolak untuk disodomi. Mereka memaksanya berdiri sambil menungging.
āUnnggghhh, Nooooo, Arrrrhhhhhhhhhā tubuh Feli serasa lemas ketika lubang duburnya disodok dan dibongkar dengan paksa oleh penis si negro yang hitam dan panjang.
āOuhhhh, Ouuuuggghhhhhhhā¦..ā Feli mengerang, kedua tangannya ditarik ke belakang, sementara kedua kakinya dikangkangkan lebar, tubuhnya berkali-kali terdorong dan terhempas oleh keganasan sebatang penis yang tengah menyodominya dengan kasar.
Kenikmatan? Apakah ini yang disebut dengan kenikmatan disodomi untuk sesaat Feli membatin, perasaan-perasaan aneh menggodanya untuk segera menyerah dalam kenikmatan birahi
āArrrhhh, Auuuhhhh.. Crrrr Crrr..ā tubuh Feli tersungkur-sungkur ke depan ketika lubang anusnya dihantam dengan keras oleh sebatang penis yang besar dan panjang.
Seorang negro tersenyum sinis sambil mengelusi buah dadanya, sesekali telapak tangan si negro meremasi payudara yang bergoyang-goyang menggantung di dadanya. Kedua lutut Feli semakin lemah, si negro mengikuti gerakannya yang terjatuh lemas di atas kedua lututnya.
Tubuh Feli kini berlutut dengan kedua lututnya yang mengangkang, punggungnya bersandar pada dada si negro yang asik terus menyodominya, tangan si negro mendekap tubuhnya dengan erat.
Tusukan di lubang anusnya tiba-tiba berhenti, ia mempergunakan kesempatan ini untuk mengatur nafasnya. Seorang negro merendahkan selangkangannya sambil menarik kepala Feli, lalu menjejalkan batang penisnya ke dalam mulutnya, dengan rakus Feli mengenyot-ngenyot kepala penis si negro yang menyesaki rongga mulutnya.
Tubuh Feli kembali terdorong lembut kemudian kembali tersentak-sentak dengan keras, mengikuti sodokan-sodokan liar dilubang duburnya āArhhhhā¦, Ennnhhhā¦..ā
Ratu Felisha mendelikkan matanya ketika merasakan penis si negro tertancap semakin dalam ke dalam kerongkongannya. Tangannya hendak mendorong selangkangan si negro yang bergerak menekan, namun kedua tangannya dicekal oleh dua orang negro lainnya.
āHemmmrrrrhhhhhhā¦, Mmmmmrrrrhhhhhhā tubuh Feli lemas karena kesulitan bernafas, sebelum ia pingsan si negro menarik batang penisnya Si negro cengengesan sambil kembali mendeepthroatnya berulang-ulang. Semprotan yang amat hangat tiba-tiba menyiram lubang anus Feli. Tubuh Feli direngut oleh si negro yang tadi mendeepthroatnya. Wajah Feli kemerahan ketika si negro melecehkannya
āyou slut, Iāll fuck you and make you screamm !!ā Si negro duduk mengangkang sambil mendudukkan Feli di pangkuannya.
āUhhhhhā¦. ! Arrrhhhhhhā¦..! ā Ratu Felisha mengangkang sambil meregang ketika batang penis yang besar itu menancap di lubang vaginanya.
Feli mengerang ketika batang penis si negro menghentak-hentak dengan kasar.
āThatās all you got, youāre nothingggg⦠Arrrrhhhhhā Feli mengejek si negro untuk memanas-manasinya
Ejekan Feli segera dibalas oleh si negro dengan menghentakkan penisnya sekasar mungkin sampai ia terkulai lemah. āUtsssss⦠Crrrr Crrrrrrrā¦..ā
āN.. No Noo.., please I give upā¦.ā Feli akhirnya menggakui kekalahannya setelah disodok berulang kali dengan tenaga ekstra.
āHe he he, youāre not strong enough , but youāll learnā¦soonā¦ā Feli tiba-tiba tercekat ketika merasakan ada sesuatu yang menghujam lubang anusnya āEfffffffhhhhh, Arrrrrrrrrrrrrrrrrrrrā¦.ā ia menjerit kesakitan ketika lubang anusnya ditembus dengan kasar oleh sebatang penis yang hitam.
Ratu Felisha hanya dapat merintih, lubang anus dan lubang vaginanya terasa pedih diselingi oleh kenikmatan-kenikmatan yang semakinya menenggelamkannya ke sebuah dunia yang lain, dunia yang penuh dengan nafsu dan keliarannya yang terekspose dengan sejelas-jelasnya.
āOhhhh, Fuck me, Fuck meeeee, yeahhhhhhhā¦.ā Feli berteriak sejadi-jadinya untuk melepaskan tegangan nafsu birahinya yang semakin tinggi.
āKecrooottttt,ā āKecroooottttā āCruutttttā gerakan ketiga orang itu perlahan-lahan berhenti, desahan-desahan nafas yang memburu kini hanya tinggal helaan nafas penuh yang penuh dengan kepuasan.
Tubuh Feli ditarik dan digusur berdiri, kini ia berdiri dengan kedua tangannya bertumpu pada dinding, sementara seorang negro menarik pinggulnya ke belakang. Suara desahan Feli kembali terdengar diiringi jeritan kecilnya ketika sebatang penis menerobos masuk dengan kasar kedalam lubang vaginanya..
āPlokkk.. Plokkkk.. Plokkkkk⦠plokkkkkā suara selangkangan si negro yang beradu dengan buah pantat Feli terdengar menggemaskan. Sesekali Feli memegangi pinggulnya karena merasa pegal, si negro rupanya memahami penderitaannya. Dibaringkannya tubuh Feli di atas kursi panjang di taman itu, tangan si negro mencengkram bahu Feli kemudian bibirnya yang tebal mengejar bibir Feli yang sensual dan
āCeeeppp.. Ckkkk Ckkkkk⦠Cehhhhpppppā¦.ā dengan bernafsu si negro melumati bibir Feli. Tangan si negro yang hitam membelit pinggang Felisha, sedangkan kepalanya menyusup diantara belahan payudaranya. Si negro tampak senang memainkan payudara yang kenyal dan putih itu, sesekali ia menggigit gundukan payudara tersebut.
Kedua tangan si negro yang kekar mencekal pergelangan kaki Feli kemudian dengan satu sentakan yang kuat si negro merojokkan penisnya hingga amblas kedalam lubang vagina artis cantik dan seksi itu.
Feli menjerit panjang ketika penis si negro merojok-rojok lubang vaginanya dengan kasar dan kuat. Jeritannya malah semakin mengundang beberapa negro lain untuk segera merayapkan tangan ā tangan mereka menggerayangi tubuhnya yang menggelinjang-gelinjang dalam lautan birahi.
āUhhhhhhhhhhhhhhā¦! ā terdengar jeritan keras Shandy, mulutnya seperti sedang menyebut huruf āUāĀ sambil memegangi bokongnya yang terasa perih ketika sebatang penis menancap di lubang duburnya.
āAduhh jangannn tolonggg jangannnn aduhhhā¦! Owwwwww! āgadis itu kewalahan ketika lubang anus dan lubang vaginanya dikocok-kocok oleh dua batang penis besar yang hitam dan panjang. Shandy memekik panjang kemudian menjerit melengking keras.
āNooo, Nhoooo.. Pleaseā¦ā Shandy terus memohon
Akhirnya kedua negro itu mengabulkan permohonannya dengan syarat gadis itu mau belajar untuk bergoyang dan memuaskan keduanya yang tengah menyodomi dan mengocok-ngocok vaginanya. Shandy mulai belajar menggoyang-goyangkan pinggulnya, terkadang pinggul gadis itu bergerak naik turun dengan cepat dan kuat.
Sesekali si negro yang tengah menyodomi Shandy menjambak rambut gadis itu, kadang-kadang menampar pinggulnya ketika gadis itu berhenti menggoyangkan pinggulnya.
āCrrrrrr Crrrrrrrā¦. Crrrtttttttā tubuh gadis itu pun tergeletak di atas dada si negro.
Tubuh Shandy tersentak-sentak dengan kuat, gadis cantik itu hanya dapat mengerang dan merintih.
āOhhhhhhhhhhhā¦..ā Shandy mengeluh merasakan semprotan sperma panas di dalam lubang anus dan lubang vaginanya. Belum juga ia sempat menarik nafas, tubuhnya digusur seorang pria negro, negro itu duduk kursi dan memaksa agar Shandy menduduki penisnya yang besar.
āAhhhh⦠Auchhhhhhhā¦. Jrebbbbbbbbā tubuh Shandy menggeliat-geliat resah merasakan penis si negro yang tenggelam semakin dalam ke dalam vaginanya, mulut si negro mengemut ā ngemut buah dadanya yang mungil.
āKrekett.. Krekettt⦠Crebbbbb Creeeeeeeebbbbā suara kursi tua itu bernyanyi diiringi oleh suara kecipak basah yang semakin keras terdengar, suara-suara itu semakin indah terdengar karena dihiasi oleh rintihan dan erangannya āAhhhhhā¦Ahhhhhh⦠Annnhhhhhhhā
Shandy melingkarkan kedua tangannya pada leher si negro kemudian gadis itu mulai menggoyang pinggulnya. Mulut Si negro tidak pernah berhenti untuk mengecupi bibir Shandy yang mendesah-desah dengan lirih.
āUtsssssā¦.ā Shandy menghentikan gerakannya, nafas gadis itu berdengusan , āCuphh,,, Cupphhhh, do you like it?ā si negro bertanya sambil mengelusi pinggang Shandy, gadis itu mendesah sebelum menganggukkan kepalanya.
Tangan si negro membantu mengangkat-angkat pinggul Shandy āClepp.. Cleppp.. Cleeeppppp⦠Pleppppppā suara vagina Shandy yang sedang bekerja keras naik turun demi memuaskan sebatang penis di lubang vaginanya. Shandy menekuk wajahnya, entah kenapa ia tiba-tiba merasa was-was. Sebatang penis yang begitu besar dan panjang dengan asik menggasak lubang vaginanya yang mungil.
āHesssshhhh,, Hsssssshhhh, Shhhhhhā¦, Crrrrrrrr Crrrrrrrrrrā Shandy mungkin sudah mencapai puncak kenikmatannya tapi tidak bagi si negro, tangannya mencengkram bokong Shandy kuat-kuat, kemudian si negro berdiri, Shandy mengalungkan kedua tangannya pada lehernya. Tubuh Shandy pun terayun-ayun semakin lama semakin cepat,
āUnnnggghh, Unnnhhhh, Unggghhhhh⦠ā hanya suara itu saja yang sanggup dikeluarkan oleh Shandy ketika penis si negro berkali-kali menghantam lubang vaginanya.
āPelan-pelan dong , ngewenya⦠Shhhhā¦.ā Shandy Aulia secara tidak sengaja memohon ketika merasakan dirinya tidak sanggup lagi menghadapi hantaman-hantaman si negro.
āWhat do you say ?? ā si negro malah bengong,
āNo., No Thinggg Ennnhhhhh⦠Uhhhhā Shandy mengibaskan rambut panjangnya, kedua kakinya yang mulus melingkari pinggang si negro, bibirnya yang semula meringis- ringis kini perlahan-lahan tersenyum. Sesekali ia mendesah nikmat, ya kenikmatan yang tidak mungkin dapat ditolak kini menggodanya tunduk dalam āHukum kenikmatan seks Interracialā.
āAhhhhh, Ahhhhhhhhhhhhhh, ā Shandy semakin kuat mendesah ketika merasakan sesuatu mulai mendesak dengan paksa memasuki lubang anusnya, walaupun ia tidak menengok kebelakang namun gadis itu tahu pasti sebatang penis yang besar dan hitam ingin segera menyodominya dan menikmati lubang anusnya yang seret.
ā Arrrhhhh..! ā Shandy pasrah ketika batang penis itu menjebol masuk dengan kasar, kasar dan brutal merojok dan menyentak-nyentak dengan kuat tanpa mempedulikan erangannya.
Dua batang penis yang hitam segera berlomba, berusaha menundukkannya, tidak !! bukan hanya menundukkan, namun lebih cocok membenamkan gadis itu dalam puncak kenikmatannya.
āSssshhhhh, Sssssshhhhh, ā desahan-desahan nikmat, erangan-erangan lirih, dan jeritan-jeritan liar semakin sering terdengar dari bibir Shandy, dua batang penis negro terus memacu nafsunya semakin tinggi dan tiba-tiba gadis itu seperti dijatuhkan bersama-sama dengan sejuta kenikmatan yang berdenyut-denyut di vaginanya. āCrrrrrr.. Crrrrrr⦠Crrrrrrā¦ā
Dua negro itu tidak pernah mau mengerti, batang-batang penis mereka terus memompa lubang anus dan lubang vagina Shandy, mereka tersenyum-senyum kecil sambil sesekaliĀ menjulurkan lidah mereka keluar, entah untuk mengejek shandy Aulia atau mereka sedang mengekspresikan kenikmatan yang mereka dapatkan ketika mengerjai tubuh artis muda itu.
Air keringat mengucur deras membasahi tubuh Shandy, suara celupan-celupan kasar terdengar semakin panas dan panas. Terdengar pekikan Shandy beserta erangan kuat dua orang negro yang sedang menyetubuhinya. Tubuh Shandy diletakkan dalam posisi menungging, mulutnya ingin memohon untuk berhenti tapi tenaganya sudah terkuras,
āOhhhhhhhh!ā entah kenapa Shandy membatalkan niatnya ketika merasakan sebatang penis menyodominya dengan kasar, tubuhnya kembali terdorong-dorong dengan kasar.
Enakkah ? Ya memang enak, asik ?? tentu sangat asik, nikmattt ??? Apalagi.. sangat Nikmatt, begitulah yang dirasakan oleh Shandy dan Feli yang sedang berpesta seks di taman itu. Shandy menggeleng-gelengkan kepalanya ketika sebatang penis tersodor kehadapan wajahnya, namun karena kepala penis itu terus menerus memohon, Shandy terpaksa meluluskan permintaannya,
āHemmpphhā¦ā ia melahap penis di rongga mulutnya, diemut, dihisap , wah service excellent deh pokoknya sampai si negro melotot keenakan. Kenikmatan membuat tenaga Shandy menjadi berlipat ganda, gadis itu menggoyangkan pinggulnya dengan liar, āAyo Shandy, terus Shandy!ā, bisikan-bisikan kenikmatan yang terus berusaha menyemangati gadis itu.
Semangat Shandy belum cukup untuk merobohkan sebatang penis yang tertancap-tancap dengan kuat di lubang anusnya,
āHeggghhhhhā¦.. Ahhhhh⦠Crrrr Crrrrrrrrā tubuh Shandy tidak dapat lagi menahan kenikmatan yang kali ini datang begitu tiba-tiba, begitu nikmat berdenyut-denyut di lubang vaginanya.
*************************
DiĀ sebuah kamar lain
Lenna Tan & Chelsea Olivia
āAyo buka kakinya sayanggā¦.ā Lenna Tan, aktris dan presenter cantik itu sedang membujuk seorang artis muda,
āNggak mau⦠takuttā¦Ciā Chelsea Olivia malah merapatkan kedua kakinya, kedua tangannya memegangi celana dalamnya kuat-kuat agar tidak terlepas dari tempatnya.
Lenna tersenyum sambil meremas-remas buah dada Chelsea yang masih tersimpan dengan rapi di balik baju kaos yang dikenakan gadis itu, sementara seorang pria negro mengecupi sambil berusaha menarik celana dalam Chelsea.
āNggak apa-apa koqq, Ayo dibuka sayangggā¦.ā Lenna menarik paksa tangan Chelsea.
āAhhhhhhā¦. Jangannnā¦..ā teriakan putus asa Chelsea tidak dapat menahan gerakan si negro yang kasar, celana dalamnya melorot sampai kebatas lutut.
Tubuh Chelsea tersentak ketika merasakan hembusan dan jilatan-jilatan hangat di permukaan vaginanya, artis muda itu tampak gelisah ketika lidah si negro bergerak mengulas-ngulas kesana kemari, bahkan menggelitiki sela-sela vaginanya.
Tangan Lenna menahan bahu gadis itu, Lenna menengokkan kepalanya ketika merasakan ada sesuatu yang hangat melumat bibir vaginanya. Lenna mengangkat sebelah kakinya ke atas kemudian sebuah kemaluan yang besar menyeruak sampai tubuh wanita cantik itu tersentak dengan kuat terdorong oleh penis si negro yang memaksa memasuki lubang vaginanya.
Si negro menarik pinggul Lenna kemudian menjatuhkan dirinya ke belakang, tidur terlentang, Lenna tersenyum sambil menoleh kebelakang kemudian wanita cantik itu mulai mengangkat dan menurunkan pinggulnya
āHennhhh rasanya enak Ahhhhhhhhhhhh⦠banget sayang, kamu juga harus mencobanya..Ohhhhhhhhā Lenna terbata-bata mulutnya tidak dapat berkata-kata lagi, hanya suara desahan diiringi pekikan kecil saja yang dapat keluar dari mulutnya itu, kemaluan si negro meliuk ke kiri dan kanan ketika Lenna menaik dan menurunkan pinggulnya. Walaupun sudah pernah melahirkan sekali, namun tampaknya Lenna masih kesulitan menerima kehadiran daging panjang, besar, berwarna hitam dan tampak kasar pada vaginanya.
Dua pria negro, merejang Chelsea, sementara yang seorang lagi terkekeh-kekeh.
āYouāll like it, and beg for moreā¦āSi negro menggesek-gesekkan kepala kemaluannya pada bibir vagina Chelsea.
āAhhhhhhhh!!! Brrrtttt Breetttttttā sebuah teriakan keras menggakhiri perlawanan gadis itu.
Butir-butir keringat mendadak mengucur deras dari tubuh mulusnya, air mata mengalir dari sudut mata artis muda itu. Tubuh Chelsea terguncang dengan keras di atas ranjang, kedua tangannya masih dipegangi oleh dua orang pria negro karena gadis itu sesekali masih berusaha meronta ā ronta melepaskan dirinya.
āAhhhhhhhhhhhhhhhā¦.. Crrrrrrrrr Crrrrrrrrrtttttā wajah Chelsea tampak semakin merona merah, apakah ini yang dinamakan klimaks, rasa nikmat yang tiada duanya ?
Pada saat si negro menusukkan kemaluannya, pinggul Chelsea bergoyang bahkan sesekali gadis itu mengangkat-angkat pinggulnya menyongsong datangnya penis si negro. āPleppp⦠Pleppppppppā¦ā suara itu terdengar dengan keras. Goyangan-goyangan yang begitu indah, rintihan-rintihan yang memabukkan birahi terdengar dari bibir kekasih Glenn Alinskie itu.
Chelsea meringis merasakan lubang vaginanya diaduk-aduk dengan kasar, vagina gadis itu memar kemerahan, perih, nikmat bercampur menjadi satu. Chelsea tampak bingung, haruskah dirinya menangis ditengah-tengah kenikmatan yang begitu menggodanya, membisikkan desahan-desahan nafas birahi.
āTolonggggā¦.!! Ohhh Tolooonggggggā¦..!!Ā Nikmat sekali , Ahhhhhh,ā kata hati gadis itu, Chelsea memejamkan matanya rapat-rapat menikmati sodokan-sodokan liar yang terus mencecar lubang vaginanya, bahkan dari Glenn pun ia tak pernah mendapat kenikmatan seperti sekarang ini. Sesekali tangan Chelsea bergerak menahan pinggul si negro ketika merasakan sodokan-sodokan itu terlalu kuat memompa lubang vaginanya yang mungil.
Si negro mengangkangkan kedua kaki Chelsea kemudian meletakkan kedua kaki gadis itu di bahunya āArrrhhhhhhhhhā¦ā¦.ā Chelsea terkejut ketika tiba-tiba si negro memompakan penisnya sedalam dan sekuat mungkin.
Kepala Chelsea tergeleng ke kiri dan kanan, sungguh tidak sanggup artis muda ini untuk menahan siksaan birahi yang begitu kejam merajam tubuhnya yang halus. Tusukan-tusukan si negro terlampau cepat dan kuat, di luar batas ketahanan tubuh gadis itu,
āAwwwwwwwwā¦ā¦ā Chelsea menjerit keras, lubang vaginanya kembali berdenyut-denyut membuahkan kenikmatan yang sulit untuk diungkapkan dengan kata-kata. āCrrrruuuuutttttā¦ā¦Crrrrrrrrā
Hampir bersamaan sesuatu menembur dengan panas di dalam vaginanya, sebuah ledakan sperma dari penis si negro. Gadis itu mendesah ketika si negro mencabut batang kemaluannya.
Kedua kaki Chelsea terkulai lemas ketika dua orang negro lainnya memeluknya dari kiri dan kanan. Chelsea mengeluh ketika merasakan remasan-remasan kuat di buah dadanya, Putting susunya ditarik-tarik dengan agak kasar, kedua orang negro itu berusaha membangkitkan kembali nafsu birahinya.
Bibir gadis itu yang mendesah-desah menjadi rebutan dicumbui oleh bibir-bibir yang tebal hitam dan kasar, mengecupi dan mengulum bibirnya. Chelsea agak kebingungan ketika kedua orang negro itu membuatnya menungging , kedua tangannya dipiting kebelakang.oleh dua orang negro sekaligus, sementara sebatang penis yang hitam menggesek-gesek belahan pantatnya. Ohh tidak Anussssā¦!!
āHahhhhhhā¦ā¦.ā Kini gadis itu baru mengerti apa keinginan kedua negro itu, mereka berusaha menyodomi lubang anusnya.
āAdhuuuuhhhhhā¦, Adhuuhhhhhhh, Awwwwwwwā¦..ā gadis itu menjerit kuat-kuat ketika merasakan rasa pedih di lubang anusnya.
āDamnnn, fuck, What theā¦. , ā Si negro menceracau panjang lebar merasakan gigitan lubang anus Chelsea di leher penisnya, berdenyut ā denyut dengan nikmat, perlahan-lahan batang penis itu menekan masuk, si negro menjilat bibirnya merasakan remasan-remasan dinding anus Chelsea.
āArhhhhhhhhhā¦.ā Chelsea menjerit, wajahnya mengernyit kesakitan ketika si negro menjejalkan batang penisnya sekuat tenaga. āArrrrggghhhhā Matanya mendelik, lubang anusnya terasa panas dan pedih.
āAhaaaakkkkā¦, Akkkkkkkkā¦,,, ā Chelsea hanya dapat menangis terisak-isak merasakan rasa sakitĀ ketika si negro menyodominya dengan kasar.
Entah kapan dan bagaimana perubahan itu terjadi, Chelsea merasakan sebuah sensasi kenikmatan yang berbeda ketika lubang anusnya disodomi dengan kasar. Penis si negro serasa menembus sampai keulu hatinya, membuat jantungnya berdetak-detak dengan lebih kencang.
Chelsea mendesah panjang, mulutnya terbuka lebar bagi sebatang penis yang mengacung keras, matanya bertambah sayu ketika mulutnya terasa sesak disumpal oleh kepala penis si negro, dengan nafsu yang semakin menggelegak Chelsea melumat dan menciumi penis itu, lidah Chelsea terjulur kemudian menari-nari dengan liar menelusuri batang penis yang panjang dan hitam.
āAhhhhhhhā¦., Enakkkkkkkkkā¦. Ahhhhhhhhhā gairah Chelsea meledak-ledak , mendadak tubuhnya seperti meriang, panas dingin.
āAwwwwwwwwā¦. Crrrrr⦠Crrrrrrrrrrrrrrrttttā gadis itu mencapai klimaksnya kembali.
āEnnhhhhā¦. Blukkā¦.ā tubuh Chelsea dibalikkan dengan kasar, kedua kakinya diangkat ke atas dan sebatang penis segera menghujam, menusuk belahan vaginanya. Kedua tangan Chelsea dipegangi keatas oleh dua negro berotot kekar, sementara si negro kurus dengan batang kemaluannya yang panjang terus menusuki vaginanya.
Tenaga Chelsea serasa disedot dengan rakus oleh para pria negro yang sedang asik menyetubuhinya. Chelsea pasrah dalam kenikmatan genjotan-genjotan penis si negro yang besar, penis yang besar itu berkali-kali tertekuk ketika melakukan tusukan-tusukannya, terus, terus dan terus, semakin cepat, cepat dan lebih cepat. āCleppp.., clepppp, Clllppppppā¦ā
Sementara itu, Lenna Tan menolehkan kepalanya ketika mendengar pekikan Chelsea, janda cantik beranak satu itu tersenyum menyaksikan Chelsea yang terengah-engah diamuk birahi. Lenna menghentikan gerakanya untuk sesaat menyaksikan pertarungan antara Chelsea Olivia Vs empat orang negro sekaligus kemudian barulah ia kembali asik dengan pertarungannya sendiri.
āYour name is Lenna Tan, Right ?ā si negro yang berada di belakang tubuhnya itu bertanya sambil menyibakkan rambutnya kebelakang.
Lenna Tan mengangguk perlahan,
āI love your little ass Lenna ā kemudian terdengar suara rintihan dan erangan dari mulut Lenna seperti sedang berperang dengan sengit, tubuh Lenna terdesak-desak dalam himpitan dua negro yang memacu penis mereka yang hitam dan besar dari dua arah yang berlawanan.
Nafas Lenna semakin sesak, buah dadanya semakin membengkak dan membuntal semakin keras seiring dengan memuncaknya birahi wanita cantik itu sehingga desah kenikmatan Lenna pun terdengar dengan keras.
āArrrhhhhhā¦.. Crrrrrr Crrrrrrr Crrrrrrrrā Lenna mencapai klimaksnya, namun itu semua bukan menjadi alasan untuk berhenti walaupun untuk sesaat.
Pinggul Lenna bergoyang seperti sedang mengayak pasir sampai dua orang negro yang menyerang lubang anus dan lubang vaginanya mengerang karena merasakan nikmat, hampir bersamaan keduanya memuntahkan spremanya di dalam lubang anus dan lubang vagina Lenna.
Mereka melepaskan tubuh Lenna ketika wanita cantik itu meronta, Lenna lalu menghampiri Chelsea yang tengah digarap, bibirnya tersenyum melihat seorang pria negro tengah berkutat untuk kembali membobol lubang anus artis muda itu.
āAhhhhhhhhā¦..ā terdengar jeritan panjang ketika si negro berhasil menjebol lubang dubur gadis itu.
Kini giliran Chelsea Olivia yang kembali disodok dari depan dan belakang oleh dua batang penis yang besar dan panjang. Tubuh gadis itu terguncang-guncang dengan hebat, nafasnya terengah-engah, suara yang keluar dari bibirnya mirip seperti orang sedang merengek-rengek, hampir bersamaan Chelsea dan dua laki-laki negro yang tengah menyetubuhinya berteriak keras.
āCrotttttttā¦.ā āCruuuuuttttā¦.ā āKecrottttttttttttā
Lenna buru ā buru merebut tubuh Chelsea. Dilumatnya vagina Chelsea yang memar kemerahan, mulut Lenna menghisap dan menyeruput cairan gurih yang meleleh sangat banyak di sekangkangan Chelsea, bahkan bukan cuma itu
āBlukkkkā Lenna membalikkan tubuh gadis itu dan mengenyot lubang anusnya kuat-kuat. Chelsea hanya dapat memejamkan matanya, kecapaian, tubuhnya serasa lemas tidak bertenaga.
Lenna menggesek-gesekkan buah dadanya pada punggung Chelsea, rasanya hangat, basah dan lembut ketika buah dada Lenna bergerak menekan dan memijat-mijat pinggung gadis itu yang basah oleh keringat ākamu puas sayanggā¦? ā Lenna berbisik sambil menyibakkan rambut gadis itu kebelakang.
Dengan lembut Lenna membalikkan tubuh Chelsea, lalu mencium bibir artis muda itu dengan lembut. Untuk beberapa saat Chelsea hanya terdiam ketika bibirnya dilumat dan dikulum oleh Lenna. Dua batang lidah terjulur untuk saling membelit dan mengait. Sebuah pelajaran baru bagi Chelsea, tubuhnya menggeliat seiring dengan geliatan Lenna, geliatan yang lembut, diiringi desahan-desahan nafas yang menggebu-gebu.
āUhhhhā¦ā āEnnhhhhhā Lenna dan Chelsea mengeluh, sama-sama mendesah nikmat ketika tubuh mereka yang halus dan lembut saling bergesekan.
Kedua artis berdarah oriental itu menggerakkan tubuh mereka, berbaring berdampingan dengan kedua kaki mereka yang terbuka lebar.
āAhhhhhhā¦.ā terdengar jeritan kecil Lenna yang disambut dengan erangan lirih Chelsea āEnnnnnnnhhhhhhā
Dua batang penis tertancap di lubang vagina mereka, tubuh Lenna dan Chelsea terguncang dengan hebat ketika penis negro-negro itu bergerak semakin liar. Lenna menolehkan kepalanya menatap Chelsea, desahan Chelsea mengundangnya untuk melumat bibir gadis itu, sambil terus disodok-sodok oleh batang penis yang besar dan panjang. Lenna dan Chelsea semakin asik berciuman, saling melumat dan mengulum dan saling berpelukan dengan erat.
āIhhhhā¦., ā tubuh Chelsea tiba-tiba dibetot dengan kasar sampai pelukan yang hangat itu terpisah.
Lenna hanya dapat memandangi Chelsea yang dibopong oleh seorang negro. Si negro meletakkan tubuh Chelsea diatas tumpukan kain sutra ditengah-tengah ruangan. Empat orang negro mengerumuni tubuh Chelsea.
Chelsea hanya dapat memandangi si negro yang mencekal pergelangan kakinya kemudian merentangkan kedua kakinya melebar, ia memejamkan matanya tidak sanggup menatap pandangan si negro yang melecehkannya. Kuping Chelsea seolah-olah mendengar suara orang sedang menertawakannya āHa.. Ha pelacur kecilā¦!! ā
āAhhhhhhhhhhā¦..ā satu desahan keras terdengar dari mulut Chelsea.
Batang penis itu sudah tertancap di lubang vaginanya dan kini si negro mulai melakukan genjotan-genjotan yang semakin lama semakin kasar, tubuh Chelsea terguncang semakin keras, buah dadanya dirayapi oleh tangan-tangan yang kekar dan hitam.
āOhhhhhā¦! Oahhhhhhā¦.!! Shhhhhā¦.Aowwā Chelsea memekik, berkali-kali mulutnya mengerang, merintih keras ketika lubang vaginanya digenjoti oleh penis yang besar dan panjang. Chelsea sesekali meringis ketika ada rasa ngilu di lubang vaginanya akibat digenjot dengan terlalu kasar.
Mulut Chelsea terbuka lebar, lidahnya terjulur ketika merasakan denyutan-denyutan kenikmatan meledak-ledak dengan nikmat dari dalam lubang vaginanya. Setelah melakukan genjotan yang lama dan kuat si negro membenamkan penisnya dalam dalam.
Chelsea menatap sayu pada si negro yang baru saja selesai menikmati tubuhnya. Tangan-tangan hitam itu membalikkan tubuhnya dalam posisi dogy style. Sebatang penis dengan tidak sabar segera dibenamkan pemiliknya kedalam lubang anusnya yang memekik kesakitan ketika lubang duburnya kembali dipaksa untuk merekah.
āArhhhh, Arhhhhh Arhhhhhhā¦ā Suara-suara keras itulah yang keluar dari mulut Chelsea, tubuhnya berkali-kali tersentak dengan kasar āPlokkk..Plokkkk⦠Plokkkkkā¦ā Bunyi suara beradunya buah pantat Chelsea terdengar semakin keras dengan ritme yang semakin cepat.
Berkali-kali kepala Chelsea yang tertunduk terangkat keatas ketika sodokan ā sodokan itu semakin gencar. Mulut Chelsea bergantian mengulumi dua batang penis dihadapan wajahnya. Malam semakin larut, teriakan-teriakan liar, disertai rintihan-rintihan kecil terdengar semakin menggairahkan, panas, menggoda.
Hingga akhirnya baik Lenna maupun Chelsea, juga para negro di ruangan itu tergeletak lemas setelah puas mengarungi lautan birahi. Dengan lemas Lenna meraih tasnya yang di sofa dan mengeluarkan ponselnya.
Beberapa SMS telah masuk sejak tadi, salah satunya dari putra semata wayangnya, Jonathan. Ia membuka SMS itu paling awal, isinya, āMama gimana kabarnya di Amerika? jangan lupa oleh-olehnya ya, I luv u ā Joā. Ia tersenyum sambil menyeka ceceran sperma di dagunya dengan jarinya lalu mengemut mengemutnya.
Next issue:
Denger-denger nih, episode selanjutnya akan ada pertarungan antara Omas melawan Ian Kasela, lalu ada Okky Lukman melawan Bertrand (weisssā¦bukannya dia senengnya batangan? Lagian bisa penyok dia ditindih si Okky mah), juga ada Mpok Atik digangbang oleh Kangen Band. Wakakakaā¦.kita liat aja beneran gak mereka bakal nongol.
Bersambung…
DiĀ ruangan tempat mainĀ billiard
Okky Lukman tengah berdiri di tengah ruangan, seorang pria negro menjulurkan tangannya, menyibakkan pakaiannya yang bentuknya mirip baju kimono tipis sehingga tersingkaplah pahanya yang gemuk. Okky tersenyum nakal menatap Tika Pangabean yang tengah menjerit-jerit sambil meronta-ronta, bahkan pakaiannya tersobek-sobek dibeberapa tempat memperlihatkan lipatan perutnya yang berlemak, ranjang pun sampai terguncang hebat karena rontaan wanita bertubuh gempal itu.
āBrettttt⦠Brekkkkk⦠Brrrrttttā suara pakaian Tika yang disobek dengan kasar oleh sepasang tangan yang kekar.
Okky pun mendekati Tika, lalu keduanya menatap kamera dan berkata,
āSorry ya mupengersā¦kita salah tempat nih, kacian deh luu!!ā
āKy lepasin guaā¦buru kita pergi aja, syuting kita bukan disini tau!ā omel Tika
āIya-iya yuk cabut, kalau ngga nanti mupengers bisa shock semua!ā kata Okky sambil melepas ikatan Tika.
āCut-cut-cutā¦mana pemain yang benernyaaaa?!! Ehā¦siapa sih lo!!ā teriak sutradara pada seorang pria lain yang baru masuk
āGua sutradara baru, lebih punya taste, ok dehā¦mupengers dah pada ga sabar tuh, kameraā¦.action!!ā
Ā *********************************
DiĀ ruangan tempat mainĀ billiard
Sandra Dewi, Asmirandah & Magdalena
Sandra Dewi tengah berdiri di tengah ruangan, seorang pria negro menjulurkan tangannya menyibakkan pakaian Sandra yang bentuknya mirip baju kimono tipis sehingga terlihatlah pahanya yang putih mulus. Sandra tersenyum nakal menatap Asmirandah yang tengah menjerit-jerit sambil meronta-ronta, bahkan pakaiannya tersobek-sobek di beberapa tempat
āBrettttt⦠Brekkkkk⦠Brrrrttttā suara pakaian Asmirandah yang disobek dengan kasar oleh sepasang tangan yang kekar.
Sandra mendekati Asmirandah.
āTenang Dah, nggak usah menjerit-jerit begituā¦.ā ia membelai-belai pipi Asmirandah.
Aktris muda itu menatap Sandra dengan tatapan putus asa
āLepaskannnn⦠Lepasssssā¦. Ohhhhhhhhā air mata mengalir dari mata Asmirandah.
āTolong janganā¦, saya masih perawanā¦.ā Asmirandah memelas menyadari apa yang akan menimpa dirinya.
āJustru disitulah letaknya kenikmatanā¦Andah, setelah diperawani kamu pasti ketagihan , minta terus, terus dan terussss⦠Hssshhh Ohhhh Andahhh, kamu pasti bakal ketagihanā¦.ā Sandra mengecup kening Asmirandah dengan lembut.
Sandra lalu berjalan mendekati meja billiard. Para negro itu seakan-akan sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan, tubuh Asmirandah diseret dan dinaikkan ke atas meja billiard itu.
āLepaskan⦠Bajinganā¦.!!ā Asmirandah membentak marah ketika mereka dengan paksa membuatnya berlutut diatas meja billiard dengan posisi lutut mengangkang lebar, kedua tangannya dipiting ke belakang kemudian diikat.
Sandra meraih sebuah tongkat billiard, kemudian diselipkannya tongkat itu Ā pada selangkangan Asmirandah, Sandra membungkuk mengambil posisi seperti orang yang akan menyodok bola billiard, kemudian tongkat itu bergerak maju mundur menggesek-gesek selangkangan Asmirandah.
āHssshhhhhhā¦.jangannnh Hssssshhā¦.jangannnn Ahhhhhhh.ā Asmirandah mendesah-desah.
Payudara Asmirandah yang semakin membusung dengan indah menjadi mainan yang mengasikkan bagi tangan-tangan nakal yang merayapi dan menggerayangi permukaan payudara gadis itu yang halus dan lembut. Penolakan Asmirandah tidak dapat membohongi reaksi tubuhnya yang sedang terangsang hebat.
āNgangkang, sayanggggā¦.āsi negro berbisik ditelinga Sandra.
āHahhhhhā¦..!! ā Sandra tampak terkejut menolehkan kepalanya matanya menatap wajah si negro yang tampak serius.
āWhatās up babe, cāmon, spread your legsā¦ā si negro mengelusi bulatan buah pantat Sandra.
Sandra menghela nafas lega, mungkin dirinya salah dengar akibat terlalu nafsu. Tangan Sandra berpegangan pada pinggiran meja billiard, sedangkan kedua kakinya mengangkang sambil menaikkan pinggul sedikit ke atas. Nafasnya semakin menggebu-gebu merasakan hembusan-hembusan nafas hangat di permukaan buah pantatnya.
āAhhhhhhhhhhhhhā¦ā¦.ā Sandra mendesah merasakan jilatan lembut disela-sela buah pantatnya, lidah yang basah dan hangat itu menggeliat resah, menggelitik, dan berusaha mengoreki lubang anusnya
āUTTTTSSSSSHHHā¦ā¦ā Sandra menggeliat resah ketika mulut si negro mengemut lubang anusnya dengan kuat, āSlapp, Slapppphh, Slapppphhhhā suara lidah si negro menyapu pantat Sandra.
āCklekkkkā¦.ā tiba-tiba terdengar suara pintu dibuka, Lena Magdalena, si presenter dan model sexy itu muncul di ambang pintu. Dari bibirnya yang sensual tergurat sebuah senyum kecil, ia hanya memakai handuk putih yang melilit tubuhnya yang ramping itu, buah dadanya yang montok itu seperti mau meloncat keluar saja dari balik handuk, juga pahanya yang jenjang dan mulus begitu menggugah selera.
āHaiiiiā¦ā Magdalena menyapa Sandra.
āHaiiiiiā¦darimana? Keringatan gitu?ā tanya Sandra memperhatikan tubuh Magdalena yang nampak agak basah-basah itu.
āSaunaan, wuihh panasā¦tapi kayanya bakal ada yang lebih panas nihā katanya sambil menyapukan ke ruang itu.
Sandra menggeliat melepaskan diri dari dekapan si negro untuk menghampiri Magdalena. Mereka berdiri saling berhadapan, Sandra menarik ujung handuk yang terselip di wilayah dada Lena hingga handuk itu jatuh ke lantai.
Terlihatlah tubuh indah Magdalena yang menggiurkan dengan perut rata dan payudara membulat indah, dibanding Sandra dan Andah payudaranya adalah yang terbesar. Kedua artis cantik itu saling merangkul, bibir mereka saling mengulum dengan lembut namun lama-lama semakin liar.
Suara decakan ludah dan gumaman mereka mengundang dua orang negro untuk segera bersujud di belakang bokong keduanya. Lidah si negro menjilati buah pantat Sandra dan Lena serta mengorek-ngorek lubang anus mereka.
āEhhhh, nggakkk, jangan disituā¦ā Magdalena ketakutan ketika lubang anusnya disentuh oleh kepala penis si negro, Sandra tersenyum sambil memeluk erat-erat tubuh Lena.
āCāmon fuck her assā¦.ā Sandra menyemangati si negro agar segera melampiaskan keinginannya menyodomi Magdalena
āArrrhhhhhhhhhhhhhhhhhā¦.! ā terdengar erangan Magdalena, ia mengerjap-ngerjapkan matanya, kesakitan itu membuatnya terbata-bata.
āArrh, shak.. shakitā¦, Aww, duuhhh, jangan , Hegggā mata Magdalena membeliak lebar-lebar ketika sebuah hentakan menjebol lubang duburnya, mulutnya terbentuk seperti hendak mengucapkan huruf āAā ketika merasakan batang penis yang hitam dan panjang itu menerobos memasuki lubang duburnya dengan paksa, terus masuk dan masuk ke dalam.
Sandra tertawa kecil sambil mengecupi bibir Magdalena. Gerakan ā gerakan kasar si negro yang sedang menyodomi dubur Magdalena membuat tubuhnya terdorong-dorong ke depan sehingga buah dadanya bergesekan dan menekan-nekan payudara Sandra, putting Lena pun bersentuhan dengan puting Sandra.
Si negro menarik pinggul Magdalena agar lebih menungging sehingga penisnya dapat keluar masuk dengan lebih leluasa. Penis yang hitam dan besar itu memacu lubang anus Magdalena. Magdalena meringis ketika lubang anusnya yang masih seret kering dimasuki oleh penis si negro yang besar. Rasanya panas dan pedih, ketika anusnya dipaksa menerima penis sebesar itu
āAwwwwwwhhhhhhh !!! ā Lena menjerit panjang ketika si negro mulai memaju mundurkan penisnya dengan kasar. Matanya melotot, erangannya terdengar Ā keras āArrrrhhhhhhhhhhhhhhh!!!ā, Magdalena seolah-olah merasakan lubang anusnya sedang dibelah begitu kasar dan brutal āPlokkkkkk⦠Plokkkkkk⦠Plokkkkkkkā¦.Plokkkkā suara benturan buah pantat Magdalena yang sedang dihajar oleh penis si negro terdengar dengan semakin keras.
āUnnnggghhh, Unngggghhhhh⦠Ahhhhh⦠cuphh Cupppppā bibir Magdalena yang sedang mengeluh kesakitan dikecupi dengan lembut oleh Sandra, kedua tangannya berpegangan pada bahu Sandra, matanya menatap mata Sandra seolah sedang meminta pertolongan menghadapi tusukan-tusukan kuat di lubang anusnya.
Ekspresi kesakitan di wajah Magdalena perlahan-lahan digantikan oleh ekspresi kenikmatan, desahan-desahan dan rintihan kenikmatan bersenandung penuh dengan gairah seksual Magdalena. Lidah presenter seksi itu terjulur keluar menjilati bibir Sandra, dengan lahap Sandra menghisapi lidah Magdalena, lidah mereka saling membelit, saling kait, dan saling jilat.
āAhhhhh, Uhhhhh,ā¦ā Sandra hendak meronta ketika merasakan benda tumpul itu menekan lubang anusnya namun Magdalena memeluknya dengan semakin erat.
āLen, aduhh, lepaskan, Lenaaa Akkkhhhhhh!! ā Sandra melolong panjang āHegghhhhhhhhā¦ā¦ā Gigi Sandra terkatup rapat, wajahnya mengernyit kesakitan, benda besar itu memaksa lubang duburnya untuk melar dan terkuakĀ menerima bulatan kepala penis si negro.
āNgahhhhhhhā¦.. Shhhhhā¦, Shhhhhhhhhhhhā Sandra mendesah kesakitan, tubuhnya terasa mengejang. āArhhhhhhhhhhhhhhhā¦ā¦! ā Sandra mengerang panjang dan keras, ada sesuatu yang mengganjal dan terus masuk merojok lubang duburnya, begitu dalam, sakit, sakit sekali.
Ia terengah-engah berusaha membiasakan diri dengan benda asing yang panjang dan besar mengait lubang duburnya, buah pantatnya yang lembut bergesekan dengan selangkangan si negro.
āEnnhhhhhā¦.ā tubuh Sandra terdorong ke depan dengan kuat, lagi dan lagi, begitu pula tubuh Lena, tubuh mereka yang halus dan mulus semakin berhimpitan karena si negro terus mendesak dan mendesak dengan sodokan-sodokannya.
Desahan dan erangan terdengar silih berganti dari bibir Sandra dan Magdalena. Pacuan penis di lubang anus mereka semakin membuahkan rasa nikmat yang berkepanjangan,
āUnnnhhhhhhh⦠Ohhhhhh, Sandraaaaaaā¦..ā
āEssshhhhhā¦, Ouhhhhhhh Lenaaaaaā¦.ā
Crrrruuā¦.. Creeettttttttā¦ā¦, pekikan Sandra disusul oleh pekikan kecil Magdalena. Kedua orang negro itu lalu mencabut batang penisnya dari lubang anus Sandra dan Magdalena.
Sandra dipeluk oleh dua orang negro sekaligus yang mendekapnya dari depan dan belakang. Bibir tebal si negro menciumi bibirnya, tengkuknya dijelajahi oleh bibir tebal yang terkadang mencumbu dengan kasar penuh dengan nafsu birahi yang hendak dilampiaskan. Sandra didudukkan di atas sebuah kursi, tangan-tangan yang hitam menggerayangi sepasang pahanya, bibirnya menjadi rebutan untuk dua negro yang terus berlomba mencumbui bibirnya. Tubuh artis muda itu menggelepar keenakan ketika buah dadanya diemut-emut oleh bibir-bibir yang tebal dan kasar.
āOhhhhhhhhhhhhā¦..ā desahan itu terdengar ketika kedua kakinya dibuka melebar kesamping oleh sepasang tangan yang kekar, jilatan-jilatan lidah yang hangat dan basah menerpa permukaan vaginanya, pemukaan lidah yang kasar bersentuhan dengan bibir vaginanya, membuahkan sensasi kenikmatan yang membuat Sandra semakin terbuai dalam persetubuhan yang semakin nikmat.
āArrrhhhhhhhhā¦ā¦ā secara otomatis kedua tangan Sandra memegangi permukaan vaginanya ketika merasakan rasa sakit di sana. Nafasnya berdesahan ketika batang penis yang hitam dan panjang itu menerobos semakin dalam memasuki lubang vaginanya.
āEerrrrhhhh, Arrrrrrhhhhh!!! ā Sandra mengerang keras kemudian terkulai ketika si negro menjebloskan batang kemaluannya sekaligus.
āOhhhh⦠Heeemmmm⦠Mmmhhhh Cupphhh.. Emmmmā bibir Sandra dilumat dengan kasar oleh negro berhidung pesek, tangan si negro menggerayangi payudaranya yang semakin kenyal mengeras. Tubuh Sandra tersentak-sentak ketika lubang vaginanya dikocok-kocok dengan kasar oleh sebatang penis yang berulang kali menancapi vaginanya.
āCrrrrr⦠Crrrrrrā¦..ā kenikmatan itu kembali datang dan menerkam tubuh Sandra hingga luluh dalam pelukannya yang membiusnya hingga lupa diri āAhhhhhhh, Ahhhhhhh, Ahhhhhhhhhhā jeritan Sandra terdengar liar dan sangat menggairahkan.
Si negro berhidung pesek berdiri kemudian menyodorkan penisnya ke mulut Sandra.
āOggghhhhhhh⦠Hufffhhhh⦠Emmmmmā Sandra kesulitan menolak ketika tangan si negro menjambak rambutnya dan menekankan penisnya dalam-dalam. Wajah Sandra mengernyit ketika kepala penis itu menekan kerongkongannya,
āOrrrrrrhhhhh, uhukkk nooo.., No please⦠Hmmmmmmā Untuk sesaat si negro mengeluarkan batang penisnya memberi kesempatan bagi Sandra untuk mengambil nafas, kemudian dengan kasar ia kembali menjejalkan penisnya dalam-dalam ke mulut Sandra, dikeluarkan lagi terus dimasukkan lagi semakin dalam.
āOuhhhhhhhh, Shhhhhh, Haā¦.shhhhhh⦠Please, Pleaseeeeeā¦.ā Sandra memohon dengan memelas tapi si hidung pesek terkekeh-kekeh dan menampari wajah artis muda itu dengan batang penisnya, ia memaksanya untuk membuka mulutnya kembali
āNoo, Iāll do it myself, pleaseeā¦.ā Sandra memohon-mohon
āAll right babe, do it good or Iāll teach you moreā¦.ā Si negro mengeluarkan ancamannya.
Sandra mengocok-ngocok penis si negro, kemudian menjilati buah pelirnya yang menggantung, diemutnya buah pelir hitam itu bergantian, kemudian lidahnya menjilati sepanjang batang penis si negro yang hitam berurat, berulang-ulang dari bawah keatas seperti sedang menjilati es cream stick yang panjang. Sandra mendengus ketika hidungnya mengendus bau khas Penis yang menyengat. Ia membuka mulutnya selebar mungkin agar dapat menerima kepala penis itu, dengan hati-jati ia menekan kepalanya agar penis si negro tenggelam masuk ke dalam kerongkongannya,
āUhhhhā¦. Ahhhhhhhhā¦Crrrr Crrrrrrrrrrrrrā Sandra mengeluarkan Penis itu dari mulutnya kemudian menarik nafas kuat-kuat mengisi rongga dadanya yang terasa sesak, dipenuhi oleh hawa nafsu yang sulit untuk ditahan ketika lubang vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat.
āYesss, I know you can do it, good girlā¦Damn, I like itā¦ā si negro menekan belakang kepala Sandra agar batang penisnya semakin dalam tenggelam. Kepala Sandra bergerak maju mundur, sebatang penis yang besar dan panjang keluar masuk menyesaki kerongkongannya.
Belajar? Ya Sandra sedang belajar untuk tunduk pada keinginan si negro, melakukan perintah tanpa membantah, ia ketika tangan si negro mendekap kepalanya dan menjejalkan batang penisnya sedalam mungkin, tubuhnya terus terguncang dengan kuat digenjot-genjot oleh sebatang penis yang masih sulit untuk menemukan kenikmatannya padahal sudah beberapa kali ia menyemprotkan cairan klimaksnya.
āCāmon baby, you must learnā¦.ā Si negro duduk mengangkang dengan batang kemaluannya yang besar terhunus seperti sebuah tombak hitam. Si pesek membimbing dan mengajari Sandra, perlahan-lahan vagina Sandra kembali tertembus tanpa daya, tanpa dapat menolak, ketika penis yang besar itu kembali mengoyak lubang vaginanya.
āAwwwwwwwā¦ā Hanya memekik, itulah satu-satunya yang dapat dilakukan oleh Sandra. Si pesek merangkul Sandra dari belakang, kedua tangannya meremasi buah dadanya, entah apa yang dibisikan oleh si pesek ditelinga Sandra yang pasti Sandra hanya mengangguk sambil menaik-turunkan pinggulnya.
āAhhhhh, Ahhhhhhh, Ahhhhhhhhā semakin lama Sandra semakin ahli melakukan pekerjaan barunya, begitu pandai dan lincah pinggulnya bergerak naik turun āCleppp.., Cleppp.. Cleppppā Suara itu terdengar keras ketika Sandra menurunkan pinggulnya yang disambut oleh hentakan batang penis si negro keatas, gerakan ketiga orang itu sungguh serasi, erotis dan penuh dengan rintihan dan erangan nafsu birahi.
Tangan si pesek mengelusi buah pantat Sandra sebelum menjejalkan kepala penisnya kesela-sela pantatnya yang basah dan lembut. Tangannya menekan buah pantat Sandra yang membulat indah, satu sentakan kuat gagal ketika menghantam lubang dubur Sandra namun tidak dengan sentakan yang kedua āArrrhhhhhhhhhhhhhhā¦.ā kepala Sandra terangkat keatas ketika lubang anusnya dibobol oleh penis si pesek yang hitam dan panjang.
Sandra merengek ā rengek ketika dua batang penis mulai bergerak dengan semakin kasar, sentakan-sentakan kasar membuatnya menjerit semakin keras antara sakit dan nikmat, sungguh kejam dua batang penis yang besar itu seperti hendak merobek-robek anus dan lubang memeknya, merobek-robek kesadarannya, memacunya agar lebih liar dan semakin liar.
āFuck me, Yeahhh.., Fuck me.., Arrrhhh harderrr, harderrrrrrā¦.āSandra melupakan rasa malunya, melupakan segalanya, yang ada hanyalah teriakan-teriakan binalnya yang terdengar semakin keras, dua orang negro itu semakin kuatĀ mendorong dan menarik batang penis mereka menghujam, mencecar, menusuk kasar tanpa belas kasihan, tanpa peduli apakah ia memekik karena sakit atau nikmat, ataupun sakit sekaligus nikmat ?
āUnnnhhh, Arrrrhhhhhhhhhā¦.ā Sandra menggeram binal, kemudian membelai wajah si negro yang baru saja memuntahkan cairan klimaksnya.
Sandra menolehkan kepalanya kearah jeritan Magdalena, kemudian tersenyum nakal ketika melihat temannya itu sedang asik dipacu oleh nafsu birahi. Magdalena sedang asik duduk di atas penis hitam yang tertancap di lubang anusnya, dua tangannya sibuk mengocok dua batang penis yang besar dan hitam dalam genggaman tangannya, sesekali mulutnya mengemut dan menjilati kepala penis yang semakin membengkak itu.
āUssshhhhhā¦. Kecrooottt Crrrottttā¦..ā penis itu menyemprot wajah Magdalena. Tampaknya Magdalena berhasil mengalahkan sebatang penis yang besar dan panjang. Tapi yang sebatang lagi mengincar lubang vaginanya. Sepasang tangan mencekal pergelangan kakinya kemudian melebarkan kakinya mengangkang,
āAwwwwwwwā¦..ā Lidah Magdalena sedikit terjulur keluar ketika sebatang penis itu meluncur dengan kasar, celupan-celupan kasar yang semakin membuatnya mendesah nikmat, tepatnya dua tusukan kasar yang terus menggenjoti lubang anus dan lubang vaginanya, memacu nafsu birahinya sampai meledak dalam kenikmatan seksual.
āAuhhhhhhhā¦ā¦. Crrrrrā¦, Crrrrrrrr,ā Magdalena terengah-engah didera puncak klimaks, kedua negro itu memacu penisnya dengan perlahan-lahan agar ia dapat lebih meresapi puncak klimaksnya.
Magdalena tersenyum puas sambil menatap si negro dengan rambut jabrik, ia menggeliatkan tubuhnya ketika tangan-tangan nakal menggerayangi lekuk liku tubuhnya yang sudah basah kuyup berceceran keringat. Pinggulnya pun bergoyang dengan lembut,
āFuck me Againā¦ā¦ā Magdalena mendesah sambil terus menggerakkan pinggulnya dengan lembut, tusukan-tusukan penis yang tadinya bergerak dengan perlahan semakin lama bergerak semakin cepat.
āOhhhhhā¦,Ohhhhhh⦠Harderrrrā¦, deeper pleaseā¦.ā Magdalena tidak peduli jika dirinya sekarang tidak ubahnya menjadi budak nafsu kedua orang negro itu yang terus memberinya kenikmatan, menggerayangi tubuhnya yang mulus dan basah. āCrrrottttā¦..ā āCrooootttttttā, setelah membuat Lena mencapai klimaksnya kembali barulah kepala penis itu menyemburkan spermanya.
āCmon stand upā¦.ā Magdalena dibantu berdiri oleh si kurus, kemudian ditarik ke sudut ruangan, disini sudah menanti negro bertubuh gemuk luar biasa, dengan kemaluannya yang sudah mengacung keras, begitu besar batang itu sampai membuat Lena bergidik ngeri, namun ia tetap berusaha menaiki tubuh si negro.
Madalena merasa seperti sedang menaiki seonggok kemak ,
āUhhhhhhhhhā¦ā¦ā sebuah kecupan lembut mampir di payudaranya. Mulut si gemuk melumat puncak payudaranya dengan lembut.
Magdalena berusaha menerima penis yang bulatannya lebih besar sambil mengangkangkan kedua lututnya menekan pinggulnya ke bawah.
āsshhhhh.., Shhhhhhhā¦. Ahhhhhhhhhhhhhā Magdalena mendesah merasakan kepala penis si negro mulai terbenam āKleppā¦.ā kepala penis itu mencelat masuk sehingga tubuh Lena sseperti terkena sengatan listrik.
Ada sebuah kata yang terpikirkan oleh Magdalena saat itu āNgentotā, Ya, kata itulah yang membuat pinggulnya bergerak naik turun, menjerit dengan nikmat, mendesah, merintih, dan berteriak dengan liar. Si gemuk terkekeh-kekeh sambil mengelusi permukaan pahanya yang mulus.
āWowā¦! Youāre so wild, O shittt, Eearrrhh, I canāt stand it..!! ā Si gemuk tampak kewalahan menghadapi keliaran Magdalena, apakah benar si gemuk kewalahan, tentu saja tidak !!, si gemuk hanya bersandiwara agar Magdalena merasa di atas angin Ā dan mengeluarkan seluruh kemampuannya.
āHa Ha Haā¦, Youāre so weakā¦ā¦.,Heyyyyyā Magdalena terkejut ketika keadaan tiba-tiba berbalik dengan drastis. Si gemuk mendekap kuat-kuat pinggulnya dan mengocokkan batang penisnya begitu kuat, liar dan brutal , memaksa Magdalena yang kewalahan untuk segera menyerah.
āOuhhhh, Unnnhhhhhā¦, Crrrrr Crrrrrrā¦..ā Magdalena ambruk di atas setumpukan lemak.
Si negro mengedusi rambut Magdalena, tumpukan lemak itu tiba-tiba berdiri, Magdalena mengalungkan kedua tangannya pada leher si gemuk.
āArhhhhhhhhā¦ā¦.ā ia berteriak keras ketika tubuhnya terayun-ayun dengan sangat kasar dan kuat, bahkan kesulitan untuk mengambil nafas ketika sodokan-sodokan itu dengan gencar memompa vaginanya. Arrrrhhhhh.., Arrrrrhhhhhh, Arhhhhhhhh, kata-kata itu semakin keras terdengar, sepotong otot yang keras dan besar dengan kasar menghujam-hujam lubang vaginanya, terdengar suara celupan-celupan keras di selangkangan presenter seksi itu āDeebbb,,, Cleppp Blepppp⦠Beppphh ā
āAhhhhhhh, Ahhhhhhhhh, Ahhhhhhhhhhhhā mulut Magdalena ternganga lebar, jeritannya terdengar keras mirip seperti sedang melolong ketika seorang negro yang gemuk ikut menjejalkan batang penisnya yang besar mengoyak lubang vaginanya.
Magdalena kini terhimpit oleh dua tumpukan lemak yang ingin mereguk kenikmatan dari tubuhnya yang mulus dan halus.
āPlokkk.. Plokkkk⦠Plokkkkkā
āBlepppp.. Bleppppppp⦠Bleppppppā
Magdalena tampaknya sudah tidak kuat untuk melawan, ia hanya dapat meringis dan medesah panjang, menghadapi tusukan-tusukan kasar di kedua lubangnya, terkadang ia mengerang dengan keras. Sisi binal Magdalena kembali terkuak, gadis itu menjerit liar
āArrrrr, Yeahhhhh, Ooooooo Yeahhhhhhh, Ha Ha Ha, Urrrhhhhā
Magdalena merasakan tubuhnya terjepit diantara buntalan lemak yang hangat, buntalan lemak itu menghimpitnya dan memberinya kehangatan dan kenikmatan. Tubuhnya menggeliat dalam himpitan dua buntalan lemak itu, āCrrrrrr Cruuuuuttttttā¦..ā Magdalena mendesah panjang ketika kembaliĀ mencapai klimaks.
Dua tumpukan lemak itu mencabut penis besarnya, kemudian seonggok lemak berbaring diatas lantai, Magdalena mengambil nafas kemudian menerkam tumpukan lemak itu, bibirnya mengejar bibir si negro dan melumat-lumat dengan liar.
āHa ha haā¦, Emmmm, Cuphhh, Ehhhhh, cuppphhhh Ahhhhhhhā dada Magdalena yang halus mengelusi dada si gemuk. Ia mengangkat pinggulnya sedikit ketika si gemuk mengarahkan kepala penisnya kearah lubang vaginanya.
Magdalena menekan kuat-kuat vaginanya agar penis si gemuk dapat memasuki lubang vaginanya yang sudah memar kemerahan akibat persetubuhan interrasial yang semakin memanas itu.
Pinggul Lena bergerak turun naik dengan cepat terkadang sambil menekankan vaginanya pinggulnya bergoyang dengan liar, sepertinya sih lebih hot goyangan Magdalena ketimbang goyangan Julie Estelle, jauh beda deh kalau yang goyangin pinggulnya Magdalena, so hot and tasty, nyam.
Magdalena menolehkan kepalanya ke belakang ketika seseorang menekan pinggulnya, duh lagi ? Disodok dari dua arah ? Magdalena tersenyum, bibirnya mendesah ketika sebatang penis mengoreki lubang anusnya berusaha mencari jalan kenikmatan.di lubanng duburnya.
āUhhhhhā¦, āMagdalena bertumpu pada bahu sigemuk, tubuhnya terdorong maju mundur ketika dua batang penis itu merojoki lubang anus dan lubang vaginanya.
āHekkā¦, hekkk, Hekkkkk,, Hekkkk⦠Emmmpphhhh, Errrhhhhhhhhā Magdalena menggeram liar menahan serbuan penis yang merojok-rojok dengan kasar sampai tubuhnya tersentak berulang kali dengan kuat.
āDamn you two, Arrrhhhhhhh, Gilaaaaā¦ā¦ā mulut Magdalena menceracau panjang lebar ketika lubang anus dan lubang vaginanya diaduk-aduk dengan kasar, kemudian mendadak berhenti seperti sedang menggodanya agar merengek-rengek memohon pada kedua negro bertubuh gemuk berlemak itu agar mereka segera melanjutkan persetubuhan interrasial itu.
āOhhhh, Ahhhhh, Ohhhhhhh, Arrrhhhhhh, Yahhh..ā mulut Magdalena kembali bersuara, begitu menggemaskan, ketika ia mengucapkan kata Ahhhhhhhhhhhhhhhā¦!!Ā yang diakhiri pekikan kecilnya āAwww⦠Crrrrrr. Crrrrrrrrrrrrrā¦ā¦ā
Sandra yang juga baru dihajar habis-habisan mendekati Magdalena, kedua gadis itu tidur berpelukan, beristirahat untuk pertarungan berikutnya ā¦..!! sebab masih banyak batang-batang penis diruangan itu yang masih belum terpuaskan.
************************
Dua jam kemudian
Sandra merasakan tubuhnya terangkat dan melayang kemudian dibaringkan dengan lembut, samar-samar ia mendengar makian Asmirandah, Sandra pun membuka matanya perlahan.
āAndahhhhā¦, Ohhh Andahhhh indah sekaliā¦.ā Magdalena sedang Ā memeluk tubuh Amirandah dari belakang, tangan Lena mengusapi payudara Andah, Sandra tersenyum kemudian ikut berlutut di hadapan Asmirandah yang memekik kesal sebagai pelampiasan penolakannya atas perlakuan Magdalena yang meremasi payudaranya.
Asmirandah mendengus kesal sambil memalingkan kepalanya ketika Sandra hendak mengecup bibirnya, Sandra tersenyum nakal sambil mengecup lembut leher Amirandah.
Lidah Sandra terjulur keluar dan dengan lembut mengulasi leher Amirandah, āCuphhh.. Cuppphh..ā berkali-kali kecupan-kecupan lembut mendarat di leher Asmirandah, kalau saja kedua tangannya tidak diikat ke belakang pastilah Andah akan mendorong kuat-kuat tubuh Sandra dan Magdalena.
Asmirandah berusaha mengusir jauh-jauh sebuah perasaan aneh dihatinya, ia bukan seorang lesbian, Bukan !! berkali-kali ia berusaha meneguhkan hatinya, Tapi kenapa ? Ahhhhhhh⦠?! Perasaan aneh itu kembali muncul dan menggeluti keteguhan hati Asmirandah dan MENANG !!!!!!!!!! Nafas Asmirandah berdesahan ketika kecupan-kecupan lembut Sandra kembali mendarat dilehernya.
Asmirandah juga mendesah ketikaĀ Magdalena mencium bahunya dan menggigit kecil bahunya dengan lembut. Ia menolehkan kepalanya menghadap wajah Sandra, desah nafas Sandra yang hangat menerpa pipinya. Asmirandah memejamkan matanya ketika bibir Sandra mengecup lembut bibirnya, bibir Sandra memangut-mangut dan terus memanguti bibirnya.
Untuk sesaat Sandra Dewi memandangi Asmirandah, sebelum akhirnya memutuskan untuk mengulum Bibir Andah, suara mulut Andah dan Sandra dewi berdecakan, Andah menghisapi lidah Sandra Dewi yang terjulur, begitu pula sebaliknya Sandra Dewi menghisapi lidah Andah ketika Asmirandah menjulurkan lidahnya keluar. Dengan nakal Sandra Dewi menggigit bibir Bawah Andah dengan lembut kemudian melumat mesra bibir Andah yang merekah.
Andah membalas lumatan bibir Sandra dewi, Asmirandah menolehkan kepalanya ketika merasakan kecupan dipipi kanannya, Bibir Lena mengejar Bibir Andah sementara kedua tangan Lena Magdalena menjepit dan memilin-milin putting Susu Asmirandah, Sandra Dewi menempelkan Jari tengahnya pada belahan Bibir Vagina Andah, kemudian dengan teratur Sandra dewi menggerakkan jarinya menggeseki Belahan Vagina Asmirandah yang semakin basah oleh cairan nafsu.
āAhhhhhhhh⦠Crrrrr⦠Crrrrrrrā¦ā¦ā Asmirandah menengadahkan kepalanya keatas, Denyutan-denyutan nikmat yang membuatnya terhanyut biarpun Asmirandah mencoba untuk berpegangan namun gelombang kenikmatan itu terlampau kuat menghempaskan jati dirinya.
Ikatan ditangan Andah sudah terlepas, Asmirandah terkulai pasrah ketika Sandra dan Magdalena membuatnya berbaring diatas meja billiard.
āGive me nine ballā¦.ā Sandra meminta bola bertuliskan angka 9, perlahan-lahan bola itu digesek-gesekkannya pada putting susu Asmirandah. Kedua kaki Andah dikangkangkan lebar-lebar oleh Magdalena sehingga Andahpun mendesah kegelian ketika bola billiard itu menggesek bibir vaginanya, dengan lembut Sandra menguakkan bibir vagina Andah.
āEnnhhhh⦠Shhhhhhhhhā Andah mendesah ketika klitorisnya bersentuhan dengan bola billiard di tangan Sandra. Sandra menggesek-gesekkan bola billiard di tangannya pada klitoris Andah yang semakin mengkilap. Klitoris Andah Vs nine ball, Andah mendesah, dan terus mendesah, permukaan bola billiard itu nampak semakin basah oleh cairan kewanitaannya.
Andah tersenyum sambil memejamkan matanya letika wajah Magdalena mendekati wajahnya, ia membuka bibirnya ketika merasakan lidah Magdalena mengeliat-geliat dan mengulasi sela-sela bibirnya. Dengan lahap Andah menghisap-hisap lidah Mangdalena.
Andah merasakan sedikit rasa lengket di permukaan bibirnya ketika bibir Magdalana melumat-lumat bibirnya, desahan-desahan kenikmatan semakin keras dari bibir Andah dan Magdalena, sementara Sandra memanaskan situasi dengan memperkuat gesekan bola billiard ditangannya pada klitoris Andah.
Asmirandah akhirnya berteriak āUhhhhhhhhhhhhhhhhā¦.! Cretttttt⦠Crrruuuuuttttā cairan kenikmatan itu berdenyut-denyut keluar dari lubang vaginanya. Andah menelan ludahnya berkali-kali, matanya terpejam rapat.
Sepasang tangan mencekal pergelangan kaki Andah, ia menyentak-nyentakkan kedua kaki agar terlepas dari cekalan seorang negro. Asmirandah bergidik ngeri ketika si negro menumpangkan batang penisnya di permukaan vaginanya, begitu besar, hitam dan panjang. Berbagai macam kekhawatiran dan pertanyaan berkecamuk didalam benak Andah,
āSeperti apa rasanya ya ?ā āAhhh besar amatā,ā bisa masuk nggak ?ā āMampus Gueā¦.!! ā
āAffffhhhhhā¦.. Ohhhhhhhhhā Sandra dan Magdalena menahan bahu Andah, mereka berusaha menenangkan Andah yang terlihat resah, dan gelisah , ketika penis si negro menggeseki belahan vaginanya.
āHeeehhhhhhhā¦, Ngaaaahhhhhhhhā¦!! ā Andah menjerit keras ketika lubang vaginanya terasa pedih. Penis yang besar itu membongkar paksa vagina Andah dan merobek-robek selaput keperawanannya.
āUhhhhhhhhhhhhhā¦., Aaaaaaaaaaawwhhā¦..!ā Andah menjerit keras kesakitan ketika batang penis si negro mulai bergerak maju mundur, melakukan gerakan memompa, menggenjoti dan mengaduk lubang vaginanya.
Tangan si negro mengangkat-angkat pinggul Andah sambil menjejal-jejalkan penisnya, Andah terkulai tanpa daya, rasa sakit itu terlalu sakit untuk dilawan, tenaganya mendadak lenyap entah kemana seiring dengan bobolnya selaput keperawanannya.
Si negro menekan kemaluannya sambil mengoyang-goyangkan penisnya mengaduk lubang vagina Andah. Mata gadis itu terpejam rapat, lubang vaginanya serasa dibelah dengan kasar, dikoyak dan dirobek-robek. Inikah rasa nikmat itu ? tidak !! bukannn !! Ouhhh begitu menyiksa,
āTollllloooongggggggggā¦ā¦ā Asmirandah menatap dengan tatapan mata yang memelas pada Sandra dan Magdalena, Asmirandah tidak mengerti kenapa mereka selalu membisikkan kata enaknya diijut, asiknya dientot, ditelinga Andah kalau ternyata rasanya jauh berbeda dari apa yang dibisikkan oleh Sandra dan Magdalena.
āAhhhhhhhhhhh, Ahhhhhhhhā¦ā Andah mendesah-desah panjang. Apakah karena sakit ? Bukan ! rasa nikmat itu mulai berkobar-kobar, melahap tubuh Andah, memeras keringatnya sampai bercucuran dengan deras.
Andah mulai mengerti, inilah yang disebut nikmatnya bersetubuh, ya memang enak, membuat Andah seolah berenang dalam lautan kenikmatan, membuat Andah selalu mendesah-desah , merintih dan mengerang keras-keras ketika penis yang panjang dan besar itu memompa lubang vaginanya. Asmirandah menjerit-jerit keenakan, apalagi ditambah dua orang negro yang menundukkan kepala mereka untukĀ melumati buah dadanya, menjilati, menciumi bulatannya dan mengemut kuat-kuat puttngnya.
āEsshhhhhhā¦, Ahhhhh, Owwwww⦠Crrrtttt. Crrrrttttttā Asmirandah menggelepar-gelepar, vaginanya yang sedang digenjot tiba-tiba berdenyut-denyut dengan nikmat.
Asmirandah mendesah ketika si negro membalikkan tubuhnya, ia berdiri sambil sedikit menungging dengan kedua tangannya yang bertumpu pada pinggiran meja billiard.
āEmm.. Plokkk⦠plokkkk.plokkkkk⦠plokkkā suara beradunya buah pantat Andah dengan selangkangan si negro.
āEnnhhhhh⦠Enhhhhhh⦠ennhhhhhhā¦.ā Rengekan-rengekan manja Andah menambah panas suasana diruangan itu, jeritan-jeritan liar Andah membuat si negro bertambah bersemangat memacu penisnya yang hitam dan besar.
Sesekali si negro menjambak rambut Andah sambil mengoceki lubang vaginanya sampai suara ā suara becek itu terdengar dengan keras, setelah puas mengoceki lubang vagina Andah, si negro menarik pinggulnya. Ia duduk dengan santai bersandar pada meja billiard, tangannya mengelus-ngelus tubuh Asmirandah yang duduk bersandar di pangkuannya.
Batang penis si negro yang hitam besar masih tertancap di lubang vagina Andah. Tangan si negro membelit pinggang Andah kemudian tubuh Andah tersentak-sentak ke atas dengan kuat. Batang penis itu meliuk-liuk ketika berusaha mengocoki lubang vagina Andah yang peret. āAhhhh.. Ahhhhhhhā¦.ā Mulut Andah ternganga, sesekali Andah mendesis keras. Buah dadanya melompat-lompat dengan indah, terguncang -guncang sekeras sodokan-sodokan batang penis si negro.
āClepp.. Clepp.. Plokkkk⦠Cleppp⦠Plokkkk Pllokkkkā
āAhhhhhhhhh, Ahhhhhh. Awwhhhhhh, Annnghhhhhhhhā
Mulut Andah terbuka lebar menyongsong sebatang penis yang tersodor kearah mulutnya, wajah Andah mengernyit ketika si negro mendekap kepalanya sambil menyorongkan penisnya dalam-dalam ke mulutnya.
āEhhhhhhhhhh, crrrrrrrrrrtt Crrrrrrrrrrrrrrrrrrrā
āArhhhhhh, Shittttttā¦.. Crooooootttttttā si negro menghentakan penisnya sambil menarik pinggul Andah.
Tubuh Andah ditarik kemudian seorang negro, memposisikan Andah dalam posisi doggy style. Penis si negro menggeseki belahan pantat Asmirandah yang sudah basah oleh keringat.āI love wet pussy..ā
āHennggghhhhā¦!! Akkkhhhhhhhhā¦.ā tubuh Andah mengejang ketika penis itu merojok kuat-kuat lubang duburnya, tubuhnya sudah terlalu lemah untuk melawan.
āArrrrggghhhhhhhhhhhhhhā¦ā¦ā Andah mengerang keras ketika lubang anusnya seperti dipaksa menguak melebar dengan tiba-tiba, ketika kepala penis si negro berhasil membongkar lubang kenikmatan dubur Andah.
āHekkkk, Hekkkkss, Hekkssssā¦..Errrhhhhhhā Asmirandah mengerang, tubuhnya terdorong-dorong āplokkk⦠Plokkkkk⦠Plokkkkkkā suara buah pantat Andah kembali terdengar semerdu rintihan-rintihan Andah.
Si negro menjatuhkan dirinya kebelakang sambil menarik Andah, posisi andah duduk memunggungi si negro, dengan sebatang penis yang hitam dan besar terbenam di lubang anusnya.
āAhhhhhhhhhhhhhhhhhhā¦! ā Andah kembali memekik keras ketika sebatang penis kembali mengoyak lubang vaginanya.
Aduhā¦, Ampunnn⦠Ampunnnnn, Stoppppp, Nn.. Noooooā Asmirandah āmencoba meredakan nafsu kedua pria negro itu yang menyerang lubang anus dan lubang vaginanya dengan terlalu brutal dan kasar.
āHarrrrrggghhhhhhhhhh, Arrrrrrrrrrrrrrrrrhhhhhā¦..ā Semakin kuat Andah mengerang , semakin kuat pula lubang anus dan lubang vaginanya digenjot.
āHaaaaaaaaaaaaaaaa, Auhhhhhhhhhhhā¦..ā mata Andah mendelik-delik, seperti ini kah rasanya double penetration? ketika rasa nikmat menyerang lubang vagina dan lubang anusnya sekaligus, āUnnnnnhhhhhā¦. Unnnggghhā Andah melenguh diiringi desahan-desahan panjang, rasa nikmat itu menghanyutkannya entah kemana.
āAhhhhh, Yes, Ahhhhhh, Ohhhhh Yesssss, Emmm Crrrrrrrrr.. Crrrrrrrā Andah mendesah-desah semakin liar kemudian mencapai puncak klimaks.
Crrrooooot, Crrroottt, Andah merasakan ada semburan -semburan hangat di lubang anus dan lubang vaginanya.
āCome on Babyā¦.ā seorang negro dengan tubuhnya yang berotot menarik tubuh Andah, ditariknya bahu Andah agar gadis itu berdiri
Si negro menariknya ke dekat dinding berlapiskan cermin di ruangan itu, Andah mengalungkan kedua tangannya pada leher si negro, kakinya berjingjit sambil menyongsong bibir si negro yang mengejar bibirnya.
Andah mengangkangkan kedua kakinya ketika merasakan sebatang penis menekan belahan vaginanya, tangan si negro mengangkat pinggulnya, betapa kuatnya si negro, Andah melingkarkan kedua kakinya pada pinggang si negro, tubuhnya terayun dipacu dengan kuat oleh sebatang penis yang besar dan panjang.
Tubuhnya kembali mengejang ketika lubang duburnya disodomi, kini Andah terayun-ayun, tersentak-sentak dalam kenikmatan sodokan dua penis yang hitam, besar dan panjang , jeritan-jeritan andah terdengar liar dan semakin liar, kenikmatan itu membuatnya melupakan rasa malunya, yang ada hanya keinginan untuk mengejar kembali kenikmatan itu. Kedua negro dengan tubuh berotot dengan sukarela merengkuh tubuh Andah dan menelan bulat-bulat kehangatan dan kemulusan gadis itu ketika ia memohon āFuck me pleaseā
āOhhhh, Ahhhhh, Ohhhhhh, Ahhhhhhhhhhhā¦ā suara Andah terdengar dengan jelas dan keras, suara seorang gadis yang tengah diamuk oleh nafsu birahi yang menggebu-gebu.
Andah tidak berdaya ketika kehangatan dan kenikmatan tubuhnya dilahap oleh dua orang negro dengan tubuh berotot, tubuhnya yang lembut dan halus bergesekan dengan tubuh si negro yang hitam dan kasar. Ia menolehkan kepalanya ke arah cermin, ia tidak dapat mengenali bayangan siapa yang terpantul didalam cermin, apakah itu dirinya, dirinya yang menjerit-jerit kenikmatan, dirinya yang sedang keenakan dirojok ā rojok oleh dua batang penis yang besar dan hitam ??
Bukan !! Itu bukan Aku, Asmirandah berusaha menyangkal,
āYa itu kamu !!ā
āBukannnā¦!!ā
āItu kamu Andah, Itu kamu!! kamu!! kamuuu!! ā suara itu semakin keras berteriak didalam hati Asmirandah.
āCrrrrttt Crrrrrr⦠Crrrrrā¦ā¦.ā Rasa nikmat yang berdenyut-denyut membuat Andah tersadar, Ya itu dirinya, dirinya yang tengah mengarungi kenikmatan yang tanpa batas. Bayangan wajah gadis yang terpantul dicermin itu tiba-tiba tersenyum nakal, ada sorot mata liar di tatapan matanya.
Jeritan-jeritan Andah terdengar semakin keras dan keras, jeritan yang merdu sangat membangkitkan birahi. Dua orang negro yang sedang menyetubuhinya menghujamkan batang kemaluan mereka masing-masing āCrooottttt.. ā Croooottttttā Setelah saling melumat, dan saling kulum untuk sesaat Asmirandah menarik lepas batang-batang penis yang terkulai lemas dari lubang anus dan lubang vaginanya.
Asmirandah mencari batang-batang penis yang masih segar megacung menunggu giliran untuk menikmati tubuh Andah. Tangan Andah menekan bahu si negro agar si negro berbaring, Andah mendesah panjang ketika batang penis itu kembali menggelusur menyesaki lubang vaginanya, pinggul Andah bergoyang dengan indah, bergerak naik turun dalam irama yang teratur.
Andah mendesis ā desis liar ketika lubang anusnya dihantam dengan kasar, sebatang penis tertancap di lubang anusnya dan menyodominya. Mulut Andah sibuk mengoral sebatang penis, sedangkan kedua tangannya menggenggamĀ 2 batang kemaluan dan melakukan mengocok-ngocok. Buah dadanya diremasi oleh tangan-tangan yang hitam dan kasar, berkali-kali putting susunya ditarik dan payudaranya diremas-remas.
Andah menggerakkan kepalanya maju mundur mengoral batang penis si negro, Andah menyerang penis si negro dengan hisapan-hisapan kuat. Mulutnya menggembung ketika sperma si negro meledak di dalam rongga mulutnya. Ia tampak menelan sesuatu, batang penis si negro tertunduk menggakui keampuhan mulut Andah, tidak berapa lama dua batang penis dalam genggaman tangannya memuncratkan cairan sprema.
Sayang daya tahan Andah sudah semakin lemah, matanya berkunang-kunang, tubuhnya serasa lemah, dan letih, tiba-tiba ia Ambruk sambil mendesah lemah āEnnnhhhhh⦠Crrrrrrrrr. Crrrrrrrrrrrā
Matanya menatap sayu pada pantulan dirinya di cermin, tubuhnya masih tersentak-sentak dengan kuat digenjoti oleh batang kemaluan yang tertancap di lubang anus dan lubang vaginanya. Andah tersenyum sambil mendesah panjang ketika denyutan-denyutan kenikmatan kembali berdenyut di lubang vaginanya.
Mata Andah menatap cermin, menatap pantulan dirinya yang sedang menikmati hubungan sex interracial menatap pantulan dirinya yang sedang memekik keenakan, mendesah dan merintih dalam kenikmatan digenjot dengan kasar oleh dua batang penis yang panjang, hitam dan besar.
Andah menutup matanya, menikmati dentuman cairan sperma di lubang anus dan lubang vaginanya, bibirnya mendesah kemudian tersenyum dengan puas. Andah membuka matanya sedikit ketika seseorang menarik tangannya, Sandra dan Magdalena meletakkan jari telunjuk di bibir mereka yang meruncing.
Perlahan-lahan Andah menggeliat melepaskan diri dari himpitan dua orang negro yang menjepit tubuhnya. Ketiga wanita cantik itu perlahan-lahan membuka pintu, mereka melangkahkan kakinya
āMau kemana ?ā Andah bertanya
Sandra dan Magdalena hanya tersenyum sambil menarik tangan Andah, menuruni.anak tangga.
āLenaā¦.ā Andah menarik tangannya ketika menyadari Sandra dan Magdalena hendak menariknya keluar dari dalam rumah itu dalam keadaan bugil.
āUdahā¦, ikut Ajaā¦.ā Sandra tersenyum nakal sambil mendorong pinggul Andah.
āKlikkkā¦ā pintu rumah itu terbuka lebar, dinginnnya angin malam mengelus tubuh Andah, Magdalena dan Sandra yang masih telanjang bulat, berjalan di jalanan yang terlihat sepi. Kedua tangan Andah ditarik oleh Sandra dan Magdalena. Magdalena dan Sandra menariknya dengan paksa mendekati gerombolan negro dengan baju lusuh mereka yang sedang menghangatkan diri di sekeliling tong besi yang menyala.
āHaiiiiiā¦.ā suara Sandra terdengar merdu
Segerombolan negro itu berdiri dan mengurung ketiganya. Entah berapa helai baju lusuh yang terhampar, dijatuhkan oleh pemiliknya. Sepertinya pertarungan āOutdoorā akan segera dimulai di malam yang dingin ini.
Batang-batang kemaluan yang besar dan hitam mengelilingi ketiga wanita cantik itu, Sandra dan Magdalena berlutut masing-masing sedang asik dengan tiga batang penis, dua di tangan dan satu di mulut mereka. Dua orang negro menarik tubuh Andah, mereka menghimpit tubuh artis muda itu, memberikan rasa hangat untuknya. Andah tampak khawatir menengokkan kepalanya ke kiri dan kanan dengan was-was.
āDonāt worry.., no one dare to pass here at nightā¦ā si negro Ā berusaha menenangkan Andah, tangannya merayap mengelusi buah dadanya yang kembali mengeras.
Magdalena berdiri mengangkang seorang negro tengah mencumbui permukaan vaginanya, jembut tipisnya terlihat semakin basah terbasuh oleh air liur si negro.
āAhh, Ennnnhhā¦.ā Magdalena mendesah keras ketika lidah si negro yang runcing dan kasar mengulasi kelentitnya, kedua tangan si negro tidak pernah merasa bosan untuk merayapi permukaan pahanya, bibir si negro yang tebal dan kasar mengecupi permukaan vaginanya kemudian mengulum belahannya.
āAhhhhhhhhā¦.ā Magdalena semakin kuat mendesah panjang merasakan sebatang lidah yang kasar , basah dan hangat, menggeliat-geliat menjilati sela-sela pantatnya. Rasa geli menerpa lubang anusnya yang digelitiki oleh lidah si negro yang runcing.
Lena tersenyum nakal setelah memasukkan penis si negro hingga tertancap di belahan vaginanya. Ia kemudian melompat sambil mengalungkan kedua kakinya pada si negro, kakinya menjepit kuat-kuat pinggang si negro. Penis si negro semakin dalam menancap di belahan vaginanya ketika pinggul Lena bergerak turun kemudian terangkat naik kemudian ia kembali menghempaskan pinggulnya kuat.
āEssshhh Eshhhhhhā¦, Hssshhhhhssss⦠Ahhhh,ā
Desahan dan rintihan Lena mengundang sebatang penis mengacung ke arah anusnya membuatnya mendesis ketika penis yang besar dan panjang itu menekan memaksa memasukinya.
āArhhhhhā¦!! ā satu jeritan kesakitan Lena menjadi pertanda kalau penis yang besar dan hitam itu sudah berhasil membongkar lubang duburnya dengan paksa.
āEnnnhhh., Ennnhhh. Awwwwā¦, Awwwwwā¦.ā jeritan keras Lena membuat kedua batang penis itu semakin cepat bergerak, memaksa nafsu birahinya untuk terus naik semakin tinggi dan akhirnya meledak dengan tiba-tiba dalam denyutan-denyutan nikmat di selangkangannya.
Lena memejamkan matanya meresapi tusukan-tusukan kasar di lubang anus dan lubang vaginanya, tubuhnya terdorong-dorong ke atas mengikuti tusukan-tusukan dua batang penis besar yang menancap di kedua lubangnya.
Berkali kali mulut Lena mengucapkan hurup āUā dengan bibirnya yang meruncing, kadang wajahnya mengernyit dengan bibir terkatup rapat ketika disetubuhi dengan kasar. Magdalena merengek bahkan hampir menangis ketika para negro itu terus menyetubuhi dirinya dalam berbagai macam gaya. Magdalena, sebuah perpaduan yang sulit untuk ditandingi antara kecantikan dan ukuran susunya yang putih dan besar. Para negro itu tidak pernah bosan untuk mempermainkan gumpalan susu montoknya yang putih besar dan semakin kenyal, enak banget untuk diremasi atau dikenyot..
āArrhhhā¦., ā terdengar suara jeritan kecil Sandra yang sedang berjongkok memunggungi si negro di bawahnya. Negro itu menyodoki anusnya dengan kasar, tubuh Sandra terdorong-dorong keatas ketika penis yang besar dan hitam itu terayun keatas, kepalanya kadang menengok ke kiri sambil mulutnya mengejar kepala penis dalam genggaman tangan kirinya. Terkadang menengok kekanan sambil menjilati kepala penis si negro dalam genggaman telapak tangan kanannya.
āahhh. Aaaa Ahhhh Aaaaaaā¦.!! ERrrhhhhhhhhā Sandra menjilat kepala penis si negro sambil menggeram dengan penuh nafsu.
Sebatang penis mendekati vaginanya yang menganggur, sayang bangetkan kalau belahan vagina itu tidak dimanfaatkan.
āUhhhā¦. Essshhhhhhā Sandra mendesis keras ketika si negro menjejalkan batang penisnya, karena kedua kakinya diangkat secara otomatis Sandra melepaskan genggamannya pada batang penis di tangannya. Kedua tangan Sandra kini bergerak ke belakang untuk menopang tubuhnya..
Dua negro yang tadinya dioral olehnya kini berlutut di samping kiri dan kanan. Tangan mereka yang hitam dan berbulu menggerayangi dan mengelusi payudaranya yang bergerak-gerak. Buntalan dada Sandra bergerak mirip seperti hendak melompat namun terbetot kembali ke bawah ketika tubuhnya digenjot dengan semakin keras oleh dua batang penis yang menancap di lubang anus dan vaginanya.
Sandra menolehkan kepalanya ke kanan dan langsung mengulum sebatang penis besar yang panjang. Jeritan ā jeritannya yang keras terdengar semakin menggairahkan. Keringatnya kembali bercucuran. Si negro yang berada di bawah memegangi pinggangnya agar artis cantik itu dapat sedikit menghemat tenaganya. Sandra semakin mengangkangkan kedua kakinya ketika merasakan sodokan-sodokan di lubang anus dan vaginanya bertambah gencar.
āYes fuck me !, Ooooā¦, YEahhhh, YEahhhhhhā¦.ā
āHarderr.., Harderrrrrā¦. Annhhhhhhh ā Sandra berteriak keras, sesekali pekikan kecil terdengar dari mulutnya, kadang menjerit keras sekeras-kerasnya ketika merasakan sodokan-sodokan kasar yang semakin liar memompa dirinya.
āEnhhhh⦠Crrr Crrrrr⦠Crrrrrā¦ā Sandra pun mengejang dengan bergelimang kenikmatan yang berdenyut-denyut di lubang vaginanya.
Tangan si negro buru-buru menopang punggungnya yang hendak terjatuh ke belakang, Disibakkannya rambut Sandra yang acak-acakan kemudian sesekali bibir si negro mengulumi bibir Sandra. Sandra mendesah keras ketika seorang negro menundukkan kepalanya dan menghisap kuat-kuat puncak payudaranya.
āArrrhhhhhhā¦, Emmhhhhhhā¦. ā suara itu keluar dari mulutnya ketika mulut si negro semakin rakus mengemuti dan menjilati puncak payudaranya sampai meninggalkan bekas-bekas gigitan memerah pada kulit payudaranya
āAhhh Ahhhh Owwwwwā¦.ā Sandra kembali berorgasme, kepalanya terangkat ke atas dengan matanya merem-melek , Ouhh !! Gila Nikmat sekali , pikiran itulah yang berkali ā kali terlintas dalam benaknya ketika lubang anus dan lubang vaginanya dihantam-hantam dengan kasar dan kuat.
Mulut Sandra meruncing, tubuhnya terguncang dengan hebat, nafas artis cantik itu tersendat-sendat mengikuti pacuan di lubang vagina dan anusnya.
āAa.. Crrrr Crrrrā¦.ā wajah Sandra tampak semakin bersemu merah ketika mengucapkan kata āAā , agak lama barulah kedua batang penis di anus dan di vaginanya menyemprotkan cairan spermanya.
Sementara itu, langkah Asmirandah terseret-seret oleh dua negro bertubuh tinggi besar yang menarik tangannya masuk ke dalam mobil sedan tua, di bangku belakang. Tangan Andah yang satu menyilang menutupi dadanya sedangkan telapak tangannya yang satu lagi berusaha menutupi derah intimnya.
Sebenarnya Andah ingin kabur ketika mencuri pandang pada selangkangan si negro, Ā dua batang penis yang jauh lebih besar dan panjang dari penis-penis yang pernah merasakan kenikmatan vagina Andah? Tapi kabur kemana ?
Posisi Andah berada ditengah-tengah, kedua orang negro itu seolah-olah menjaga pintu di belakang tubuh mereka. Bibir-bibir tebal itu mulai mengecupi leher Andah, gadis itu merasakan dirinya sedang dilahap perlahan-lahan oleh kedua orang negro yang terkadang menggigit kecil lehernya.
āOhhhh, Andah nggak mau!!, Tolonggggā¦..ā suara hati kecil Andah berteriak untuk menyadarkannya.
Dengan kejamnya āsi kenikmatan sex interracialā menerkam dan melahap habis suara hati kecil itu hingga tidak dapat bersuara untuk mengingatkan Andah lagi. Si kenikmatan interracial menyerbu dan mengotori benaknya dengan kata-kata mesum dan terus berbisik di telinganya.
āAndahā¦, ngentot lagi yukkkā¦.ā
āAyo Andah, minta diijut gihā¦!!,ā
Nafas Andah terasa berat, dadanya sesak oleh luapan birahinya, ia diam ketika tangan yang hitam dan besar itu menepiskan tangannya, kedua tangannya mengepal kuat-kuat ketika kepala kedua orang negro itu merunduk dan menciumi payudaranya.
Bibir mereka yang tebal mengemut dan mengenyot kuat-kuat putingnya yang semakin mengeras. Tubuh Andah menggeliat sambil mendesah lirih, sesekali ia memejamkan matanya rapat-rapat. Puncak dadanya terasa nikmat sekali ketika dihisapi oleh mulut si negro.
Mulut Andah kadang meruncing, kadang terbuka lebar tanpa ada suara apapun yang keluar dari mulutnya, kadang berteriak keras untuk mengeluarkan luapan Nafsunya yang sudah tidak tertahankan. Sepasang Tangan Sinegro menarik pinggul Andah dan memaksa Andah untuk menduduki selangkangannya, dalam posisi memunggungi
āAhhhhhhhhhhā¦..! ā Andah menjerit keras, mulutnya terbuka lebar dan matanya mendelik merasakan kepala penis si negro menguakkan belahan vaginanya dan menyentak dengan kuat sampai tubuhnya tersentak ke atas.
āPlease.., Ahhhh, Pleaseee, Itās hurtā¦!!Jangan, Aduhhh Awwwwwwā
Batang besar itu sama sekali tidak mempedulikan Andah yang semakin kewalahan, air keringat kembali mengucur dengan deras.
āArhhhhhhhhhhhhā¦ā¦.! ā Andah berteriak panjang ketika batang penis itu dijebloskan dengan kuat-kuat, tubuhnya menggeliat antara rasa ngilu dan nikmat ketika vaginanya dipaksa terkuak untuk menerima penis si negro yang besar.
Putting susu Andah dihisapi dengan lahap, bulatan dadanya terasa hangat ketika lidah si negro memolesinya dengan merata, lidah kasar itu menggesek permukaan payudara Andah sampai ia mendesah karena nikmat. Tubuh Andah mulai tersentak-sentak keatas, mula-mula sih lembut banget, semakin lama semakin kasar dan kuat. Andah hanya dapat menjerit kecil dan mengerang ketika batang penis itu menusuk-nusuk dengan semakin keras
āAhhh.., Ouhhhh, !! Assshhhhhā¦. Crrr Crrrrrā
Si negro mengangkat dan mendorong bokong Andah sampai penisnya terlepas, kemudian diarahkannya batang penis yang berlumuran cairan kewanitaan Andah pada lubang anusnya.
āAaaaaaaā¦.!! ā Andah menjerit panjang dengan tubuhnya yang mengejang merasakan lubang anusnya dibongkar dan sesuatu yang besar dan panjang merojokinya semakin dalam, belum sempat ia mengambil nafas ketika kedua kakinya dipaksa mengangkang dan kini vaginanya kembali disesaki oleh batang penis yang besar, Andah meringis keras ketika belahan vaginanya dikuakkan oleh batang penis yang hitam dan besar. Genjotan-genjotan penis yang besar dan panjang mulai memompa lubang anus dan vaginanya dalam sebuah irama yang teratur.
āErhhhhhā¦, Erhhhhhā¦, Erhhhhh, Arrrrhhhhhhhā¦.ā Suara erangan Andah terdengar keras, berkali-kali bibirnya mendesah dan berkali-kali pula iaĀ mencapai puncak kenikmatan.
Andah merintih, kadang mejerit keras dan panjang, ketika dua batang penis itu semakin kuat menggenjoti kedua lubangnya.Ā Matanya mengerjap-ngerjap, mulutnya sedikit terbuka ketika merasakan denyutan-denyutan nikmat di lubang vaginanya,
āEnggghhhhhhhhhhhā¦ā¦ā¦..ā
Andah melenguh panjang sebelum akhirnya jatuh pingsan tidak sadarkan diri.
Mobil sedan tua itu masih terus terguncang dengan hebat sehebat dua batang penis negro yang terus menggenjoti lubang anus dan lubang vaginanya. Entah berapa lama Andah tidak sadarkan diri, ia membuka matanya perlahan-lahan dan merasakan tubuhnya masih digenjoti dalam posisi berbaring mengangkang di jok belakang.
Ia memegangi tangan si negro yang meremasi payudaranya. Tubuhnya terasa sangat lemas, letih, dan pegal. Si negro mengangkangi kepala Andah sambil menjejalkan kepala penisnya ke mulut gadis itu.
Asmirandah hanya dapat mendelikkan matanya ketika penis si negro menekan kerongkongannya, kemudian penis itu dicabut pemiliknya dan kemudian dibenamkannya kembali ke dalam mulutnya.
Andah merasakan dua semprotan panas, satu di lubang vaginanya dan satu di dalam rongga mulut āUhukkkā¦, uhukkkkā¦, uhukkkkā Asmirandah terbatuk-batuk tersedak sperma si negro, sebagian sperma tersebut meleleh di sudut bibirnya.
āTok⦠Tokkk Tokkkkā¦.ā pintu mobil diketuk oleh seseorang
Si negro membuka pintu mobil
āAre you finish?ā si gemuk bertanya.
āYeah⦠we finished nge he he heā¦, take herā¦.ā tubuh Asmirandah pun langsung berpindah tangan.
Asmirandah mulai kedinginan apalagi hujan sudah mulai turun, sementara tubuh Sandra diseret oleh seorang negro, demikian juga tubuh Magdalena.
Ketiganya kini duduk berdampingan di atas sebuah kursi panjang, mereka hanya dapat bersandar lemas ke belakang menatap tiga orang negro bertubuh gemuk luar biasa berdiri di hadapan mereka dengan batang penis mereka yang hitam, besar dan panjang, mungkin batang penis merekalah yang terbesar dan terpanjang diantara para negro lainnya.
Ketiga artis cantik itu menggigil kedinginan. Hujan bertambah deras membuat tubuh keenam orang itu basah kuyup. Ketiga orangĀ negroĀ bertubuh gemuk bergerak, berlutut di hadapan mereka masing-masing.
āArhhhhhhhhā¦..ā jeritan pertama keluar dari mulut Sandra, penis yang besar itu serasa mengoyak lubang vaginanya
āAuhhhhh, Akhhhhhhhhhhhhhhhh ā Jeritan kedua terdengar dari mulut Andah, tubuhnya tersentak kesakitan.
āOhhhhhh, Awwwwwhhhhhhhh ā Jeritan Magdalena menyusul jeritan Asmirandah.
Trio negro bertubuh gemuk itu membiarkan Andah, Sandra dan Magdalena untuk membiasakan diri terlebih dahulu ditancap oleh batang penis mereka yang kokoh dan panjang. Ketiga artis cantik itu bergantian mendesah-desah, mengerang dan merintih lirih pokoknya nyanyian mereka bertiga kalau sampai diterbitkan pasti laku keras di pasaran.
āArhhh, Arhhhhh Arrrrrhh, Awwwwwwwā¦.!! ā Asmirandah semakin gelisah dan akhirnya menjerit keras ketika vaginanya mulai disodoki begitu cepat, kuat dan kasar.
Mulutnya ternganga-nganga, kadang melolong keras āAowwwhhhhā¦.!! ā tampak eskpresi kesakitan yang amat sangat tergambar di wajahnya, erangan ā erangan Andah membuat Sandra dan Magdalena merinding, mata Sandra dan Magdalena melotot ke arah selangkangan Andah. Bibir vagina Andah seperti tertekan amblas ketika penis itu menekan dengan kasar dan tertarik mayun ketika penis hitam itu dibetot oleh pemiliknya.
āEnnnnhhhhhhhhhhā¦ā¦., Crrr Crrrrrā nafas Asmirandah tiba-tiba tersendat-sendat, sesekali tubuhnya tersentak ketika si negro merojok kuat lubang vaginanya.
Penis hitam itu bergerak perlahan menghantarkan Asmirandah yang baru saja meraih puncak kenikmatannya sebelum akhirnya kembali memacu menggenjot dengan semakin cepat dan kuat sampai ia kembali memekik dan mengerang keras dengan tubuhnya yang terguncang-guncang hebat.
Sementara Magdalena mulai resah ketika kedua pergelangan kakinya dicekal dan diletakkan mengangkang di bahu si negro. Si gemuk terkekeh-kekeh menatap wajahnya yang tampak ketakutan. Si negro menusukkan penisnya perlahan-lahan sedalam mungkin kemudian dengan tiba-tiba si negro mencabut batang penisnya āPloppā
āPlakkk.., Plakkkk,, plakkkkkā si negro memukulkan penisnya pada bibir vagina Magdalena sebelum kemudian perlahan-lahan kembali mencelupkan penisnya yang hitam, berkali-kali si negro melakukan hal seperti itu sehingga Magdalena sedikit lengah, matanya terpejam dengan mulut sedikit terbuka.
Si negro tersenyum, pancingannya berhasil, si cantik bersusu besar tampak rileks di bawah kucuran air hujan. Dengan kuat dan cepat tiba-tiba si negro mengocoki lubang vaginanya āArrrrhhhhhhhhhā¦.!!ā Magdalena pun membeliakkan matanya, kemudian mengerang-ngerang kesakitan ketika penis si negro mengompa lubang vaginanya kuat-kuat.
Magdalena mengerang keras ketika penis si negro mengaduki lubang vaginanya āPleppp Pleppp Plepppphā¦..ā suara penis itu terdengar keras ketika mengaduk dan melakukan genjotan-genjotan yang kuat.
āMampus dahā¦, giliran gue nihā¦.glekk.ā Sandra membatin sambil menelan ludah ketika pergelangan kedua kakinya didorong sampai lututnya tertekuk
Sandra mencoba melemparkan senyuan pada wajah si negro yang begitu dingin menatap wajahnya, bahkan tanpa ekspresi sedikitpun.
āOoo, I love your smile.., Cāmon smile againā¦ā wajah si negro berubah ramah, Sandra menghela nafas lega kemudian mencoba melemparkan senyuman termanis yang ia miliki.
āArrrhhhhhhhā¦.!!Ā Arrrhhhhhhhhhā¦.!!ā Sandra berulang kali menjerit keras, tangannya menahan bahu si negro yang merapat menghimpit tubuhnya, vaginanya ditusuki dengan kuat, wajah si gemuk berubah bengis.
āSmile !! Smileee !! Smileee!!⦠, that all you can do bahhh !! ā si negro menjulur-julurkan lidahnya keluar sambil menggenjot-genjotkan batang penisnya ke belahan vaginanya, semakin dalam penis besar itu terbenam semakin keras pulalah lolongan Sandra.
Si negro menggeram keras kemudian menghentak-hentakkan penisnya dengan kasar, āOahaaahhhā¦!! Aaarrrhhhhhhhā¦.., Errrrrrrrrhhhhhā Sandra kembali mengerang-ngerang, bibir vaginanya terlipat-lipat ketika penis si negro bergerak keluar masuk dengan kasar dan kuat.
Si negro memacu penis besarnya begitu cepat dan kuat penisnya bergerak di belahan vagina artis cantik itu hingga melampaui daya tahannya untuk menerima sodokan. āUnnnhhhhhh⦠Cruuuttt⦠Cruutttt ā vagina Sandra berdenyut nikmat, ia menggerakkan tangannya berusaha menahan sodokan si negro yang terus memompanya, dengan kasar si negro menepiskan tangannya dan semakin kuat menggecak-gecak vaginanya.
Sandra mengikuti jejak Asmirandah yang memeluk tubuh Magdalena, sementara trio negro bertubuh gemuk meleletkan lidah ketika menyaksikan ketiga gadis itu saling berpelukan satu sama lain, wajah Asmirandah, Magdalena dan Sandra tampak begitu menggairahkan ketika berkali kali mulut mereka mengerang, merintih dan memekik keras.
āAhhhhhhhhā¦..!! ā hampir bersamaan suara keras itu terdengar dari mulut Asmirandah, Sandra dan Magdalena.
Ketiga artis cantik itu saling menyusul berorgasme, kadang Sandra memekik kecil ketika mencapai klimaks, kadang Andah menjerit panjang ketika vaginanya berdenyut-denyut dengan nikmat, kadang terdengar erangan keras Lena ketika vaginanya berkali-kali menyemprotkan cairan kenikmatan.
Hampir bersamaan trio negro bertubuh gemuk itu mencabut penisnya dengan kasar dari belahan vagina Andah, Magdalena dan Sandra. Ketiga negro gendut itu masing-masing memangku tubuh Andah, Sandra, dan Magdalena. Tangan kasar si negro merengut tubuh Magdalena dan menunggingkannya tepat di hadapan kaki Asmirandah.
āJangan, Nggakk, jangannn, disituuā¦.,ā Magdalena berusaha berontak ketika si negro menempelkan kepala penisnya pada duburnya.
āAduhhhhhā ia kesakitan ketika tangannya diikat ke belakang.
āNghaaakkkkssss, Andahhhhhh tolongggggggā¦..ā Magdalena menatap Asmirandah dengan tatapan memelas meminta pertolongan. Sebelum akhirnya melolong keras ketika lubang anusnya dijebol oleh kepala penis si negro yang terus menggeliat memasuki lubang anusnya lebih dalam. Tubuh Lena tersentak-sentak kuat ke depan ketika si negro bertubuh gemuk mulai menyodominya, jeritan kesakitannya terdengar di tengah hujan yang semakin deras.
Sandra dan Asmirandah saling berpandangan, mereka khawatir mengalami nasib yang sama dengan Magdalena, walaupun kini tubuh mereka hanya dirayapi dari belakang, diremasi susunya dan dikecup-kecup oleh bibir tebal si negro yang memangku tubuh mereka. Sandra menolehkan kepalanya menatap Asmirandah dengan tatapan memelas ketika bokongnya didorong agar berdiri, bahu Sandra dicengkram oleh sepasang tangan hitam yang kekar dan memaksanya untuk berlutut dan menungging di samping Magdalena.
āHeiii !!! ā tiba-tiba Sandra meronta keras dan melepaskan tubuhnya dari dekapan si negro bertubuh gemuk, si gemuk mengejarnya, dengan cekatan tangan si negro menyambar pinggangnya
āJangannn, Tolonggg, Jangannnnā¦, Pleaseeeeā¦, ā Sandra memohon-mohon, suaranya begitu memelas.
Si negro menggeram marah, hampir saja santapannya yang lezat ini kabur, dengan kasar diikatnya tangan Sandra ke belakang, seperti tangan Magdalena. Dengan paksa si negro membuat Sandra menungging di samping Magdalena yang masih mengerang kesakitan.
āArhhhhhhā¦. !! ā suara jeritan Sandra terdengar panjang berbaur dengan erangan Magdalena. Pekikannya terdengar keras ketika lubang anusnya tiba-tiba melebar dengan paksa dan sebatang penis besar meluncur mengoyak duburnya.
āHegghhh.., Heggghhh Heggghhhhā¦.ā gigi Sandra terkatup rapat menahan rasa sakit yang semakin mendera lubang duburnya sebelum akhirnya melolong keras sekeras lolongan Magdalena di sampingnya.
āPlakkkk⦠Plakkkk⦠plakkkkk Plokkkk Plakkkk Plokkkkk Plakkkkā
suara benturan antara buah pantat diiringi dengan tamparan-tamparan keras terdengar silih berganti dibawah guyuran air hujan diselingi erangan kesakitan yang terus keluar dari mulut keduanya. Tubuh mereka tersungkur-sungkur ke depan dalam posisi menungging dan kedua tangan terikat ke belakang.
āSo, want to do it yourself or Iāll rape your ass?ā si negro bertubuh gemuk menjilat sambil berbisik ditelinga Asmirandah. Karena Asmirandah tidak menjawab pertanyaanya si negro bertubuh gemuk pun semakin beringas.
āNo, Please , I do it myselfā¦.ā Asmirandah berdiri kemudian perlahan-lahan Andah menurunkan pinggulnya seperti orang hendak berjongkok dan kemudian berusaha menduduki kepala penis si negro dengan duburnya.
Sambil menahan Nafas Asmirandah menekankan duburna, mulut Asmirandah membentuk Huruf āOā yang semakin besar ketika lubang duburnya melar menerima kehadiran kepala penis si negro, tangan si negro bergerak menarik pinggang Asmirandah untuk terus turun dan turun, dengan tiba-tiba tangannya menarik pinggang Andah kuat-kuat sambil menghentakkan batang penisnya ke atas.
āHeggghhhhhā¦ā Asmirandah mendelik menahan rasa sakit yang tidak tertahankan ketika sebatang penis yang besar tertancap semakin dalam dilubang duburnya. Tangan si negro menarik kaki Asmirandah dan mengangkangkannya melebar, selanjutnya tubuh Andah terdorong-dorong kuat keatas, ketika lubang anusnya disodoki oleh penis si negro.
āArrhhhā¦, Ahhhhh, Ahhhhhh, Arrrhhhhā¦.ā erangan Asmirandah menyatu berbaur dengan erangan Sandra dan Magdalena.
āJangann, Aduh.., sakittt, jangann, pleasee !!ā
āAwww.. Arhhhhh, Arrrrhhhhhā
āTidakkkk, Owwwwhhhhā
Asmirandah menangis keras kesakitan, ketika tubuhnya ditunggingkan di samping Sandra dan digenjot kuat-kuat oleh si negro gemuk yang semakin asik mengaduki lubang anusnya. Suara guyuran hujan deras terdengar mengasikkan berbaur dengan rintihan ā rintihan mereka.
āTheyāre Soo Cute⦠Nge He he he!!ā
āYeahhhā¦, ! Cute little slutā
āShut up, just fuck them all!! Deep and hardā
Sesuai dengan komando yang diberikan ketiga penis itu bergerak semakin kencang merojoki dan mengaduk kemudian keluar masuk dengan cepat di belahan vagina ketiga artis itu. Jeritan dan suara erangan keras semakin sering terdengar dari mulut ketiganya yang sedang disodomi di bawah guyuran hujan lebat.
****************************
Kamar tempat Nia, Julie, Nikita, dan Marshanda
Tubuh-tubuh telanjang bergelimpangan di kamar penthouse itu setelah pesta seks yang liar dan melelahkan beberapa waktu sebelumnya. Nikita Willy telah tertidur di ranjang dalam dekapan seorang negro yang terahir menyetubuhinya, demikian pula Nia Ramadhani, tubuh telanjangnya tergeletak di sebelah Nikita.
Rambut panjangnya sudah acak-acakan, ceceran sperma nampak di sekujur wajah dan tubuhnya. Dari kamar mandi terdengar suara shower, rupanya Julie tengah membasuh diri di dalam sana.
Sementara Marshanda nampak di sofa sedang ngobrol-ngobrol ringan dengan tiga pria negro yang merokok dan minum bir, ia nampaknya enjoy terlibat obrolan nakal dengan mereka, sesekali tangan-tangan hitam nakal itu singgah di bagian-bagian sensitifnya. Tiba-tiba terdengar suara bel tanda ada orang datang.
āJust relax, Chacha!ā Ben bangkit sambil meraih celana pendeknya, ia memakai celana itu lalu berjalan ke arah pintu dengan bertelanjang dada.
Chacha meneruskan bercengkrama dengan kedua negro lainnya hingga mendengar sepertinya Ben sedang ada masalah dengan tamu yang datang. Iapun menyambar selimut dan membelitkannya ke tubuh untuk menutupi ketelanjangannya lalu menyusul Ben ke pintu masuk.
āWhatās up? Any problem Ben?ā Chacha melihat tamu itu ternyata dua orang negro lain, bedanya kalau Ben dan teman-temannya berpenampilan cuek seperti rapper, kalau mereka berdua berpenampilan necis, bahkan yang satu gaya bicaranya kemayu.
āYou see man, I said party, but not gay party!ā kata Ben agak sewot, āweāre all straight here manā
Oooohh⦠selidik punya selidik ternyata mereka berdua itu teman Ben yang penyuka sesama jenis. Mereka mengira di kamar itu ada gay party dan ingin ikutan, karena kemarin Ben berkata pada salah satunya dia mau pesta hari ini dengan orang Asia tapi Ben tidak bilang kalau pestanya ternyata bukan pesta gay. Tentu mereka jadi jengkel karena sudah datang jauh-jauh ternyata salah dan Ben yang bukan gay tentu tidak mau homoan dengan mereka dong.
āOkeā¦enoughā¦enoughā¦please BE QUIET!!!ā Marshanda meninggikan suara karena pusing mendengar mereka berdebat sampai seperti ngerap.
āAll right guys so you want Asian one right?ā ia bertanya pelan-pelan setelah mereka diam.
āYeaā¦it make me horny, I luv to fuck Asian boy hihihiā jawab yang berbody kekar memakai kaos hitam tanpa lengan itu tapi gerak-geriknya seperti bencong.
āI know the right one, you must be like him and he is also in this hotelā sebuah senyum nakal tergurat di wajah Marshanda.
Saat itu Julie juga baru saja keluar dari kamar mandi dengan berbalut handuk, ia juga ingin tahu apa yang terjadi sampai membuat Marshanda berteriak barusan. Kedua gay negro itu nampaknya tidak tertarik melihat Julie maupun Marshanda yang hanya memakai penutup tubuh seadanya, malah mereka lebih sering melirik ke Ben yang masih sewot.
āOoowwā¦in this hotel tooā¦coolā¦cool, I love itā sahut temannya yang memakai anting gede di telinga kanan.
āYess here in this hotel, a sexy bearded guy without moustacheā kata Marshanda sambil mengelus dagu si negro kekar tapi kemayu itu, āalso with hairy chestā lanjutnya genit, elusannya turun mengelus dada bidang negro itu.
āMy goshā¦it make me hornyā¦come on get him man!ā ajak yang satunya sambil menarik lengan temannya.
āTell us, whereāre he, baby?ā
āNot far from here, room number 1269 thereā Marshanda menunjukkan arah di lorong hotel tersebut.
Mereka pun akhirnya pamitan dengan gayanya yang khas seperti Ivan Gunawan atau species sejenisnya lalu menuju ke kamar yang ditunjukkan Marshanda itu.
āLohā¦lohhā¦Chaā¦itu kan kamarnya Bangā¦?ā kata Julie namun Marshanda menempelkan telunjuk di depan bibirnya sambil tersenyum nakal, mereka berdua tertawa cekikikan membayangkan apa yang akan terjadi.
Cerita Sex Kunjungan ke Desa
Sementara kedua gay negro itu sampai ke kamar 1269 yang ditunjukkan Chacha tadi. Terdengar suara alunan musik dangdut dari dalam kamar itu.
āBegadang jangan begadangā¦kalau tiada artinyaā¦begadang boleh sajaā¦aaahhā¦kalauā¦.ā
āNingā¦nong!ā suara bel membuat penghuni kamar itu menghentikan nyanyian dan permainan gitarnya untuk membukakan pintu.
āWhoās there?ā tanya suara dari dalam dengan gaya sok berwibawa yang khas.
Kedua negro itu tersenyum-senyum melihat orang yang membuka pintu itu ternyata memang benar-benar sesuai selera mereka. Mereka langsung masuk tanpa babibu lagi dan pintu ditutup. Alunan musik dangdut sudah tidak terdengar lagi dari dalam kamar itu, sebagai gantinya terdengar bunyi gaduh sejenak brakā¦dukā¦gubrakā¦buk!!
Tak lama kemudian kegaduhan itu makin berkurang hingga akhirnya musik yang mengganggu kamar-kamar di dekatnya itu pun berhenti, namun bila seseorang menempelkan telinga pada pintu kamar itu akan terdengar sayup-sayup.
āOoohhā¦oohhā¦benar-benarā¦terā¦.laā¦.luuhhā¦uuhhh!ā
TAMAT


